Sabtu, 20 Desember 2025

Kemhan Bahas Pembelian Jet Tempur M-346FA Asal Italia

Masih tahap awalIlustrasi M-346FA Italia (David Chua)

KEMENTERIAN Pertahanan mengatakan belum ada keputusan ihwal pembelian jet tempur M-346FA asal Italia untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara atau TNI AU. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyebut RI tengah bernegosiasi membeli 18 unit pesawat tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan pembahasan mengenai pesawat M-346FA masih berada pada tahap awal.

“Rencana pembelian pesawat M-346FA asal Italia, hingga saat ini belum ada keputusan yang ditetapkan. Proses pembahasan masih berlangsung dan belum sampai pada tahap penetapan,” kata Rico kepada Tempo, Sabtu, 20 Desember 2025.

Isu pembelian M-346FA mencuat setelah sebuah unggahan di platform X menyebutkan Indonesia tengah menjajaki pembelian 18 unit pesawat tempur ringan tersebut. Unggahan itu juga menyebut pesawat dilengkapi radar active electronically scanned array (AESA) Grifo-EK serta didukung pelatihan tempur udara dan peperangan elektronik.

Rico menegaskan, hingga kini Kementerian Pertahanan belum dapat menyampaikan detail apa pun terkait rencana pengadaan tersebut. Menurut dia, pembahasan yang masih berjalan membuat pemerintah belum bisa memastikan waktu pengadaan, jumlah unit, maupun perkiraan harga satuan pesawat.

“Mengenai waktu pengadaan, jumlah unit, serta perkiraan harga satuan, belum dapat disampaikan, mengingat masih dalam proses pembahasan,” ujar dia.

Ia juga menambahkan setiap keputusan pengadaan alat utama sistem persenjataan akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah setelah melalui seluruh tahapan yang ditetapkan. “Apabila nantinya sudah ada keputusan, akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah,” kata Rico.

  ✈
Tempo  

[Video] Peluncuran KRI Balaputradewa 322

🎥 📸 Berikut persenjataan dan sensor fregat KRI BPD 322FMP pertama KRI Balaputradewa 322 (BPD) diluncurkan di Surabaya (PAL)

Pembuat kapal Indonesia PT PAL telah meluncurkan kapal fregat Merah Putih pertama yang dipesan untuk angkatan laut negara ini.

Kapal tersebut, yang akan beroperasi sebagai KRI Balaputradewa setelah dioperasikan, diluncurkan pada 18 Desember di galangan kapal PT PAL di Surabaya, demikian diumumkan perusahaan pada hari yang sama.

Balaputradewa adalah kapal fregat Merah Putih pertama dari dua kapal yang dipesan untuk Angkatan Laut Indonesia.

Kelas ini didasarkan pada desain Arrowhead 140 milik Babcock. Kapal ini memiliki bobot sekitar 5.996 ton pada muatan penuh dan panjang 140 m.

Persenjataan yang akan dipasang pada fregat tersebut meliputi sistem peluncuran vertikal/ vertical launching system (VLS) 64 sel yang dipasok oleh perusahaan Turki Roketsan, yang mampu meluncurkan campuran rudal anti-pesawat jarak menengah dan rudal anti-kapal jarak menengah hingga jauh.

Fregat tersebut juga akan dilengkapi dengan dua meriam Leonardo 76 mm di bagian depan, meriam Millennium 35 mm dari Rheinmetall sebagai sistem senjata jarak dekatnya, dan empat meriam kendali jarak jauh 12,7 mm untuk pertahanan titik.

Untuk peperangan anti-kapal selam, kapal perang tersebut akan memiliki dua tabung torpedo tiga laras Leonardo B515/3 dan sonar Fersah 100-N/MF yang terpasang di lambung kapal dari Aselsan.

Sensor utama lainnya di atas kapal termasuk radar AESA 2D Cenk 400-N, radar multifungsi Mete Han, radar kendali helikopter MAR-D, dan radar kendali tembakan Akrep, semuanya terintegrasi ke dalam sistem manajemen tempur (CMS) Advent dari Havelsan.

Kapal fregat ini ditenagai oleh empat mesin diesel dalam konfigurasi gabungan diesel dan diesel (CODAD), yang memungkinkan kecepatan maksimum 28 knot dan jangkauan maksimum 9.000 mil laut pada kecepatan 15 knot. (Janes)

  📹 Video diposkan PAL Indonesia : 


  🎥  Youtube   

Jumat, 19 Desember 2025

KRI Nala-363 Rampung Pemeliharaan dan Uji Laut

Kembali diaktifkan untuk operasi KRI Nala 363 laksanakan sea trial (Dispenal)

KRI Nala-363 kembali diaktifkan untuk mendukung pelaksanaan operasi TNI AL setelah merampungkan tahap pemeliharaan dan uji laut (sea trial).

Penyerahan kembali KRI Nala-363 dilaksanakan oleh Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama Suryaman kepada Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya di Surabaya, Kamis (18/12).

KRI Nala-363 merupakan unsur Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II yang dipimpin Letkol Laut (P) Yan Ahmadi Sembiring. Kapal ini sebelumnya menjalani pemeliharaan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan alutsista TNI AL.

Sebagai tahapan lanjutan pascapemeliharaan dan repowering, KRI Nala-363 melaksanakan sea trial satu siklus pengujian selama 24 jam, pada Selasa (16/12).

KRI NALA 363 ketika ujilaut setelah repowering di galangan PAL (Dispenal)

Uji laut tersebut melibatkan Dinas Material Angkatan Laut serta mitra industri pertahanan, di antaranya PT PAL Putindo, Flender, dan unsur pendukung lainnya.

Dalam pelaksanaan sea trial, KRI Nala-363 diuji sistem propulsi, permesinan, navigasi, serta sistem pendukung kapal untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal dan memenuhi standar teknis serta operasional.

“Pada uji tersebut, KRI Nala-363 mampu mencapai kecepatan hingga 22 knot,” jelas Yan, dikutip dari Instagram @kri.nala_363, Jumat (19/12).

Dengan selesainya seluruh tahapan pemeliharaan dan uji teknis, KRI Nala-363 dinyatakan siap kembali melaksanakan tugas pengamanan laut serta berbagai operasi sesuai peran dan fungsinya. Kehadiran kembali kapal ini diharapkan semakin memperkuat kesiapan dan daya tangkal Satkor Koarmada II dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia. (at)
 

  💂
 IDM  

Kamis, 18 Desember 2025

FMP Pertama Resmi di Luncurkan

KRI Bala Putra Dewa 322 resmi diluncurkan pada malam hari di Surabaya (Wakaran)

Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), memimpin prosesi shipnaming dan launching KRI Bala Putra Dewa 322 di Dermaga Semenanjung Barat Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia, Surabaya, Kamis (18/12/2025) malam.

Dalam sambutannya, Donny mengapresiasi capaian PT PAL Indonesia yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan teknis sebelum peluncuran kapal, dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Ia menyebut kapal telah memenuhi standar kekedapan air serta kemampuan terapung dengan posisi tegak lurus.

“Tadi dilaporkan dari 55 mm, itu hanya 5 mm. Kapal ini dari panjangnya 140 m, errornya hanya 140,11 mm. Jadi dari 140 m itu hanya nambah 11 mm. Ini capaian yang luar biasa,” ungkap Donny.

Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia memimpin shipnaming dan launching KRI Bala Putra Dewa 322 di Surabaya, Kamis (18/12/2025). (Detik)
Selain presisi teknis, KRI Bala Putra Dewa 322 juga mencatatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 38 persen. Angka ini disebut sebagai yang tertinggi dibandingkan kapal-kapal sebelumnya yang rata-rata masih berada di kisaran 25 persen.

“Kita (Kemenhan) pesan dua kapal, ini kapal pertama, yang kedua proses pembuatan (sekarang mencapai sekitar) 38 persen. Kita proses juga. Akan menyusul berikutnya. Spesifikasi sama mirip-mirip,” ujarnya.

Donny menegaskan Indonesia masih membutuhkan banyak kapal frigate untuk memperkuat pengamanan wilayah laut nasional. Ia juga optimistis industri pertahanan dalam negeri mampu menembus peringkat 50 besar dunia.

Sementara itu, Kaharuddin Djenod Direktur Utama PT PAL Indonesia menyampaikan bahwa KRI Bala Putra Dewa 322 menjadi kapal terbesar kedua yang pernah dibangun PT PAL setelah KRI Brawijaya.

“KRI Brawijaya berikuran 143 meter, (KRI Bala Putra Dewa) berukuran 140 meter. Tapi punya konfigurasi persenjataan yang lebih dari KRI Brawijaya,” jelas Kaharuddin.

Ia menegaskan kapal tersebut akan memperkuat TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pemerintah selalu menekankan ke kami PT PAL agar selalu membangun kemandirian bangsa dalam membangun alutsista,” ungkapnya.

Menurut Kaharuddin, proyek pembangunan KRI Bala Putra Dewa 322 juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan TKDN melalui kolaborasi antara BUMN dan industri swasta nasional.

“Selama ini kita tergantung dengan luar negeri, ini saatnya projek ini diset up TKDN belum mencapai 20 persen, alhamdulillah sekarang terus membangun produk-produk bersama BUMN dan swasta,” tandasnya. (lta/bil/faz)

  👷 
Suara Surabaya  

[Global] Saudi Pamer Kapal Perang Canggih Terbaru Buatan AS

  Jalalat Al-Malik Saud  
Arab Saudi luncurkan kapal perang canggih baru Jalalat Al-Malik Saud. Kapal ini buatan Amerika Serikat. (Foto/Kementerian Pertahanan Arab Saudi)
Arab Saudi meluncurkan kapal perang canggih terbaru bernama Raja Saud buatan negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat pada pekan ini.

Kapal itu merupakan yang pertama dari empat kapal perang multi-misi yang dibangun di bawah Proyek Tuwaiq, dilansir Alarabiya.

Kapal yang diproduksi untuk Angkatan Laut Kerajaan Saudi (Royal Saudi Naval Forces/RSNF), merupakan bagian dari upaya perluasan Arab Saudi dalam memodernisasi armada.

Modernisasi itu dilakukan melalui penerapan teknologi mutakhir, peningkatan pelatihan, dan perluasan kemampuan operasional.

Proyek Tuwaiq menjadi elemen utama dari rencana itu, bertujuan membentuk kekuatan angkatan laut yang lebih lincah dan modern untuk hadapi ancaman maritim yang muncul.

Kepala Staf Angkatan Laut Arab Saudi, Letnan Jenderal Mohammed Al-Ghuraibi, menghadiri upacara peluncuran bersama pejabat tinggi dari Arab Saudi dan AS.

Selain itu perwakilan dari perusahaan yang terlibat dalam kapal, yakni Lockheed Martin dan Fincantieri, turut hadir dalam acara itu.

Pada acara itu, Letnan Jenderal Al-Ghuraibi berpidato dengan menekankan ada "dukungan tanpa batas" yang diterima RSNF oleh pimpinan Arab Saudi.

Al-Ghuraibi mengatakan Proyek Tuwaiq signifikan meningkatkan kesiapan Angkatan Laut untuk melindungi kepentingan strategis Kerajaan serta mengamankan jalur maritim penting.

Ia juga menambahkan, kapal-kapal itu dirancang untuk menjalankan beragam misi, termasuk menghadapi ancaman udara, permukaan, dan permukaan bawah laut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan, Al-Ghuraibi juga bertemu dengan Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Daryl Caudle, untuk membahas upaya peningkatan kerja sama antara kedua angkatan laut. (rnp/bac)

   👷 
CNN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...