⚓️ Singgah di Sri Langka
Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Raden Eddy Martadinata-331 telah tiba di Passanger Jetty of Colombo, Sri Lanka, pada Minggu (5/2/2023), untuk melakukan bekal ulang logistik. (Dok. Dispenal)
Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Raden Eddy Martadinata-331 ditunjuk TNI Angkatan Laut (AL) untuk latihan bersama (latma) Multinational AMAN Exercise 2023 di Pakistan.
Dilepas pada 24 Januari 2023, KRI Raden Eddy Martadinata-331 kemudian tiba di Passanger Jetty of Colombo, Sri Lanka, pada Minggu (5/2/2023), untuk melakukan pembekalan ulang logistik.
KRI Raden Eddy Martadinata-331 yang dipimpin Kolonel Laut (P) Ferry Hutagaol, langsung disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing dan Atase Pertahanan RI untuk Sri Lanka Laksma TNI Didik Kurniawan.
"Manfaatkan waktu selama di sini untuk melaksanakan bekal ulang logistik, dan semoga dilancarkan perjalanan menuju Karachi, Pakistan, untuk mengikuti Latma Multinational AMAN Exercise-23," ujar Dewi Gustina dalam siaran pers TNI AL, Senin (6/2/2023).
Selain melaksanakan pembekalan ulang, Kolonel Laut Ferry Hutagaol beserta prajurit juga melakukan kunjungan kehormatan ke Commander Western Naval Area of Sri Lanka Navy Rear Admiral Suresh De Silva.
Dikutip dari Kompas.id, upacara pelepasan KRI Raden Eddy Martadinata-331 dilaksanakan di Dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/1/2023).
TNI AL mengirimkan KRI Raden Eddy Martadinata-331 dengan 126 ABK serta 14 tim pendukung untuk mengikuti latihan bersama di Karachi, Pakistan dan perairan utara Laut Arab.
Latihan akan berlangsung pada 9-14 Februari 2023 dengan diikuti 26 kapal perang dari negara peserta.
Buatan Pindad
Personel polisi hutan yang tergabung dalam tim Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) menggunakan pistol Caliber Carbine PM3A1 "Cakrawala". (Foto: Twitter @RandomWorldWar)★
Indonesia patut berbangga, industri pertahanan dalam negerinya mampu memproduksi senapan sendiri untuk berbagai instansi. Adalah PT Pindad yang menciptakan PM3A1 “Cakrawala” Pistol Caliber Carbine terbaru yang digunakan personel polisi hutan Indonesia.
Dilansir dari website PT Pindad, Kamis, (2/2) PM3A1 adalah varian dari pistol PM yang didesain secara khusus untuk mendukung performa dalam pertempuran jarak dekat seperti pada perang kota.
PM sendiri menggunakan munisi kaliber 9 x 19 mm parabellum yang dapat mengenai target secara akurat hingga jarak 75 meter.
Sedangkan pistol PM3A1 yang digunakan polisi hutan Indonesia tidak boleh menggunakan munisi organik TNI/Polri dan hanya boleh semi-automatic only.
Dijelaskan pula jenis senjata PM ini menggunakan mekanisme gas yang dioperasikan, meninggalkan mekanisme blowback yang disematkan pada varian PM2.
Terdapat rail pada bagian atas receiver serta bagian kiri, kanan, dan bawah dari handguard yang dapat digunakan untuk memasang berbagai jenis attachment. (rr)

Kementerian Pertahanan disebut membuat opsi menjatuhkan balon itu dengan aman di atas perairan teritorial AS, sambil mengamati cermat lintasan dan aktivitas intelijen. (REUTERS/Randall Hill) ★
China ancam akan berikan respons setelah Amerika Serikat (AS) menembak jatuh balon udaranya pada Sabtu (4/2).
Sebelumnya, militer AS menembak jatuh balon udara milik China yang diduga mata-mata. Balon tersebut ditembak di lepas pantai Carolina setelah melintasi situs militer yang sensitif di seluruh Amerika Utara.
Balon udara ini disebut memasuki zona pertahanan udara AS di utara Kepulauan Aleutian pada 28 Januari dan bergerak melintasi daratan wilayah Alaska dan kemudian ke wilayah udara Kanada di Wilayah Barat Laut. Balon kemudian ini menyeberang kembali ke wilayah AS melalui Idaho utara pada Selasa (1/2).
Perintah penembakan datang langsung dari Presiden AS Joe Biden pada Rabu (2/2). Seorang pejabat AS menyebut penembakan balon udara perlu dilakukan saat balon tersebut berada di atas wilayah perairan. Menurutnya, menjatuhkannya di darat dari ketinggian 18 ribu meter akan menimbulkan risiko bagi orang-orang di darat.
China merespons tindakan AS tersebut dengan menyebut pihaknya berhak untuk "mengambil tindakan lebih lanjut" dan mengkritik AS karena "reaksi berlebihan yang jelas dan pelanggaran serius terhadap praktik internasional."
Dalam pernyataannya pada Minggu (5/2), Kementerian Luar Negeri China mengatakan "China akan dengan tegas menegakkan hak dan kepentingan perusahaan yang relevan, dan pada saat yang sama berhak untuk mengambil tindakan lebih lanjut sebagai tanggapan."
Dilansir dari AP News, kehadiran balon udara di langit AS ini semakin memperburuk hubungan AS-Cina yang sudah tegang selama bertahun-tahun. Hal ini bahkan membuat Menteri Luar Negeri Antony Blinken tiba-tiba membatalkan perjalanan ke Beijing yang bertujuan meredakan ketegangan.
"Mereka (militer AS) berhasil menjatuhkannya dan saya ingin memuji pilot kami yang melakukannya," kata Biden setelah turun dari Air Force One dalam perjalanan ke Camp David.
Sebagai informasi, bola putih besar itu terlihat pada Sabtu (4/2) pagi waktu setempat di atas Carolina saat mendekati pantai Atlantik. Kemudian, sekitar pukul 14:39 EST (02:39 WIB), sebuah jet tempur F-22 menembakkan rudal ke balon yang berada sekitar 6 mil laut lepas pantai dekat Pantai Myrtle, Carolina Selatan.
Puing-puing itu jatuh ke air dari ketinggian 14 ribu meter dan menyebar dalam radius 11 kilometer. Kini operasi lanjutan tengah dilakukan oleh pemerintah AS, dan sebuah kapal tengah diluncurkan. (lom/wiw)
AS Klaim Balon Udara Pengintai Kiriman China
Balon udara yang sebelumnya diduga alat pengintai China kini diklaim Amerika Serikat memang benar untuk mengawasi situs strategis. (Chase Doak via REUTERS/Chase Doak)
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Llyod Austin mengatakan balon udara yang sudah ditembak jatuh merupakan alat pemerintah China untuk 'mengawasi situs-situs strategis di benua Amerika Serikat'.
Presiden AS Joe Biden dikatakan sudah memberi lampu hijau bagi Pentagon menembak jatuh balon itu pada Rabu. Austin mengatakan hal itu dilakukan 'segera setelah misi ini bisa diselesaikan tanpa risiko yang tidak semestinya bagi nyawa orang Amerika di bawah lintasan balon'.
Kementerian Pertahanan disebut membuat opsi menjatuhkan balon itu dengan aman di atas perairan teritorial AS, sambil mengamati cermat lintasan dan aktivitas intelijen.
"Tindakan yang disengaja dan sah hari ini menunjukkan bahwa Presiden Biden dan tim keamanan nasionalnya akan selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan rakyat Amerika sambil menanggapi secara efektif pelanggaran kedaulatan kita (oleh China) yang tidak dapat diterima," kata Austin.
Jet militer AS F-22 dari pangkalan udara di Virginia melumpuhkan balon itu pada Sabtu (4/2), 14.39 ET, menggunakan misil AIM-9X.
Tiga bandara di South Carolina dan North Carolina dihentikan sementara saat operasi itu dilakukan.
Klaim AS tentang fungsi balon itu bertentangan dengan pernyataan China sebelumnya yang menyebutnya sebagai alat penelitian, terutama meteorologi. (fea)
Balon Pengintai Kedua China Terbang di Amerika Latin
Balon udara milik China diketahui terbang di sekitar wilayah udara AS. (CNN)
Pentagon melaporkan melihat penampakan balon pengintai milik China kedua terbang di wilayah udara Amerika Latin.
"Kami mendapat laporan sebuah balon melintas di Amerika Latin. Kami memeriksa bahwa itu adalah balon pengintai milik China yang lain," kata Juru Bicara Pentagon, Pat Ryder seperti dikutip Guardian.
Ini adalah balon pengintai kedua milik China yang melintas di wilayah udara di dekat Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, sebuah balon pengintai China malah tampak melintas di wilayah udara AS yang menyulut amarah Negeri Paman Sam.
Presiden AS, Joe Biden sampai melarang para pejabat AS berkunjung ke China. Padahal, Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken telah dijadwalkan mengunjungi Negeri Tirai Bambu.
Pentagon sendiri tidak merinci lokasi spesifik balon kedua tersebut. Namun pejabat AS mengatakan kepada CNN, balon itu tampaknya tidak terbang mengarah ke AS.
Pada Jumat (3/2) waktu setempat, Blinken mengatakan telah berbicara dengan diplomat China, Wang Yi dan "menegaskan bahwa kehadiran balon pengintai di wilayah udara AS jelas melanggar kedaulatan AS dan hukum internasional".
Kendati demikian, Blinken mengatakan kepada Wang "Amerika Serikat tetap berkomitmen menjalin hubungan diplomatik dengan Cina dan merencanakan kunjungan jika kondisi telah memungkinkan".
Di sisi lain, Ryder mengatakan, balon di Amerika Latin tidak mengancam aktivitas militer negara atu kegiatan masyarakat di darat.
Itulah sebabnya pihak militer memutuskan untuk tidak menembak jatuh balon tersebut.
"Adalah rekomendasi kuat dari para pejabat terkait untuk tidak mengambil tindakan kinetik karena risiko keselamatan dan keamanan orang-orang di lapangan dari kemungkinan kejatuhan puing-puing," kata pejabat itu, mengutip CNN.
Sementara itu, pihak China mengklaim balon pengintai pertama terbang di atas wilayah udara AS karena "force majeure".
Kementerian Luar Negeri China mengklaim balon udara itu terbang keluar jalur yang seharusnya. Benda itu dikatakan memiliki kemampuan kemudi yang terbatas sehingga mampu menyimpang jauh dari jalur yang direncanakan karena hembusan angin.
"Pemerintah China menyesalkan masuknya balon udara yang tidak disengaja ke wilayah udara AS karena force majeure," kata juru bicara Kemlu China dalam pernyataannya.
🎈 Presiden AS Joe Biden mengatakan memerintahkan menembak jatuh balon mata-mata China, Pentagon melakukannya ketika objek itu berada di atas air. (REUTERS/RANDALL HILL)
Militer Amerika Serikat (AS) telah menembak objek diduga balon mata-mata China di atas Samudra Atlantik pada Sabtu (4/2).
Sebelum menembak balon, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengeluarkan perintah penutupan tiga bandara di area timur atas 'upaya keamanan nasional'.
Penerbangan kepergian dan kedatangan dihentikan sementara di tiga bandara di South Carolina dan North Carolina, yaitu Wilmington, Charleston dan Myrtle Beach.
"Untuk mendukung Kementerian Pertahanan dalam upaya keamanan nasional," kata FAA kepada AFP.
Sebelumnya Presiden AS Joe Biden ingin menembak jatuh balon tersebut tetapi Pentagon menyarankan tidak melakukannya karena penilaian potensi kerusakan dan keselamatan di daratan.
Setelah itu, Biden yang baru saja diwawancarai di New York mengatakan 'kami akan mengurusnya' saat ditanya wartawan tentang respons terbaru soal balon itu.
China sudah mengonfirmasi kepemilikan balon itu, yang dikatakan berfungsi untuk penelitian, terutama meteorologi.
Insiden balon ini telah membuat rencana kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke China batal. fea)
Perintah Langsung Joe Biden
Misi melumpuhkan balon mata-mata China yang berada di langit Amerika Serikat (AS) merupakan perintah langsung Presiden Joe Biden. Balon itu akhirnya ditembak jatuh saat berada di pesisir timur AS pada Sabtu (4/2).
"Pada Rabu saat saya diberi pengarahan tentang balon itu, saya memerintahkan Pentagon untuk menembak jatuh - pada Rabu - sesegera mungkin," kata Biden kepada para wartawan di Maryland, diberitakan CNN.com.
"Mereka memutuskan, tanpa berdampak pada siapapun di daratan, mereka memutuskan waktu terbaik melakukan itu ketika di atas air, dalam batas 12 mil. Mereka berhasil melumpuhkannya dan saya mau memuji penerbang kita yang melakukannya," ucap Biden.
Saat Biden ditanya apakah itu rekomendasi dari tim keamanan nasional, dia menjelaskan, "Saya memerintahkan ke mereka untuk menembak jatuh. Mereka mengatakan pada saya 'kita tunggu tempat aman melakukannya'.
Militer AS telah menembak jatuh balon itu saat berada di atas Samudra Atlantik. Sebelum misi berjalan Federal Aviation Administration (FAA) memerintahkan tiga bandara di sekitar lokasi menghentikan aktivitas sementara.
Penerbangan kepergian dan kedatangan dihentikan sementara di tiga bandara di South Carolina dan North Carolina, yaitu Wilmington, Charleston dan Myrtle Beach. Penerbangan kembali dibuka usai misi selesai.
Sejauh ini belum diketahui metode apa yang dilakukan militer AS untuk melumpuhkan balon itu.
Meski demikian berdasarkan keterangan saksi mata dan video yang beredar di media sosial, terlihat ada beberapa pesawat terbang di sekelilingnya selama 20-30 menit.
Kemudian terlihat ada penampakan seperti misil dari salah satu pesawat yang menyerang balon. Tidak dilaporkan terjadi ledakan. (fea)
⚓ Kapal Cepat Rudal 60M Ke-5
KRI Kapak 625, Kapal Cepat Rudal ke-5 (PAL) ⚓
Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-5 karya PT PAL Indonesia sukses melaksanakan rangkaian Live Firing Test pada tanggal 24 – 27 Januari 2023.
Kapal yang nantinya akan dinamakan KRI Kapak - 625 tersebut melaksanakan Live Firing Test di Laut Utara Surabaya. Tes tersebut dilakukan melalui beberapa rangkaian.
Rangkaian tes diawali dengan uji kekuatan pondasi demi memastikan tidak ada kerusakan akibat operasional kerja dari struktur pondasi senjata dan geladak kapal.
Tes dilanjutkan dengan uji tembak sasaran udara dan uji penembakan menggunakan sasaran permukaan.
Keberhasilan pengujian ini menunjukkan dengan nyata bahwa PT PAL Indonesia mampu mempertahankan kualitas produk secara berkelanjutan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan Alutsista Matra Laut bagi TNI AL.
Berikut video dari Youtube :