Lebih Maksimalkan Keberadaan Industri Pertahanan
Medium Tank Harimau [Pindad] ★
Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, saat ini alutsista yang dimiliki tiga matra TNI belum memenuhi kekuatan pokok minimum atau minimum essential force (MEF). Untuk itu, pemerintah berencana meningkatkan kualitas dan kuantitas alutsista di tiga matra dalam kurun satu periode pemerintahan ini.
“Apakah MEF itu sudah tercapai? Belum mencapai. Tetapi dalam lima tahun mendatang, sesuai anggaran, MEF kita akan tercapai,” ucap Sakti.
Untuk mencapai target yang ditentukan, ia menuturkan, tidak selalu dengan cara menambah anggaran pertahanan, tetapi dengan melakukan peninjauan terhadap industri pertahanan Tanah Air.
Sebagai contoh, PT Pindad (Persero) memiliki kapasitas produksi amunisi hingga 250 juta amunisi setiap tahun. Namun, dalam praktiknya, produksi yang dihasilkan Pindad tidak pernah mencapai kapasitas.
“Artinya dalam kacamata pertahanan, industri itu tidak dimanfaatkan,” ujarnya.
Setidaknya, ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi kurang maksimalnya industri pertahanan di dalam negeri. Mulai dari minimnya order dari pengguna produk pertahanan yaitu TNI; pemerintah yang belum memberikan kepercayaan kepada industri tersebut, hingga produk yang dihasilkan belum dipercaya.
“Jadi bukan semata-mata menambah anggaran, tetapi lebih dimaksimalkan keberadaan industri pertahanan kita,” ujarnya.
Menurut Sakti, Indonesia memiliki industri pertahanan yang cukup lengkap. Selain Pindad, ada pula PT PAL yang memproduksi kapal dan PT Dirgantara Indonesia yang memproduksi pesawat terbang.
Keberadaan industri ini harus dimaksimalkan serta diperkuat dengan mengubah paradigma dari industri yang berorientasi komersial ke industri pertahanan mandiri.
♞ Kompas
Laksanakan Combat Search and Rescue
Helikopter Super Puma TNI AU dan RSAF latihan CSAR bersama [TNI AU]
Helikopter NAS-332 Super Puma milik TNI Angkatan Udara terbang bersamaan dengan dua helikopter milik Angkatan Udara Singapura bergerak meninggalkan shelter Charlie Baseops Lanud Roesmin Nurjadin menuju landasan pacu, Senin (25/11/2019).
Ketiga helikopter ini dikerahkan dalam misi Combat Search and Rescue (CSAR). Tugasnya adalah mencari dan menyelamatkan seorang pilot tempur yang eject atau melompat menggunakan kursi pelontar pesawat tempur yang diawakinya karena tertembak musuh. Pilot tersebut mendarat di salah satu lokasi yang ditakutkan merupakan daerah kekuasaan musuh.
Setelah dipastikan titik koordinatnya, pasukan pun dikerahkan ke sana untuk melakukan upaya penyelamatan. Tiga helikopter yang dikerahkan, punya peran masing-masing, ada yang sebagai tim pengamanan, tim penolong, dan tim escort (pengawal).
Untuk diketahui, misi ini dilakukan dalam rangka latihan bersama dengan sandi “Manyar Indopura” ke-XVII tahun 2019 yang melibatkan Angkatan Udara kedua negara.
Ketiga helikopter yang membawa tim dengan tugas berbeda ini, bergerak ke daerah operasi di daerah Siabu, Kabupaten Rohul, Provinsi Riau.
Proses evakuasi terhadap korban diperkirakan sekitar 10 menit. Sementara perjalanan pulang dan pergi, memakan waktu 1,5 jam. Sesuai estimasi waktu, tiga helikopter ini pun kembali ke Lanud Roesmin Nurjadin.
Setibanya di darat, tim medis yang telah bersiap menyambut korban untuk kemudian dibawa ke rumah sakit dr. Sukirman dan mendapat perawatan.
Komandan Skadron 6, Letkol Pnb Risdiyanto, ST, M.I.K., yang juga memimpin operasi dalam latihan bersama Manyar Indopura menjelaskan, misi Combat SAR adalah rangkaian evakuasi medis terhadap personel yang punya nilai strategis, atau penting dalam pertempuran.
“Jadi disimulasikan bahwa kita mendapat perintah untuk melaksanakan evakuasi terhadap personel tersebut. Sehingga kita masuk dengan combain profile yang sudah kita latih sendiri, Sehingga kita harus masuk (ke lokasi) dengan cepat dan tepat. Kemudian kita evakuasi personel itu dibawa kembali ke daerah aman. Lalu dilanjutkan dengan tindakan selanjutnya, membawa personel itu ke rumah sakit,” ungkapnya.
Letkol Risdiyanto menuturkan, latihan kali ini berjalan dengan cukup baik, step by step latihan ini sudah kita simulasikan atau briefing-kan dari awal. Sehingga per tahapan yang dilakukan hari ini semua jelas. Siapa, dan apa tugas serta tanggung jawabnya, Baik itu personel ground (darat), pasukan, tim kesehatan, teknisi, maupun awak penerbang, maupun cabin crew evakuasi.
Selain misi Combat SAR, beberapa jenis latihan lainnya juga dilakukan, Seperti SAR Tempur, Medical Evakuasi, Cargo Drop, dan lain-lain.
Foto: Prabowo Subianto di Turki [Dok. Istimeway]
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan kerja di Turki. Di negara dua benua itu, Prabowo membahas kerja sama pertahanan dengan pejabat terkait hingga menengok industri kapal perang di Golcuk Naval Shipyard.
"Hari ini dari Istanbul, Pak Menhan menuju Ankara melakukan pembicaraan bilateral tentang kerja sama pertahanan dengan Menhan Turki," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).
Di hari sebelumnya, Dahnil menyebut Prabowo mengunjungi Golcuk Naval Shipyard, Kocaeli. Selain menengok kapal selam, Prabowo juga berbincang dengan angkatan laut Turki.
"Sebelumnya kemarin beliau melakukan pembicaraan dengan Angkatan Laut Turki dan berkunjung melihat industri perkapalan perang dan kapal selam Turki di Golcuk Naval Shipyard, Kocaeli," jelas Dahnil.
Dahnil menyebut kerja sama militer dengan Turki sangat strategis. Menurutnya, alutsista Turki telah berkembang pesat.
"Kerja sama militer dengan Turki sangat strategis mengingat industri alutsista Turki berkembang pesat khususnya terkait kapal perang dan kapal selam, ditambah lagi Turki memiliki sejarah militer yang panjang sebagai negara yang kuat secara militer sejak Ottoman Empire," tutur Dahnil.
(gbr/imk)
Seminar Litbang Pengembangan Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han-122B Tahap II-II
Prototipe MLRS Rhan 122B [Delima Jaya]
Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan menyelenggarakan seminar litbang pengembangan prototipe kendaraan peluncur roket R-Han 122B tahap II – II dengan tema “Melalui Penelitian dan Pengembangan Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B Tahap II – II TA. 2019, Kita Tingkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional Dalam Rangka Mewujudkan Kemandirian Alutsista TNI”, yang dilaksanakan di Rupatama Lantai V Gedung Ir. H. Djuanda Balitbang Kemhan, Jl. Jati No.1 Pondok Labu Jakarta Selatan.
Seminar dihadiri oleh Kabalitbang Kemhan Dr. Anne Kusmayati, sekaligus membuka kegiatan tersebut, Staf Ahli Bidang Politik Kemhan Laksda TNI Ir. A. Budiharja Raden, Ses Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, Kapuslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Marsma TNI Bambang Wijanarko, S.E., S.T., M.Si (Han), Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin, M.Si (Han), M.Sc., Kabid Matra Darat Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Kav R. Herdianto Nuringtyas, S.Sos., Kabagdatin Set Balitbang Kemhan Kolonel Inf Fatih El Amin, S.IP., M.Si., para pamen Itjen Kemhan, Ditpalad, Dislitbangad, Dislitbangal, Ditjen Kuathan Kemhan, Ops Marinir, Universitas Pertahanan, dan dari industri pertahanan PT. Dahana (Persero), PT. Delima Jaya Karoseri, PT. Smarta Aero Sishan, serta para pejabat di lingkungan Balitbang Kemhan.
Sebagai narasumber adalah Direktur PT. Smarta Aero Sishan Bpk. Rasyid Ridha, S.T., Engineering PT. Delima Jaya Karoseri Bpk. Hendri Prasetiyo, dan Peneliti Pertama Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan PNS Zainal Asiqin, S.T., serta moderator Analis Pertahanan Negara Madya Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Darmawan H.P., S.IP., M.Si.
Kabalitbang Kemhan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pengembangan prototipe kendaraan peluncur roket R-Han 122B ini, dibuat dalam rangka mendukung program pengembangan roket nasional. Pada tahun 2019 ini yang dikembangkan upgrade sistem senjata dengan penambahan tabung peluncur sebanyak 22 unit sehingga total menjadi 40 tabung launcher. Selain itu upgrade sistem otomatisasi dengan mengintegrasikan software balistik kalkulator sehingga terhubung dengan Programable Logic Control (PLC) sebagai pengontrol utama dengan feedback sensor. Mekanisme pengisian roket ke peluncur didesain sedemikian rupa supaya dicapai waktu operasi yang lebih singkat.
Lebih lanjut Kabalitbang menambahkan, program pengembangan prototipe kendaraan peluncur roket R-Han 122B tahap II tahun 2019 ini adalah kerjasama Balitbang Kemhan dengan PT. Dahana (Persero), PT. Delima Jaya dan PT. Smarta Aero Sishan serta PT. Mekar Teknik. Pada pengembangan prototipe kendaraan peluncur roket R-Han 122B tahap II ini juga terdapat perubahan lainnya yaitu perubahan desain mekanik meliputi moncong kabin, interior dan eksterior serta mekanik dan konstruksi. Diharapkan dengan pengembangan ini nantinya dapat menghasilkan kendaraan peluncur yang dapat berfungsi dengan baik dan stabil, sesuai spesifikasi yang diharapkan tanpa adanya kesalahan dan kerusakan baik saat endurance maupun penembakan.
Mengakhiri sambutannya, Kabalitbang Kemhan mengucapkan terima kasih dan penghargaan sedalam-dalamnya kepada narasumber, moderator dan undangan yang telah meluangkan waktunya. Beliau berharap dalam pelaksanaan seminar ini dapat memberi masukan dan saran untuk meningkatkan penguasaan teknologi yang nantinya dapat berfungsi sebagai alutsista TNI yang handal serta dalam rangka ikut mengurangi ketergantungan import produk alutsista dari luar negeri.
Bell 525 Relentless sebagai pesawat angkut VIP/VVIP [Bell]
TNI AU masih membutuhkan helikopter VVIP baru untuk menggantikan AS-332 Super Puma yang saat ini masih dioperasikan. Helikopter H225M bikinan Airbus Helicopter (Eurocopter) muncul sebagai kandidat kuat.
Namun belakangan, kandidat lain juga muncul, yakni datang dari pabrikan helikopter AS, Bell dengan seri 525-nya.
Saat ini, tim dari Bell disebut tengah melakukan penjajakan dengan pihak-pihak yang terkait di Indonesia, termasuk PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang selama ini merakit dan memproduksi komponen helikopter Bell di Indonesia.
"Ya betul, ini kan ada operational requirement dari TNI AU untuk pesawat (helikopter) VIP/VVIP, kita perlu yang semaksimal mungkin memenuhi itu," kata Gatot Mulia Pribadi, VP Business Development and Marketing PTDI.
"Opsinya kemarin ada H225M, kita juga menjajaki yang lainnya, salah satunya Bell 525 itu," kata Gatot dijumpai KompasTekno di Jakarta, Rabu (27/11/2019).
Dikatakan Gatot, penjajakan ini masih dalam tahap awal, sehingga tim dari Bell akan mempresentasikan apa saja kemampuan yang dimiliki oleh Bell 525 kepada para stakeholder.
"Kalau H225M itu kan sudah diketahui (kemampuannya), sudah dioperasikan TNI AU," kata Gatot.
TNI AU memang sudah mengoperasikan enam unit helikopter Eurocopter H225M.
Namun semuanya memiliki spesifikasi sebagai combat SAR, bukan angkut VVIP. Kemudian pada awal 2019 lalu, 8 H225M kembali dipesan. Namun perlu diketahui, keluarga H225 pernah mengalami kecelakaan fatal pada 2016 lalu di norwegia, yang membuat regulator meminta pabrikan mengubah desain gearbox.
David Sale, Managing Director Asia Pacific Bell pada kesempatan yang sama juga membenarkan bahwa Bell selalu mengincar segmen VVIP seperti kepala negara, di setiap negara yang menjadi pasarnya.
"Kami selalu mengincar kepala negara, baik itu di Indonesia, Filipina, atau Thailand, kami menawarkannya (Bell 525)," ujar Sale.
Menurut Sale, Bell 525 adalah helikopter unggulan untuk transport VIP, karena dilengkapi teknologi fly-by-wire, mampu terbang dengan kencang dan lincah, sehingga menjadikannya platform yang sesuai untuk VVIP.
Beberapa fitur Bell 525 yang ditawarkan Bell Helicopter adalah seperti kabin yang senyap, sehingga penumpang bisa berbicara tanpa harus menggunakan headphone, interior kabin yang bisa disesuaikan, pengaturan kursi tempat duduk, dan sebagainya.
"Semua yang biasa dijumpai di jet pribadi bisa dijumpai di sini (Bell 525)," kata Sale.