Sabtu, 06 April 2024

TNI Ungkap Pemicu Kontak Tembak di Tembagapura

Sebabkan Abubakar Kogoya TewasKontak Tembak TNI vs KKB di Tembagapura, Papua. (Instagram/@puspentni) ☆

Kontak tembak antara aparat keamanan gabungan TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua terjadi di wilayah Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, hingga akibatkan pimpinan KKB, Abubakar Kogoya, tewas. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan) Letnan Jenderal TNI Richard Tampubolon mengungkapkan pemicunya.

"Jadi yang pasti Abubakar Kogoya berdasarkan data yang kita dapatkan, dia terlibat dalam penembakan penyerangan di Kuala Kencana, dia terlibat penembakan kendaraan-kendaraan di wilayah Freeport," kata Richard kepada wartawan di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2024).

Richard mengatakan Abubakar Kogoya juga terlibat dalam penembakan, penyergapan aparat yang sedang bertugas. Abu Bakar Kogoya juga mengerang pendulang non karyawan hingga membuat warga setempat ketakutan.

"Terlibat dalam penembakan penyergapan aparat yang sedang bertugas, dan terakhir mereka mengeluarkan letusan tembakan untuk menyerang pendulang pendulang non karyawan, yang ini membuat masyarakat ketakutan," tuturnya.

Sebab itu, disusun Renops dan aparat gabungan melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur kepada Abubakar Kogoya.

"Berangkat dari situ disusun Renops, sehingga aparat gabungan dari Damai Cartenz, Satgas Nanggala, dari Koops Habema bisa melakukan penegakan hukum secara tegas terukur kepada yang bersangkutan," tuturnya.

Sebelumnya, Kontak tembak antara aparat keamanan gabungan TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua terjadi di wilayah Distrik Tembagapura, Mimika, Papua. Dua orang dari KKB tewas dalam kontak tembak.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis sore (4/4). Kontak tembak tersebut dipicu oleh bunyi letusan senjata di Area Mile 69 Kali Kuluk Tembagapura yang mengakibatkan para pendulang non-karyawan atau masyarakat setempat lari ketakutan dan berlari ke arah Utikini.

Merespons situasi tersebut, aparat keamanan gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Nanggala Damai Cartenz TNI-Polri bersama KOOPS HABEMA merapat ke lokasi dan terjadi kontak tembak.

Pasca-kontak tembak, ditemukan 2 korban jiwa di pihak KKB Papua, yang diyakini salah satunya Abubakar Kogoya serta sebuah pucuk pistol. Tidak ada korban jiwa dari anggota TNI-Polri.

"Keberhasilan aparat keamanan gabungan TNI-Polri mereduksi kekuatan KKB kali ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas keamanan demi lancarnya proses percepatan pembangunan di Papua," kata Pangkogabwilhan III, Letjen Richard TH Tampubolon pasca-kontak tembak. (aik/aik)

  💂 detik  

Produk Perang Canggih Made in RI

 Radar-Kapal Perang Raksasa 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjShTA6yAkFIh8FERhUWGb4_NtMhI6LQg-dTQvE487X6fgHgp8LbkTGh7r3W-cHeFz7RZBK0XsFYxRY78fkJ-_E7MnJjQW2ME22HlwajZXPYyQtMrntxs-f7JGKPXhcjl_hnCIOezX0uC1h/w320-h320/Arrowhead_140_Babcock.pngIlustrasi Frigate Merah Putih (Istimewa) ★

D
irektur Utama DEFEND ID Bobby Rasyidin buka-bukaan soal sederet pengembangan produk perang canggih yang dibesut oleh perusahaannya. Mulai dari radar perang canggih hingga kapal perang besar saat ini sedang dikembangkan oleh Holding BUMN Pertahanan DEFEND ID.

Produk pertama yang dipamerkan Bobby adalah sistem radar fire control system (FCS). Dia mengklaim sistem radar ini mulai dipasang di berbagai Kapal Perang Indonesia (KRI).

Dia menjelaskan radar ini bisa secara otomatis mendeteksi sebuah obyek yang dijadikan sasaran. Kemudian obyek itu ibarat dikunci pergerakannya kemudian misil dari kapal bakal menembak dengan tepat sasaran dengan sistem radar ini.

Menurut Bobby, sistem radar ini merupakan contoh penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence dalam sektor pertahanan. Radar ini dikembangkan oleh PT LEN Industri.

"Ada namanya FCS, fire control system, jadi misalnya ada meriam ada canon di situ kemudian ada obyek, radar detect obyeknya, kemudian ada sensor infonya, elektrooptik sama infrared-nya itu dia ikutin. Sistem ini dia prediktif, ini arahnya ke mana, trajectory ke mana, kecepatan berapa, kemudian dia nembak. Itu udah AI-Based juga," papar Bobby dalam program Blak-blakan detikcom.

Bobby melanjutkan pihaknya juga sedang membangun sebuah kapal perang frigate dengan ukuran yang cukup besar. Kapal ini sedang dikembangkan oleh PT PAL.

Panjang haluan kapal ini diperkirakan menyentuh 143 meter. Dia bilang kapal ini mampu menghalau serangan udara, darat, hingga kapal selam.

"Ini frigate terbesar juga jadi 143 meter panjang haluannya juga. Dia frigate cukup kompleks juga, dia anti serangan udara, anti serangan permukaan, dan anti kapal selam," ungkap Bobby.

Bobby mengklaim level kapal yang dibangun PT PAL ini setara dengan frigate pabrikan Inggris, Jepang, hingga Italia. Namun memang komponennya saja belum semuanya dari dalam negeri.

"Memang komponennya belum semua dalam negeri, misalnya sistem FCS dari kita, tapi missile-nya masih kita beli dari luar. Cuma kita one day harus bisa kita bikin itu," ujar Bobby.

Di sisi lain, Indonesia juga sedang mengembangkan rudal nasional atau RN. Ini merupakan produk rudal kontrol jarak jauh yang dibuat di dalam negeri.

Bobby bilang hampir seluruh perusahaan anggota DEFEND ID akan berkontribusi ke proyek ini. Mulai dari Pindad dan Dahana yang membuat roket dan bahan peledaknya, hingga PT LEN yang menyiapkan sistem kendalinya.

Roketnya sendiri sudah berhasil untuk diuji coba luncurkan tahun lalu. Namun, belum dipasangi sistem kendalinya.

"Kita itu ditugasi sama pemerintah untuk bangun 10 teknologi kunci industri pertahanan, salah satunya adalah roket. Kita sudah bisa luncurkan tahun lalu, kolaborasi Dahana dan Pindad. Tapi ini unguided, jadi dia tak punya guided-nya. Kami godok saat ini rudal nasional, RN," pungkas Bobby. (hal/eds)

  📡 detik  

[Global] Kapal Perang Denmark Bermasalah

Senjata Fregat Malfungsi Saat Diserang Drone Houthi di Laut MerahKapal perang Denmark, HDMS Peter Willemoes, merupakan kapal yang desainnya sedang diproduksi Indonesia. (Foto/seaforces.org) ☆

Sebuah kapal perang Denmark yang dikerahkan ke Laut Merah sebagai bagian dari operasi koalisi pimpinan Amerika Serikat mengalami kerusakan sistem persenjataannya ketika diserang oleh drone-drone kelompok Houthi.

Insiden tersebut terjadi bulan lalu, namun baru diungkap kapten kapalnya pada Kamis ketika kapal tersebut tiba di Denmark.

Kegagalan sistem persenjataan tersebut, yang hingga hari Kamis hanya diberitakan oleh media pertahanan lokal Olfi dengan mengutip laporan rahasia kapten kapal, mendorong pemerintah memecat pejabat tinggi militernya, Flemming Lentfer, pada hari Rabu.

Menteri Pertahanan Troels Lund Poulsen mengatakan pemecatan itu adalah akibat dari pelanggaran kepercayaan, setelah Lentfer gagal memberi tahu kementerian secara rinci tentang insiden pada 9 Maret ketika kapal fregat Iver Huitfeldt diserang oleh kelompok Houthi Yaman.

Meskipun mengalami kerusakan, fregat tersebut menembak jatuh empat drone, kata kapten kapal kapal, Sune Lund, kepada Reuters, yang dilansir Jumat (5/4/2024).

“Kami mengalami beberapa kegagalan sistem, atau degradasi sistem, yang sedikit menantang keterlibatan kami,” kata Lund tanpa menjelaskan lebih lanjut.

“Tetapi selama pertempuran kami tidak pernah dibiarkan tanpa pertahanan. Kami memiliki banyak personel di kapal, sehingga kami dapat terus berjuang dan menetralisir ancaman.”

Angkatan Bersenjata Denmark telah mem-posting video dramatis di media sosial yang menunjukkan jatuhnya drone, yang merupakan pertama kalinya kapal perang Denmark terlibat pertempuran langsung sejak tahun 1943.

Fregat tersebut, yang kembali ke pangkalan Angkatan Laut Korsor pada hari Kamis, telah dikerahkan sebagai bagian dari Operasi Penjaga Kemakmuran yang dipimpin AS untuk membantu menjaga lalu lintas laut komersial di Laut Merah.

Menteri Pertahanan Troels Lund Poulsen dan kepala Komando Angkatan Laut Denmark Henrik Ryberg pada saat keberangkatan meyakinkan bahwa kapal tersebut siap dan mampu menjalankan misi tersebut.

“Meninggalkan pangkalan angkatan laut, semuanya baik-baik saja,” kata Lund, seraya menambahkan bahwa alasan kegagalan tersebut masih diselidiki.

“Saya merasa yakin bahwa semua langkah telah diambil untuk memitigasi tantangan yang kami hadapi pada malam hari,” katanya.

Secara terpisah, peluncur rudal yang diaktifkan namun rusak pada kapal Angkatan Laut Denmark lainnya yang berlabuh di sebelah Iver Huitfeldt pada hari Kamis memicu penutupan wilayah udara dan lalu lintas pelayaran di selat Great Belt, salah satu jalur laut tersibuk di dunia dan akses maritim utama ke Laut Baltik.
 Peluncur Rudal Tidak Bisa Dimatikan Kapal perang Denmark memicu bahaya di Selat Great Belt setelah peluncur rudalnya ngadat dan gagal dinonaktifkan. Sebagian Selat Baltik Harus Ditutup. (Foto/REUTERS)
Peluncur rudal pada kapal perang Angkatan Laut Denmark ngadat dan gagal dinoantifkan ketika beroperasi di sekitar Selat Great Belt. Insiden ini memicu penutupan wilayah udara dan lalu lintas pelayaran di selat tersebut.

Kondisi tersebut membuat peluncur rudal pada kapal tersebut bisa menembakkan rudal sendiri atau tanpa komando. Itu menimbulkan bahaya bagi kapal-kapal yang berada di Selat Great Belt.

Angkatan Bersenjata Denmark mengatakan masalah teknis muncul pada rudal Harpoon yang berada di kapal fregat Denmark; HDMS Niels Juel, saat kapal tersebut ikut serta dalam uji coba ketika berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Korsoer pada hari Kamis.

Otoritas Maritim Nasional Denmark sebelumnya memperingatkan seluruh kapal untuk tidak berlayar melalui selat Great Belt—salah satu jalur laut tersibuk di dunia dan akses maritim utama ke Laut Baltik—karena risiko jatuhnya pecahan rudal.

“Masalah terjadi selama uji wajib di mana peluncur rudal diaktifkan dan tidak dapat dinonaktifkan,” kata militer Denmark dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, yang dilansir Reuters, Jumat (5/4/2024).

“Sampai peluncur rudal dinonaktifkan, ada risiko rudal tersebut dapat menembak dan terbang beberapa kilometer jauhnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Di situs webnya, Otoritas Maritim Denmark mengatakan ada latihan militer yang berlangsung di Storebaelt, tepat antara pulau Zeeland dan Funen di Denmark.

Zona bahaya diperkirakan berada hingga tujuh kilometer (4,3 mil) dari Korsoer pada ketinggian sekitar satu kilometer (0,62 mil) di atas permukaan laut dan tidak searah dengan jembatan dan terowongan yang melintasi Storebaelt.

Operator jalur tersebut mengatakan tidak ada risiko terhadap lalu lintas jalan dan kereta api di jembatan tersebut. (mas)
 

  ☆ sindonews  

Jumat, 05 April 2024

Kapal Selam Scorpene Sudah Sesuai Kebutuhan

⚓️ Teknologi teranyar menggunakan tenaga baterai Lithium-Ion PAL Indonesia akan membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolved berkonfigurasi LiB di Surabaya. (Naval Group)

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI secara resmi mengumumkan pembelian dua unit kapal selam Scorpène® Evolved dari perusahaan Prancis Naval Group yang seluruhnya bakal diproduksi di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemhan RI Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha saat dihubungi di Jakarta, Kamis, menjelaskan Kemhan RI meneken kontrak pembelian dua unit Scorpène® Evolved di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada 28 Maret 2024.

“Kontrak (pengadaan) submarine class 1800–2800 tonnage dengan Advanced and Improved Propulsion (AIP) ditandatangani oleh perwakilan Kemhan RI bersama perwakilan Naval Group dari Prancis dan PT PAL Indonesia,” kata Edwin di Jakarta, Kamis.

Dalam foto yang diunggah Naval Group dalam akun X resminya, Selasa (2/4), kontrak itu diteken oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan RI Marsekal TNI Yusuf Jauhari, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, dan Executive Vice President Sales Naval Group Marie-Laure Bourgeois. Acara itu turut disaksikan oleh Wakil Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn.) M. Herindra.

Kontrak pembelian itu mencakup pengadaan dua unit kapal selam Scorpène® Evolved Full Lithium-Ion battery (LiB), simulator untuk latihan (training), pelatihan untuk kru kapal, instruktur, dan operator simulator, integrated logistic support, dan material untuk tiga kali misi atau selama 1 tahun.

Kemhan RI, Naval Group, dan PT PAL sepakat produksi dua unit kapal selam itu seluruhnya dikerjakan di Surabaya, yang merupakan salah satu kerja sama alih teknologi (ToT/offset) dari pembelian kapal selam Naval Group. PT PAL Indonesia dan Naval Group pada 12 Desember 2023 telah meneken perjanjian operasi bersama (joint operation agreement) pada 12 Desember 2023, dan perjanjian kemitraan strategis (SPA) pada Februari 2022.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dalam siaran resmi Naval Group di Jakarta, Selasa (2/4) menyampaikan kontrak pengadaan dua unit Scorpène® Evolved menunjukkan komitmen dan tingkat kepercayaan yang tinggi dari Pemerintah RI terhadap teknisi-teknisi, ahli, dan insinyur dalam negeri, mengingat kapal selam itu bakal dikerjakan di galangan kapal PT PAL, Surabaya.

“Ke depan, Indonesia diharapkan dapat menguasai teknologi pembuatan kapal selam,” kata Kaharuddin.

Sementara itu, Direktur Utama Naval Group Pierre Éric Pommellet menyanjung keputusan Pemerintah Indonesia yang pada akhirnya memilih Scorpène® Evolved untuk memperkuat armada TNI Angkatan Laut.

“Indonesia memilih kapal selam yang menunjukkan performa tinggi, teruji di laut, yang tentunya akan memperkuat kedaulatan maritim Indonesia serta mendukung TNI Angkatan Laut menjadi lebih unggul di kawasan,” kata Pommellet.

“Kami sangat senang menyambut TNI AL untuk menjadi bagian dari keluarga Scorpène®,” sambung dia.

Scorpène® Evolved merupakan salah satu kapal selam dengan teknologi teranyar yang menggunakan tenaga baterai Lithium-Ion yang ringan dan kepadatan energi tinggi sehingga kapal selam dapat beroperasi lebih lama tanpa perlu mengisi ulang daya/bahan bakar. Kapal selam itu juga punya kemampuan siluman (stealth) alias tak tertangkap radar kapal-kapal lain saat beroperasi di bawah permukaan air.

Naval Group dalam siaran resminya menyebut Scorpène® Evolved sebagai kapal selam serba bisa yang dapat melaksanakan berbagai operasi seperti peperangan anti-kapal permukaan, peperangan anti-kapal selam, operasi khusus, dan operasi intelijen bawah laut.

Scorpène® juga dilengkapi dengan generasi terbaru sistem tempur SUBTICS®, yang mampu menjawab berbagai kebutuhan operasi laut dangkal maupun laut dalam.

Spesifikasi Scorpène® Evolved yang bakal memperkuat TNI AL, antara lain panjang 72 meter, kecepatan berlayar saat menyelam maksimum 20 knot, kemampuan menyelam sampai 300 meter, kemampuan menyelam maksimum 80 hari, kapasitas total 31 kru, kemampuan operasi di laut 240 hari per tahun. Kapal selam itu juga dilengkapi dengan enam tabung peluncur senjata, dan dapat dipasang 18 senjata jenis rudal dan torpedo.

 Sudah Sesuai Kebutuhan 
Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menunjuk perusahaan galangan kapal PT PAL dan perusahaan Prancis Naval Group untuk pembuatan kapal selam Scorpene. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memastikan kapal selam itu sudah sesuai dengan kebutuhan TNI AL.

"Ya sudah sesuai," kata Ali ditemui di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (5/4/2024).

Ia juga mengaku telah rapat dengan pihak Naval Group terkait kapal selam baru yang hendak 'dibeli' Indonesia tersebut. Pihak Naval Group telah meyakinkan pihak TNI AL bahwa kapal selam itu nantinya bakal punya teknologi yang mumpuni.

"Jadi kita sudah beberapa kali rapat dengan pihak Naval Group, dengan pihak Prancis ya. Dan mereka sudah memberikan kemudahan-kemudahan dan meyakinkan bahwa kapal yang akan diproduksi itu kapal yang canggih," ucapnya.

Ali lalu menegaskan bahwa kapal selam yang akan diproduksi di Indonesia ini bukanlah kapal selam biasa, melainkan kapal selam Scorpene Envolved keluaran terbaru.

"Jadi Scorpene-nya bukan Scorpene biasa, tapi Scorpene Evolved. Ini yang terakhir. Generasi terakhir dari Scorpene," kata Ali.

Ia pun berharap kapal selam baru ini dapat memperkuat jajaran TNI AL. Tidak tertutup kemungkinan TNI akan menambah kapal selam kembali bila ada anggaran.

Kemhan sendiri telah resmi menunjuk PT PAL Indonesia serta Naval Group untuk 2 kapal selam Scorpene Evolved Full LiB buatan dalam negeri pada Kamis (28/3). Kapal selam ini akan dibuat di galangan PT PAL melalui transfer teknologi dari Naval Group dan pemanfaatan 100% aset produksi PT PAL.

Kegiatan ini telah sesuai dengan perjanjian kerja sama Kemhan yang ditandatangani antara pemerintah Perancis dan Indonesia pada Agustus 2021. Indonesia lalu memilih Naval Group dan PT PAL Indonesia untuk program kapal selam mereka.

 ⚓️  antara  

Prabowo dan Menhan Malaysia Sepakat Stabilitas Kawasan Jadi Prioritas

https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2024/04/04/61790755-FD5C-401D-8CE0-ADFD75619129.jpeg.webpMenteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto (kiri) mengisi buku tamu saat dia berkunjung ke Kantor Kementerian Pertahanan Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (4/4/2024), untuk menemui Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin (kanan). (ANTARA/HO-Tim Media Prabowo Subianto.) ★

M
enteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin sepakat stabilitas di kawasan menjadi perhatian dan prioritas dua negara.

Sikap itu ditunjukkan Prabowo dan Mohamed Khaled saat keduanya bertemu untuk pertama kalinya di Kantor Kementerian Pertahanan Malaysia, Kuala Lumpur, Kamis.

“Semasa pertemuan tersebut, pelbagai perkara berkenaan keselamatan dan keamanan telah dibincangkan. Namun paling utama, kedua-dua kami kami bersetuju bahawa Malaysia dan Indonesia akan kekal komited dalam memperkukuh kestabilan rantau ini,” kata Khaled mengungkap isi pertemuannya dengan Prabowo dalam unggahan berbahasa Melayu di akun X resminya @KhaledNordin.

Dalam unggahannya itu, Khaled menjelaskan dia dan Prabowo sama-sama berkomitmen untuk menjaga kawasan dan memelihara stabilitas dan keamanan di kawasan.

Dalam pertemuan yang sama, Khaled juga mengucapkan selamat secara langsung kepada Prabowo atas kemenangannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dia menyebut banyak warga Malaysia juga mengikuti tahapan dan hasil pilpres di Indonesia.

Terkait itu, dia meyakini kepemimpinan Prabowo kelak dapat mengokohkan kerja sama Indonesia dan Malaysia yang telah lama terjalin.

“Saya menaruh harapan pada kepresidenan beliau (Prabowo, red.), dan saya yakin bahwa sosok hebat ini mampu membawa hubungan antara dua negara ke tahap yang lebih tinggi. Lebih-lebih lagi, Malaysia tidak asing buat Pak Prabowo yang pernah bersekolah di sini,” kata Khaled.

Dia pun mengungkap harapannya semoga hubungan Indonesia dan Malaysia terus kuat, begitu juga dengan kawasan yaitu Asia Tenggara, yang semakin makmur, stabil, dan aman.

Prabowo, dalam pertemuan itu, juga menyatakan sikap yang sama dengan Khaled. Dia menegaskan komitmennya untuk memelihara kerja sama pertahanan dan hubungan bilateral yang harmonis antara Indonesia dan Malaysia.

Kunjungan Prabowo di Kantor Kementerian Pertahanan Malaysia, Kamis, merupakan agenda terakhir lawatan Prabowo di Malaysia. Dalam pertemuan itu, Prabowo didampingi oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sugiono, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Mayjen TNI Yudi Abrimantyo, dan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan RI Marsekal Muda TNI Yusuf Jauhari.

Dalam pertemuan itu, saat Prabowo mengisi buku tamu, dia sempat berkelakar. “8 selalu menjadi angka keberuntungan saya. Ini 4+4 sama dengan 8, dan 2+2+4 juga 8, double eight, ini hari baik,” kata Prabowo menghitung jumlah tanggal hari ini.

Selepas itu, keduanya lanjut bertukar cenderamata, yaitu plakat dengan logo kementerian pertahanan masing-masing negara.

Usai pertemuan dengan Menhan Malaysia, Prabowo dijadwalkan kembali ke Jakarta, Kamis, dan langsung memimpin beberapa rapat di Kantor Kementerian Pertahanan RI.

  ★ antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...