Sabtu, 09 November 2024

[Teror] Israel Serang Pasukan UNIFIL

 💥 Lukai 6 Tentara Malaysia(Straits Times)

Sebanyak enam tentara pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) dari Malaysia terluka, akibat serangan drone di dekat Stadion Saida, Lebanon, Kamis (7/11).

Angkatan Bersenjata Malaysia (MAF) menyatakan sebuah ledakan terjadi pada pukul 13.54 waktu Lebanon di dekat Stadion Saida, imbas serangan drone yang menargetkan kendaraan sipil.

Serangan itu menewaskan tiga warga sipil di dalam kendaraan tersebut dan melukai enam prajurit Malaysia Battalion 850-12 (MALBATT 850-12) yang ada di bus dekat kendaraan yang diserang.

"Anggota lain dari MALBATT 850-11 juga mengalami luka ringan," demikian pernyataan militer Malaysia, seperti dikutip BERNAMA. Kenapa Israel menyerang pasukan UNIFIL?

Sejauh ini, pasukan militer Israel belum memberikan penjelasan apa pun mengenai serangan yang melukai personel UNIFIL dari Malaysia tersebut.

Serangan seperti ini bukan kali pertama dilakukan Israel. Sebelumnya, militer Israel juga menyerang pos hingga markas UNIFIL yang melukai tentara-tentara dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia dan Sri Lanka.

Israel berdalih serangan itu dilakukan setelah mendeteksi ancaman Hizbullah di dekat pos UNIFIL. IDF lalu mengaku tidak sengaja melukai pasukan perdamaian dalam serangan itu.

"Para prajurit beroperasi di Lebanon selatan mengidentifikasi sebuah ancaman mendesak terhadap mereka. Para prajurit merespons dengan menembak ke arah ancaman itu," ujar IDF, seperti diberitakan The Times of Israel, Sabtu (12/10).

Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan peringatan keras kepada Israel pada Oktober untuk tidak menyerang pasukan UNIFIL serta kantor-kantor PBB.

Israel beberapa waktu lalu mendesak UNIFIL untuk mundur dari Blue Line sejauh lima kilometer dengan alasan milisi Hizbullah beroperasi di sekitar markas pasukan penjaga perdamaian.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 13 Oktober lalu juga mengatakan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menarik pasukan UNIFIL.

Kendati telah diperintahkan demikian, UNIFIL menegaskan akan tetap berada di posisi mereka dan menjaga perbatasan Lebanon-Israel. (blq/dna)

  👹 CNN  

TNI AL dan Angkatan Laut Rusia Rampungkan Fase Laut Latma Orruda 2024

⚓️ Di Laut Jawa Tiga kapal perang Rusia RFS Rezkiy (343), RFS Gromky (335), RFS Aldar Tsydenzhapov (339) dan KRI I Gusti Ngurah Rai (343) membentuk formasi pada Fase Laut Latma Orruda 2024 di perairan Jawa Timur, Kamis (7/11/2024). Pelaksanaan Fase Laut Latihan Bersama Orruda 2024 tersebut mencakup operasi interdiksi maritim, manuver taktis dan formasi, hingga latihan perpindahan personel dari kapal guna memperkuat kerja sama strategis dan meningkatkan kemampuan operasional Angkatan Laut Indonesia dan Rusia. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/Spt.)

TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Rusia merampungkan latihan fase laut (sea phase) yang merupakan tahapan puncak Latihan Bersama (Latma) Orruda 2024 di Laut Jawa, dekat dari Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

Latma Orruda 2024 merupakan latihan bersama pertama yang diikuti oleh TNI AL dan Angkatan Laut Rusia di Surabaya pada 4–8 November 2024.

“Latihan fase laut Latma Orruda 2024 telah selesai dilaksanakan oleh TNI AL dan Angkatan Laut Rusia. Latihan ditutup di tengah laut, dan kapal-kapal Angkatan Laut Rusia yang mengikuti latihan langsung melanjutkan pelayaran menuju markasnya,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada II TNI AL Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Dalam Latma Orruda 2024, TNI AL mengerahkan satu fregat KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan satu korvet KRI Frans Kaisiepo-368, serta satu helikopter antikapal selam dari Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) AS565 MBe Panther.

Sementara itu, Angkatan Laut Rusia mengerahkan dua korvetnya, RFS Gromky dan RFS Aldar Tsydenzhapov, kemudian satu fregat RFS Rezkiy, dan satu kapal medium tanker RFS Pechenga.

Kapal-kapal perang dari dua negara itu selama dua hari mengikuti rangkaian latihan fase laut untuk operasi keamanan laut (maritime security), yang pada hari pertama mencakup manuver taktis, latihan komunikasi menggunakan isyarat bendera (flaghoist), latihan embarkasi (boardex), kemudian penembakan senjata ringan kapal di laut (safas), pertukaran personel antarkapal perang RI dan Rusia, latihan komunikasi sandi morse menggunakan isyarat cahaya (flashex).

Kemudian pada hari kedua, kapal-kapal perang Rusia dan Indonesia melanjutkan latihan evakuasi korban dari geladak kapal ke helikopter (vertical replenishment), formasi kapal untuk foto udara (photoex), dan penutupan sesi latihan yang ditandai dengan prosesi perpisahan (farewell dan salute).

Kapal-kapal perang Rusia yang berasal dari Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia kemudian melanjutkan pelayaran ke markasnya, melewati Thailand. Sementara itu, kapal-kapal perang Indonesia kembali ke markasnya di Komando Armada II, Surabaya.

Dalam rangkaian Latma Orruda, Angkatan Laut Rusia juga mengirimkan kapal selam B-588 Ufa dan kapal tunda penyelamat (tug salvage) Alatau ke Surabaya. Dua kapal itu sandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, sejak Kamis (7/11), dalam rangka kunjungan persahabatan (port visit).

Di Surabaya, Komandan Kapal Selam Angkatan Laut Rusia (RNS) Ufa Captain 2nd Rank Andrey Barkov berkunjung ke Markas Komando Koarmada II dan bertemu dengan Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II Kolonel Laut (P) Yulius Azz Zaenal di Gedung Bramastra Satsel Koarmada II, Surabaya, Jumat.

Dansatsel Koarmada II menyampaikan harapannya kunjungan kapal selam Rusia ke Surabaya dapat semakin mempererat komunikasi dan kerja sama dua negara.

Delegasi Rusia, sebelum bertemu Dansatsel Koarmada II, juga berkunjung ke Monumen Nanggala untuk memberikan penghormatan kepada prajurit-prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur saat bertugas.

“Kehadiran mereka menjadi simbol penghargaan dan solidaritas yang mendalam dari Angkatan Laut Rusia kepada TNI AL, serta memperkokoh persahabatan kedua angkatan laut,” kata Kadispen Koamada II.

 ⚓️ 
antara  

Jumat, 08 November 2024

PT Pindad Bangun Ekosistem Industri Otomotif Nasional

 Dari Desain Hingga Produksi Massal 
Sesuai arahan Presiden Prabowo, PT Pindad berkomitmen membangun dan mendukung ekosistem industri otomotif dalam negeri melalui produk kendaraan buatannya. Dengan portofolio produsen berbagai kendaraan fungsi khusus pertahanan mulai dari ranpur Anoa 6x6, ranpur Badak 6x6, rantis Komodo 4x4, hingga kendaraan beroda rantai Medium Tank Harimau, PT Pindad juga telah menghasilkan kendaraan operasional (ranops) MV3 Maung yang sudah digunakan oleh TNI dan Polri.

Platform MV3 terus dikembangkan dengan desain khusus kendaraan taktis Maung hingga Garuda Limousine yang saat ini telah digunakan oleh Presiden Prabowo serta seri berikutnya MV3 Garuda untuk mendukung operasional Menteri, pejabat negara, hingga kebutuhan kendaraan sipil untuk Masyarakat Indonesia.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengapresiasi komitmen kuat Presiden ke-8 RI yang secara konsisten sejak beliau menjabat Menteri Pertahanan mendukung berkembangnya industri pertahanan dalam negeri, khususnya industri otomotif nasional.

“Kendaraan Maung tidak terlepas dari peran dan dukungan Presiden ke-8 RI, Bapak Prabowo Subianto. Sejak menjabat sebagai Menhan RI, beliau selalu menyampaikan ide inovasi kendaraan taktis dan kendaraan operasional. Komunikasi aktif Bapak Prabowo dengan PT Pindad selama ini telah menghasilkan Maung MV1 yang terus dikembangkan hingga generasi ketiga. Hal ini berbuah kesuksesan bahkan sampai digunakan menjadi kendaraan kepresidenan, yaitu MV3 Garuda Limousine. Ini tentu mendapat respons positif dari masyarakat. Berikutnya sesuai arahan Bapak Presiden RI, kami sedang mempersiapkan MV3 Garuda untuk kendaraan dinas atau operasional para Menteri beserta jajaran. Semuanya masih dalam proses koordinasi secara aktif dengan pemerintah, mohon doa restu dan dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat agar semua berjalan lancar,” ujar Abraham Mose.

Sementara itu, Direktur Teknologi & Pengembangan PT Pindad, Sigit P. Santosa menyampaikan tahapan panjang yang dilalui dalam pengembangan MV3 (Maung Vehicle Generasi 3).

“Belum ada pabrikan di Indonesia yang melakukan full cycle vehicle development di dalam negeri, yaitu pengembangan yang dimulai dari tahapan desain, pengembangan produk, validasi, sertifikasi, dan produksi massal. Maka dari itu, PT Pindad harus hadir untuk membangun ekosistem yang lengkap untuk mendukung pengembangan dan produksi industri otomotif nasional,” ujar Sigit P. Santosa.


(Pindad)

“Tim rekayasa Pindad menjabarkan desain konsep kendaraan Maung dengan konten kearifan lokal dalam bentuk design & development, requirement, manufacturing & assembly, serta tahapan uji dan evaluasinya. Pengembangan kemampuan rekayasa dan produksi massal tidak hanya dibangun di PT Pindad, tetapi juga di ekosistem supplier yang jumlahnya ratusan dan tersebar di seluruh Indonesia. Kami mendukung optimalisasi ekosistem industri otomotif dalam negeri sehingga memprioritaskan komponen lokal. Untuk komponen yang belum tersedia dari dalam negeri seperti mesin, transmisi dan lain-lain, kami bekerja sama dengan mitra strategis global, yang dalam dunia industri otomotif merupakan hal yang biasa. Tentunya semua berproses dan kita bangun industri otomotif nasional kita tahap demi tahap,” lanjut Sigit P. Santosa.

Proses produksi dimulai dengan menyusun spesifikasi teknis dan kebutuhan pengguna yang dituangkan dalam System Requirement Specification (SRS) serta Test & Evaluation Master Plan.

Selanjutnya tim engineering PT Pindad mengembangkan desain mulai dari konseptual sketching hingga engineering design, mencakup penyesuaian performa, desain eksterior, desain interior, penentuan material interior dan eksterior serta berbagai detail komponen yang sesuai dengan dimensi dan regulasi kendaraan.

Tahap produksi berikutnya adalah Manufacturing & Assembly yang memvalidasi hasil desain. Proses Manufacturing diawali dengan proses pembuatan dies menjadi cetakan komponen utama seperti body side, pintu, kap mesin, fender, dan bagian inner body, termasuk juga komponen pelengkap seperti bracket, bumper, dan komponen interior. Komponen tersebut dihubungkan dalam proses body welding, kemudian dilanjutkan proses painting, dan final assembly di area trimming. Setelah perakitan akhir, kendaraan menjalani proses Quality Control, uji fungsi, serta sertifikasi untuk memastikan performa optimal sesuai dengan kriteria pengguna.

Platform MV3 sendiri saat ini telah digunakan untuk berbagai kendaraan operasional dengan varian seperti Tangguh, Jelajah, dan Komando serta pengembangan lainnya dari basis kendaraan ini yakni MV3 Garuda Limousine untuk kendaraan operasional kepresidenan RI 1 dan RI 2.

Maung varian Tangguh juga dapat menyesuaikan kebutuhan untuk berbagai acara kenegaraan, salah satunya Popemobile untuk kendaraan operasional Paus Fransiskus saat kunjungan apostolik ke Indonesia, Kendaraan Inspektur Upacara (Irup) yang digunakan Presiden RI, Panglima TNI, Kapolri dalam berbagai kegiatan kenegaraan, serta dikembangkan menjadi kendaraan Mobile Jammer Anti Drone.
   
 Berikut video dari Pindad official : 


  🎥 Youtube 

Pengamat Militer Soal MV3 Garuda

 ♘ Langkah Penting Menuju Kemandirian Inhan Indonesia MV3 Garuda Limousine kendaraan resmi Presiden Prabowo produksi Pindad ((IDM/Faisal Ramadhan)

Sejak menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto berkomitmen untuk meningkatkan industri pertahanan dalam negeri. Sejalan dengan tekad tersebut, Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Presiden RI melakukan langkah konkret di awal masa jabatannya.

Salah satunya adalah instruksi Prabowo soal para menterinya menggunakan kendaraan dinas buatan Pindad. Prabowo sendiri telah mencontohkan dengan memakai Maung Garuda sebagai kendaraan kenegaraan presiden.

Pengamat militer Khairul Fahmi menilai, Maung Garuda yang memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga 70 persen menunjukkan bahwa sebagian besar komponennya telah dibuat di dalam negeri.

“Standar ini cukup signifikan mengingat industri pertahanan di banyak negara besar sekalipun, termasuk Amerika Serikat masih menghadapi tantangan dalam mencapai kemandirian penuh pada komponen militer,” kata Fahmi di Jakarta, Kamis (7/11).

Sebagai perbandingan, lanjut Fahmi, kebijakan “Buy American” di Amerika Serikat menargetkan peningkatan TKDN produk pertahanan hingga 75% pada 2029. Program ini bertujuan mendorong pemerintah untuk lebih banyak membeli produk lokal demi menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sektor industri dalam negeri.

Namun, bahkan negara dengan industri pertahanan yang maju seperti AS masih harus mengimpor komponen penting, seperti semikonduktor atau material khusus yang sulit diproduksi secara lokal.

Prabowo memerintahkan menterinya menggunakan kendaraan dinas MV3 Pindad (antara)
“Program ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat kandungan dalam negeri tinggi sering menjadi tujuan, pencapaian ini memerlukan waktu dan pengembangan bertahap pada rantai pasokan,” terang Fahmi.

Dalam konteks Maung Garuda, TKDN sebesar 70% menjadi langkah penting menuju kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

“Artinya, kita memiliki potensi untuk menghasilkan kendaraan taktis dengan lebih sedikit ketergantungan pada impor,” papa Fahmi.

Sebagai gambaran, kendaraan Maung Garuda diproduksi oleh PT Pindad dengan pendekatan assembling (perakitan) dan karoseri untuk mencapai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sekitar 70%. TKDN ini tergolong tinggi untuk konteks industri pertahanan, mengingat sebagian besar negara produsen alat pertahanan pun memiliki komponen impor yang signifikan.

“TKDN ini menunjukkan bahwa industri pertahanan kita sudah mampu berkontribusi pada kemandirian ekonomi dan teknologi meski masih membutuhkan kolaborasi dengan mitra global untuk beberapa komponen strategis,” ucap Fahmi.

Sementara pada sisi produksi, PT Pindad memfokuskan proses assembling dan karoseri untuk Maung Garuda. Dalam proses ini, komponen-komponen utama yang lebih kompleks seperti mesin dan sasis dirakit dengan komponen lokal dan impor, di mana perakitan tersebut juga mencakup adaptasi kendaraan sipil dari basis militer aslinya.

“Proses ini tidak hanya bertujuan memenuhi standar kualitas pertahanan, tetapi juga memenuhi kebutuhan kendaraan sipil yang memiliki daya tahan lebih tinggi, terutama bagi pejabat pemerintahan,” tutup Fahmi. (nhn)

  ♘ IDM  

Kamis, 07 November 2024

Marinir TNI AL Latihan Operasi Pendaratan di Pulau Bathrust Australia

 Latgabma Keris Woomera 2024 
https://scontent-sin6-3.xx.fbcdn.net/v/t39.30808-6/465912235_122195594648211399_1968971090697217312_n.jpg?_nc_cat=106&ccb=1-7&_nc_sid=127cfc&_nc_eui2=AeGXAyrLwwtNrHWa-0kCmmiRZ52qq_5oUJFnnaqr_mhQkVqnKHBWvnqOmxT3q1ifIY4&_nc_ohc=-QakZd1K90MQ7kNvgHgpux0&_nc_zt=23&_nc_ht=scontent-sin6-3.xx&_nc_gid=AaYwftyeDMj72XBgrYkCk8P&oh=00_AYCRX9hBbuzvr9gvD3kl34-lisevKjTRL76dNvBNIP5XPA&oe=673299DCPrajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut latihan operasi pendaratan amfibi di Pulau Bathrust, Darwin, Australia, Selasa (5/11/2024) dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024 pada 1–17 November 2024 di Darwin, Australia, dan Jawa Timur, Indonesia. (HO-Pusat Penerangan TNI)

S
ebanyak 25 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut mengikuti latihan operasi pendaratan amfibi bersama pasukan dari Angkatan Darat Australia di Pulau Bathrust Australia dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024.

Pusat Penerangan (Puspen) TNI dalam siaran resminya yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, menjelaskan latihan operasi pendaratan amfibi yang berlangsung Selasa (5/11) merupakan bagian dari latihan integrasi Latgabma Keris Woomera yang digelar oleh TNI dan Angkatan Bersenjata Australia pada 1–17 November 2024.

Komandan Kompi (Danki) Batalyon Infanteri 3 Marinir Kapten Marinir Adam Keulana, yang memimpin pasukan dari Indonesia dalam latihan itu, menjelaskan latihan itu menjadi ajang menguji kemampuan prajurit Korps Marinir TNI AL dan prajurit Angkatan Darat Australia tepatnya dari 1st Combat Ground Infantry Battalion yang bermarkas di Townsville, New South Wales.

“Dalam latihan ini, kami berlatih dan saling berbagi pengetahuan serta pengalaman terkait teknik dan prosedur dalam Operasi Pendaratan Amfibi,” kata Kapten Marinir Adam sebagaimana dikutip dari siaran resmi Puspen TNI.

Dia melanjutkan latihan operasi pendaratan amfibi di Pulau Bathrust diawali dengan debarkasi pasukan pendarat menggunakan perahu karet dari kapal perang Australia HMAS Adelaide, yang lego jangkar di perairan Australia. Kemudian, pasukan pendarat, yang di antaranya prajurit Korps Marinir TNI AL, berhasil mendarat di pesisir dan melaksanakan serbuan amfibi.

Pasukan Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL, yang tergabung sebagai peserta latihan, juga berlatih mengintai (reconnaissance) daerah musuh dan gerak-gerik musuh dalam latihan operasi pendaratan amfibi itu.

Di lokasi berbeda, prajurit Korps Marinir TNI AL lainnya mengikuti latihan simulasi pertempuran kota jarak dekat (Bluebolt Urban Operation) di Markas 1st Brigade Royal Australian Regiment, Robertson Barrack, Darwin, Australia.

Komandan kontingen TNI yang mengikuti latihan itu, Letkol (Mar) Empri Airudin, menjelaskan pasukan dari dua negara berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai taktik tempur dalam pertempuran kota.

“Tujuan dari latihan ini adalah untuk saling berbagi ilmu taktik serta melatih kemampuan pertempuran jarak dekat serta menghancurkan musuh dan menguasai medan perang perkotaan,” kata Letkol Empri.

https://scontent-sin6-3.xx.fbcdn.net/v/t39.30808-6/465790574_122195594594211399_5369461368406049031_n.jpg?_nc_cat=110&ccb=1-7&_nc_sid=127cfc&_nc_eui2=AeGCe12AtkpeGEOGnkyK-mXdu-DQHrE5gOe74NAesTmA53EW_SFSo11uXJTkfWsnTt0&_nc_ohc=nGatN6dTZiUQ7kNvgH9BCNB&_nc_zt=23&_nc_ht=scontent-sin6-3.xx&_nc_gid=A_A_qjxfKIwZCtGfVfco7Rw&oh=00_AYB8NE8sZEDAqjZ85StmZPTxGPx-PY1MWzHwXLPNCA31-w&oe=6732A6C0Latgabma Keris Woomera, yang melibatkan pasukan dari tiga matra TNI dan Angkatan Bersenjata Australia, dibuka di geladak kapal HMAS Adelaide, Darwin, Australia, pada Minggu (3/11). Latihan itu berlangsung di beberapa lokasi yang berada di Australia dan Indonesia. Dalam pekan pertama, tahapan latihan berlangsung di Pulau Melville, Pulau Bathrust, dan markas Angkatan Bersenjata Australia di Darwin.

Kemudian, tahapan puncak, dijadwalkan berlangsung di perairan Jawa Timur dan Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur pada 13–16 November 2024. Di Pantai Banongan, pasukan dari dua negara kembali latihan operasi pendaratan amfibi dengan melibatkan di antaranya pasukan infanteri, tank, artileri, jet tempur, dan helikopter serbu dari tiga matra TNI dan Angkatan Bersenjata Australia (ADF).

Beberapa simulasi operasi yang menjadi materi latihan Latgabma Keris Woomera mencakup latihan operasi pendaratan amfibi, latihan simulasi pertempuran kota, latihan operasi unit kesehatan di laut (MOHU), simulasi evakuasi dan distribusi bantuan bencana, dan latihan gabungan penembakan munisi tajam terintegrasi.

Komandan Indo Pasifik Endevour (IPE) 2024 Commodore Michael Harris, saat membacakan sambutan komandan Komando Operasi Gabungan Australia dalam acara pembukaan, menyebut Latgabma Keris Woomera 2024 merupakan kesempatan bagi TNI dan ADF menguji kemampuan tempur gabungan di laut, darat, dan udara dengan menggunakan skenario pertempuran yang kompleks.

"Dengan berlatih bersama, pasukan kita akan membangun taktik, teknik, dan prosedur bersama untuk meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan dalam menghadapi tantangan keamanan bersama di kawasan,” kata Commodore Harris.

Dalam rangkaian Indo-Pacific Endeavor (IPE) 2024, militer Australia berkeliling ke 14 negara untuk berlatih bersama baik dalam skenario pertempuran ataupun untuk penanggulangan bencana, juga untuk mempererat hubungan antarpersonel dan meningkatkan kapasitas prajurit masing-masing negara. Sebanyak 14 negara yang menjadi tujuan IPE Australia tahun ini, yaitu Bangladesh, Brunei Darussalam, Kamboja, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Maladewa, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Dalam rangkaian itu, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang menggelar latihan gabungan bersama dengan Angkatan Bersenjata Australia.

  ★ antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...