Rabu, 10 Oktober 2018

Sepuluh Kapal Perang Awasi Perairan Bali

Selama Annual Meeting IMF-WB 2018 KRI Raden Edi Martadinata-331 [dvidshub]

S
epuluh kapal perang Angkatan Laut Indonesia disiagakan untuk mengamankan dan melakukan penyekatan perairan Bali selama gelaran IMF-WB 2018.

Kapal perang yang diterjunkan di antaranya KRI Raden Edi Martadinata-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-335, KRI Nala-363, KRI Badik-623, KRI Terapang-648, KRI Ajak-653, KRI Pulau Rapat-712, KRI Banda Aceh-593, dan KRI Tarakan-905.

Kapal perang tersebut umumnya mampu melakukan pertempuran di tiga medan, seperti perang permukaan, bawah air, hingga perang udara dengan pesawat tempur. Kapal tersebut juga mampu mengangkut personel dan penumpang yang jumlahnya ratusan hingga ribuan orang.

Pantauan Bisnis, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 sempat bersandar di Pelabuhan Benoa untuk memenuhi keperluan logistik, Rabu (10/10/2018) pagi.

Kapal ini mampu melakukan perang empat mitra sekaligus, perang permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang udara dengan pesawat tempur, perang elektronika, dan sekaligus memiliki kemampuan membajak sistem persenjataan dan kendali dari kapal perang musuh.

Kapal ini juga mampu mampu membawa 120 kru dengan kecepatan 28 knots. Kapal jenis Sigma 10514 ini juga memiliki spesifikasi panjang 105,11 meter, lebar 14,02 meter, draft termasuk sonar 5,73 meter, dan bobot penuh 3.216 ton.

Ketika memasuki kapal, seluruh persenjataan terutama meriam KRI I Gusti Ngurah Rai-332 berada dalam kondisi siaga jika nantinya diperlukan. Bahkan, satu heli juga disiagakan di atas kapal jika nantinya diperlukan.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko mengatakan sepuluh kapal perang tersebut telah mengawasi keamanan perairan Bali sejak 6 Oktober 2018 dan direncanakan sampai 16 Oktober 2018.

Sepuluh kapal perang tersebut melakukan penyekatan di hampir empat penjuru arah seluruh perairan Bali, mulai dari barat, timur, utara, dan selatan.

“Situasi perairan Bali hingga saar ini pada umumnya aman,” kata Henricus, Rabu (10/10/2018).

Kata dia, kapal-kapal perang tersebut akan terus melakukan patroli di perairan Bali sampai 16 Oktober 2018. Hanya saat memerlukan tambahan logistik, kapal melakukan sandar di Pelabuhan Benoa. Sementara, untuk keperluan bahan bakar telah disuplay KRI Tarakan.

Selain itu, jalan tol laut juga tidak luput drai pengawasan. Pihaknya juga menerjunkan sea rider dan rubber boat di sepanjang tol laut selama kepala negara atau delegasi melewati jalur tersebut.

“Jumlah personel bersama KRI ada kurang lebih 2.000, kita dapat juga tambahan unsur-unsur stakeholder terkait seperti Pol Air, Pelindo, Polsek, Basarnas, kurang lebih ada sekitar 800-an,” ujarnya.

  ♘ Bisnis  

Joint Figther Weapon Course TNI AU dan RSAF

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., menyambut enam pesawat tempur F-16 milik Republic of Singapore Air Force di shelter Charlie Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (8/10).

Danlanud menyampaikan bahwa pesawat ini akan berada di Lanud Roesmin Nurjadin selama 2 bulan kedepan untuk melaksanakan latihan bersama dalam rangka meningkatkan kemampuan penerbang tempur melaksanakan operasi pertempuran udara, TNI AU dan Angkatan Udara Singapura (Republic of Singapore Air Force – RSAF) yang dikemas dalam Joint Figther Weapon Course.

“Latihan untuk melatih penerbang tempur kedua angkatan udara dalam melakukan pertempuran di udara secara lebih profesional, sekaligus mempererat kerjasama kedua angkatan udara” tambah Danlanud.

Danlanud menambahkan JFWC kali ini merupakan latihan yang ketiga. Latihan di bagi dalam dua kegiatan, ground school dan maneuver lapangan. Untuk ground school dilaksanakan selama dua minggu di Paya Lebar, sementara maneuver lapangan dilaksanakan selama tiga bulan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

“TNI AU mengerahkan 3 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara (Skadud) 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadud 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Sementara RSAF mengerahkan 6 pesawat F-16 dari 140 SQ, 143 SQ dan 145 SQ.” Pungkas Danlanud.

Dalam maneuver lapangan, kedua angkatan udara akan melaksanakan berbagai macam latihan, mulai Basic Fighter Maneuver (BFM), Air Combat Tactic (ACT), Surface Attack Tactic (SAT) hingga puncaknya adalah Large Force Employment (LFE) atau Mission Orientation Training (MOT).

  ♘ TNI AU  

TNI AD dan AD Brunei Meningkatkan Kerja Sama Interoperabilitas dan Mengokohkan Kekuatan

Di Asia Tenggara Anoa TNI AD

K
epala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Darat Brunei Darussalam Brigadir Jenderal Dato Seri Pahlawan Awang Khairul Hamed bin Awang Haji Lampoh, di Mabesad, Jakarta, Selasa (9/11/2018). Kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Darat Brunei Darussalam bersama rombongan ini dalam rangka perkenalan beliau kepada Kasad.

Kasad mengucapkan selamat atas pengangkatan Brigadir Jenderal Dato Seri Pahlawan Awang Khairul Hamed bin Awang Haji Lampoh sebagai Panglima Angkatan Darat Brunei Darussalam yang dilantik pada tanggal 31 Januari 2018. “Jabatan tersebut merupakan penghargaan dan bukti pengakuan AD Brunei terhadap dedikasi, profesionalisme dan loyalitas Brigjen Awang selama ini,” ujarnya.

Kasad menyampaikan, kerja sama antara kedua Angkatan Darat yang telah terjalin tidak hanya terkait bidang intelijen melainkan juga bidang pendidikan,“TNI AD tetap berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama yang telah terjalin serta bertekad untuk terus meningkatkan kerja sama ke level yang lebih tinggi lagi,” tegasnya.

Di bidang latihan, TNI AD dan AD Brunei telah melaksanakan Latihan Bersama (Latma) Keris Satria 2018 pada tanggal 27 Agustus s.d. 5 September 2018 di Brunei Darussalam dan Latma Kilat Sakti 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 s.d. 28 Oktober 2018.

 Tank Scorpion dan Panser Anoa 

Selain itu, terkait dengan pelatihan menembak bagi AD Brunei yang dilakukan TNI AD beberapa waktu lalu, Jenderal TNI Mulyono berharap agar kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi AD Brunei, khususnya dalam rangka menghadapi event kejuaraan menembak internasional seperti AASAM maupun AARM.

Selanjutnya di bidang pendidikan, Kasad memberi apresiasi atas terjalinnya kembali kerja sama di bidang pendidikan yang sempat terhenti sejak tahun 2016. “Direncanakan pada Tahun 2019, 1 (satu) Pamen TNI AD akan mengikuti Dik Seskoad di Brunei. Semoga kedepannya kerja sama dapat ditingkatkan dengan pertukaran intelijen,” terang Kasad.

“Program tersebut merupakan salah satu upaya diplomasi TNI AD dan untuk meningkatkan aspek interoperabilitas TNI AD dengan AD Brunei dalam rangka mengokohkan kekuatan militer kedua negara di kawasan Asia Tenggara,” sambungnya.

Sementara itu, dengan pertimbangan bahwa meski mereka merencanakan pembaruan Alutsista namun pihaknya masih akan tetap akan mengoperasionalkan Tank Scorpion yang telah mereka gunakan selama 40 tahun, Panglima AD Brunei meminta agar dalam kerja sama ini ditambahkan dengan kegiatan pemeliharaan Tank tersebut.

Guna menindaklanjuti kerja sama AD kedua negara, akan dilaksanakan Army Working Group yang diperkirakan akan dilaksanakan pada tanggal 23 s.d. 26 Oktober 2018 di Bandung.

Dalam rangkaiannya ke Indonesia, besok pagi Pangllima AD Brunei juga akan berkunjung ke PT Pindad Persero yang merupakan bagian dari tindaklanjut realisasi kesepakatan pembelian 45 unit Ranpur Anoa dan sejumlah senjata ringan SS2 V5 dengan PT. Pindad pada Mei 2018 lalu.

  ♘ TNI AD  

The Development of KFX/IFX Fighter Aircrafts

PT DI Visits Infoglobal IF-X cockpit configuration ★

On Monday, 25 September 2017, Husein Ahmad Alatas, Senior Engineer Indonesian Aerospace (PT DI) and also his staffs, visit Infoglobal Workshop, at Jl. Raya Dinoyo 105, Surabaya. This visit is also followed by Colonel Tech. Dedi Laksmono as Directorate-General of Defence Potentials at the Ministry of Defence (Ditjen Pothan Kemhan) officer.

This work visit is to present KFX/IFX program to Infoglobal. Bilqis Fitria Salsabiela, International Collaboration KFX/IFX, said that IFX/KFX program is a program from Indonesia government in cooperating with Korea Aerospace Industries (KAI) to develop and manufacture KFX/IFX fighter aircraft. Hopefully, with this program, Indonesia could get Transfer of Technology (ToT) in manufacturing fighter aircraft. So, Indonesia can produce the fighter aircraft independently. Currently, KFX/IFX program enters its second year in Engineering Manufacturing Development (EMD) phase.

This program is also an inspection towards Infoglobal competencies and readiness in the development of KFX/IFX aircraft. By visiting Infoglobal, PT DI as Indonesian Industrial Participant (IIP) pointed by government through Balitbang Kemhan could depict about potential sectors and review the national readiness to manufacture fighter aircraft.

Infoglobal as one of defense industries capable of developing and manufacturing aircraft avionics. Ahmad Fauzi, Infoglobal Marketing Representative, in this chance, explains about avionics that are developed and made by Infoglobal. Those avionics are Miniature Standard Central Air Data Computer (MSCADC) that can been used on F-5. Digital Video Recorder (DVR) installed on F-5, F-16, Hawk 100 and Hawk 200 fighter aircrafts. Multi Purpose Cockpit Display (MPCD) and Inertial Navigation System/Global Navigation Satellite System (INS/GNSS) that can be used in Hawk 100/200 fighter aircraft. Rear Cockpit Monitor (RCM) used in Hawk 100. Also Weapon Control Board (WCB), Weapon Programming Instrument (WPI) and Radar Monitor Unit (RMU) that can be used in Hawk 200.

Infoglobal also develops mission system for Maritime Patrol Aircraft. The mission system is named Tactical Patrol Mission.

Not only avionics, Ahmad Fauzi also explains that Infoglobal also produce defense application, named Soyus Wargaming System used by Air Force Staff and Command School (Seskoau) to train strategic and military operation plans.

Besides that, Infoglobal also has competencies in radar data processing by developing Transmission Data Air Situation (TDAS). TDAS is a aircraft traffic monitoring system that integrates civil and military radars and this system has been used by National Air Defence Command (Kohanudnas).

Col. Tech. Dedi Laksmono said that with this inspection hoped the development and manufacturing KFX/IFX fighter aircrafts later can implement the requirement of Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) that should reach minimum of 40%. Those can be implemented by involving domestic defense industries, one of them is Infoglobal. (lft)

  ★ Infoglobal  

Selasa, 09 Oktober 2018

KRI Spica-934 Akan Visualkan Tiga Dimensi Kondisi Dasar Laut Palu

KRI Spica 934 ★

Salah satu Kapal Survei milik TNI AL yaitu KRI Spica – 934 di bawah pimpinan Letkol Laut (P) Hengky Iriawan, S.T., melaksanakan kegiatan survei tanggap darurat di wilayah Perairan Palu dan Sekitarnya, Minggu (08/10/2018) kemarin.

Tugas pokok dari survei tanggap darurat ini adalah untuk menyiapkan alur pelayaran yang aman bagi kapal laut sipil dan militer yang akan mengirimkan bantuan ke Palu, Donggala dan sekitarnya pasca bencana alam gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan sekitarnya.

Pengiriman KRI Spica ini juga merupakan salah satu tugas dari Pushidrosal sebagai lembaga Hidrografi Nasional sekaligus sebagai lembaga yang menyediakan data pendukung keselamatan pelayaran di perairan Indonesia yang mempunyai kewajiban untuk menjamin keamanan pelayaran serta bergerak cepat untuk membantu mengatasi masalah penyaluran bantuan logistik, terutama dari laut ke daerah yang terdampak bencana alam tersebut.

KRI Spica mempunyai peralatan survey Hidro-Oseanografi diantaranya adalah Multibeam Echosounder EM302 yang tidak hanya mampu menyediakan data bathimetri untuk laut dalam (Depth Range hingga 7000 meter) secara cepat dan tepat, namun juga mampu menggambarkan secara 3 dimensi bentuk dasar laut itu sendiri. Kemampuan penggambaran bentuk dari dasar laut tersebut diharapkan mampu memvisualisasikan patahan dan pergeseran permukaan lempeng bumi (Underwater Land Slide) yang menyebabkan terjadinya gempa bumi serta gelombang tsunami di daerah Palu.

“Dengan hadirnya KRI Spica – 934 di daerah perairan terdampak bencana diharapkan akan mampu membantu kelancaran arus bantuan personil, logistik dan obat-obatan melalui laut untuk memulihkan daerah Palu dan sekitarnya. Selanjutnya data tersebut akan diolah lebih detail guna memperbaharui peta alur laut perairan dan peta mitigasi bencana alam di Palu dan sekitarnya” ujar Komandan KRI Spica Letkol Laut (P) Hengky Iriawan.

  ★ Suara Rakyat  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...