👷 🤝 💰
KRI BPD 322 kapal fregat pertama produksi PAL bersama LPD pesanan Filipina (Ist)
PT PAL Indonesia (Persero) membidik perluasan pasar industri maritim dan pertahanan di kawasan Timur Tengah. Langkah ini ditempuh melalui penguatan kemitraan strategis dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Perluasan pasar tersebut menjadi upaya PT PAL meningkatkan jangkauan bisnis dan memperkuat daya saing internasional. Penjajakan peluang kerja sama dibahas bersama Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, di Surabaya.
Judha menilai, penguatan hubungan ekonomi Indonesia dan UEA membuka peluang bagi industri maritim dan pertahanan nasional. Peluang tersebut semakin besar setelah berlakunya Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
Dalam dua tahun penerapannya, perdagangan bilateral Indonesia–UEA meningkat 26 persen. Sementara itu, investasi UEA ke Indonesia naik hampir 641 persen.
“Capaian ini membuka ruang bagi penguatan kerja sama ekonomi yang lebih luas. Termasuk di sektor industri maritim dan pertahanan,” ujar Judha, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia juga mengapresiasi kemampuan desain dan rekayasa PT PAL yang telah memperoleh kepercayaan mitra internasional. Salah satu pencapaiannya terlihat melalui proyek kapal Landing Platform Dock (LPD) Al-Maryah.
Pengalaman tersebut menjadi modal PT PAL untuk menargetkan peluang bisnis baru di Timur Tengah. Perusahaan berupaya memperluas kemitraan sekaligus meningkatkan penetrasi pasar produk dan layanan industri maritim serta pertahanan.
Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia, Wiyono Komodjojo, mengatakan perluasan pasar internasional membutuhkan dukungan diplomasi dan hubungan industri yang kuat. Kemitraan dengan UEA diharapkan membuka akses bisnis sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional.
“Melalui kemitraan internasional, kami ingin memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri,” kata Wiyono. Ia berharap kerja sama tersebut memberikan nilai tambah bagi kedua negara dan mendukung kebutuhan pertahanan secara berkelanjutan.
Selain memperluas pasar, PT PAL juga menargetkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Direktur Keuangan dan SDM PT PAL Indonesia, Pramusti Indrascaryo, menilai kemitraan internasional dapat mendukung pencapaian target tersebut.
Selain memperluas pasar, PT PAL juga menargetkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Direktur Keuangan dan SDM PT PAL Indonesia, Pramusti Indrascaryo, menilai kemitraan internasional dapat mendukung pencapaian target tersebut.
Menurut Pramusti, kerja sama internasional membuka kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja. Kolaborasi tersebut juga dapat mendorong penguasaan teknologi guna memperkuat daya saing industri.
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dalam desain, produksi, dan riset teknologi. Kerja sama juga berpotensi mencakup layanan pemeliharaan dan perbaikan kapal.
Melalui penjajakan ini, PT PAL menargetkan terbukanya peluang bisnis baru di kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapabilitas industri, dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri maritim serta pertahanan global.
KRI BPD 322 kapal fregat pertama produksi PAL bersama LPD pesanan Filipina (Ist)PT PAL Indonesia (Persero) membidik perluasan pasar industri maritim dan pertahanan di kawasan Timur Tengah. Langkah ini ditempuh melalui penguatan kemitraan strategis dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Perluasan pasar tersebut menjadi upaya PT PAL meningkatkan jangkauan bisnis dan memperkuat daya saing internasional. Penjajakan peluang kerja sama dibahas bersama Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, di Surabaya.
Judha menilai, penguatan hubungan ekonomi Indonesia dan UEA membuka peluang bagi industri maritim dan pertahanan nasional. Peluang tersebut semakin besar setelah berlakunya Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
Dalam dua tahun penerapannya, perdagangan bilateral Indonesia–UEA meningkat 26 persen. Sementara itu, investasi UEA ke Indonesia naik hampir 641 persen.
“Capaian ini membuka ruang bagi penguatan kerja sama ekonomi yang lebih luas. Termasuk di sektor industri maritim dan pertahanan,” ujar Judha, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia juga mengapresiasi kemampuan desain dan rekayasa PT PAL yang telah memperoleh kepercayaan mitra internasional. Salah satu pencapaiannya terlihat melalui proyek kapal Landing Platform Dock (LPD) Al-Maryah.
Pengalaman tersebut menjadi modal PT PAL untuk menargetkan peluang bisnis baru di Timur Tengah. Perusahaan berupaya memperluas kemitraan sekaligus meningkatkan penetrasi pasar produk dan layanan industri maritim serta pertahanan.
Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia, Wiyono Komodjojo, mengatakan perluasan pasar internasional membutuhkan dukungan diplomasi dan hubungan industri yang kuat. Kemitraan dengan UEA diharapkan membuka akses bisnis sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional.
“Melalui kemitraan internasional, kami ingin memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri,” kata Wiyono. Ia berharap kerja sama tersebut memberikan nilai tambah bagi kedua negara dan mendukung kebutuhan pertahanan secara berkelanjutan.
Selain memperluas pasar, PT PAL juga menargetkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Direktur Keuangan dan SDM PT PAL Indonesia, Pramusti Indrascaryo, menilai kemitraan internasional dapat mendukung pencapaian target tersebut.
Selain memperluas pasar, PT PAL juga menargetkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Direktur Keuangan dan SDM PT PAL Indonesia, Pramusti Indrascaryo, menilai kemitraan internasional dapat mendukung pencapaian target tersebut.
Menurut Pramusti, kerja sama internasional membuka kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja. Kolaborasi tersebut juga dapat mendorong penguasaan teknologi guna memperkuat daya saing industri.
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dalam desain, produksi, dan riset teknologi. Kerja sama juga berpotensi mencakup layanan pemeliharaan dan perbaikan kapal.
Melalui penjajakan ini, PT PAL menargetkan terbukanya peluang bisnis baru di kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapabilitas industri, dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri maritim serta pertahanan global.
💰 JRRI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.