Helikopter anti kapal selam [def.pk]●
Kepala Pusat Pengadaan Kementerian Pertahanan (Kapusada Kemhan), Marsma TNI Budi Prasetyono menyebut, ada beberapa alutsista dari TNI dari ketiga matra akan datang pada tahun 2018, salah satunya untuk TNI AL berupa kapal selam jenis 209 dari Korea Selatan.
“Kita sebenarnya pesan 3, karena 2017 datang 1, 2018 rencana 1 akan datang,” kata Budi, Selasa (2/1/2018).
Adapun kapal selam yang sudah datang yaitu KRI Nagapasa 403 pada Senin (28/8/2017) yang lalu. Sementara untuk tahun ini, kata Budi, kapal selam tersebut akan dirakit di Indonesia.
“Yang 1 sendiri akan dirakit atau di- assembly di PT PAL yang tentunya akan membanggakan industri dalam negeri,” ujarnya.
Selain kapal selam, ungkap Budi, TNI AL juga akan kedatangan 1 unit helikopter anti kapal selam. Sebelumnya, helikopter tersebut juga sudah datang pada 2017 kemarin sebanyak 2 unit.
Budi menambahkan, sejumlah alutsista juga akan datang tahun ini untuk matra darat dan udara. Salah satunya datang lagi Helikopter Apache untuk TNI Angkatan Darat sebanyak 2 unit. Sebelumnya, Helikopter Apache juga sudah didatangkan sebanyak 3 unit pada Desember 2017 kemarin.
Sementara itu, kekuatan TNI AU juga akan bertambah tahun ini dengan sejumlah alutsista yang akan datang. Di antaranya pesawat angkut C-130 Hercules dan juga pesawat tempur F-16.
“TNI AU, kedatangan 1 unit C-130, 2 unit F-16 dan 6 unit pesawat latih Grob G-120 TP,” pungkasnya.
Tahun Ini
Helikopter Fennec [Haryadi Dwi] ★
Kekuatan militer Indonesia terus meningkat seiring upaya pemerintah untuk melakukan modernisasi TNI, salah satunya Angkatan Darat. Selain Helikopter Apache AH-64E menurut Kepala Pusat Pengadaan Kementerian Pertahanan (Kapusada Kemhan), Marsma TNI Budi Prasetyono menyebut, TNI AD juga akan kedatangan Heli Serang Fennec.
Budi mengungkapkan, helikopter asal Perancis itu akan segera tiba pada bulan ini.
“Akan datang Heli Serang Fennec, 6 unit Heli dari Perancis pada bulan Januari 2018,” ujar Budi, Selasa (2/1/2018).
Dia menjelaskan, sejumlah alutsista juga akan segera tiba pada tahun ini untuk memperkuat pertahanan NKRI. Di antaranya Rudal Arhanud Mistral yang akan datang 27 unit dari PT Pindad. Rudal itu akan melengkapi kekuatan alutsista TNI pada Maret 2018.
“Juga Rudal Arhanud Starstreak dari UK, 4 Baterai, bulan Februari sampai Juli 2018,” ujarnya.
“Ada juga jembatan standar militer, 4 unit Acrow dari Amerika Serikat pada bulan Mei 2018 dan 1 unit MGB dari UK pada bulan Oktober 2018,” lanjutnya.
♞ Rilis
Tank AMX-13 [Info Komando] ★
Penataan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) mulai berjalan di lingkungan TN I-AD. Saat ini, sebanyak 29 unit kendaraan tempur jenis Tank AMX-13 yang sebelumnya berada di Yonkav 3/AC, telah dipindahkan ke Kodam XII/Tanjungpura, Jumat (29/12/2017).
Tank itu diangkut dengan menggunakan kapal ADRI XLIX, yang sebelumnya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya.
Letkol Cba Ir. Kahardi. M. T., M. D.M. menuturkan, pemindahan ranpur tersebut telah dimulai semenjak tanggal 15 Desember lalu. Pemindahan itu akan terbagi menjadi beberapa tahap. "Total seluruhnya ada 29 unit, tahap pertama sejumlah 14 unit pada tanggal 15 Desember dan tahap kedua sebanyak 15 unit pada 29 Desember 2017. Pemindahan ini bertujuan untuk memenuhi kekuatan Alutsista ranpur di Yonkav 12/BC,” ungkap Kepala Terminal Pembekalan Angkutan-2 (Termbekang) ini.
Selanjutnya, kata Kahardi, beberapa unit tank tersebut nantinya akan berlabuh ke Pelabuhan Dwikora, Pontianak terlebih dahulu sebelum dikirim ke lokasi tujuan (Yonkav 12/BC). “Sesampainya di sana, kondisi tank akan dicek ulang,” tuturnya.
Selain ranpur jenis Tank AMX-13, beberapa alutsista juga dikirim oleh Terbekang-2 Surabaya guna menunjang kinerja Satuan Yonkav 12/BC, termasuk di antaranya ialah beberapa koli amunisi, alhar, sekaligus senjata dan laras cadangan.
Perlu diketahui, Termbekang-2 merupakan satuan pelaksana Direktorat Pembekalan Angkutan Ankatan Darat yang memiliki tugas pokok satuan, yaitu menyelenggarakan embarkasi dan debarkasi materiil dan personel TNI AD melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
♞ Berita Jatim
✈️ Lengkapi Pertahanan Udara
✈️ Skadron Udara F-16 TNI AU [TNI AU]
Mabes TNI-AU memprogramkan pembangunan skuadron F-16 di Ambon, Maluku, pada tahun anggaran 2018.
Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Pattimura Kolonel (Pnb) Antariksa Anondo mengatakan keberadaan skuadron strategis dalam rangka mendukung terselenggaranya tugas operasi udara yang dilaksanakan TNI-AU.
Apalagi, kata Antariksa, Maluku terdiri dari 11 kabupaten/kota dengan 1.340 buah pulau.
Begitu pula dengan 92,4 persen dari wilayah Maluku seluas 712.479,69 kilometer persegi adalah laut.
Strategisnya karena pembangunan skuadron Udara F-16 di Lanud Pattimura sebagai salah satu upaya untuk pengamanan mengingat batas wilayah berdekatan dengan wilayah selatan dekat yang secara geografis dekat Austalia.
"Kami saat ini melakukan tahapan survei maupun kesiapan lainnya untuk membangun skuadron sebagai unsur operasional yang diprogramkan berkapasitas 12 pesawat tempur F-16," ujar Antariksa, Jumat (29/12/2017).
Disinggung pemeliharaan pesawat tempur F-16, dia menjelaskan di Makassar, Sulawesi Selatan, yang memiliki fasilitas tersebut.
"Pemeliharaan tingkat ringan bisa ditangani di Ambon bila telah dioperasikan," tandas Antariksa.
TNI AU saat ini memiliki dua skuadron udara yang mengawaki pesawat F-16, yakni skuadron udara di Lanud Iswahjudi, Madiun, dan Skuadron Udara Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Balitbang Kemhan dalam hal ini yang terkait dengan Litbang alat peralatan pertahanan yaitu Puslitbang Alpalhan telah melaksanakan uji fungsi pengembangan prototipe rudal petir di Lanud Gorda Desa Lamaran Serang, Banten.
Uji fungsi pengembangan prototipe rudal petir disaksikan oleh Kabid Matra Laut Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Laut (KH) Ir. Indra Usmansyah, MM., Peneliti Madya Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Kav. Anthonius Ady W.W., Perekayasa Madya Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Inf Yan Namora, para pejabat di lingkungan TNI dan Kemhan, Dislitbangal, Dislitbangau, dan tim uji fungsi dari PT. Sari Bahari.
Kegiatan diawali sambutan oleh Kabid Matra Laut Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Laut (KH) Ir. Indra Usmansyah, MM., pembacaan doa, dilanjutkan uji fungsi rudal petir dari tim PT. Sari Bahari dan terakhir evaluasi hasil pelaksanaan uji fungsi rudal petir. Pelaksanaan uji fungsi pengembangan prototipe rudal petir ini adalah hasil kerjasama antara Balitbang Kemhan dengan PT. Sari Bahari yang telah melaksanakan uji fungsi prototipe rudal petir yang ke-2. Dalam pelaksanaannya, uji fungsi rudal petir akan dilontarkan dengan platform peluncur dan mendarat dengan menggunakan jaring. Rudal petir ini adalah buatan dan dikembangkan di dalam negeri yang merupakan inovasi dan kemandirian industri pertahanan nasional.
Perlu diketahui bahwa untuk meningkatkan performance rudal petir tersebut telah dilakukan pengembangan diantaranya meningkatkan kecepatan yang diharapkan bisa mencapai 350 km/jam, jarak jangkauan sekitar 80 km, pengembangan sistem kontrol auto pilot dan seeker, pembuatan peluncur rudal serta pengembangan warhead. Scope of work dari pengembangan rudal petir ini dititikberatkan pada peningkatan kecepatan, jarak jangkau, sistem kontrol, dan uji fungsi. Dengan adanya target pengembangan tersebut maka terjadi perubahan air frame.