3 Tentara Tewas
Ilustrasi
Seorang perwira militer dan dua prajurit tentara India tewas dalam pertempuran dengan tentara China di Lembah Galwan, Ladakh, India, Senin (15/6/2020) malam waktu setempat. Demikian pernyataan resmi militer India seperti dikutip New Delhi Television Limited (NDTV), Selasa (16/6/2020).
"Selama proses de-eskalasi sedang berlangsung di Lembah Galwan, sebuah pertempuran sengit terjadi kemarin kemarin malam ditandai dengan jatuhnya korban seorang perwira dan dua tentara. Pejabat militer senior kedua negara saat ini bertemu di tempat itu untuk meredakan situasi," tulis pernyataan itu.
Seperti diketahui, tentara India dan China telah terlibat perseteruan di kawasan perbatasan antara kedua negara selama berminggu-minggu. Selain di Ladakh, militer kedua negara juga tampak bersitegang di Pangong Tso, Lembah Galwan, Demchok, dan Daulat Beg Oldie di timur Ladakh.
Sebelumnya, insiden terjadi di Danau Pongong. Militer dari kedua negara terluka akibat saling serang. Namun, pertikaian mereda setelah dilakukan perundingan.
Menurut laporan NDTV, komandan militer India dan China telah belakukan pembicaraan tingkat komandan brigade dan batalyon di daerah Lembah Galwan. Belum diketahui hasil pembicaraan dari kedua kubu tersebut.
♖ CNBC
For Malaysia and Indonesia
Lockheed Martin long-range mobile radars
The U.S. Government will provide three Lockheed Martin long-range mobile radars to Malaysia and Indonesia, as revealed by a notice of contract action dated 9 June on the US government’s System for Award Management website.
This effort is to acquire up to three transportable solid-state long-range surveillance radars.
These radars must be capable of simultaneously performing air surveillance and maritime surveillance missions in the South East Asia Theatre.
The objective is to provide secure interoperable C3I (Command Control Communications and Intelligence) and Sensor systems supporting U.S. Joint Air Operations to US Government FMS (Foreign Military Sales) customers.
These solutions provide partner nations with secure mission capability, able to interoperate both within sovereign space, and provide connectivity and interoperability with U.S. military support forces.
This period of performance will be 48 months (4 years).
♖ Military Leak
✈ Saat Pesawat Tempur Jatuh di Kampar
✈ Bangkai pesawat tempur jenis Hawk 200 milik TNI yang jatuh di Kampar, Riau. (Foto Antara) ☆
Pesawat tempur milik TNI AU jatuh di Kampar, Riau, saat melakukan latihan. Sang pilot berhasil keluar dengan kursi lontar.
"Pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail. Pilot eject," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Fajar Adriyanto saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (15/6/2020).
Fajar mengatakan pesawat tersebut jenis Hawk 200 dengan nomor registrasi TT 0209 H. Pesawat bertolak dari Lanud Rusmin Nuryadin, Pekanbaru pukul 08.13 WIB.
Saat berhasil keluar dengan kursi lontar, Lettu Pnb Apriyanto jatuh di samping teras rumah warga. Warga kemudian menyelamatkan pilot tersebut.
"Iya, di samping teras. Dengar teriakan dia: 'Tolong!'. Terus dia nampak, saya (lihat) jatuh ke bawah terguling-guling," ujar salah seorang warga, Zainab alias Butet.
Zainab mengatakan warga langsung menolong Lettu Pnb Apriyanto. Warga juga tampak berkerumun di lokasi.
"Banyak orang, ramai," tuturnya.
Warga lainnya, Indra dan Subari, mengaku langsung mencari pilot yang disebut jatuh di sebelah rumahnya. Rumah lokasi pilot jatuh itu tak ada penghuninya.
Mereka juga mengaku mendengar pilot tersebut berteriak meminta tolong. Mereka mengaku melihat pilot dan parasut di lokasi itu.
Pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail itu saat ini dirawat di rumah sakit. Sang pilot sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Saat ini berada di RSAU dr Soekirman Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Fajar Adriyanto dalam keterangannya, Senin (15/6).
Pesawat tempur Hawk 209 itu belum dievakuasi dari lokasi. Pesawat akan dievakuasi setelah proses investigasi selesai dilakukan.
"Belum (dievakuasi). Prosedurnya tidak boleh digeser atau dipindahkan sebelum Tim Penyelidikan Penyebab Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) dari Mabes TNI AU selesai melaksanakan tugasnya," kata Kasubdispenum Dispenau, Kolonel Sus Muhammad Yuris, lewat pesan singkat, Senin (15/6).
Yuris mengatakan diperkirakan menghabiskan waktu selama dua pekan. "Waktu perkiraan," ucap Yuris.
✈ Pilot Keluar dengan Kursi Lontar
✈ Pesawat tempur jenis hawk 200 dengan registrasi TT 209 saat patroli di udara Aceh beberapa waktu lalu. (Agus/detikcom) ☆
Pesawat tempur TNI AU jatuh di Kampar, Riau, saat latihan. Pilot pesawat keluar dengan kursi lontar.
"Pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail. Pilot eject," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Fajar Adriyanto saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (15/6/2020).
Fajar mengatakan pesawat tersebut jenis Hawk 200 dengan nomor registrasi TT 0209 H. Pesawat bertolak dari Lanud Rusmin Nuryadin, Pekanbaru pukul 08.13 WIB.
Pilot dikabarkan selamat. Namun kondisi detailnya belum diketahui.
"Itu pesawat dari Lanud Pekanbaru, latihan biasa, normal," ujarnya.
Sebelumnya, pesawat tersebut jatuh tepat di tengah jalan di kawasan perumahan warga. Pantauan detikcom, 09.40 WIB, Senin (15/6/2020), pesawat tersebut jatuh tepat di tengah Perum Sialang Indah, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar.
Pesawat saat ini telah ditutupi terpal berwarna biru. Dikabarkan ada rumah yang terkena dampak jatuhnya pesawat tersebut.
Lokasi sekitar pesawat jatuh saat ini dijaga ketat personel TNI. Warga terlihat berkerumun di sekitar lokasi.
Komisi I Minta TNI AU Cek Penyebab Jatuhnya Pesawat Tempur Hawk 200
Pesawat tempur TNI AU jenis Hawk 200 dengan nomor registrasi TT 0209 H jatuh di Kampar, Riau.
Komisi I DPR RI berduka mengetahui adanya pesawat tempur jatuh tersebut.
"Pagi ini berduka dan kaget mendapat informasi tersebut. Melihat dari kerusakan yang terjadi kami berharap jumlah korban jiwa minimal," kata Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafidz kepada wartawan, Senin (15/6/2020).
Pesawat tempur TNI AU jenis Hawk 200 jatuh saat sedang latihan. Meutya meminta TNI AU mengecek penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
"Dan kepada TNI AU agar dapat melakukan pengecekan penyebab dari jatuhnya pesawat Hawk 200 tersebut," ujarnya.
Selain itu, Meutya berharap warga yang menjadi korban untuk meminta ganti rugi ke TNI, Sebab, pesawat tempur TNI AU jenis Hawk 200 itu jatuh di permukiman warga.
"Karena pesawat jatuh di wilayah permukiman, perlu kepada masyarakat yang menjadi korban disiapkan ganti rugi oleh TNI," imbuhnya.
For Indonesian Armed Forces
C4ISR for Indonesia [Scytalys]
SCYTALYS,
continuing its successful and dynamic international presence in the development of advanced and innovative technologies in the fields of defense and security, today announces the award of a contract by the Ministry of Defense of Indonesia worth $ 49 million, after the completion of the Open International Interoperability, Management & Control to the Indonesian Armed Forces.
Note that SCYTALYS, formerly ISI, is the Greek company that undertook the development and construction of the first integrated combat system for Greek P-3HN.
The project, which SCYTALYS undertakes to implement and deliver within a 3-year time frame, includes the following sections:
a) Design and development of the National Regular Data System.
b) Design and development of a Business Center consisting of a state-of-the-art C4ISR system, including the construction of new infrastructure where it will operate. This system will achieve the composition of the Common Operational Picture with the immediate impact of strengthening the Situational Awareness.
c) Interconnection of multiple Command Centers by all the bodies of the Armed Forces with the central C4ISR system.
d) Design and development of a Surveillance and Monitoring system, interconnected with the central C4ISR system in order to strengthen the Awareness of Operational Status and Interoperability.
The program will be able to establish the National Framework for the Integrity of Indonesian Armed Forces , paving the way for the achievement of their Network Centric Operations, a critical factor in the modern theater of war operations. This will increase power for the Indonesian Armed Forces, significantly enhancing their capabilities and effectiveness and improving Indonesia's geopolitical power in Southeast Asia and the wider region.
The SCYTALYS (former ISI HELLAS) is a member of Group EFA GROUP. The EFA GROUP Group is active in the aerospace, defense and security markets and has established itself in more than 45 countries worldwide. It employs more than 240 people, mostly Greek scientists and engineers.
The Group includes, in addition to SCYTALYS (Systems of Regular Management, Control, Communications, Data Login, Simulation, Interactivity Solutions), also EFA VENTURES (International Supplier of Industrial Software Systems , Services and Related Integrated Solutions). and Thermal Imaging), ES SYSTEMS (Integrated Sensor Systems with MEMS Technology and IoT Solutions) and DEFENDER (Panoramic Cameras and Image Analysis and Processing Systems).
EFA GROUP activities are enhanced by epicos . com , the only internationally open B2B web portal in the field of Aerospace, Defense and New Technologies (ADHT).
♖ Pronews