Selasa, 14 Juli 2020

Prabowo Pesan 500 Unit Kendaraan Taktis Maung

Buatan Pindad Rantis 4x4 Maung produksi Pindad [PS} 

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memesan 500 unit kendaraan taktis (Rantis) Maung dari PT Pindad. "Iya benar (sudah dipesan). Harga 600 juta per unit lengkap," kata Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose lewat pesan singkat, Senin, 13 Juli 2020.

PT Pindad akan segera memproduksi massal Rantis Maung ini untuk memenuhi pesanan Kementerian Pertahanan. "Tahun ini (diproduksi) dan sekarang sedang dibicarakan untuk pengadaan komponennya," ujar Mose.

Sebelumnya, Prabowo telah menjajal kendaraan taktis 4x4 buatan Pindad yang teranyar pada Ahad, 12 Juli 2020 lalu. Prabowo kemudian mengatakan rantis 4x4 itu dinamai Maung (bahasa Sunda dari harimau).

Prabowo mengatakan Kementerian Pertahanan akan terus mendukung upaya peningkatan produksi alat utama sistem pertahanan (alutsista) dalam negeri.

Hal itu dilakukan Prabowo usai Presiden Joko Widodo memintanya untuk belanja alutsista dari perusahaan dalam negeri saja seperti Pindad atau PT DI, guna menggerakkan perekonomian di dalam negeri saat pandemi.

"Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," ujar Jokowi dalam rapat terbatas pada Selasa, 7 Juli 2020, di Istana Negara, Jakarta. Video ratas itu diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu malam, 8 Juli 2020.

 Spesifikasi Rantis Maung 
Maung adalah kendaraan taktis atau mobil rantis buatan buatan PT Pindad, dibekali mesin diesel turbo 2.400 cc, 4 silinder, Double Over Head Camshaft (DOHC) 16-katup dengan transmisi manual 6 percepatan.

Mobil yang tengah viral karena dikemudikan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, ini di atas kertas mampu menghasilkan tenaga 149 hp dan torsi 400 Nm. Tenaga itu itu ditunjang dengan sistem penggerak roda 4WD dengan Rear Differential Lock.

Untuk kaki-kaki, Rantis Maung ini disematkan suspensi depan independent coilover shock long-arm dan suspensi belakakng rigid coilover shock four link-arm. Adapun ban disematkan ban Mud Terain 31 x 12.50 lingkaran 17.

Maung, sebuah kendaraan taktis atau rantis 4x4 terbaru buatan PT Pindad mendadak jadi perbincangan masyarakat setelah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memborong 500 unit kendaraan tersebut untuk Kementerian Pertahanan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl3D9kVBbj_h5oeEWtcMDNYIGzu8NcFaPGcgXeI-bqGLNCipboKHWIBeJgbND0PAUzTQzR_T6KsNZ9QzK-bA3F_TfgW6bknSfqaN3Ji0u9Ghz5C5mgfk3f465Fdi_29fF7vnVul8aRcBJ9/s1600/Rantis+4x4+Maung+Twitter+Pindad.jpgMobil bergaya jip ini diklaim mampu melesat dalam hingga kecepatan 120 km per jam. Adapun sistem kelistrikannya, 12 volt dengan baterai 100 Ah / 12 Volt.

Sementara untuk kapasitas bahan bakar, tangkinya mampu menampung 80 liter. Plus dua jerigen berkapasitas 20 liter yang bisa menyimpan bahan bakar cadangan atau air.

Untuk dimensi, mobil ini memiliki panjang 4.931 mm, lebar 1.640 mm, dan tinggi 1.810 mm. Sedangkan jarak sumbu rodanya 3.090 mm.

Maung menggunakan mesin produksi pabrikan Jepang, yaitu mesin turbo diesel kapasitas 2.500 cc dengan transmisi enam percepatan serta sistem gerak 4x4. Di jalan bebas hambatan, rantis ini dapat melesat hingga 120 - 140 km per jam.

Selayaknya mobil militer, Maung dilengkapi braket senjata kaliber 7.62 mm. Juga konsol senapan serbu SS2-V4. Towing 4 Buah, Qinch 4.5 ton, Hi Lift Jack, lampu blackout serta prangkat navigasu GPS dan tracker kendaraan.

Tak sampai di situ, mobil ini juga diklaim mampu melewati genangan air atau lumpur dengan ketinggian maksimal hingga 75 cm. Lalu kemampuan maksimal saat tanjakan diklaim bisa menanjak hingga kemiringan 60 derajat dan kemiringan samping hingga 30 derajat.

Nah, desainnya menarik. Memperlihatkan dengan jelas bahwa mobil ini memiliki kemampuan menjelajah di segala medan. Dilihat dari desain, tak kalah dibanding mobil perang tentara Amerika Serikat, Hummer.

Untuk harga rantis Maung dibanderol Rp 600 juta. Kabarnya mobil ini akan dipesan oleh Kementerian Pertahanan sebanyak 500 unit.

  ★ Tempo  

Senin, 13 Juli 2020

[Video] Prabowo Jajal Maung

Kendaraan Taktis PindadMenteri Pertahanan, Prabowo Subianto, mendatangi PT Pindad, Jawa Barat, pada hari Minggu, 12 Juli 2020. Ia menjajal Maung, mobil 4X4 buatan dalam negeri yang bisa melibas berbagai kondisi jalan.



  ☠ Youtube  

[Dunia] Kapal Perang AS Terbakar dan Meledak di San Diego

21 Orang TerlukaKapal perang Amerika Serikat, USS Bonhomme Richard, terbakar dan meledak di Pangkalan Angkatan Laut San Diego, Minggu (12/7/2020). [Foto/Tangkapan layar video New York Times] ☆

Sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) terbakar dan meledak di Pangkalan Angkatan Laut San Diego pada hari Minggu waktu setempat. Sebanyak 21 orang terluka dalam insiden ini.

Puluhan korban luka itu terdiri dari 17 pelaut dan empat pekerja sipil. Juru bicara Naval Surface Force Armada Pasifik Amerika, Mike Raney, mengatakan kobaran api dilaporkan muncul tak lama sebelum pukul 09.00 pagi di kapal perang USS Bonhomme Richard.

"Delapan belas orang dirawat di rumah sakit dengan cedera yang tidak mengancam jiwa," kata Raney dalam sebuah pernyataan singkat seperti dikutip AP, Senin (13/7/2020), sebelum update terbarujumlah korban luka keluar.

Dia tidak memiliki detail tambahan informasi perihal insiden kebakaran kapal perang tersebut. Sebelumnya para pejabat militer AS mengatakan setidaknya satu orang dirawat karena menghirup asap.

Penyebab kebakaran sedang diselidiki. Kapal perang yang terbakar adalah jenis kapal amfibi 840 kaki (255 meter). Kobaran api memunculkan asap besar dan gelap yang terlihat di sekitar San Diego.

San Diego merupakan pelabuhan rumah USS Bonhomme Richard dan sedang menjalani pemeliharaan rutin pada saat kebakaran terjadi.

Menurut Raney, sekitar 160 pelaut dan perwira berada di atas kapal. Itu jauh lebih sedikit dari biasannya yakni 1.000 pelaut dan perwira ketika kapal sedang bertugas aktif.

Kapal perang ini memiliki kapasitas untuk mengerahkan dan mendaratkan helikopter, perahu kecil dan kendaraan amfibi. (min)
 

  ☠ sindonews  

Minggu, 12 Juli 2020

Menhan Jajal Kendaraan Baru Pindad

Rantis Maung dan ATV Maverick Rantis 4x4 Maung produksi Pindad [IG Windu Paramarta]

M
enteri Pertahanan Prabowo Subianto menjajal alat transportasi sehari-hari di daerah konflik (Kendaraan Taktis-Rantis). Prabowo mencoba mobil yang diproduksi PT. Pindad.

"Pada sore hari ini saya dan tim dari PT. Pindad mencoba kendaraan Rantis 4x4 yang kami beri nama Maung," kata Prabowo dalam akun twitternya, Minggu (12/7).

Prabowo menjelaskan kementerian pertahanan akan terus mendukung upaya peningkatan alutsista dalam negeri. Serta mendukung program penelitian dan pengembangan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb3FbpZlRtAc75-ixf5HsGJjw2zzcl6xL23dVEBDqGARRZWGluFp3h9faZvu5yeK8_xsi-A7mAGspl2FvhcbLHKDc1b8C69eRnD4jtz475qkIDFxN7oyPZ7B6A1zmVWF0HC2jrbQvkO7Mi/s1600/Maung+Pindad++Indonesia+Defence+Forum.pngRantis 4x4 Maung buatan Pindad [Prabowo Subianto]

"Nantinya seluruh produksi dalam negeri dapat mandiri lebih utuh," ucap Prabowo.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan dalam negeri. Hal ini demi menggerakkan perekonomian Indonesia di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Dia menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas yang digelar secara tertutup di Istana Negara Jakarta, Selasa 7 Juli 2020. Menurutnya, Kementerian Pertahanan bisa membeli produk alutsista di perusahaan dalam negeri seperti PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Pindad, atau PT PAL.

Kendaraan taktis 4x4 Maung buatan Pindad [Pindad]

"Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI, beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," kata Jokowi dalam keterangan pers yang dirilis Sekretariat Presiden, Rabu (8/7).

"Saya kira belanja-belanja yang dulu belanja ke luar, direm dulu. Beli, belanja, yang produk-produk kita. Agar apa? Ekonomi kena trigger, bisa memacu growth kita, pertumbuhan (ekonomi) kita," sambungnya.

Jokowi menyebut anggaran Kementerian Pertahanan yakni, Rp 117 triliun. Anggaran tersebut merupakan yang paling besar dibandingkan kementerian lainnya.

ATV Maverick [Prabowo Subianto]

Dia mengingatkan jajaran menterinya untuk mempercepat belanja pemerintah untuk menggerakkan perekonomian. Pasalnya, kuartal ketiga tahun ini akan menjadi kunci bagi upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.

"Saya sekarang ini melihat belanja kementerian itu harian. Naiknya berapa persen. Harian, saya lihat betul sekarang," ucapnya.

  ★ Merdeka  

Rencana Pembelian 8 Unit Osprey untuk Jawab Tuntutan Kebutuhan Alutsista

MV-22 Block C Osprey aircraft [Bellflight]

R
encana Pemerintah Indonesia membeli delapan unit pesawat militer jenis MV-22 Block C Osprey dari Amerika Serikat (AS) dinilai untuk menjawab tuntutan kebutuhan alat utama sistem persenjataan (Alutsista). Maka itu, anggota Komisi I DPR Yan Permenas Mandenas mendukungnya.

"Terkait rencana pembelian 8 helikopter angkut MV-22 Osprey saya pikir untuk menjawab tuntutan kebutuhan alutsista kita yang sangat mendesak, karena kita tahu di beberapa wilayah itu sudah beberapa kali terjadi kecelakaan helikopter," ujar Yan Permenas Mandenas kepada SINDOnews, Jumat (10/7/2020).

Yan mengatakan, jumlah helikopter yang beroperasi saat ini pun sangat terbatas. "Jadi kalau sewaktu-waktu kita membutuhkan untuk mobilisasi dan lain-lain untuk menangani berbagai macam gejolak sosial maupun gejolak politik, apalagi menyangkut dengan pertahanan wilayah, itu kita sangat susah untuk bermanuver," ujar politikus Partai Gerindra ini.

Apalagi, helikopter milik TNI angkatan udara, laut dan darat saat ini harus diganti atau diperbarui dari segi operasionalnya. "Karena sampai dengan saat ini kita bisa mengambil sampel Komisi I bertemu dengan Pangkoopsau II di Makassar, rata-rata di beberapa wilayah yang kami temui itu semua meminta untuk memodernisasi alutsista, termasuk helikopter, pesawat tempur dan persenjataan, itu baru di Pangkoopsau II, belum lagi di Pangkoopsau III di Papua itu sama sekali enggak ada pesawat tempur," katanya.

Rencana Pembelian 8 Unit Osprey untuk Jawab Tuntutan Kebutuhan AlutsistaDia mengatakan, Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) di Papua tidak memiliki helikopter. "Apalagi kita bicara ini sudah sekelas bukan lagi Lanud, bukan lagi Pangkosek, ini sudah Pangkoopsau, Pangkoopsau otomatis harus seimbang dong dengan ketersediaan alutsista sesuai dengan standar organisasi yang dikembangkan oleh Panglima TNI," ujar legislator asal daerah pemilihan Papua ini.

Akan tetapi, kata dia, kenyataannya saat ini Koopsau maupun Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) terbentuk dimana-mana. "Itu dari segi sarana prasarana pun terbatas apalagi menjawab pemenuhan alutsista, masih jauh sekali dari harapan kita," katanya.

Indonesia, kata Yan, merupakan negara kepulauan yang sangat luas. Sehingga, paling efektif menggunakan pesawat, dan helikopter untuk jarak dekat sekaligus untuk melakukan manuver dalam memantau situasi dan keamanan. Dia menambahkan, helikopter juga dibutuhkan untuk mengidentifikasi gerakan terorisme maupun separatisme.

"Contohnya saja di Papua, di Papua itu helikopter yang layak dipakai Kodam aja enggak ada sama sekali. Padahal ini wilayahnya memang sangat krusial sekali dari gangguan ancaman keamanan tetapi helikopter yang dimiliki Kodam saja enggak ada, yang dimiliki malah ada helikopter satgas yang di Timika, itu angkatan darat punya dua unit. Lain daripada itu enggak ada," imbuhnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtJ-xiqSaImBF3c0A8sg_f8Cd9zINf2C3Fjv_C-xEgrrh_xVnGuQfyehQSM2eYcTELpEoyqwU61OqL0x4MKk7DJ4l4hdSt0JWuayd17n2QrDeDY1hSWD8lJkmCgGxGpDCBpiXaNykJegEd/s1600/MV-22+Osprey+dari+AS.pngDia pun mengingatkan belum lama ini helikopter milik angkatan darat jatuh di Nduga, Papua. "Sampai sekarang enggak ada lagi stok yang ditambahkan ke Papua untuk beroperasi. Nah ini belum kita bicara soal di Poso, di Aceh, dan lain-lain daerah-daerah yang rawan misalnya, tapi kita juga bicara soal patroli rutin kapal perang dilengkapi dengan helikopter dan lain-lain untuk bisa memonitor wilayah perairan laut kita, itu sangat minim sekali," tuturnya.

Maka itu, menurut dia, kebutuhan alutsista yang sangat mendesak seperti pesawat tempur, helikopter dan kapal perang harus terus ditingkatkan untuk pertahanan negara. Sehingga, lanjut dia, pemenuhan alutsista harus menjadi kebutuhan prioritas yang harus diselesaikan Pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

Apalagi, dengan visi besar Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk membenahi kekurangan alutsista yang tersedia di dalam negeri. Karena, sambung dia, kemampuan alutsista Indonesia tidak mampu mengimbangi negara tetangga.

"Jadi langkah-langkah yang dilakukan menteri pertahanan itu merupakan bagian dari memperkuat pertahanan kita, sehingga kita tidak dianggap sebelah mata oleh negara-negara sahabat apalagi negara tetangga kita yang selalu melakukan manuver dalam latihan militer memasuki wilayah udara kita. Jadi saya pikir apapun kebijakan pemerintah hari ini melalui Menteri Pertahanan itulah yang terbaik untuk menjawab kebutuhan kita ke depan," katanya. (cip)

  ★ sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...