Senin, 08 April 2019

PT Pindad Tingkatkan Produksi Munisi Kaliber Kecil

Menjadi 297 juta butir pertahun amunisi Pindad

PT Pindad (Persero) akan meningkatkan produksi munisi kaliber kecil menjadi 297 juta butir pertahun dengan dibangunnya penambahan Fasilitas Produksi Munisi Baru yang berlokasi di Pabrik Munisi Pindad di Turen, Kabupaten Malang.

Terdapat 7 Fasilitas Produksi Munisi baru yang diresmikan, yaitu Gedung Proses Assembling Munisi Kaliber 5.56 mm, Gedung Proses Pembuatan Komposisi Primer, Gedung Proses Loading Primer, Gedung Proses Tetrazen, Gedung Lapangan Balistik, Gedung Explosion Chamber dan Gedung Lapangan GL dan AGL.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, penambahan gedung munisi yang baru diresmikan adalah gedung PMN (peyertaan modal negara) yang tadinya kapasitas amunisi kaliber kecil sebanyak 120 juta butir/ tahun. Dengan penambahan gedung baru jumlah produksi akan menjadi 297 juta butir pertahun.

"Kurang lebih hampir 300 juta butir pertahun dengan adanya penambahan mesin-mesin baru dari pendanaan PMN," ujar dia pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kementerian BUMN sekaligus HUT BUMN termasuk dalam rangkaian HUT Pindad ke-36 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 6 April 2019.

Menurut dia, pihaknya akan mulai memproduksi munisi kaliber kecil tersebut pada akhir 2019 ini untuk memenuhi kebutuhan TNI/Polri. Mereka didanai PMN yang hingga saat ini sudah mencapai Rp 1 triliun sejak 2012 sebesar Rp 300 miliar dan 2015 Rp 700 miliar.

"Habis ini beroperasi untuk mendukung produkdi munisi kaliber kecil. Perdana produksi tahun 2019 akhir kita sudah harus mulai untuk mulai memproduksi munisi kaliber kecil untuk memenuhi kebutuhan TNI/Polri," kata dia.

Dengan demikian, tahun ini belum target karena akhir tahun Pindad akan mulai memproduksi sampai 297 juta butir pertahun. "Jumlah itu masih separuh lebih dari kebutuhan TNI karena TNI kebutuhannya 500 juta butir pertahun," kata dia.

Dia menambahkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Waterbury Farrel, salah satu Divisi dari Magnum Integrated Technologies Inc Kanada untuk memeperbesar kapasitas produksi menjadi 350 juta butir pertahun. Namun masih kajian investasi, makanya mereka mendukukan PMN dengan dana Rp 700 miliar.

  ★ Pikiran Rakyat  

Minggu, 07 April 2019

Pindad Jajaki Mesin Pengganti Panser Anoa

Anoa produksi Pindad ★

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, sedang menjajaki alternatif mesin penggerak panser Anoa yang saat ini menggunakan mesin Renault, pabrikan asal Prancis. “Kita tidak bisa terus-terusan tergantung pada mereka. Kita sudah mulai mencari alternatif solusi, tidak harus tergantung dari Renault," kata dia di Bandung, Sabtu, 6 April 2019.

Pindad saat ini sedang menjajaki sejumlah vendor produsen mesin untuk dipergunakan panser Anoa. “Ada banyak. Ada Perkins, UT (united tractors), ada banyak. Kita coba pelajari juga Hino, Dosan Korea, dan lain-lain,” kata dia.

Menurut Abraham, sebagian vendor dinilai lebih longgar. “Dari vendor-vendor lain, yang bisa dikatakan lebih comfortable, lebih bisa mendukung Pindad karena biasanya untuk produk-produk yang punya teknologi tinggi itu dia selalu memberlakukan namanya cost of technologi inovasi,” kata dia.

Mesin alternatif untuk panser Anoa dicarikan tetap mempunyai kualitas sama dengan mesin yang dipergunakan saat ini. “Kita coba mencari jenis mesinnya sama, tapi kemampuan yang handal, tidak harus tergantung dari Renault,” kata dia,

Pada triwulan 1/2019 ini Pindad juga mulai mengerjakan pesanan Anoa. Namun dia tidak merincinya. “Di Triwulan pertama, kita sudah mulai mengerjakan Anoa, Badak, dan kita mengerjakan Komodo, kata dia.

Menteri BUMN Rini Soemarno memuji panser Anoa yang sudah dikenal di luar negeri. “Sekarang ini Anoa suda lebih dari 350 unit yang dipakai PBB,” kata dia di sela perayaan HUT BUMN ke-21 berbarengan dengan perayaan hari jadi PT Pindad ke-36 di Gedung Sate, Bandung, Sabtu, 6 April 2019.

Rini sempat meresmikan monumen panser Anoa di Taman Cibeunying, Kota Bandung di sela jalan santai perayaan tersebut bersama Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman, serta sejumlah direksi BUMN di Bandung, yang juga di ikuti pegawai BUMN yang berkantor di Bandung. Panser Anoa berkelir loreng khas seragam TNI dipajang di salah satu taman kota yang tak jauh dari Gedung Sate, Bandung.

  ♞ Tempo  

350 Panser Anoa Buatan Pindad Dipakai PBB

Panser Anoa produk Pindad ★

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno bangga dengan prestasi perusahaan pelat merah PT Pindad. Saat ini kendaraan tempur panser anoa yang diproduksi Pindad sudah go international.

Sebanyak 350 panser anoa sudah digunakan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB. Rini berharap suskses ini diikuti oleh tank medium buatan Pindad yang bisa menembus pasar luar negeri.

"Ini Anoa sudah lebih dari 350 unit dipakai PBB. Sekarang proses lanjutan adalah medium tank yang kami sedang siapkan. Moga-moga itu juga akan menjadi bisa mendunia juga," ujarnya.

Rini mengaku sangat bangga karena anak-anak muda dari Pindad makin berinovasi. "Sehingga kami yakin ke depan akan bisa menjadi pemain dunia,” kata dia di sela perayaan HUT BUMN ke-21 berbarengan dengan perayaan hari jadi PT Pindad ke-36 di Gedung Sate, Bandung, Sabtu, 6 April 2019.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, paling telat pada Mei 2019 nanti Pindad akan menandatangani kontrak pembelian perdana medium tank Harimau, alutsista terbaru buatan Pindad. “Rencananya 18 unit,” kata dia di Bandung, Sabtu, 6 April 2019.

Abraham mengatakan, pesanan medium tank tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI Angkatan Darat. "Mulai tahun ini kita bisa mulai kontrak dengan pendanaan luar negeri untuk medium tank kita," kata dia.

Abraham tidak merinci nilai kontraknya. “Proyek pendanaan luar negeri itu untuk pengadaan tank Infantri dan tank Kavaleri tahun ini,” kata dia.

Abraham mengatakan, medium tank yang dinamai Harimau tersebut direncanakan untuk dipergunakan oleh satuan Kavaleri TNI. Sementara untuk satuan Infanteri akan menggunakan Anoa 8x8. “Kita menjual Tank Harimau kita untuk Kavaleri, untuk TNI,” kata dia.

Kapasitas produksi Pindad mencukupi untuk menuntaskan pengerjaan pembuatan tank tersebut dalam setahun. “Kapasitas produksi kita 80 unit per tahun, untuk Medium Tank,” kata dia.

Abraham mengatakan, penandatanganan kontrak pengadaan tank Harimau akan dilakukan paling cepat bulan ini. “Harusnya kita rencanakan di April, mungkin di Mei ini,” kata dia.

  ♞ Tempo  

[RIP] Seorang Sandera WNI Meninggal

Dalam Proses Pembebasan di Filipina Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian 

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata di Filipina selatan meninggal dunia di perairan Pulau Simisa, Provinsi Sulu.

WNI bernama Hariadin meninggal akibat tenggelam di laut setelah terbebas dari penyanderaan, Jumat kemarin. Hariadin bersama sandera WNI lainnya, Heri Ardiansyah, berusaha berenang ke Pulau Bangalao guna menghindari terkena serangan angkatan bersenjata Filipina terhadap penyanderaan sebagaimana dialami warga negara Malaysia yang terbebas sehari sebelumnya. Heri Ardiansyah sendiri berhasil diselamatkan.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Hariadin," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam rilisnya yang diterima Sindonews, Sabtu (6/4/2019).

"Kementerian Luar Negeri telah berkomunikasi dengan keluarga kedua WNI di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dan di Sandakan, Malaysia, guna mengabarkan peristiwa tersebut," sambung rilis tersebut.

Rencananya, hari ini, Heri Ardiansyah dan jenazah Hariadin tiba di pangkalan militer Westmincom di Zamboanga City untuk diserahterimakan kepada wakil Pemerintah Indonesia. Selanjutnya Pemerintah Indonesia akan melakukan proses pemulangan ke Indonesia pada kesempatan pertama.

Sejak akhir Februari 2019, Divisi 11 Angkatan Bersenjata Filipina yang didukung oleh Tim BAIS TNI melakukan operasi pembebasan sandera dan terus memberikan tekanan kepada para penyandera. Dalam perkembangan terakhir, para penyandera terdesak di Pulau Simisa, Provinsi Sulu, Filipina selatan.

Heri Ardiansyah dan Hariadin diculik bersama seorang warga negara Malaysia, Jari Abdullah, di Perairan Kinabatangan, Sandakan, Malaysia pada tanggal 5 Desember 2018 lalu. Ketiganya diculik oleh kelompok bersenjata di Flipina selatan saat sedang bekerja di kapal penangkap ikan SN259/4/AF.

Sejak tahun 2016, sebanyak 36 WNI disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina selatan. Dari jumlah tersebut seluruhnya berhasil dibebaskan, namun 1 orang sandera WNI meninggal dalam proses pembebasan tersebut. (ian)

  ★ sindonews  

Pindad Siap Ekspor Medium Tank ke Luar Negeri

Selain Panser AnoaMedium tank produk Pindad [Pindad]

Menteri BUMN Rini Soemarno mengklaim perkembangan industri pertahanan Indonesia terutama produksi PT Pindad, makin membaik. “Negara-negara ASEAN sekarang melihat ke Indonesia untuk membeli alat-alat pertahanan,” kata dia selepas jalan santai merayakan HUT BUMN ke-21 berbarengan dengan perayaan hari jadi PT Pindad ke-36 di Gedung Sate, Bandung, Sabtu, 6 April 2019.

Rini menyebutkan sejumlah produk BUMN sektor industri pertahanan yang sudah mendunia. Diantaranya, panser Anoa produksi PT Pindad. “Sekarang ini Anoa suda lebih dari 350 unit yang dipakai PBB,” kata dia.

Menyusul sukses Anoa, Rini menargetkan produk alutsista terbaru Pindad yakni Tank Medium yang dinamai Harimau menyusul masuk ke pasar dunia. “Sekarang proses lanjutan adalah Medium Tank yang kita sedang siapkan. Moga-moga juga akan bisa mendunia juga. Saya sangat bangga karena anak-anak muda Pindad sudah makin berinovasi sehingga kita yakin ke depan akan bisa menjadi pemain dunia,” kata dia.

Rini mengatakan, dalam waktu dekat PT PAL juga akan merampungkan pesanan kapal selam yang dibangun bekerja sama dengan Korea Selatan. “Sebentar lagi akan ada penyerahan kita untuk kapal selam. Kami bekerja sama dengan Korea, dan kami sudah di akui dalam meng-assemble kapal selam. Itu sudah sangat bagus,” kata dia.

Perayaan HUT BUMN dan Pindad tersebut dihadiri Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta sejumlah direksi BUMN di Bandung. Rini sempat meresmikan Monumen Panser Anoa di Taman Cibeunying, Bandung di sela jalan santai yang di ikuti pegawai BUMN yang berkantor di Bandung. Panser Anoa berkelir loreng khas seragam TNI dipajang di salah satu taman kota yang tak jauh dari Gedung Sate, Bandung.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, panser Anoa yang dipajang tersebut menjadi produk alutsista unggulan Pindad. “Panser Anoa 6x6 ini merupakan kebanggaan dari bangsa Indonesia karena diproduksi di dalam negeri oleh putra-putri bangsa Indonesia, yakni Pindad dan telah teruji kualitasnya karena telah digunakan oleh TNI kita menjaga kedaulatan NKRI dan beroperasi di misi perdamaian PBB di berbagai negara,” kata dia, Sabtu, 6 April 2019.

Di sela perayaan itu Abraham menyerahkan bantuan hibah mesin penghisap lumpur pada pemerintah Jawa Barat, menyusul sebelumnya telah menyerahkan mesin pengumpul sampah untuk digunakan di Sungai CItarum. “Waktu itu kita serahkan pada Hari Ulang Tahun PT LEN, Pindad menyerahkan satu mesin pengeruk sampah. Kalau yang tadi kita serahkan mesin penarik lumpur. Begitu sampah ditarik, lumpurnya ngumpul, kita menarik lumpurnya meletakkan di pinggir Citarum,” kata dia.

Sejumlah BUMN juga menyerahkan sumbangan 21 ribu bibit pohon pada pemerintah Jawa Barat yang diserahkan secara simbolis oleh Abrahaham mewakili direksi BUMN pada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Kita mau recovery hutan-hutan gundul di Bandung Raya, untuk recovery Bandung Utara. Per hari ini tim kita sedang merapatkan teknisnya. Kita ada komitmen keseriusan urusan Bandung Utara dan daerah hulu, yang akan kita tanami dengan tanaman-tanaman yang cepat berbuah. Makanya yang dikasihnya itu tanaman-tanaman yang setahun sudah bisa berbuah, untuk menggantikan ekonomi perkebunan dan jenis-jenis sayuran yang dianggap menggerus kekuatan air,” kata Ridwan Kamil, Sabtu, 5 April 2019.

Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah provinsi Jawa Barat termasuk yang memanfaatkan produksi BUMN. “Saya selalu mempromosikan produk-produk BUMN saat berkunjung ke luar negeri,” kata dia.

  ✈️ Tempo  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...