Jumat, 17 Juli 2020

[Video] Maung, Kendaraan Militer Produksi Dalam Negeri

Liputan CNN Usai menjajal Maung, kendaraan taktis garapan PT Pindad Persero di sirkuit Sentul Bogor pada Minggu 12 Juli 2020, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memesan maung 4 kali 4 mencapai 500 unit.


  ★ Youtube  

Kamis, 16 Juli 2020

Rencana Prabowo Garap Alutsista Made in RI

Selain Maung Ujicoba rantis Maung 4x4 produksi Pindad [Daniel Zebedeus} 

Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto memamerkan peralatan perang berupa kendaraan taktis (rantis) buatan PT Pindad (Persero), kemarin. Rantis tersebut diberi nama Maung. Ke depan, Prabowo mengaku terus mendorong pengembangan alutsista buatan dalam negeri.

Tak hanya Maung, sejumlah alutsista lainnya juga tengah digenjot Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk dikerjakan di tanah air. Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengungkap rencana tersebut.

"Dari sisi senjata, saya berdua itu bersama pak Menteri Pertahanan sedapat mungkin bagaimana ini di-deploy ke dalam negeri," ujarnya dalam sebuah wawancara khusus bersama CNBC Indonesia, Jumat (10/7/20).

Dia menegaskan bahwa proyek pengadaan alutsista Kemenhan tak hanya terbatas diberikan kepada BUMN. Lebih dari itu, perusahaan swasta juga akan dilibatkan.

"Itu satu sisi adalah BUMN, tapi kan swasta harus hidup. Ada dua kultur BUMN dibandingkan swasta. Swasta itu kalau dia diberikan kesempatan, mereka all out karena dia hidup dari situ," ujarnya.

Ilustrasi CN235 MPA TNI AU {Marchel]

Dengan melibatkan swasta, pihaknya sekaligus ingin mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dikatakan, pertumbuhan tersebut bisa terjadi ketika ada peralihan pengadaan dari yang selama ini pemesanan dilakukan secara impor, menjadi diproduksi di dalam negeri.

"Kebutuhan kebutuhan alutsista yang bisa dikerjakan, misalnya kendaraan tempur, kendaraan angkut, helikopter, kemudian pesawat CN 235 kan sudah bisa dibikin di Indonesia. Nah yang kayak gitu, itu kalau menurut LPEM UI, setiap Rp 1 triliun pinjaman luar negeri yang bisa dideploy ke dalam negeri, 50% saja, setiap Rp 1 triliun yang didorong k esana itu akan berkontribusi pada PDB 0,007%. Jadi kalau misalnya kita Rp 200-300 triliun, itu akan meningkatkan 1 koma sekian persen. Itu orang bekerja semua. Ini salah satu yang kita garap," katanya.

Hanya saja, Trenggono mengakui ada beberapa jenis alutsista yang memang belum mampu diproduksi di dalam negeri. Dia memberi contoh, Indonesia masih sulit mengerjakan pesawat tempur sendiri.

"Yang gak mungkin atau kemungkinan kita sedikit jauh itu adalah pesawat tempur. Sudahlah pesawat tempur kita ketinggalan, karena negara maju juga kan semua konsorsium. Kita nggak usahlah itu. Kedua underwater. Kapal selam. Kan itu teknologi tinggi. Kita sudah cukup ketinggalan," ujar Trenggono.

  ★ CNBC  

Rantis Maung Diharapkan Oktober Selesai

Prabowo Pesan 500 Unit Rantis Maung produksi Pindad [PS} 

Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto buka suara perihal pemesanan 500 unit kendaraan taktis Maung racikan PT Pindad (Persero). Berbicara kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2020), Prabowo berharap order itu segera tuntas.

"Kita berharap Oktober sudah selesai," ujarnya.

Apakah itu berarti tuntasnya pemesanan 500 kendaraan taktis (rantis) Maung berbarengan dengan Hari Ulang Tahun ke-75 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Prabowo mengiyakan. HUT TNI diperingati setiap 5 Oktober.

"Ya Insya Allah," katanya.

Prabowo mengungkapkan pemilihan PT Pindad merupakan bagian dari program pemerintah memberdayakan sekaligus menghidupkan industri pertahanan dalam negeri.

"Kita ingin ciptakan lapangan kerja, kita ingin tingkatkan pendapatan bangsa kita, jadi memang presiden (Presiden Joko Widodo) garisnya industri dalam negeri harus dibangkitkan ya kita dukung sektor pertahanan," ujar Prabowo.


Sebelumnya, Prabowo tampak menunggangi Maung saat berkunjung ke pabrik milik Pindad pekan lalu. Hal itu tampak dari unggahan Prabowo di Instagram pribadinya, Minggu (12/7/2020).

"Saya dan tim dari PT PINDAD mencoba kendaraan Rantis 4X4 yang kami beri nama Maung," tulis Prabowo dalam unggahannya, Minggu (12/7/20).

Ujicoba rantis Maung 4x4 [Daniel Zebedeus]

Sebagai informasi, penamaan Maung diambil dari bahasa Sunda yang berarti harimau. Dalam gambar tersebut, tampak Prabowo membawa sendiri kendali setir Maung.

"Kementerian Pertahanan akan terus mendukung upaya peningkatan produksi alutsista dalam negeri, serta mendukung program penelitian dan pengembangan, agar nantinya seluruh hasil produksi dalam negeri dapat mandiri secara utuh," imbuh Prabowo.

Sebelumnya, Jokowi sempat untuk membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) karya anak bangsa untuk kembali menggeliatkan aktivitas ekonomi nasional. Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara tertutup pada Selasa (7/7/2020). Pernyataan Jokowi dalam rapat diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, seperti dikutip Kamis (9/7/2020).

"Saya titip, beli produk dalam negeri. Misalnya di Kemenhan, bisa saja beli di DI, beli di Pindad, beli di PAL, yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash APBN. Beli produk dalam negeri. Saya kira pak Menhan lebih mengetahui mengenai ini," kata Jokowi.

Ia menginstruksikan kepada jajarannya untuk mengerem impor. Eks Gubernur DKI Jakarta itu menginginkan seluruh kementerian dan lembaga mempergunakan belanjanya untuk produk made in Indonesia.

"Saya kira belanja ke luar, rem dulu. Beli belanja yang produk kita, agar apa? Ekonomi kena trigger, bisa memacu growth kita," kata Jokowi.

Jokowi lantas menyinggung sejumlah penyelenggara negara yang mendapatkan jatah alokasi anggaran cukup besar. Selain Kementerian Pertahanan, ada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Perhubungan.

"Sekali lagi, percepat belanja. Belanjanya produk dalam negeri," ujar eks Wali Kota Solo tersebut.

 Prabowo Ternyata Berniat Beli 3.000 Unit Maung Dari Pindad 
Kendaraan taktis Maung buatan PT PindadUsai mencoba kendaraan taktis produksi terbaru dari PT Pindad (Persero) yang bernama Maung pada Minggu (12/7/2020) lalu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berniat untuk membeli sebanyak 500 unit kendaraan tersebut.

"Total yang diinginkan Pak Prabowo sekitar 3.000 unit tapi untuk tahap pertama beliau memesan 500 unit dulu. Jika kondisi memungkinkan karena Pandemi, Maung akan diikutkan dalam defile Hari TNI 5 Oktober nanti," kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose dikutip dari detik, Rabu (15/7/2020).

Abraham mengungkap, kendaraan taktis Maung didesain dan diproduksi oleh Pindad setelah berdiskusi dengan Komandan Pussenif Mayjen TNI Surawahadi pada 2018. Saat itu Surawahadi mengungkap perlunya Pindad membuat kendaraan taktis ringan untuk digunakan dalam pertempuran jarak dekat.

Kendaraan yang mampu bermanuver dengan cepat, gesit, dan memudahkan para prajurit untuk bertindak baik menembak maupun menyergap, lalu pergi.

"Inilah desain optimal yang kami hasilkan, sudah lulus uji litbang internal, litbang Pussenif, juga laboratorium Angkatan Darat. Dengan kemampuan seperti itu pula kendaraan ini dinamai Pak Prabowo Maung," ujar Abraham.

  ★ CNBC  |  Industry 

Helikopter Bell 412 Perkuat Koarmada III

Tingkatkan kemampuan Helikopter Bell 412 Penerbal ujicoba di dek KRI Teluk Bituni 520 [TNI AL} 

Kekuatan Komando Armada (Koarmada) III baik di laut, udara dan darat semakin andal. Dalam rangka meningkatkan kemampuan menegakkan kedaulatan dan hukum di laut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Koarmada III telah diperkuat Helikopter Bell-412 HU-4207. Helikopter serba guna dengan Pilot Kapten Laut (P) Alfred E. Manuhuru, Co-Pilot Lettu Laut (P) Habibie Achmad R dan crew tiga orang tiba di Sorong, Senin (14/7/2020) setelah on board KRI Teluk Bintuni-520 dari Surabaya.

Helikopter Bell-412 HU-4207 Koarmada III langsung melaksanakan latihan, take off dari geladak heli KRI Teluk Bintuni-520 yang sandar di dermaga umum, Kota Sorong, Selasa (14/7) dan mendarat di Kesatrian Pasukan Marinir (Pasmar) 3 KM 16, Kota Sorong, kemudian take off lagi menuju Mako Koarmada III di Katapop, Salawati, kab. Sorong. Latihan take off dan landing tersebut dilaksanakan beberapa kali dari geladak kapal dan helipad Pasmar 3 dan helipad Mako Koarmada III berjalan dengan baik dan lancar.

Menurut Komandan Satuan Udara Koarmada III Kolonel Laut (P) Maarif, S.H., bahwa penerbangan dari KRI Teluk Bintuni-520 yang sandar di pelabuhan Sorong ke Pasmar 3 hanya ditempuh tiga menit. Kemudian dari Pasmar 3 ke Mako Koarmada III Katapop hanya ditempuh delapan menit. Seluruh rangkain kegiatan penerbangan tersebut berjalan dengan baik.

KRI Teluk Bintuni 520 Landing Ship Tank [TNI AL]

Helikopter tersebut akan mendukung tugas-tugas Koarmada III baik operasi, latihan, dan bantuan kemanusiaan. Dalam kegiatan operasi penegakan kedaulatan dan hukum di laut wilayah kerja Koarmada III, helikopter on board KRI (Kapal Perang RI) sebagai salah satu kepanjangan mata dan telinga KRI.

Selain itu, helikopter juga mendukung latihan Satuan Komando Pasukan Katak dan Pasukan Marinir antara lain fast rope, stabo, heli water jump, free fall, GKK Lintas Heli atau mobil udara, rappelling, dan evakuasi medis udara, dan sejumlah materi latihan lainnya. Selain itu juga dapat dikerahkan untuk melaksanakan bantuan kemanusiaan dan SAR (Search and Resque). Dengan demikian peranan helikopter yang merupakan salah satu komponen Sistem Senjata Armada Terpadu, memiliki tugas pokok sangat penting dalam mendukung keberhasilan tugas Koarmada III.

Helikopter buatan PT. Dirgantara Indonesia dibawah lisence Bell Textron Inc Canada telah memperkuat Satuan Udara Koarmada III yang dapat melesat sejauh 687 km selama empat jam, dengan asumsi kecepatan jelajah hingga 120 knots, endurance dengan tanki cadangan 3,5 jam dengan jarak tempuh hingga kurang lebih 420 NM. Helikopter andalan Koarmada III ini mampu mengangkut 15 orang pasukan dengan rincian, 2 pilot dan co-pilot serta 13 penumpang.

  ★ TNI AL  

Rabu, 15 Juli 2020

Menhan Prabowo Mau Semua Danyon TNI Pakai Rantis Maung Pindad

 Kendaraan taktis Maung produksi Pindad [Pindad] ☆

PT Pindad, perusahaan industri dan manufaktur militer Indonesia, kembali meluncurkan produk terbaru kendaraan taktis (rantis) buatan anak negeri yang telah diberi nama Maung, diambil dari Bahasa Sunda yang artinya Harimau.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, saat melakukan kunjungan PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, sudah menjajal Maung yang merupakan alat transportasi 4x4 yang juga akan digunakan di daerah konflik ini.

Selain menjajal langsung Maung, Menhan Prabowo juga menegaskan bahwa Kementerian Pertahanan saat ini terus mendukung upaya peningkatan alutsista dalam negeri. Juga mendukung program penelitian dan pengembangannya. Agar nantinya seluruh hasil produksi dalam negeri dapat mandiri secara utuh.

Kendaraan taktis Maung buatan PT PindadSementara menurut Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose, yang dihubungi 100KPJ pada Senin pagi, 13 Juli 2020, kendaraan ini adalah jenis rantis ringan. Telah dikembangkan selama 1 tahun terakhir, dengan mengadopsi sejumlah kendaraan yang dimiliki oleh Infanteri TNI AD.

"Kami kembangkan ini selama 1 tahun. Pak Menhan sebelumnya selalu mendorong kami untuk menciptakan alutsista karya anak negeri. Jadi beliu punya keinginan, bagaimana nanti seluruh Komandan Batalyon (Danyon) di TNI AD menggunakan kendaraan ini dan agar seragam," kata Abraham Mose.

Ditambahkan Abraham Mose, sudah dilakukan uji coba yang cukup panjang untuk kendaraan taktis ringan Rantis Maung ini. Bongkar pasang mesin juga dilakukan. Kemudian pada akhirnya diputuskan untuk menggunakan mesin diesel berkapasitas 2.400 cc.

"Beberapa kali uji coba dengan berbagai mesin dengan tim. Akhirnya kita pakai diesel 2.400 cc. Pak Menhan memberi nama Maung," katanya.

Seperti diketahui, PT Pindad sudah mengembangkan teknologi kendaraan bermotor sejak 1993, melalui program Mobil Nasional. Pindad telah bekerja sama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri dalam upaya untuk mengembangkan teknologi fungsi kendaraan khususnya kendaraan tempur untuk memenuhi kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.

Produk-produk kendaraan tempur yang dihasilkan seperti Kendaraan Taktis 4x4 Komodo dan Panser 6x6 Anoa yang telah diproduksi lebih dari 300 unit dengan berbagai varian serta ikut dalam misi perdamaian dunia PBB di berbagai Negara seperti Lebanon, Afrika Tengah, dan Sudan.

Penelitian dan pengembangan terus menerus dilakukan untuk mencapai tujuan masa depan untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan teknologi. Produk penelitian dan pengembangan Pindad sebelum Maung adalah produk Medium Tank Harimau yang bekerjasama dengan FNSS (Turki) serta didukung oleh Kementerian Pertahanan RI. Sistem ini dilengkapi senjata Turret 105 mm serta mampu melewati berbagai medan pertempuran.
 


Wawancara Abraham Mose dengan detik

  ☠ 100KPJ  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...