Kamis, 10 Januari 2019

Menteri Keuangan RI Resmikan Dermaga TNI AL Tawiri Ambon

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijsbvD0sJHRZKDqfWiOsTNdOpbR9T3JTJiWCU0_epTKB6g8hGu7Cgq3Bkm_42CR_RE7HkbIKS3CuDunOyxHMlDnzffdepYkFWYqEF_kWy2v1WyHTB_9Bl-fnH-Z8h2eEjy4ducN4Uv98g/s400/4095725654.jpgDermaga Tawiri, Ambon [Kompas] ☆

Komandan Lantamal IX Laksamana Pertama TNI Antongan Simatupang mendampingi Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati meresmikan Dermaga TNI Angkatan Laut di Desa Tawiri Ambon. Rabu (09/01/2019).

Pada peresmian fasilitas negara tersebut Menkeu RI juga didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum RI Basuki Hadimuljono, Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua serta Kepala Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Maluku Ismael Usemahu.

Menteri Keungan RI pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas ini sesuai dengan program Bapak Presiden RI yaitu pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah NKRI, diharapkan semoga seluruh pembangunan yang telah terlaksana dapat berguna dan bermanfaat bagi seluruh rakyat khususnya di Provinsi Maluku.

Gubernur Maluku menambahkan bahwa setelah diresmikannya Dermaga Tawiri diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendukung operasi kapal perang TNI AL, selain itu juga sebagai sarana transportasi yang sangat penting untuk memperlancar proses perekonomian masyarakat di Maluku.

Selaku Komandan Lantamal IX mengucapkan terimakasih atas dibangunnya Dermaga Tawiri Ambon, karena melihat situasi Ambon untuk wilayah timur. Dermaga ini merupakan tempat yang strategis, dimana dapat mendukung kegiatan operasi – operasi KRI di wilayah timur Indonesia, terutama digunakan untuk fasilitas sandar bagi kapal-kapal perang milik TNI Angkatan Laut berukuran besar yang tidak bisa masuk ke Dermaga Halong dan nantinya dermaga ini akan di tempati Gugus Tempur Laut Komando Armada III.

Hadir dalam kegiatan peresmian, Danguspurla Koarmada III Laksma TNI P. Rahmat Wahyudi, Kabinda Prov. Maluku Brigjen (TNI) Khairully, Wakapolda Maluku Brigjend (Pol) Dr. Akhmad Wiyagus, Danlanud Pattimura, Irwasda Polda Maluku, Wadan Lantamal IX Ambon Kolonel Mar Supriyono, Para Asisten Danlantamal IX, KS.Danguspurla, Asintel Danguspurla Koarmada III, Dandim 1504 Ambon Letkol INF Fendry Noviyanto dan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Provinsi Maluku serta tamu undangan lainnya.

  ★ TNI AL  

Rabu, 09 Januari 2019

Satu Anggota KKSB Tewas

Usai Baku Tembak dengan TNI di Puncak Jaya, Papua Ilustrasi prajurit TNI [antara] ★

Prajurit TNI dan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terlibat baku tembak di Kampung Gidobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Dilaporkan, satu orang anggota KKSB tewas tertembak.

"Sekitar pukul 08.55 WIT telah terjadi kontak tembak antara personel TNI dengan KKSB di Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya, Papua," jelas Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, Rabu (9/1).

Aidi menjelaskan, sebelum kejadian, anggota TNI yang terlibat baku tembak sedang dalam perjalanan dari pos menuju Bandara Sinak untuk mengambil logistik. Tiba-tiba, mereka dihalang oleh sekelompok KKSB dengan pimpinan Lerymayu Telenggen di daerah Sinak.

"Akibat penghadangan tersebut, anggota TNI melakukan perlawanan dengan membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak," katanya.

Kemudian, pasukan TNI berhasil memukul mundur kelompok tersebut. KKSB melarikan diri dengan cara masuk hutan. Saat dilaksanakan pengejaran, ditemukan satu orang anggota KKSB tewas tertembak.

"Belum diketahui identitasnya karena tidak memiliki kartu pengenal. Namun, dari Noken yang dibawah terdapat bendera Bintang Kejora dan HP, masih dalam penyidikan," ujarnya.

Sementara itu, satu orang anggota TNI atas nama Praka Subhan Razak yang bertugas sebagai sopir menderita luka tembak dibagian betis. Korban dari TNI telah dievakuasi ke RSUD Timika menggunakan Hely Bell guna mendapatkan perwatan medis. Saat ini Subhan sudah dalam keadaan stabil. "Sedangkan korban KKSB telah diserahkan kepada kepala Kampung setempat untuk pengurusan jenazah," ujar Aidi.

  ★ Republika  

Kemenhan Pesan 17 Helikopter Buatan Bandung

8 unit helikopter H225 dan 9 unit Bell 412EPI Ilustrasi helikopter TNI AU [TNI AU] ★

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memesan 17 helikopter untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI. Belasan helikopter tersebut akan diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI.

Seremonial penandatangan kontrak jual beli dilakukan di Kantor Pusat PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (9/1/2018). Sejumlah tamu undangan hadir dalam acara tersebut.

Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabarnahan), Kemenhan Laksamana Muda TNI Agus Setiadji menjelaskan, 17 helikopter yang dipesan terdiri dari dua jenis. Pertama helikopter H225 konfigurasi angkut berat sebanyak 8 unit dan helikopter serbu Bell-412EPI sebanyak 9 unit.

Kedua jenis helikopter tersebut nantinya digunakan oleh TNI Angkatan Udara (AU) untuk jenis angkut berat dan TNI Angkatan Darat (AD) untuk jenis helikopter serbu. Pemesanan ini bagian dari peremajaan alutsista di tubuh TNI.

"Proses pengadaan helikopter ini didasarkan atas kebutuhan dasar Angkatan Udara dan Angkatan Darat sesuai MEF (Minimun Esentiall Force). Kebetulan kebutuhan kita masih banyak," katanya.

Menurutnya, untuk pembelian 17 helikopter tersebut menghabiskan anggaran dengan total mencapai US$ 513 juta. Dengan rincian US$ 330 juta untuk pembelian 8 unit helikopter jenis angkut berat dan US$ 183 juta untuk 9 unit helikopter jenis serbu.

"Kebutuhan ke depan banyak lagi, hanya kita tidak bisa secara langsung kebutuhannya dipenuhi," katanya.

Selain itu, dia menambahkan, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kedua jenis helikopter ini akan dilengkapi dengan kemampuan penanggulangan bencana. Pasalnya selama ini alutsista yang ada selalu digunakan ke daerah bencana.

"Perintah presiden setiap pengadaan alutsista harus memiliki kemampuan penanggulangan bencana. Spesifikasi selalu memasukkan ini bisa penanggulangan bencana dan SAR juga," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro menuturkan, akan berupaya melakukan sebaik mungkin dalam proses produksi dua jenis helikopter tersebut. Pihaknya menargetkan proses produksi belasan helikopter itu bisa selesai dalam waktu dua sampai tiga tahun.

"Kita akan memenuhi heli serbu untuk angkatan darat dalam tempo 24 bulan sejak efektif daripada kontrak. Sementara heli angkut berat itu 36 bulan setelah efektif kontrak sebagaimana tertuang dalam kontrak," ucapnya.

Helikopter H225M merupakan nama komersial yang sama dengan Helikopter EC725 Cougar yang merupakan keluarga dari Super Puma, produk kerja sama industri antara PTDI dengan Airbus Helicopters, Perancis.

Sedangkan Helikopter Bell-412EPI merupakan bagian dari Helikopter Bell-412 Series, produk kerja sama industri antara PTDI dengan Bell Helicopter Textron Inc., Canada. (ara/ara)

  ★ detik  

Selasa, 08 Januari 2019

Indonesia Could Be India's First BrahMos Client

➶ India exploring sale of BrahMos cruise missile to Indonesia Ship based BrahMos cruise missile [BrahMos Aerospace] 

India has earlier held talks with the Vietnam government for the sale of the BrahMos, a supersonic cruise missile developed by an Indo-Russian joint venture set up in 1998. The Indian Navy inducted the missile on its frontline warships in 2005.

India is exploring the possibility of selling the BrahMos cruise missile to Indonesia, and a team from the Indo-Russian joint venture that makes the weapon system visited a state-run shipyard in Surabaya last year to assess the fitting of the missile on Indonesian warships, people familiar with developments said.

Besides the BrahMos, India has offered to supply coastal defence radars and marine grade steel to Indonesia and to service the Russian-made Su-30 combat jets flown by the Indonesian air force as part of efforts to deepen bilateral defence and military cooperation, the people said.

India has earlier held talks with the Vietnam government for the sale of the BrahMos, a supersonic cruise missile developed by an Indo-Russian joint venture set up in 1998. The Indian Navy inducted the missile on its frontline warships in 2005.

INS Rajput_brahmos_inclined launcherThough India and Indonesia have not reached a final agreement on the sale of the BrahMos, the visit of the a team from the Indo-Russian company to the state-run PT PAL shipyard on the sidelines of the Indo Defence 2018 expo late last year was a significant step forward in efforts to sell the weapon system to a foreign country.

“The BrahMos team was invited to visit the state-run ship-building enterprise and had a look at the Indonesian platform,” a person said. The inspection of the warships was focused on fitting the BrahMos system on them, the people cited above said.

Though there has been “some traction” in India’s offer of coastal defence radars to Indonesia, matters were “more advanced in considering” the BrahMos system, the people added.

A group of MPs from the commission on defence, foreign and information affairs of Indonesia’s lower house of parliament had visited the BrahMos headquarters last year, the people said.

“It is a good proposition to have deeper defence cooperation with India because it has advanced technology that it is both functional and economical,” the first person cited above said. “Indian technology is not as complicated as technology from the West as it is of good value for regional countries,” the person added.

Bomb pornCommodore (retired) C Uday Bhaskar, director of the Society for Policy Studies, said: “It is significant if India is offering the BrahMos missile to Indonesia. It enhances the relevance of India’s military profile as a credible exporter of cruise missile technology.”

Besides the BrahMos, India had offered to sell marine grade steel and to service the Indonesian Air Force’s Su-30 combet jets, which are very similar to the Su-30s flown by the Indian Air Force, the people said.

On the other hand, Indonesia’s state-run Pindad enterprise is bidding for the Indian Army’s contract to acquire a new assault rifle, the people said. This is currently at the “request for proposal” stage and the rifle offered by Indonesia has consistently performed well at regional shooting competitions, the people said.

The Indonesian and Indian armies have held exercises for several years and the first bilateral naval wargame was held last November. The first bilateral air force exercise is expected to be held in 2019, the people said.

  ➶ Hindustan times  

Inggris Jajaki Kerjasama Pertahanan

➶ Staf Dubes Inggris Temui KSAU Hawk TNI AU 

KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna menerima kunjungan kehormatan staf Kedutaan Besar Inggris di Jakarta Yannoar Wauran.

Kedatangan pejabat Kedubes Inggris yang juga manager Defence and Security Inggris ini diterima KSAU di ruang kerjanya di Cilangkap Jakarta Timur, Senin (7/1/2019).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab ini, kedua pejabat membahas hubungan bilateral antara Indonesia dan Kerajaan Inggris. Pembahasan mencakup kerja sama di bidang industri pertahanan dan keamanan.

Inggris memiliki sejumlah kepentingan dengan TNI AU terkait alutsista. TNI AU membeli 42 pesawat tempur BAe Hawk-109/209 dari Inggris, yang sampai sekarang masih dioperasikan. Sebelumnya lagi, TNI AU juga menggunakan 20 unit pesawat latih lanjut Hawk Mk-53.

Turut hadir mendampingi KSAU adalah Asrena KSAU Marsda TNI Fahru Zaini, Aspam KSAU Marsda TNI Dwi Fajariyanto, Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, dan Kadiskomlekau Marsma TNI Bambang Tengki P. Sementara Yannoar Wauran didampingi tiga stafnya.

  ➶ Mylesat  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...