Kamis, 17 Februari 2022

TNI AU Tampilkan 14 Manuver Aerobatik

✈️  Pada Singapore Air Show 2022✈️ Jupiter Team TNI AU [Caroline Chia/REUTERS]

Jupiter Aerobatic Team (JAT) milik TNI AU tampil memukau dalam ajang Singapore Air Show, Rabu 16 Februari 2022. Di hari pertama gelaran internasional itu, The Jupiters, julukan JAT l, tampil pada sesi penutup demo udara.

Sebanyak enam unit pesawat lepas landas dari Lanud Hang Nadim Batam menuju warming up area. JAT memasuki display area setelah penampilan pesawat F-35B US Marine dengan tanda panggilan Profane.

Meski langit di Changi Exhibition Center berawan, 14 manuver udara yang ditampilkan JAT berlangsung sempurna. Tim itu pun mendapat apresiasi serta decak kagum para pengunjung SAS 2022.

Diawali dengan manuver Jupiter Roll, 6 pesawat JAT melintas di depan pengungjung SAS 2022. Manuver pembuka ini sekaligus sebagai ungkapan rasa hormat The Jupiters kepada seluruh pengunjung.

Supervisor JAT tahun 2011, Marsda TNI Anang Nurhadi Susilo mengapresiasi seluruh manuver udara yang ditampilkan oleh JAT meski kondisi cuaca kurang bersahabat. Keberhasilan itu, bagi dia, menjadi bukti profesionalitas penerbang TNI AU.

"Penampilan full manuver, enam pesawat dengan 14 manuver pada cuaca berawan menujukan perfoma terbaik Jupiters pada hari ini. Hal ini menunjukkan profesionalitas penerbang TNI Angkatan Udara yang tidak diragukan lagi," ujar Anang.

Apresiasi yang sama turut disampaikan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo. Dia merasa bangga atas apa yang telah ditampilkan.

Menurut dia, Singapura memberikan kehormatan yang luar biasa kepada Indonesia. "Hal ini merupakan sebuah pengakuan yang sangat luar biasa," ujar Suryo.

Ditambahkannya, ekspos media Singapura sejak JAT melakukan latihan masuk dalam liputan utama foto di media Screat Time. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa kehadiran team aerobatik kebanggaan Indonesia di air show menjadi sangat penting.

"Sejak kemarin saya terus mendapatkan banyak pujian dan kekaguman para pejabat dan staf Kementerian Perhubungan Singapura. Meraka mengirimkan foto pada saat Jupiters sedang latihan demo udara, mereka kagum dan memuji kehebatan penerbang TNI AU," pungkasnya. (mhd)

  ✈️ sindonews  

[Global] Rudal Blue Spear

➶ Buatan Israel dan SingapuraRudal anti kapal IAI-ST Eng Blue Spear (Aviation Week) ★

Untuk pertama kalinya rudal canggih generasi kelima buatan perusahaan pertahanan Israel dan Singapura diperlihatkan di Singapore Airshow. Senjata ini bernama Blue Spear 5G SSM.

Video yang dirilis oleh Proteus Advanced Systems—terdiri dari Israel Aerospace Industries (IAI) dan ST Engineering Land Systems —menyatakan bahwa profil penerbangan dan eksekusi misi Blue Spear dapat diprogram oleh operatornya tetapi juga bisa sangat otomatis, tergantung pada persyaratan misi.

IAI mengatakan rudal surface-to-surface [permukaan-ke-permukaan] generasi kelima ini dirancang untuk menang dalam situasi yang diperebutkan, padat dan kompleks, bahkan ketika diadu melawan tindakan pencegahan yang semakin canggih.

Berbicara kepada Defense News di Singapore Airshow, Ron Tryfus, manajer umum Proteus Advanced Systems, mengatakan tautan data canggih Blue Spear 5G SSM dapat digunakan dalam mode fire-and-update [tembak-dan-perbarui] selain mode fire-and-forget [tembak-dan-lupakan].

Tautan data onboard juga memungkinkan rudal dilacak dalam penerbangan oleh operator.

Namun, Tryfus menolak untuk menjawab secara langsung apakah rudal tersebut dapat diprogram ulang untuk menyerang target yang berbeda ketika sudah dalam penerbangan.

Blue Spear 5G SSM, rudal canggih generasi kelima buatan perusahaan pertahanan Israel dan Singapura. [Proteus Advanced Systems]

Sebagai gantinya, dia mengatakan kepada Defense News bahwa pelanggan akan dapat menentukan jenis pembaruan di tengah jalan yang mampu dilakukan rudal saat digunakan dalam mode fire-and-update.

Dia juga menyinggung hubungan antara rudal Blue Spear dan Sea Serpent; yang terakhir adalah varian khusus yang ditawarkan oleh IAI dan Thales untuk rudal anti-kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Tryfus mengatakan IAI mengambil bagian dalam kompetisi Inggris atas nama Proteus.

Brosur produk mengonfirmasi bahwa rudal Blue Spear lebih dari sekadar senjata anti-kapal dan dapat digunakan melawan target darat di lingkungan pesisir, laut terbuka, dan darat.

Estonia memilih Blue Spear untuk pertahanan pesisir dan akan memasang sistem tersebut pada truk yang membawa kotak peluncuran rudal dalam kontainer 20 kaki. Tryfus mencatat tidak ada rencana untuk varian yang diluncurkan di udara.

Dalam rilis beritanya, IAI mengatakan bahwa sistem rudal tersebut memberikan kemampuan anti-kapal dan serangan darat gabungan yang lincah, sangat penetratif, dengan jangkauan 290 kilometer (180 mil) pada kecepatan subsonik, meskipun tinggi.

Rudal itu menyebarkan pencari pelacak radar aktif dan sistem kontrol senjata canggih untuk memberikan deteksi dan keterlibatan target yang tepat. Itu juga dapat beroperasi siang atau malam dalam semua kondisi cuaca.

Defense News dalam laporannya yang dilansir Kamis (17/2/2022) mengatakan bahwa divisi sistem darat ST Engineering bertanggung jawab atas desain, pengembangan, dan produksi subsistem utama seperti motor booster dan hulu ledak amunisi tidak sensitif, yang memiliki bobot 150 kilogram (330 pon). (min)

  ➶ sindonews  

Rabu, 16 Februari 2022

PTDI Tampil di Singapore Airshow 2022

Tawarkan N219, NC212i, CN235 dan bisnis MROBooth PTDI di Singapore Airshow 2022 di Changi Exhibition Centre, Singapura. (Istimewa) ☆

PT Dirgantara Indonesia (Persero) tampil di ajang Singapore Airshow 2022 untuk gencar memasarkan produk pesawat terbang CN235, NC212i dan produk pesawat terbaru N219.

Selain itu, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) pada ajang tersebut juga fokus memasarkan bisnis Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) dan Aerostructure.

Singapore Airshow 2022 dilaksanakan pada 15-19 Februari 2022 di Changi Exhibition Centre, Singapura dan booth PTDI berlokasi di Hall B Nomor H40.

Dalam hal bisnis MRO, PTDI sebagai satu-satunya industri penerbangan di Asia Tenggara memiliki kompetensi maintenance pesawat dan komponen, modifikasi, program Service Life Extension Program (SLEP), maupun rewiring.

Helikopter Anti kapal Selam Penerbal (Jetphotos)

Saat ini, PTDI sedang melaksanakan program Maritime Security Initiative untuk tiga unit pesawat CN235 Military Transport milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang dikonversi menjadi Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan melaksanakan upgrading Anti Sub-marine Warfare (ASW) pada empat unit helikopter AS565 Panther untuk TNI Angkatan Laut.

Untuk bisnis Aerostructure, PTDI telah memiliki sertifikasi dan kualifikasi dari berbagai OEM terkemuka di dunia, seperti Airbus, Boeing, Lockheed Martin dan Korean Aerospace Industries, yang kemudian dapat dijadikan sebagai value proposition bagi peningkatan bisnis Aerostructure.

Dalam bidang Aerostructure, PTDI memiliki end-to-end capabilities dan facilities untuk dapat memenuhi kebutuhan customer.

PTDI memamerkan pesawat model skala besar untuk produk pesawat CN235, NC212i dan pesawat komersil N219 yang telah berhasil memperoleh Type Certificate (TC) dari DKKPU.

Dengan hadirnya transportasi udara N219, maka di masa mendatang akan terbuka kemungkinan dicapainya semua jalur perintis untuk menjangkau dan menghubungkan wilayah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal), yang kemudian dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih merata.
 

  🛩
majalahbandara  

Selasa, 15 Februari 2022

[Video] KRI Golok 688 Handover Ceremony

⚓ Diposkan North Sea Boats14 Januari 2022, menjadi hari bersejarah dengan diserah terimakan KRI Golok 688 dari PT. LUNDIN ke TNI AL.

Kepala Staff Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono yang hadir dalam upacara tersebut juga mengukuhkan Letkol Primayantha sebagai komandan KRI Golok 688.
 


  🔅 Youtube  

[Global] Rheinmetall Rilis Skyranger 30 HEL

 Kombinasikan Kanon Hanud, Rudal SHORAD dan Senjata Laser 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGayIHtZo8owEeW3DYQYaWzDyMk_mtf4CowxNsluBa_xV7BH3shxzEfRgEHvV8e7fCOHiBCUZs91tp1sRcS5ZEJ0ETt_bljCMBho1nXuKVyqwgxDG6rmG-8zsBCm27rgQBszAbF_DH7Wo/w400-h245/1_WhatsApp_Image_2021_07_01_at_202754.jpegSkyranger 30 HEL [ist] ★

S
ejak tahun 2018 Rheinmetall Defence telah memperkenalkan prototipe High Energy Laser (HEL) Gun yang disematkan pada desain kanon Oerlikon Skyshield. Namun, kala itu adopsi HEL pada kubah Skyshield masih dirasa kurang pas dan ergonomis, sehingga jika ditawarkan ke pasar, senjata dengan konsumsi energi besar itu akan sulit terjual. Nah, guna menyiasati perkembangan dan tentunya kebutuhan pasar, kemudian HEL diintegrasikan sebagai bagian dari sistem senjata pada kanon Skyranger.

Sebagai catatan, Skyranger adalah sistem kanon reaski cepat besutan Rheinmetall Defence yang diperkenalkan pada tahun 2017. Skyranger pada prinsipnya mengintegrasikan keunggulan mobilitas dan kendaraan lapis baja dalam gelar operasi pertahanan udara, lantaran unit hanud taktis ini mengusung platform kendaraan tempur (ranpur) lapis baja.

Saat mendapatkan upgrade di tahun 2020 sebagai New Skyranger, pada kubah kanon kaliber 30 mm ini sudah dibekali radar AESA (Active Electronically Scanned Array), dua peluncur rudal hanud SHORAD, Infrared scanner dan senapan mesin coaxial. Bobot kubah New Skyranger ada di kisaran 2,5 ton, sementara harga per unit sistem ini ditaksir antara 5-7 juta euro. Sebagai ranpur pengusung, selan IFV Boxer 6×6, Skyranger dapat dipasang pada ranpur roda rantai KF41 Lynx.

Dan seperti dirilis Rheinmetall Defence, kini Skyranger yang terbaru sudah diapatasi dengan fitur HEL dan diberi label sebagai Skyranger 30 HEL.


https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2018/12/6d6fab0bbbbd1b0270b822634b1f562d.jpgSkyranger 30 HEL dengan senjata  Laser ★

Skyranger 30 HEL dirancang untuk mengatasi berbagai ancaman udara saat ini dan masa depan dengan solusi hibrida. Interaksi antara kanon otomatis 30 mm, rudal hanud, dan high energy laser, dipercaya dapat menghasilkan campuran efektor yang unik dalam kombinasi sistem pertahanan udara yang rapat.

HEL dikendalikan menggunakan Skymaster fire control system. HEL dikatakan dapat memantau wilayah udara secara mandiri, sekaligus memilih efektor optimal dalam menanggapi ancaman yang terdeteksi. Sementara peran rudal memberikan lapisan luar pertahanan terutama terhadap pesawat, helikopter, dan sistem udara tak berawak. Kemudian, kanon otomatis KCE revolver gun (30 mm x 173) dengan kecepatan tembak 1.200 proyektil per menit yang mengandalkan munisi AHEAD atau ABM (airburst) dirancang untuk mengeliminasi target keras, seperti roket dan proyektil, dan mennadi garis pertahanan kedua setelah rudal.

Penggunaan laser dengan sistem optik dalam HEL ditekankan untuk menghadapi target dari jarak dekat, terutama mengalahkan target soft, seperti drone dan loitering munition, helikopter, pesawat terbang, dan senjata berpemandu.

Dalam uji coba langsung, sistem sampel HEL saat ini dapat mencapai output laser sebesar 20 kW. Output laser hingga 20-50 kW direncanakan untuk fase realisasi pertama. Kemampuan untuk meningkatkan kekuatan laser akan digenjot menjadi 100 kW pada fase pengujian akhir, dimana akan digabungkan kemampuan multiple fiber-optic lasers menjadi satu powerful beam. (Gilang Perdana)

  ★
Indomiliter  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...