Rabu, 23 Juni 2021

[Global] Angkatan Darat Jerman Memperpanjang Masa Pakai IFV Marder 1A3 dan 1A5

♞ IFV Marder 1A5 AD Jerman [Army Recognition] ☆

Angkatan Darat Jerman memperpanjang masa pakai IFV Marder 1A3 dan 1A5. Dilaporkan Janes bahwa Angkatan Darat Jerman kini tengah melakukan program perpanjangan hidup untuk kendaraan tempur infanteri (IFV) Marder 1 setelah lebih dari setengah abad beroperasi.

Pada Januari 2020, Rheinmetall mengumumkan bahwa perusahaan telah mendapatkan kontrak senilai US$ 133 juta untuk memasok 78 kit guna meningkatkan 71 IFV Marder 1A5 antara 2020 dan 2023, di mana tujuh kit sisanya akan digunakan sebagai suku cadang.

Selain itu juga, perusahaan menyiapkan tool kit kendaraan dan peralatan khusus, dukungan logistik, penyimpanan suku cadang, pelatihan, dan instruksi.

IFV Marder 1A3 TNI AD [TNI AD]

Seperti diketahui, IFV Marder 1A5 ditenagai oleh mesin diesel berpendingin air MTU MB 833 Ea-500 6 silinder yang menghasilkan 600 hp dengan transmisi otomatis HSWL 194

Seorang juru bicara Rheinmetall mengungkapkan bahwa mesin Marder telah ditingkatkan untuk menghasilkan 755 hp sehingga dapat menopang kemampuan IFV Marder 1A5 yang telah meningkat bobotnya menjadi 3700 kg karena tambahan paket perlindungan lapis baja untuk menghadapi ranjau dan bahan peledak improvisasi.

Program perpanjangan masa pakai IFV Marder 1A5 Angkatan Darat Jerman tentu menjadi kabar baik bagi TNI AD yang juga memiliki IFV Marder 1A3.

Kehandalan IFV Marder 1A3 dan 1A5 yang telah berusia setengah abad ternyata telah mendorong Bundeswehr untuk mempertahanakan keberadaaannya hingga penggantinya IFV Puma siap dipergunakan pada awal tahun 2030. (Agus Setiawan)
 

  ♞ Nusantara News  

Selasa, 22 Juni 2021

Sekilas Drone Penerbal

Perkuat Skadron Udara 700 PUTA SE-01 Skuadron 700 Puspenerbal (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Pada peringatan HUT Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) ke-65 KSAL meresmikan dua skuadron baru, yakni Skuadron Udara 100 Anti Kapal Selam (AKS) dan Skuadron Udara 700 Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA).

Skuadron Udara 100 Anti Kapal Selam diperkuat dengan helikopter Panther yang telah di beli dan digunakan TNI AL. sedangkan Skuadron Udara 700, diperkuat dengan pesawat tanpa awak yang didapat dari luar (hibah) dan buatan dalam negeri.

Hibah ScanEagle kepada beberapa negara merupakan bagian dari program MSI (Maritim Security Initiative).

  Scacn Eagle 
ilustrasi ScanEagle [wikipedia]

Dari AS diketahui Indonesia akan mendapatkan hibah sebanyak 14 unit yang telah disetujui oleh DPR.

Drone ScanEagle senilai US$ 28,3 juta ini rencananya akan digunakan TNI AL untuk meningkatkan kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian di wilayah maritim guna memperkuat pertahanan negara.

ScanEagle memiliki spesifikasi panjang 1,5 m, rentang sayap 3,1 m, dan muatan 3,4 kg. Drone dengan MTOW 22 kg ini digerakkan mesin piston model pusher berdaya 15 hp.

Kecepatan terbang maksimum ScanEagle mencapai 148 km/jam dengan batas ketinggian terbang mencapai 5.950 m. ScanEagle mampu terbang lama (endurance) lebih dari 24 jam.

ScanEagle diterbangkan menggunakan sistem rel peluncur. dan karena tak dilengkapi sistem roda dan payung pendarat, ScanEagle didaratkan dengan menggunakan metode kabel penangkap (SkyHook) yang mengait bagian ujung sayap (winglet).

Untuk muatan, ScanEagle dilengkapi kamera infra merah gelombang pendek garapan Goodrich Sensors dan sensor termal DRS E6000 beresolusi tinggi 640×480 piksel.

"Nantinya Drone ScanEagle ini akan digunakan oleh TNI AL untuk kepentingan khusus. Kita hanya keluar dana sekitar Rp 10 miliar untuk mengintegrasikan dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan Alutsista lainnya. Nanti PT LEN yang akan bertugas untuk integrasikan," kata mantan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono melalui keterangan resminya tahun lalu.

  PUTA SE-01 Puspenerbal 
PUTA SE-1 Penerbal [Jakarta greater]

Dengan desain khusus serta kemampuan landing dan take off di air. Drone yang dibuat tim Puspenerbal Juanda itu tidak hanya sebagai pengintai. Tapi, juga siap untuk misi perang.

Dengan panjang sayap 4,5 meter, Tinggi sekitar 1 meter. Drone ini dinamakan Pesawat Udara Tanpa Awak Sea Eagle 01 (PUTA SE-01).

Untuk mengendalikannya, menggunakan remote control dan laptop. Meskipun, sebenarnya bisa dikendalikan secara otomatis atau autopilot, PUTA SE-01 mampu terbang dengan jarak 25−30 kilometer.

Drone jenis amfibi dengan berat sekitar 50 kg dan maksimal sekitar 75 kilogram, sisa 25 kg akan digunakan untuk alutsista lainnya. Kecepatan jelajahnnya bisa sampai 130 kilometer per jam. Waktu terbang maksimal empat jam. Bentuknya yang aerodinamis membuatnya bisa terbang hingga ketinggian 6.000 kaki.

PUTA SE-01 digadang-gadang memiliki tugas dan misi khusus dan akan di-upgrade ulang. Jika sekarang hanya sekitar 30 kilometer, ke depan bisa sampai 250 kilometer. kata pendesain drone PUTA SE-01 Henkky tahun lalu, alatnya sudah ada dan siap dipasang. Tinggal soal penataan dan upgrade ulang.

Jika semua sudah rampung, misi pengintaian PUTA SE-01 bisa lebih jauh. Dan akan dilengkapi bom di bodi pesawat. Termasuk sistem pengoperasian bom agar tepat sasaran.

  ★ Garuda Militer  

[Global] Korsel Selidiki Peretasan Produsen Kapal Selam Militer

⚓ Cetak biru rahasia kapal dan kapal selam pembawa rudal Kapal selam diesel-listrik seberat 3.000 ton, Dosan Ahn Chang-ho, terlihat saat upacara peluncuran di galangan kapal di pulau selatan Geoje, Republik Korea, pada 14 September 2018. (Foto: AFP/YONHAP) ⚓️

Otoritas Korea Selatan (Korsel) sedang menyelidiki kasus peretasan produsen kapal selam militer. Seperti dilaporkan RT, Senin (21/6/2021), peretas tak dikenal telah menyerang salah satu pembuat kapal terbesar Korea Selatan.

Laporan media sebelumnya menyebutkan bahwa penjahat siber dari Pyongyang sedang mencari informasi tentang kapal selam angkatan laut.

“Polisi dan badan militer terkait sedang menyelidiki kasus ini,” kata juru bicara Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Kolonel Suh Yong-won, seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap.

Suh mengatakan bahwa Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Ketika ditanya apakah serangan siber berhasil, pejabat itu mengatakan terlalu dini untuk menjelaskan pada tahap penyelidikan saat ini.

Juru bicara DAPA membantah laporan di media Korea Selatan bahwa peretas Korea Utara telah mencuri data sensitif dari DSME tahun lalu, termasuk penelitian kapal selam bertenaga nuklir domestik.

Surat kabar Chosun Ilbo mengutip sumber yang menyatakan bahwa para peretas menargetkan informasi tentang kapal selam serang Dosan Ahn Changho baru berbobot 3.000 ton yang diluncurkan pada 2018 dan akan segera beroperasi.

Seorang politisi Korea Selatan sebelumnya mengklaim bahwa peretas dari Pyongyang mencuri sekitar 40.000 dokumen dari DSME pada tahun 2016, di antaranya adalah cetak biru rahasia kapal dan kapal selam pembawa rudal.

Serangan siber profil tinggi telah menjadi berita utama baru-baru ini. Penjahat masuk ke sistem Colonial Pipeline, jaringan pipa minyak terbesar di AS, pada bulan Mei.

Bulan Juni, mereka menyerang JBS, perusahaan pengolahan daging terbesar di dunia. Dalam kedua kasus, perusahaan memilih untuk membayar uang tebusan untuk melanjutkan operasi.

  ⚓️
Berita Satu  

Pakar soal Jet KF-X/IF-X RI-Korsel

Di Antara Pusaran AS-China https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2016/03/02/a1b279aa-194a-4a25-a49e-9d293189ac1a.jpg?w=960Infografis (CNN)

Korea Selatan (Korsel) telah meluncurkan purwarupa jet tempur KF-X/IF-X yang sedang dikembangkan bersama Indonesia pada awal April lalu.

Peluncuran purwarupa jet tempur itu berlangsung setelah proyek bersama jet KF-X/IF-X yang digodok Seoul-Jakarta sejak satu dekade lalu itu sempat mandek karena berbagai kendala teknis hingga finansial.

Menurut Head of Center for ASEAN-India Studies, Korea National Diplomatic Academy (KNDA), Profesor Wongi Choe, proyek ini menjadi salah satu bukti komitmen Korsel memperkuat relasi dengan Indonesia.

Apalagi, sambung Choe, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto turut diundang Presiden Moon Jae-in ke Seoul dan Sacheon, untuk menyaksikan peresmian peluncuran prototipe jet tempur kolaborasi dua negara itu secara bersama-sama.

Choe menganggap hal itu adalah 'pertanda baik' kolaborasi RI-Korsel dalam proyek yang dinilai dia menjadi salah satu yang terpenting bagi Negeri Ginseng.

"Indonesia merupakan mitra strategis Korsel yang spesial. Kami [Korsel] tidak memiliki proyek bersama serupa dengan negara lain. Proyek KF-X ini adalah proyek pertama kami yang coba kami kembangkan dengan teknologi dan sumber daya kami sendiri," kata Choe dalam workshop terbatas, Indonesian Next Generation Journalist on Korea di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Apalagi Indonesia menjadi satu-satunya negara yang Korsel ajak kerja sama dalam proyek alutsista semacam ini,"imbuhnya.

Hal senada juga diutarakan, Direktur Kawasan Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto.

Menurutnya, proyek bersama KF-X/IF-X senilai 7,5 triliun won Korea itu menunjukkan komitmen kerja sama serta kedekatan Indonesia-Korsel.

"Kehadiran Pak Prabowo saat peluncuran prototipe di Korsel menunjukkan tekad Indonesia melanjutkan proyek ini, dan kerja sama pertahanan secara lebih luas dengan Korsel," ujar Santo.

Santo menganggap kemitraan strategis khusus antara Istana Negara dan Istana Kepresidenan Korsel, Cheongwadae, "sangat spesial tidak hanya dalam kerja sama ekonomi tapi lebih luas dari itu."

Selain proyek KF-X/IF-X, TNI Angkatan Laut juga sudah mendapat tiga unit kapal selam hasil kerjasama PT PAL Indonesia dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan.

Tiga unit kapal selam itu adalah KRI Nagapasa-403 (dibangun di Korsel dengan tenaga kerja dari Daewoo), KRI Ardadedali-404 (dibangun di Korsel dengan bantuan tenaga kerja dari PT PAL), dan Alugoro-405 (diproduksi di Surabaya).

  Pendekatan Korsel ke RI dan ASEAN 
https://fullfatthings-keyaero.b-cdn.net/sites/keyaero/files/imported/2021-05-18/img_51-5.jpgPerakitan prototipe pesawat KFX pertama dan kedua [KAI]

Head of Center for ASEAN-India Studies, Korea National Diplomatic Academy (KNDA), Profesor Wongi Choe, menilai Korea Selatan dan Indonesia terus menunjukkan kemesraannya, terutama di era pemerintahan Presiden Moon Jae-in dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu salah satunya terlihat dari saling kunjung antara kedua pemimpin negara. Jokowi sempat mengajak Presiden Moon blusukan di Istana Bogor sekitar 2017 lalu.

Sementara itu, Moon juga menjamu kunjungan kenegaraan Jokowi di Seoul pada akhir 2019.

Profesor Choe mengatakan kedekataan RI-Korsel yang menguat ini merupakan salah satu strategi baru pemerintahan Moon yang ingin mencoba mencari 'teman' dan potensi kerja sama baru dengan negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Strategi itu, kata Choe, tertuang dalam kebijakan yang dikenal New Southern Policy (NSP).

Salah satu alasan terbentuknya NSP adalah keinginan Korsel melepas ketergantungan terhadap dua negara adidaya yakni China dan Amerika Serikat.

Selama ini, Choe memaparkan Korsel bergantung pada kerja sama perdagangan dengan China. Namun, pada saat yang bersamaan, Seoul juga mengandalkan aliansi keamanan dengan AS demi menghadapi ancaman nuklir Korea Utara.

Sementara itu, dalam perkembangan globa saat ini, persaingan China dan AS terus meluas dan semakin pelik.

"Dan Korsel berusaha tidak terjebak di antara persaingan ini. Karena itu NSP dinilai Korsel sebagai jalan keluar baru lepas dari ketergantungan tersebut," ujar Choe.

Seoul mengandalkan kerja sama pembangunan sebagai sarana untuk mempererat ikatannya dengan ASEAN di bawah kebijakan NSP. Itu sebabnya, sifat alamiah NSP sebagai inisiatif baru di kawasan berbeda dengan inisiatif dari negara-negara besar yang berorientasi pada keamanan.

Choe menuturkan Korsel perlu diversifikasi perekonomian agar mengurangi ketergantungan dengan perdagangan China. Menurutnya, 27 persen perdagangan Korsel saat ini mengandalkan Negeri Tirai Bambu.

Selain itu, ia menganggap China saat ini sebagai kompetitor utama Korsel dalam hampir seluruh industri.

Di sisi lain, Choe memaparkan banyak potensi kerja sama yang bisa dikembangkan Korsel dengan Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya atau ASEAN.

Terlebih, menurutnya, Korsel dan negara ASEAN pun memiliki pandangan yang serupa dalam melihat hubungan masing-masing dengan China.

"Kita sadar bahwa relasi bilateral kita (Korsel dan negara ASEAN) dengan China sama-sama naik turun. Sementara itu, saya pikir terlalu bergantung pada China akan menimbulkan banyak masalah ke depan," ujar Choe.

"Jadi NSP ini membantu Korsel (dan negara Asia Tenggara) mengembangkan potensi kerja sama untuk diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan dengan China," paparnya menambahkan.

Menurut Choe, NSP pada akhirnya memberikan kesempatan bagi Korsel, Indonesia, dan negara Asia Tenggara lain untuk mencari strategi alternatif mengembangkan kerja sama perekonomian tanpa terfokus pada China dan AS.

Meski begitu, Choe menekankan bahwa baik Korsel dan negara ASEAN tetap memiliki relasi konstruktif dan seimbang dengan China dan AS. (rds/kid)

 ♖ CNN 

[Global] AD Perancis Mulai Evaluasi Ranpur Intai Jaguar EBRC 6X6

♞ Perancis berencana akan mengakuisisi 300 JaguarJaguar EBRC [Nexter] ☆

DGA (Direction Générale de l’Armement) Perancis pada Desember 2020 lalu, melangkah lebih jauh dalam pengujian Jaguar EBRC (Engin Blindé de Reconnaissance et de Combat atau ranpur intai lapis baja) termasuk uji lintas medan dan uji tembak senjata.

Sekarang giliran STAT Section Technique de l’Armée de Terreb atau Seksi Teknik AD Perancis mengambil alih dengan proses evaluasinya sendiri. Demikian cuit Nexter dalam akun twitternya (15/6/2021).

Jaguar adalah salah satu kendaraan tempur (ranpur) dari program Scorpion AD Perancis. Ranpur ini diposisikan untuk menggantikan peran AMX-10RC, ERC-90 Sagaie, dan VAB Hot.

Pengembangan dan produksi Jaguar dilaksanakan oleh GME, sebuah konsorsium yang dibentuk oleh perusahaan pertahanan asal Perancis, yaitu Nexter Systems, Arquus, dan Thales.

Sebelumnya pada 6 Desember 2014, Menteri Pertahanan Perancis mengumumkan pesanan pertama 20 ranpur Jaguar dan 42 kendaraan tambahan pada September 2020. Secara total AD Perancis berencana akan mengakuisisi 300 Jaguar. Mengenai spesifikasinya, Jaguar EBRC diawaki tiga orang kru yakni komandan, juru senjata, dan pengemudi.

Jaguar EBRC [Nexter]

Kendaraan berbobot 25 ton ini dibekali mesin diesel berdaya 500 hp dan berpenggerak 6×6.

Jangkauan operasionalnya 800 km dengan laju maksimum di jalan datar mencapai 90 km/jam.

Persenjataan utama Jaguar berupa kanon kaliber 40 mm dan senjata sekunder untuk sasaran ringan adalah senapan mesin kaliber 7,62 mm.

Di luar Perancis, Militer Belgia juga telah memesan Jaguar sebanyak 60 unit dalam program CAMO (Capacité Motorisée Motorized Capability) yang bertujuan untuk menjalin kerja sama dengan Prancis berdasarkan ranpur yang identik.

Di bawah kemitraan strategis ini Belgia dan Prancis akan berbagi organisasi bersama, program pelatihan, dan dukungan logistik untuk Jaguar. (Rangga Baswara Sawiyya)
 

  ♞ Airspace Review  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...