Berharap Punya Satuan Udara
Dua anggota pasukan khusus Intai Para Amfibi-1 (IPAM-1) Marinir, melakukan latihan sniper dan kontra sniper di salah satu hutan latihan tempur, Bumi Marinir Karangpilang Surabaya, Rabu (12/3). Latihan penembak runduk dengan menggunakan senjata laras panjang jenis Truvelo kaliber 12,7mm ini untuk persiapan latihan bersama antara IPAM-1 Marinir dengan Force Recon dari US Marines Corps. (FOTO ANTARA/Eric)
Korps Marinir TNI AL berencana memiliki Batalyon Sniper untuk meningkatkan kemampuan tempur dan ketepatan dalam pelaksanaan operasi.
Hal tersebut terungkap dalam pembahasan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) bersama jajaran TNI AL pada Senin (12/10/2026).
“Selain itu, dibahas pula kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper guna meningkatkan kemampuan tempur serta ketepatan pelaksanaan operasi,” tulis Korps Marinir dalam keterangan pers.
Korps Marinir juga mengharapkan penambahan satuan bantuan udara yang dimiliki pasukan baret ungu.
Bukan hanya itu, pembahasan dengan KSAL itu juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.
“Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan, meningkatkan jangkauan operasi, serta mengoptimalkan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah yurisdiksi nasional,” tulis Korps Marinir.
Di sisi lain, Ali akan memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada prajurit Korps Marinir yang melumpuhkan tiga anggota OPM di kawasan hutan Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (9/10/2026).
“Dalam kegiatan tersebut, KSAL menyampaikan bahwa prajurit yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa dan kesempatan mengikuti pendidikan,” bunyi keterangan Marinir.
Menurut Korps Marinir, penghargaan merupakan bentuk pengakuan atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas operasi demi menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dua anggota pasukan khusus Intai Para Amfibi-1 (IPAM-1) Marinir, melakukan latihan sniper dan kontra sniper di salah satu hutan latihan tempur, Bumi Marinir Karangpilang Surabaya, Rabu (12/3). Latihan penembak runduk dengan menggunakan senjata laras panjang jenis Truvelo kaliber 12,7mm ini untuk persiapan latihan bersama antara IPAM-1 Marinir dengan Force Recon dari US Marines Corps. (FOTO ANTARA/Eric)Korps Marinir TNI AL berencana memiliki Batalyon Sniper untuk meningkatkan kemampuan tempur dan ketepatan dalam pelaksanaan operasi.
Hal tersebut terungkap dalam pembahasan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) bersama jajaran TNI AL pada Senin (12/10/2026).
“Selain itu, dibahas pula kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper guna meningkatkan kemampuan tempur serta ketepatan pelaksanaan operasi,” tulis Korps Marinir dalam keterangan pers.
Korps Marinir juga mengharapkan penambahan satuan bantuan udara yang dimiliki pasukan baret ungu.
Bukan hanya itu, pembahasan dengan KSAL itu juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.
“Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan, meningkatkan jangkauan operasi, serta mengoptimalkan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah yurisdiksi nasional,” tulis Korps Marinir.
Di sisi lain, Ali akan memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada prajurit Korps Marinir yang melumpuhkan tiga anggota OPM di kawasan hutan Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (9/10/2026).
“Dalam kegiatan tersebut, KSAL menyampaikan bahwa prajurit yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa dan kesempatan mengikuti pendidikan,” bunyi keterangan Marinir.
Menurut Korps Marinir, penghargaan merupakan bentuk pengakuan atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas operasi demi menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.