6 Orang Tewas
Pihak otoritas Turki memeriksa puing-puing helikopter S-70 Sikorsky milik militer Turki. (© AFP 2016/ STR) ★
Sebuah helikopter militer Turki yang membawa 15 orang penumpang jatuh. Sejauh ini ada 6 orang yang dilaporkan tewas, termasuk perwira senior, dalam peristiwa tersebut.
Dilansir Reuters, Rabu (6/7/2016) helikopter S-70 Sikorsky ini jatuh di distrik Alucra, Giresun, sebelah timur laut Turki wilayah Laut Hitam pada Selasa (5/6) sekitar pukul 05.30 waktu setempat.
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, kecelakaan ini diduga disebabkan oleh cuaca buruk. Sumber-sumber di militer mengatakan, ada 15 orang di dalam helikopter nahas tersebut yang terdiri dari 8 0rang personel militer dan sisanya keluarga mereka.
"Ada korban meninggal dan ada yang cedera," kata Yildirim. Dia menambahkan jumlah korban tewas bisa saja bertambah.
Belum jelas siapa-siapa saja yang menjadi korban. Jelasnya di dalam helikopter ini ada seorang brigadir jenderal, kolonel dan mayor. Pihak militer Turki akan membuat pernyataan resmi jika sudah ada data rinci.
Kantor Berita Dogan menyebut, orang-orang di helikopter nahas ini tengah dalam perjalanan menemui para personel militer dan keluarganya untuk merayakan malam takbiran jelang Idul Fitri.
Foto yang disiarkan CNN TURK memperlihatkan warga di sekitar lokasi kejadian tengah berusaha mendekati lokasi jatuhnya helikopter. Tim penyelamat dan ambulans telah dikirim ke lokasi.
Sejumlah media melaporkan Wakil Perdana Menteri Turki Nurettin Canikli juga tengah menuju lokasi kejadian.
(hri/ndr)
4 kapal patroli baru ★
Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman mengatakan, empat Kapal Angkatan Laut (KAL) Jenis Kapal Patroli siap memperkuat Jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim).
"Kapal-kapal itu buatan anak bangsa Indonesia. Kedatangan keempat KAL itu disambut Pangarmatim Laksda TNI Darwanto di dermaga F Koarmatim, Ujung, Surabaya, Selasa (5/7)," katanya di Surabaya, Rabu (6/7/2016).
Ia menjelaskan, keempat KAL tersebut terdiri dari KAL Bawean dengan nomor lambung I-2, KAL Wayag 1-14-10, KAL Tidore 1-14-11, dan KAL Kelambau 1-13-49. Kedatangan Kapal-Kapal ini merupakan bagian dari rencana strategis (renstra) TNI Angkatan Laut dalam upaya mewujudkan kekuatan Pokok Minimum TNI Angkatan Laut Tahun 2010 sampai dengan 2024.
"Kedatangan KAL ditandai dengan laporan kedatangan oleh Komandan KAL Bawean yaitu Kapten Laut (P) Eska Yosef Wiratama kepada Pangarmatim," ungkapnya.
Ia menambahkan pada kesempatan itu, Pangarmatim langsung meninjau ke empat KAL itu. Dalam Admiral Inspection, Pangarmatim yang didampingi oleh Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI Mintoro Yulianto, meninjau langsung fisik kapal, fasilitas, dan berbagai kemampuan yang dimilikinya.
"Saat onboard di KAL Bawean, Pangarmatim menyampaikan pengarahan kepada para Komandan Kapal beserta Anak Buah Kapal (ABK), agar selalu menjaga kesiapsiagaan saat melaksanakan tugas sebagai salah satu unsur Koarmatim, dengan mengutamakan keselamatan personel maupun meteriil," katanya.
Selain itu, Pangarmatim berpesan untuk selalu merawat kapal dengan baik, menjaga kekompakan antar-ABK, serta menjaga kebersihan kapal, dan menghindari penyebab terjadinya kebakaran atau kerusakan yang lain.
"Pada akhir pengarahan, Pangarmatim beserta staf mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri 1437 H/2016, sekaligus memohon Maaf Lahir dan Batin kepada prajurit Koarmatim," ujarnya.
Ia menjelaskan, KAL Bawean I-2 merupakan jenis PC-P (PC 32) memiliki panjang max kapal 36,8 meter dan lebar max kapal 6,5 meter dengan Komandan Kapal yaitu Kapten Laut (P) Eska Yosef Wiratama.
"Kapal ini di buat pada tahun 2015 dan resmi bergabung dengan TNI AL pada 16 Juni 2016," bebernya.
Adapun ketiga kapal lainnya yaitu, KAL Wayag 1-14-10, KAL Kelambau 1-13-49 dan KAL Tidore 1-14-11 merupakan jenis Kapal Patroli Cepat type 28 yang dibuat oleh PT. Karimun Anugerah sejati.
"KAL Bawean dipercaya bergabung dan memperkuat jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmatim, sedangkan KAL Wayag 1-14-10 dipercaya bergabung untuk memperkuat Lantamal XIV, Sorong dengan Komandan Kapal Kapten Laut (P) Eko Hadi Suwarno," paparnya.
Sementara itu, KAL Kelambau 1-13-49 akan memperkuat jajaran Unsur Lanal Kota Baru di bawah pimpinan Komandan Kapal Kapten Laut (P) Mauludin.
"Sedangkan KAL Tidore 1-14-11 dipercaya bergabung memperkuat Lanal Ternate dengan Komandan Kapal Kapten Laut (P) Habiby Achmad," tutupnya. [tar]
Dimulai Bulan Ini
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. (SINDOphoto) ★
Patroli bersama di wilayah perairan Filipina oleh Indonesia, Filipina dan Malaysia bakal dimulai bulan Juli ini. Adapun, patroli bersama itu telah disepakati oleh ketiga negara tersebut pada Kamis 5 Mei 2016 lalu.
"Mudah-mudahan bulan ini sudah dimulai yah," ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/7/2016).
Namun, Ryamizard tak menyebutkan detail kapan patroli bersama itu mulai dilaksanakan. Mantan kepala staf TNI Angkatan Darat ini berpendapat, sebelum patroli bersama dilaksanakan, perlu latihan terlebih dahulu.
"Harus latihan. Kalau enggak latihan babak belur. Ada prosedurnya, harus apa yang dilakukan, kalau ketemu apa harus bagaimana," imbuhnya.
Diketahui, maraknya aksi pembajakan dan penculikan di Laut Sulu membuat Indonesia, Filipina dan Malaysia sepakat unuk meningkatkan kerja sama keamanan. Kerja sama itu dianggap perlu untuk meredam aksi kejahatan di perairan tersebut.
Kesepakatan patroli bersama itu tercapai dalam pertemuan antara Menhan Ryamizard Ryacudu, Menhan Filipina Voltaire Gazmin dan Menhan Malaysia Hishammuddin Hussein. (kri)
Tiongkok Lontarkan Protes
Jet tempur F-15 milik pasukan bela diri Jepang (Reuters) ★
Jepang mengerahkan dua jet tempur mereka untuk menghadang dua jet tempur milik Tiongkok, di Laut China Timur. Hal itu mengundang protes dari Tiongkok terhadap Jepang.
Menurut Kementerian Pertahanan Tiongkok, pesawat milik Jepang dianggap melakukan tindakan provokatif pada 17 Juni lalu. Pihak Tiongkok mengatakan, kedua jet tempur tengah melakukan patroli.
"Jet tempur Jepang melakukan tindakan provokatif yang menyebabkan kecelakaan di udara. Kondisi itu membahayakan keselamatan personel dari kedua belah pihak dan merusak perdamaian serta stabilitas kawasan," tegas Kementerian Pertahanan Tiongkok, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa (5/7/2016).
"Pihak Jepang menggunakan radal kendali tembak untuk mengincar jet tempur kami," imbuh pihak Kemenhan Tiongkok.
Menanggapi dugaan provokasi dari Jepang itu, pihak Kemenhan Tiongkok mengatakan kedua jet tempur mereka pun mengambil tindakan tegas.
Pernyataan dari Tiongkok tersebut dikeluarkan setelah pihak petinggi militer Jepang justru menuduh Negeri Tirai Bambu lah yang memicu memicu aktivitas militer. Bahkan Negeri Sakura harus melakukan tindakan darurat hampir dua kali lipat selama tiga bulan terakhir.
Jepang dan Tiongkok saling berebut wilayah di Laut China Timur terhadap sebuah pulau. Pulau tersebut disebuat Jepang sebagai Senkaku, sedangkan Tiongkok menyebutnya sebagai Diayou.
Selama ini Tiongkok juga mengklaim wilayah Laut China Selatan. Jepang mengkhawatirkan bahwa Tiongkok meningkatkan aktivitas di Laut China Timur karena Negeri Matahari Terbit memberikan dukungan kepada Filipina dan Vietnam, yang juga mengklaim Laut China Selatan. (FJR)
Ilustrasi
Ledakan diduga bom terjadi di halaman Mapolresta Solo, Jawa Tengah, pagi ini. Belum ada informasi detail mengenai ledakan ini.
"Benar ada ledakan di situ. Tapi belum ada informasi detailnya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (5/7/2016).
Belum diketahui ada tidaknya korban dalam kejadian ini. Irjen Boy mengaku masih melakukan kontak dengan kepolisian setempat. (fdn/bar)