Senin, 07 Juni 2021

[Foto] KRI Polux 935

Kapal Hidro oceanografi baru TNI AL

Satu unit kapal Patroli Cepat (PC) 40 M bernama KRI Polux-935 diresmikan akhir Mei 2021. Kapal yang merupakan hasil karya anak bangsa ini memiliki spesifikasi kecepatan maksimum 24 knots, endurance minimal 6 hari dan memiliki persenjataan 30 mm serta 12,7 mm. [Instagram/@Dispenlantamaliv]

Peluncuran KRI Polux-935, di Galangan Kapal PT. Karimun Anugrah Sejati, Batam, Selasa, 25 Mei 2021. Kapal karya anak bangsa ini memiliki panjang 45,50 meter, lebar 7,90 meter, tinggi 4,25 meter, berat 220 ton dan mampu mengangkut 35 personel. [Instagram/@Dispenlantamaliv]

Kapal dengan ketahanan berlayar selama 6 hari tersebut akan difungsikan sebagai kapal bantu Hidro Oseanografi, dibawah Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam mendukung dan memantapkan peran dan pusat informasi Geospasial Kelautan Indonesia. Ini merupakan kapal bantu Hidro Oseanografi pertama buatan Indonesia. [Instagram/@Dispenlantamaliv]

Pada tahun lalu PT Karimun Anugrah Sejati berhasil membuat dua kapal perang baru jenis Patroli Cepat 40 Meter (PC-40 M), Karotang-872 dan Mata Bongsang-873. Kapal tersebut bertugas memperkuat jajaran unsur patroli di bawah Satuan Patroli Pangkalan Utama TNI AL X/Jayapura dan Satuan Patroli Pangkalan Utama TNI AL I/Belawan. [Dinas Penerangan TNI AL]

  ♖ Tempo  

[Global] Dynetics Luncurkan Enduring Shield

➶ Saingan Iron Dome Israel

Perusahaan Amerika, Dynetics telah meluncurkan Enduring Shield, sistem senjata berbasis darat bergerak yang dirancang untuk memperoleh, melacak, menyerang, dan mengalahkan sistem pesawat tak berawak, rudal jelajah, dan roket, artileri, dan mortir yang serupa seperti 'Iron Dome' milik Israel. [Dynetics.com]
 
Enduring Shield mampu menembakkan berbagai rudal sambil memberikan kemampuan pertumbuhan saat ini dan masa depan. Sistem ini menawarkan amplop 360 derajat dengan kemampuan untuk menyerang beberapa target secara bersamaan. [Dynetics.com]
 
Dalam membuat Enduring Shield, Dynetics mendesain ulang peluncur, menciptakan efisiensi biaya, mengurangi kerumitan, dan meningkatkan kemampuan. Enduring Shield dapat sepenuhnya terintegrasi dengan Sistem Komando Pertempuran Pertahanan Udara dan Rudal Terpadu Angkatan Darat, dan menawarkan ketahanan siber dan perlindungan peperangan elektronik. [Dynetics.com]
 
Sistem iron dome milik militer Israel diklaim dapat mengantisipasi 90 persen roket yang dilancarkan militan Hamas pada pertempuran yang berlangsung 11 hari pada awal Mei lalu. (Defenseworld.net)

  ➶ Tempo  

[Video] Kebutuhan Anggaran Alutsista Hingga 3.470 Triliun

  Akbar Faizal Uncensored 
 Bersama Andi Widjajanto, Ahli Pertahanan & Mantan Menseskab

Pembelian alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI hingga 1760 triliun dengan mekanisme kredit ekspor dari Qatar seperti diungkapkan pakar pertahanan Connie Rahakundiri Bakrie menimbulkan polemik.

Selain dianggap terlalu besar yang berisiko beban utang bagi negara hingga 2045 juga karena para pihak yang seharusnya dilibatkan seperti para Asrena (asisten perencanaan) matra TNI, seperti kata Connie lagi, justru tak dilibatkan.

Kontroversi makin membesar karena ada satu pihak bernama PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) yang dikendalikan orang-orang yang diduga kolega Menteri Pertahanan dan partai yang dikendalikannya disebut sebagai pemain tunggal pada pengadaan persenjataan bernilai kualidrium ini. Benarkah?

Simak penjelasan komprehensif Andi Widjajanto, ahli pertahanan yang dianggap 'orang yang paling paham tentang TNI' saat ini serta juga mantan Menteri Sekretaris Kabinet. Malam ini, Kamis 03 Juni 2021 di Akbar Faizal Uncensored.


  ★ Youtube  

Minggu, 06 Juni 2021

Pesawat Airbus A330 MRTT

Masuk dalam rencana belanja KemhanPesawat tanker A330-200 MRTT ketika melakukan pengisian bahan bakar pada pesawat F-16 [USAF] ✈️

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berencana menambah alat utama sistem senjata (alutsista) TNI, salah satunya adalah jenis pesawat Multi-Role Tanker Transport (MRTT) di kategori special mission aircraft. Jenis pesawat ini ada dalam daftar yang menyertai heboh rencana belanja senilai lebih dari Rp 1.700 triliun hingga 2024 yang dokumennya diperoleh TEMPO.

Dunia mengenal jenis pesawat MRTT yang dikembangkan dari Airbus A330. Pesawat pabrikan Prancis itu merupakan pesawat tanker bermesin ganda pengisian bahan bakar udara berbasis pesawat sipil Airbus A330-200. Bukan hanya untuk pengisian bahan bakar di udara, pada praktiknya pesawat ini juga bisa dimanfaatkan untuk fungsi lainnya.

Aviation24, November 2020 lalu, melaporkan Airbus A330 MRTT memiliki panjang 58,8 meter, lebar 60,3 meter, dan dilengkapi dengan dua mesin Rolls-Royce, masing-masing dengan daya dorong 72.000 pound. Daya dorong ini memungkinkan berat lepas landas maksimum hingga 233 ton, termasuk 110 ton kerosin, dan kecepatan jelajah 880 km/jam.

Pesawat pelaksanaan misi pengisian bahan bakar udara-ke-udara ini memiliki dua sistem. Sistem tiang pengisian bahan bakar canggih yang terletak di bagian belakang dan pengisian bahan bakar dengan pipa dan probe melalui pod yang ditempatkan di bawah setiap sayap.

Menurut Letnan Kolonel Penerbang Kurt Deprez, yang merupakan kepala operasi penerbangan dari Belanda, pesawat itu juga bisa dipakai untuk mengisi bahan bakar semua jet tempur milik organisasi keamanan internasional NATO. Dia menerima dua dari sembilan Airbus A330 MRTT, yang pertama tiba pada 30 Juni 2020. “Kami dapat membawa 267 penumpang dan 45 ton kargo di dalam pesawat,” ujar dia.

Selain itu, salah satu dari sembilan pesawat akan dikonfigurasi untuk evakuasi medis. Pesawat ini akan dilengkapi dengan enam unit perawatan intensif, 16 tandu dan 21 kursi untuk dukungan medis. “Jadi pesawat ini benar-benar serba bisa,” tutur Deprez yang juga pilot Airbus A330 MRTT.

Deprez tahun lalu sempat mendapatkan kesempatan melakukan penerbangan pelatihan penumpang pertama dengan Airbus A330 MRTT, di Pangkalan Udara Eindhoven, Belanda. Pangkalan ini adalah rumah bagi sejumlah organisasi internasional termasuk Pusat Koordinasi Gerakan Eropa (MCCE) NATO dan Komando Transportasi Udara Eropa (EATC).

“Semua kru pesawat kami, baik pilot maupun awak kabin, belum memenuhi syarat. Jadi akan ada anggota tambahan serta instruktur untuk mendukung dan menilai rekan-rekan dalam pelatihan,” kata Deprez saat itu.
 

  ✈️ Tempo  

[Global] Dua Heli T129 Pesanan AU Filipina Akan Diserahkan September 2021

Dari 6 yang dipesan T129 [TAI] ★

Dua unit pertama helikopter serang T129 buatan Industri Dirgantara Turki (TAl) untuk Angkatan Udara Filipina (PAF) akan dikirimkan pada September 2021 ini.

Hal ini disampaikan juru bicara DND Arsenio Andolong kepada media lokal Filipina.

Seperti diketahui, pengadaan heli serang tersebut pertama kali diumumkan pada 7 Desember 2018. Filipina memesan enam unit T129 dengan senilai 269,4 juta dolar AS.

Dikutip dari Air Recognition, empat unit T129 sisanya akan dikirimkan secara bertahap. Dua pada Februari 2022 dan dua lainnya pada Februari 2023.

Dengan penyerahan ini, menjadikan negeri yang dijuluki “Pearl of the Orient Seas” menjadi pengguna ekspor pertama T129.

Negara lainnya yang telah melakukan kontrak pembelian T129 adalah Pakistan.

Mengenai karakteristiknya, T129 diawaki dua kru. Heli ini berdimensi panjang 13,45 m, tinggi 3,4 m, dan diameter rotor utama 11,9 m.

T129 memiliki berat lepas landas maksimum 5.000 kg. Ditenagai sepasang mesin turboshaft LHTEC CTS800-4A masing-masing berdaya 1.014 kW.

Untuk kinerjanya, T129 berkecepatan maksimum 278 km/jam dan terbang hingga ketinggian 6.000 m.

Jangkaun operasinya mencapai 561 km atau terbang feri 1.000 km.

  ★ Airspace Review  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...