Rabu, 16 Februari 2022

PTDI Tampil di Singapore Airshow 2022

Tawarkan N219, NC212i, CN235 dan bisnis MROBooth PTDI di Singapore Airshow 2022 di Changi Exhibition Centre, Singapura. (Istimewa) ☆

PT Dirgantara Indonesia (Persero) tampil di ajang Singapore Airshow 2022 untuk gencar memasarkan produk pesawat terbang CN235, NC212i dan produk pesawat terbaru N219.

Selain itu, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) pada ajang tersebut juga fokus memasarkan bisnis Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) dan Aerostructure.

Singapore Airshow 2022 dilaksanakan pada 15-19 Februari 2022 di Changi Exhibition Centre, Singapura dan booth PTDI berlokasi di Hall B Nomor H40.

Dalam hal bisnis MRO, PTDI sebagai satu-satunya industri penerbangan di Asia Tenggara memiliki kompetensi maintenance pesawat dan komponen, modifikasi, program Service Life Extension Program (SLEP), maupun rewiring.

Helikopter Anti kapal Selam Penerbal (Jetphotos)

Saat ini, PTDI sedang melaksanakan program Maritime Security Initiative untuk tiga unit pesawat CN235 Military Transport milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang dikonversi menjadi Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan melaksanakan upgrading Anti Sub-marine Warfare (ASW) pada empat unit helikopter AS565 Panther untuk TNI Angkatan Laut.

Untuk bisnis Aerostructure, PTDI telah memiliki sertifikasi dan kualifikasi dari berbagai OEM terkemuka di dunia, seperti Airbus, Boeing, Lockheed Martin dan Korean Aerospace Industries, yang kemudian dapat dijadikan sebagai value proposition bagi peningkatan bisnis Aerostructure.

Dalam bidang Aerostructure, PTDI memiliki end-to-end capabilities dan facilities untuk dapat memenuhi kebutuhan customer.

PTDI memamerkan pesawat model skala besar untuk produk pesawat CN235, NC212i dan pesawat komersil N219 yang telah berhasil memperoleh Type Certificate (TC) dari DKKPU.

Dengan hadirnya transportasi udara N219, maka di masa mendatang akan terbuka kemungkinan dicapainya semua jalur perintis untuk menjangkau dan menghubungkan wilayah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal), yang kemudian dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih merata.
 

  🛩
majalahbandara  

Selasa, 15 Februari 2022

[Video] KRI Golok 688 Handover Ceremony

⚓ Diposkan North Sea Boats14 Januari 2022, menjadi hari bersejarah dengan diserah terimakan KRI Golok 688 dari PT. LUNDIN ke TNI AL.

Kepala Staff Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono yang hadir dalam upacara tersebut juga mengukuhkan Letkol Primayantha sebagai komandan KRI Golok 688.
 


  🔅 Youtube  

[Global] Rheinmetall Rilis Skyranger 30 HEL

 Kombinasikan Kanon Hanud, Rudal SHORAD dan Senjata Laser 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGayIHtZo8owEeW3DYQYaWzDyMk_mtf4CowxNsluBa_xV7BH3shxzEfRgEHvV8e7fCOHiBCUZs91tp1sRcS5ZEJ0ETt_bljCMBho1nXuKVyqwgxDG6rmG-8zsBCm27rgQBszAbF_DH7Wo/w400-h245/1_WhatsApp_Image_2021_07_01_at_202754.jpegSkyranger 30 HEL [ist] ★

S
ejak tahun 2018 Rheinmetall Defence telah memperkenalkan prototipe High Energy Laser (HEL) Gun yang disematkan pada desain kanon Oerlikon Skyshield. Namun, kala itu adopsi HEL pada kubah Skyshield masih dirasa kurang pas dan ergonomis, sehingga jika ditawarkan ke pasar, senjata dengan konsumsi energi besar itu akan sulit terjual. Nah, guna menyiasati perkembangan dan tentunya kebutuhan pasar, kemudian HEL diintegrasikan sebagai bagian dari sistem senjata pada kanon Skyranger.

Sebagai catatan, Skyranger adalah sistem kanon reaski cepat besutan Rheinmetall Defence yang diperkenalkan pada tahun 2017. Skyranger pada prinsipnya mengintegrasikan keunggulan mobilitas dan kendaraan lapis baja dalam gelar operasi pertahanan udara, lantaran unit hanud taktis ini mengusung platform kendaraan tempur (ranpur) lapis baja.

Saat mendapatkan upgrade di tahun 2020 sebagai New Skyranger, pada kubah kanon kaliber 30 mm ini sudah dibekali radar AESA (Active Electronically Scanned Array), dua peluncur rudal hanud SHORAD, Infrared scanner dan senapan mesin coaxial. Bobot kubah New Skyranger ada di kisaran 2,5 ton, sementara harga per unit sistem ini ditaksir antara 5-7 juta euro. Sebagai ranpur pengusung, selan IFV Boxer 6×6, Skyranger dapat dipasang pada ranpur roda rantai KF41 Lynx.

Dan seperti dirilis Rheinmetall Defence, kini Skyranger yang terbaru sudah diapatasi dengan fitur HEL dan diberi label sebagai Skyranger 30 HEL.


https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2018/12/6d6fab0bbbbd1b0270b822634b1f562d.jpgSkyranger 30 HEL dengan senjata  Laser ★

Skyranger 30 HEL dirancang untuk mengatasi berbagai ancaman udara saat ini dan masa depan dengan solusi hibrida. Interaksi antara kanon otomatis 30 mm, rudal hanud, dan high energy laser, dipercaya dapat menghasilkan campuran efektor yang unik dalam kombinasi sistem pertahanan udara yang rapat.

HEL dikendalikan menggunakan Skymaster fire control system. HEL dikatakan dapat memantau wilayah udara secara mandiri, sekaligus memilih efektor optimal dalam menanggapi ancaman yang terdeteksi. Sementara peran rudal memberikan lapisan luar pertahanan terutama terhadap pesawat, helikopter, dan sistem udara tak berawak. Kemudian, kanon otomatis KCE revolver gun (30 mm x 173) dengan kecepatan tembak 1.200 proyektil per menit yang mengandalkan munisi AHEAD atau ABM (airburst) dirancang untuk mengeliminasi target keras, seperti roket dan proyektil, dan mennadi garis pertahanan kedua setelah rudal.

Penggunaan laser dengan sistem optik dalam HEL ditekankan untuk menghadapi target dari jarak dekat, terutama mengalahkan target soft, seperti drone dan loitering munition, helikopter, pesawat terbang, dan senjata berpemandu.

Dalam uji coba langsung, sistem sampel HEL saat ini dapat mencapai output laser sebesar 20 kW. Output laser hingga 20-50 kW direncanakan untuk fase realisasi pertama. Kemampuan untuk meningkatkan kekuatan laser akan digenjot menjadi 100 kW pada fase pengujian akhir, dimana akan digabungkan kemampuan multiple fiber-optic lasers menjadi satu powerful beam. (Gilang Perdana)

  ★
Indomiliter  

Senin, 14 Februari 2022

[Global] Malaysia Sewa 4 Helikopter Leornado

 Perkuat Squadron 3 Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) Helikopter AW 139 TUDM ☆

Sebanyak 4 unit Helikopter Leonardo AW 139 disewa Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang akan ditempatkan Skuadron 3, Pangkalan Udara Butterworth.

Helikopter AW 139 ini diadakan untuk mengantisipasi kebutuhan helikopter penggati helikopter Nuri yang telah dipesiunkan karena usia yang tua.

Selain itu, helikopter ini lebih hemat dalam biaya operasinya dibanding Helikopter EC725AP yang juga digunakan TUDM.
 

  ☆
Garuda Militer  

Indonesia to Receive Six Rafales by 2026

Rafale [Kemhan] ☆

The Indonesian Air Force (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara: TNI-AU) will receive the first batch of six Dassault Rafale multirole combat aircraft by 2026.

On 11 February a spokesperson of the Indonesian Ministry of Defense told local media that the first six Rafales on order will be delivered within 56 months from contract signature.

This comes after Indonesia signed an acquisition contract for 42 Rafales on 10 February. On this occasion, Indonesia's Minister of Defense Prabowo Subianto noted that only the first batch of six aircraft was under contract and that contracts will follow for the additional 36 aircraft on order.

Janes understands that funding for the first six airframes will come from a foreign-sourced loan, which will have to be approved by the Indonesian Ministry of Finance and the Ministry of National Development Planning (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional: BAPPENAS). Follow-on batches of the aircraft will likley follow the same path and be funded by foreign lenders, with contracts becoming effective through advanced payments.

The disclosed delivery timeline would be consistent with an order for Rafale F4-standard aircraft, which will be available after 2025. Furthermore, the aircraft manufacturer said in the contract announcement that the TNI-AU will receive “42 latest-generation Rafale aircraft”, which suggests these will be F4-standard aircraft. At this stage, the exact configuration of the Indonesian Rafales has not been confirmed by either Dassault or Indonesian authorities.

If confirmed, Indonesia will be the second export country for the Rafale F4 after the UAE inked a deal for 80 such fighters in December 2021. Indonesia is also the second Rafale customer in the region, joining India that operates about 30 Rafales.

  ★
Jane's  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...