Jumat, 13 Desember 2019

BNL-250 Lulus Uji

Industri Pertahanan Nasional Semakin Kuat
Industri pertahanan di Indonesia mampu membuat sendiri bom latih menyerupai Mark 82 (Mk82). Foto/Ist. ★

Industri pertahanan dalam negeri bersinar cerah. Mereka berhasil membuat sendiri bom latih menyerupai Mark 82 (Mk82) buatan Amerika Serikat, Kamis (12/12/2019).

Jenis bom ini begitu populer dipakai para pilot tempur di berbagai dunia. Mereka mengoperasikan pesawat-pesawat tempur buatan NATO. Bom latih ini diberi nama Bom NATO Latih (BNL) dengan berat 250 kilogram.

Secara detail, bom latih yang bentuk serta spesifikasinya mirip dengan bom Mk82 buatan Amerika Serikat ini, dibuat oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AU bekerjasama dengan industri pertahanan swasta nasional PT Sari Bahari.

"Kami butuh waktu penelitian sekitar tiga tahun, sebelum akhirnya kami memutuskan memproduksi dummy untuk dilakukan uji coba secara live," kata Kepala Dislitbang AU Marsekal Pertama Rochmadi Saputro.

Pembuatan desain dan spesifikasi bom yang diproduksi, lanjutnya, memang dimatangkan sejak 2018 lalu. Setelah desain produk disepakati bersama, Dislitbang AU dan Sari Bahari kemudian membuat fasilitas latih untuk pengetesan.

Bom yang diproduksi awal ini merupakan jenis bom latih, sehingga dilakukan modifikasi dengan melengkapi asap pada bagian tail bomb saat terjadi impact. Asap putih yang muncul digunakan sebagai penanda pilot mengetahui apakah bom tepat mengenai sasaran atau tidak.

"Saat dilakukan uji coba di Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, di Kabupaten Lumajang, bom sangat stabil mulai dari lepas dari sayap pesawat. Datar dan tidak ada gerakan yang membahayakan pesawat," ungkapnya.

Bahkan, katanya, trajektori jalannya bom saat jatuh juga sangat mulus. Hasil ini jauh lebih baik dibanding dengan buatan luar negeri. "Ini lebih bagus pergerakannya mulai dari lepas hingga titik perkenaan itu lebih mulus," ucapnya.

Yang menjadi istimewa menurut Rochmadi, bom yang dibuat baru sebatas bom uji coba, namun perkenaan semuanya hampir di titik silang.

"Ini sungguh luar biasa. Para kru pilot yang terbang sangat menginginkan bom tersebut segera diproduksi untuk latihan, karena mengatur perkenaannya mereka sangat yakin. Sekali coba saja sudah tepat sasaran, apalagi kalau berkali-kali mencoba," katanya

Terpisah, Danlanud Iswahjudi, Marsma TNI Widyargo Ikoputra mengatakan, saat dua pesawat tempur F16 dari Skadron Udara 3 Madiun yang dipimpinnya melakukan uji coba delivery bombing di AWR Pandanwangi pihaknya begitu puas.

"Saya termasuk yang cukup percaya diri dengan hasil BNL-250 ini, karena saat saya masih pilot muda dan terbang dengan Sukhoi 27/30, disitu mulai dibuat juga bom P-100 series buatan dalam negeri yang memiliki karakter sama dengan bom OFAB buatan Rusia. Saya yang mengujicoba. Itu mulai tahun 2008-2010. Berhasil baik. Dan sekarang sudah muncul BNL-250. Ini proses yang cukup panjang," kata Ikoputra.

BNL-250 Lulus Uji, Industri Pertahanan Nasional Semakin KuatTentang delapan bom yang diujicoba seluruhnya masuk mulus ke dalam target sasaran, Ikoputra mengakui hal tersebut tidaklah mudah.

"Proses untuk masuk dalam target itu tidak mudah. Saya sendiri sebenarnya tidak menuntut itu di awal. Yang penting bom itu aman dulu saat dibawa. Saat turning G tidak jatuh. Saat delivery tidak rolling atau tumbling. Bahwa kemudian itu masuk semua dalam sasaran, itu bonus yang luar biasa. Karena (materi latihan) kami para pilot belum menuju ke arah sana. Namanya juga baru uji pertama kali," jelasnya.

Keberadaan BNL-250 ini untuk menjawab permasalahan satuan latihan dan operasi TNI AU, bahwa saat ini mereka tengah kekurangan pasokan bom MK82 untuk latihan air to ground bombing. Sementara stok bom MK82 hampir habis dan kalau membeli dari luar harganya mahal sekali.

Dalam satu tahun diperkirakan kebutuhan bom untuk latihan pilot tempur TNI AU mencapai lebih dari 1.500 unit. Kondisi ini menurut Kadislitbang AU, akan menyesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh Mabes TNI AU.

Namun dengan kemampuan industri dalam negeri memproduksi sendiri bom-bom latih tersebut, maka akan ada jaminan ketersediaan pasokan serta harga pembelian yang jauh lebih murah dibandingkan jika harus impor.

Direktur Utama PT Sari Bahari, Ricky Hendrik Egam menjelaskan, bom BNL-250 terbaru yang baru saja lulus uji dinamis kini tengah menunggu sertifikasi laik operasi.

"Dengan dikeluarkannya sertifikat tersebut, maka berapapun kebutuhan pilot-pilot TNI AU akan dapat segera kami penuhi. Tentunya dengan kualitas lebih baik dan harga yang jauh lebih bersaing dibandingkan jika membeli dari luar negeri. Kami juga bisa mengisi bom-bom tersebut menjadi bom live," kata Ricky.

Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan TNI AU saja, kesempatan untuk melakukan ekspor juga bisa dilakukan oleh Sari Bahari, mengingat bom jenis MK82 sangat banyak digunakan oleh negara-negara di sekitar Indonesia.

“Kami juga sudah masuk ke dalam NATO Supply Chain. Artinya, jika negera-negara pengguna pesawat produk NATO membutuhkan bom sejenis MK82, mereka bisa membelinya dari kami di Indonesia," ungkapnya. Ia menambahkan, kemampuan produksi bom ini mencapai 3.000 unit per tahun, dan akan terus ditingkatkan.

TNI AU, katanya, sangat membutuhkan bom jenis ini. Baik sebagai sarana latihan maupun untuk keperluan operasi sesungguhnya. Ini mengingat 2020 mendatang akan mulai datang gelombang pertama dari 2 skadron pesawat tempur F16 Viper Blok 72 yang dibeli, yang merupakan varian tercanggih dari keluarga F16 buatan USA.

BNL-250 disebut Ricky memiliki spesifikasi yang sama persis dengan MK82. Yang membedakan hanya aerodinamis designnya saja. Jika melihat MK82, hulu ledak BNL-250 akan mampu diisi 87-89 kilogram peledak jenis tritonal minol berupa TNT sebesar 80 persen dan alumunium sebesar 20 persen. Dengan campuran ini, daya ledak bom akan meningkat 18 persen dibanding bom biasa.

Bom ini diperuntukkan sebagai anti personel, anti tank, serang darat, dan serang bangunan, dengan efek lethal mencapai luas 2.400 meter persegi. Umumnya bom ini dilepaskan dari pesawat tempur dalam kecepatan rata-rata 400 knot. "Bom jenis ini sebelumnya banyak digunakan saat perang teluk," katanya. (eyt)

  ★ sindonews  

Kamis, 12 Desember 2019

Menristek Diskusi UAV dan N219 Bersama PTDI

Kunjungan rombongan Menristek di PT DI [IG PTDI]r ★

Dari instagram officialptdi, diberitakan Menristek melakukan kunjungan ke PT DI di Bandung.

Dalam kesempatan itu, Beliau beresrta rombongan  mendiskusikan pengembangan pesawat N219 dan pesawat tanpa Awak UAV.

Dalam IG tersebut nampak prototipe UAV kreasi PT DI.

Diharapkan Indonesia mampu memperkuat industri pertahanan dan menjadi devisa pemasukan negara.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHs54I6PwRFXd1lxvswD5BSxHjbIjbr0HlinM2CrULq0cRmsJFuy0rgDtrDoCIiY0ZHikw7cJnCu8JNhaXjnVAf3g7ieEUGPXRz98pe4PXoyqShX0NFmXTdMPy08tMiNpgVM0zTALYmpii/s1600/IG+PTDI+UAV+01.png

  ★ Garuda Militer  

PTDI Delivers Two Helicopters to Basarnas

Helikopter Dauphin Basarnas delivered by PT DI [ IG PTDI] ★

State-owned aircraft manufacturer PT Dirgantara Indonesia (PTDI) handed over two Medium Intermediate AS365 N3+ Dauphin helicopters to the National Search and Rescue Agency (Basarnas) in Bandung, West Java, on Thursday.

PTDI President Director Elfien Goentoro and Basarnas Chief Vice Marshal Bagus Puruhito signed a document on the handover of the two helicopters in the presence of Vice Minister of State-Owned Enterprises Budi Gunadi Sadikin at the PTDI Hangar Rotary Wing in Bandung.

"The handover of the two AS365 N3+ Dauphin helicopters demonstrates PTDI’s seriousness in assisting Basarnas in fulfilling its main tasks and functions, especially in evacuating and rescuing victims," Goentoro explained.

Handover of the two helicopters is based on a sales and purchase contract, dated November 16, 2018, between PTDI and Basarnas. The two helicopters were ready on time and will be delivered in December 2019 in accordance with the targeted delivery date.

PTDI had also delivered two AS365 N3+ Dauphin helicopters on February 18, 2014, and two other AS365 N3+ Dauphin helicopters on November 15, 2016.

PTDI produced the Medium Intermediate AS365 N3+ Dauphin helicopters in cooperation with Airbus Helicopters in France.

The helicopter meets the SAR and Coast Guard standards. In total, 170 Dauphin helicopters are operated worldwide.

The helicopter is equipped with hoist to pull out or evacuate victims from its right doors.

PTDI is making necessary preparations to fulfill other orders from Basarnas to produce SAR helicopters, both AS365 N3+ Dauphin and other types of helicopter, as a manifestation of its commitment to building and developing the country's air strength.

  ★ antara  

Luhut Nyatakan Bakamla Akan Menjadi Coast Guard

Ilustrasi Kapal Bakamla ★

Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi akan menjadikan Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai badan tunggal penjaga laut dan pantai di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Maritim danInvestasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan industri pelayaran nasional masih terkendala dengan hal tersebut misalnya, belum ada badan tunggal penjaga laut dan pantai.

Dia menegaskan dalam waktu dekat pemerintah akan menjadikan Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai Coast Guard.

“Nanti Bakamla itu akan menjadi coast guard sepenuhnya, dan nantinya Bakamla itu akan menjadi partner untuk INSA [Indonesian National Shipowners Association] juga di laut,” jelasnya, Senin (9/12/2019).

Dia mendorong pula agar kapal-kapal yang digunakan oleh para penjaga pantai ini merupakan kapal yang berstandar untuk jelajah samudera, sehingga tidak kalah dengan penjaga pantai dan laut dari negara lain.

Luhut menyebut aturan mengenai coast guard akan termasuk dalam omnibus law yang mulai dipersiapkan oleh pemerintah sehingga kewenangan di laut dikelola oleh satu instansi.

"Kita jadikan satu semua kewenangan Menteri Perhubungan Budi Karya sudah bicara, di tim sudah bicara, kita sudah bicara dengan Presiden juga memang tidak bisa dipecah-pecah kewenangan itu," urainya.

 Tiga Coast Guard 

Sebelumnya, pengusaha pelayaran yang tergabung dalam INSA mengadukan soal penjaga laut kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Dalam pertemuan dengan Presiden, Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto menyatakan pihaknya membahas mengenai isu coast guard.

Carmelita mengatakan Indonesia memiliki tiga coast guard yaitu Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indonesia (KPLP) Kementerian Perhubungan, Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Direktorat Polisi Air. Carmelita berharap Presiden menetapkan satu penegak hukum saja.

Menurutnya, keberadaan lebih dari satu coast guard itu memberatkan pengusaha pelayaran. Kapal-kapal milik pengusaha pelayaran Indonesia, menurutnya, sering diberhentikan oleh coast guard.

Dengan demikian, biaya logistik seperti bahan bakar yang ditanggung oleh pengusaha pelayaran itu menjadi lebih besar. "Kan juga mustinya kita tiba dalam waktu 1 atau 2 hari tapi perpanjangan (tiba lebih lama) karena setop-setop," kata Carmelita.

  ★ Bisnis  

Menhan Korsel Bahas Kelanjutan Proyek Jet Tempur

Temui Mahfud Md - Prabowo
Ilustrasi KFX/IFX [istimewa] ★

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md bertemu dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan Jeong Kyeong-doo. Pertemuan keduanya membahas kerja sama di bidang alutsista pertahanan proyek jet tempur KFX/IFX RI-Korsel.

"Jadi Korea ini kunjungan biasa, kunjungan antar pemerintah, yang salah satunya menjadi perhatian dalam hubungannya ke sini adalah melanjutkan pembicaraan kerjasama alutsista, terutama sistem pertahanan persenjataan yang disebut KFX dan IFX itu ya, join pembuatan pesawat," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

Kerja sama pesawat KFX/IFX itu disebut Mahfud masih dalam tahap negosiasi. Sebelum menemui Mahfud, Menhan Korsel Jeong Kyeong-doo lebih dulu menemui Menhan Prabowo Subianto yang mengurusi kerja sama tersebut.

"Itu sekarang masih sedang dinegosiasi dan voice point dari Indonesia yang ditunjuk Pak Prabowo, Menhan, untuk berbicara antar-Menhan. Dia ke sini hanya memberi tahu bahwa dia datang ke Indonesia dan ketemu Pak Prabowo. Jadi tidak ada yang spesifik diputuskan," ucap Mahfud.

Mahfud mengatakan pembicaraan terkait kerja sama itu masih terus dilakukan. Namun, ia tak menjelaskan secara rinci dan menyerahkannya kepada Prabowo.

"Ya itu biar nanti lah, saya nggak masuk ke substansinya, nanti biar Pak Prabowo. Pembicaraannya tetap dilanjutkan," ujar Mahfud. (azr/hri)

  ★ detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...