Sabtu, 04 April 2020

[Dunia] Kapal Perang Venezuela Tenggelam Setelah Tabrak Kapal Pesiar Jerman

  Kapal Patroli Venezuela [popularmechanics] ⚓️

Sebuah kapal perang Angkatan Laut Venezuela melepaskan tembakan ke arah kapal pesiar milik Jerman dan kemudian menabraknya. Ironisnya, kapal perang milik militer rezim sosialis yang tenggelam.

Kejadian itu berlangsung pada 30 Maret lalu di perairan Karibia, namun baru diungkap perusahaan kapal pesiar Jerman hari Rabu lalu.

Angkatan Laut Venezuela menuduh kapten kapal pesiar RCGS RESOLUTE melakukan aksi "terorisme dan pembajakan" dan berusaha untuk memaksa kapal pesiar itu mengubah jalur baru di laut lepas. Kapal pesiar Jerman dituduh melanggar wilayah laut negara yang dipimpin Presiden Nicolas Maduro.

Kapal pesiar tersebut tidak memiliki penumpang di dalam kapal, melainkan hanya beberapa awak. Kapal itu berlayar dengan bendera Portugal memiliki lambung bertulang khusus yang memungkinkannya untuk berlayar melewati air es.

Sebaliknya, lambung kapal perang Venezuela; ANBV Naiguatá, tidak dilapisi pelindung khusus. Hal itu membuatnya rusak parah setelah menabrak kapal pesiar Jerman sebelum akhirnya tenggelam.

Tabrak Kapal Pesiar Jerman, Kapal Perang Venezuela Malah TenggelamKapal pesiar Jerman, RCGS RESOLUTE, yang ditabrak kapal perang Angkatan Laut Venezuela di perairan Karibia, 30 Maret 2020. [Foto/Twitter @VenezuelaBTH]

Columbia Cruise Services, perusahaan yang berbasis di Hamburg yang memiliki RCGS RESOLUTE, telah mengeluarkan pernyataan pada hari Rabu terkait insiden itu.

"Pada dini hari tanggal 30 Maret 2020 (waktu setempat), kapal pesiar RCGS RESOLUTE telah mengalami tindakan agresi oleh Angkatan Laut Venezuela di perairan internasional, sekitar 13,3 mil laut dari Isla de Tortuga dengan 32 anggota awak dan tidak ada penumpang di dalamnya," bunyi pernyataan perusahaan tersebut.

"Ketika insiden itu terjadi, kapal pesiar RCGS RESOLUTE telah berlayar selama satu hari di lepas pantai pulau untuk melakukan beberapa perawatan mesin rutin pada pelayaran kosong ke tujuannya, Willemstad/Curaçao. Karena pemeliharaan dilakukan pada mesin utama kanan, mesin utama tetap siaga untuk menjaga jarak aman dari pulau kapan saja," lanjut perusahaan Jerman itu, seperti dikutip Jerusalem Post, Jumat (3/4/2020).

"Tidak lama setelah tengah malam, kapal pesiar didekati oleh kapal Angkatan Laut Venezuela yang bersenjata, yang melalui radio mempertanyakan niat kehadiran RCGS RESOLUTE dan memberikan perintah untuk mengikutinya ke Puerto Moreno di Isla De Margarita. Ketika RCGS RESOLUTE berlayar di perairan internasional pada waktu itu, Master (Kapten) ingin mengonfirmasi kembali permintaan khusus ini yang mengakibatkan penyimpangan serius dari rute kapal yang dijadwalkan dengan perusahaan (perkapalan) DPA," imbuh perusahaan Columbia Cruise Services.

"Ketika sang Master melakukan kontak dengan kantor pusat, tembakan senjata dilesatkan dan, tak lama kemudian, kapal Angkatan Laut mendekati sisi kanan dengan kecepatan dengan sudut 135 derajat dan dengan sengaja bertabrakan dengan RCGS RESOLUTE. Kapal Angkatan Laut terus menghantam busur kanan dalam upaya nyata untuk mengubah kepala kapal menuju perairan teritorial Venezuela."

Perusahaan DPA mengatakan RCGS RESOLUTE mengalami kerusakan kecil, tidak memengaruhi kelaikan pelayaran kapal. Sebaliknya, kapal Angkatan Laut Venezuela menderita kerusakan parah saat melakukan kontak dengan busur bulat yang diperkuat lapisan anti-es dan mulai karam.

Tidak ada korban jiwa di antara marinir Venezuela di atas kapal perang. Otoritas Venezuela telah mengevakuasi para personel Angkatan Laut ke tempat yang aman. (mas)

  ⚓️ sindonews  

Jumat, 03 April 2020

Indonesia Re-thinks USD 900 Million Submarine Contract with South Korea

Indonesia is re-considering its options with regards to the contract for a second batch of three Type 209/1400 submarines. Defence policy makers are keen to explore other alternatives amid expectations of reduced defence expenditure allocation in the coming years KRI Alugoro 405 [submarine.id] ★

Indonesia's defence planners have convened a meeting to discuss the country's KRW1.162 trillion (USD900 million) order for a second batch of three diesel-electric submarines (SSKs) with South Korea and are considering several options for the programme, including contract termination.

Two separate sources from the defence ministry and the Indonesian Navy's (Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Laut: TNI-AL) headquarters in Cilangkap have confirmed to Jane's that among matters being discussed at the moment include legal and financial implications of walking away from the contract that was announced in April 2019.

Indonesia signed a contract with Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) for the second tranche of three Type 209/1400 diesel-electric submarines in April 2019. The vessels will be similar to the first batch of three boats that was signed in December 2011.

The 2019 contract was signed with funding arranged by the Export-Import Bank of Korea and is scheduled to complete by 2026. Under this contract, one vessel will be built in Surabaya as part of a technology transfer programme. This arrangement is similar to one that was undertaken in the earlier contract.

  ♞ IHS Jane's  

Kamis, 02 April 2020

[Dunia] Intel Seluruh Dunia Termasuk Mossad Berebut Ventilator

Perangi Coronahttps://pict.sindonews.net/dyn/620/content/2020/04/02/43/1575934/perangi-corona-intel-seluruh-dunia-termasuk-mossad-berebut-ventilator-ctz.jpgSeorang karyawan Hamilton Medical AG menguji ventilator di pabrik di Domat/Ems, Swiss, 18 Maret 2020. [Foto/REUTERS / Arnd Wiegmann]

Badan-badan intelijen di seluruh dunia berjuang dengan segala cara untuk mendapatkan ventilator dan pasokan medis utama lainnya dalam upaya untuk memerangi wabah virus corona COVID-19. Bada mata-mata Israel, Mossad, yang ikut berebut peralatan medis itu mengungkapkan persaingan tersebut.

Sumber Mossad mengatakan bahwa dinas-dinas intelijen dunia mengubah fokus mereka dari keamanan nasional menjadi perburuan peralatan medis.

Stasiun televisi Israel, Channel 12, menayangkan fitur yang mengungkapkan pertempuran terselubung badan-badan intelijen dunia tersebut sebagai bagian dari program berita investigasinya.

Times of Israel, mengutip sumber senior di dinas intelijen negara Yahudi itu, juga menggambarkan perlombaan sengit dan rahasia yang sedang berlangsung untuk mengendalikan pasokan medis global yang terbatas.

Mossad sebelumnya secara terbuka menyatakan keterlibatan mereka dalam pengadaan pasokan medis untuk Israel, termasuk mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh 500.000 alat tes COVID-19 pada bulan lalu.

Namun, mereka menolak untuk mengonfirmasi sumber pasokan utama alat medis tersebut. Berbeda dengan Mossad, badan mata-mata global lainnya belum membuat pengumuman tentang keterlibatan mereka dalam berebut peralatan medis sebagai bagian dari perang melawan wabah virus corona.

Sebelumnya juga beredar laporan bahwa ada operasi rahasia yang dilakukan oleh sejumlah negara termasuk China dan Korea Utara dalam memperoleh pasokan medis.

Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa negara-negara kekuatan Barat seperti Inggris dan Amerika Serikat terlibat dalam transaksi semacam itu, namun sumber Mossad menyebut "Eropa" sebagai salah satu kekuatan yang dalam pertarungan global.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa kenaikan harga dan potensi kekurangan pasokan medis global terjadi karena ada penimbunan dan produksi yang terbatas.

Seorang perwira Mossad, yang hanya disebut sebagai Het, mengklaim bahwa pemerintah Israel telah memerintahkan Mossad untuk secara diam-diam mendapatkan masker, peralatan tes virus, obat-obatan, alat pelindung dan, yang paling penting adalah ventilator.

Ventilator adalah kunci dalam menjaga pasien COVID-19 yang paling parah tetap hidup ketika infeksi merusak paru-paru mereka. Infeksi itu membuat para pasien lebih sulit bernafas.

"Dunia menjual (ventilator) melalui celah. Kita perlu menemukan celahnya," kata Het, yang dilansir dari The Sun Kamis (2/4/2020)

“Kami adalah juara dunia dalam operasi, dan kami tahu bagaimana mengelola operasi yang kompleks," ujarnya.

"Kami menggunakan koneksi khusus kami untuk memenangkan perlombaan dan mungkin melakukan apa yang dilakukan seluruh dunia—menumpangkan tangan kami pada stok yang dipesan oleh orang lain."

Het menggambarkannya sebagai operasi paling rumit yang telah ia ikuti selama kariernya bersama Mossad.

Agen mata-mata ini mengklaim menerima 2.000 arahan sehari tentang pengadaan peralatan medis.

Israel memiliki lebih dari 5.500 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, dan sejauh ini melaporkan 21 kematian.

Het mengklaim Mossad telah berhasil mendapatkan pasokan medis seperti 25.000 masker pernapasan N95, 10 juta masker bedah dan 700 lebih perlatan yang terkait dengan ambulans.

Dan dia mengklaim bahwa Mossad berhasil mendapatkan ratusan ventilator. "Kami memiliki sebuah negara di Eropa di mana truk kami tiba di pintu pabrik tetapi negara Eropa lain ada di depan kami dan memuatnya," kata Het.

“Kami juga memiliki situasi di mana kami memiliki peralatan yang kami beli di pesawat tetapi harus diturunkan karena pesawat tidak mendapatkan izin (lepas landas) karena embargo," sambung dia.

"Seluruh dunia menjaga dirinya sendiri. Harga telah naik empat hingga lima kali lipat dan dunia telah ditutup."

Namun dia menambahkan Mossad yakin akan bisa mendapatkan 7.000 ventilator.

Para pejabat Israel sejauh ini menolak mengomentari negara-negara yang telah menyediakan pasokan medis bagi mereka.

Namun, laporan media mengungkap bahwa peralatan medis diperoleh Israel dari negara-negara di Teluk Persia yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan rezim Zionis. (mas)

 Israel Ubah Pabrik Tank untuk Membuat 'Senjata' Melawan COVID-19 

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah merubah pabrik tank mereka untuk membuat "senjata" guna melawan virus Corona baru, COVID-19. Israel saat ini memiliki hampir 5.600 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, dan telah bergabung dengan negara-negara di seluruh dunia melakukan lockdown guna menghentikan penyebaran virus.

Melaui akun Twitternya, IDF memposting foto gudang senjatanya yang biasanya terlibat dalam produksi bagian-bagian tank dan pelindung tubuh berubah jadi membuat kacamata google untuk staf medis dan pistol semprot untuk membersihkan ruang publik.

Dikutip dari Sputnik, Rabu (1/4/2020), IDF tidak menyebutkan lokasi pusat manufaktur tersebut. Namun sehari sebelumnya, media Israel melaporkan bahwa Pusat Rehabilitasi dan Pemeliharaan Tank di Tel Shahomer di luar Tel Aviv telah memulai produksi 1.400 pasang kacamata pelindung per hari dalam upaya untuk mengurangi kekurangan masker pelindung wajah.

Untuk diketahui, biasanya fasilitas ini memproduksi tank Merkava Israel serta kedaraan lapis baja lainnya dan peralatan komunikasi untuk pasukan darat. Perintah untuk mengubah kapasitasnya diberikan pada akhir Maret, dengan fasilitas militer lainnya, termasuk pabrik kendaraan di Haifa, sekarang memproduksi peralatan untuk membantu memerangi COVID-19.

Militer Israel bergabung dengan bagian lain dari negara itu yang dipaksa untuk mengambil tindakan terhadap wabah COVID-19, dengan beberapa jenderal senior dikarantina setelah menghadiri pertemuan di mana seorang komandan cadangan yang ikut berpartisipasi dinyatakan positif Corona. Pada hari Rabu, militer mengeluarkan pernyataan bahwa Kepala Staf IDF, Aviv Kochavi dites negatif untuk virus, tetapi akan tetap diisolasi.

Meskipun melakukan langkah-langkah pencegahan, IDF tetap melanjutkan operasi militer dan pelatihan terbatas. Mereka juga terlibat dalam latihan angkatan udara dengan jet AS akhir bulan lalu, dan diduga turut ambil bagian dalam serangan baru terhadap Suriah pada Selasa malam, menembakkan rudal ke sasaran di wilayah Homs. (ian)

 ♖ Sindonews  

Rabu, 01 April 2020

Perbincangan Prabowo & Menhan AS

Bahas Covid 19 via Teleponhttps://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2020/04/01/7b61ff54-1756-4992-a386-94ce30cb7207_169.png?w=620Menteri Pertahanan AS Mark Esper sedang menelepon Prabowo (Dokumentasi Twitter @EsperDoD)

Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik, Sosial Ekonomi, dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap isi pembicaraan antara Menteri Pertahanan Indonesia Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper, Kamis (1/4/2020).

Menurut Dahnil, baik Prabowo dan Esper menyampaikan empati dan simpati terkait masalah Covid-19 di masing-masing negara.

"Menhan Mark menyampaikan apresiasi terhadap otoritas kepemimpinan Indonesia dalam penanganan Covid-19 dan Pak Prabowo menyampaikan seluruh dunia menghadapi masalah ini saat ini, maka sangat dibutuhkan kerja sama yang kuat antar negara, dan semoga bisa dibicarakan serius di waktu yang lain, bagaimana kerja sama pertahanan antar AS dan Indonesia bisa dibangun lebih baik," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (1/4/2020).

Dahnil mengatakan, di masa pandemi Covid-19, Prabowo memang aktif membangun komunikasi dengan menteri pertahanan negara-negara lain. Tujuannya adalah agar bisa saling bertukar informasi dan bergotong royong menyelesaikan pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, perbincangan antara Prabowo dan Esper diketahui dari unggahan Esper di akun Twitter resminya @EsperDod seperti dikutip CNBC Indonesia, Rabu (1/4/2020).

Menurut Esper, perbincangan itu bertujuan membicarakan kerja sama pertahanan antara kedua negara. Selain itu, Esper dan Prabowo juga mengkoordinasikan bantuan terkait Covid-19.

"Panggilan telepon yang baik dengan Menteri Pertahanan Indonesia @Prabowo untuk membahas kemitraan pertahanan kedua negara yang terus berkembang dan untuk mengkoordinasikan bantuan #COVID19. #killthevirus," tulis Esper.

 ♖ CNBC  

Selasa, 31 Maret 2020

Danlanud Iswahjudi Buka Pendidikan Pemeliharaan Sukhoi

Dikkualsus Skill Level 1 Ilustrasi pemeliharaan pesawat Sukhoi TNI AU di Makasar [Dambiev]

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M., secara resmi membuka Pendidikan Kualifikasi Khusus (Dikkualsus) Teknisi Pemeliharan Pesawat Tempur Sukhoi SU-27/30 Level 1 bertempat di hanggar Skadron Udara 14, Wing 3, Lanud Iswahjudi, Jumat (27/03/2020).

Dikkualsus Skill Level 1 pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 ini, bertujuan menyiapkan teknisi agar memiliki kemampuan tingkat lanjut terkait pelaksanaan pemeliharaan dan sistem pesawat, serta dapat melepas dan memasang bagian-bagian pesawat tempur Sukhoi SU-27/30.

Selain itu, melalui dikkualsus ini dapat terbentuk teknisi-teknisi Skadron Udara 14 yang dapat menganalisa permasalahan teknis pesawat, serta memiliki pengetahuan lebih spesifik tentang keselamatan terbang dan kerja, administrasi teknik serta Technical Order.

Pendidikan kualifikasi khusus Skill Level 1 pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 ini, diikuti oleh lima belas personel Skadron Udara 14 dan akan berlangsung selama tiga bulan.

Melalui pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknisi Skadron Udara 14 untuk mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan pesawat tempur Sukhoi SU-27/30.

  ★ TNI AU  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...