Rabu, 16 Juni 2021

Beli Alutsista Bukan Kayak Pesen Mobil

⍟ Butuh Perencanaan Panjang FREMM Bergamini class, bila terwujud 6 unit akan bertahap berdatangan pada tahun 2023 kedepan [RID]

Peneliti Senior Centre for Strategic dan International Studies (CSIS) Evan Laksmana menyebut, pembelian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) membutuhkan rencana panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan. Dia menganalogikannya dengan membeli mobil, jika dalam waktu singkat sudah bisa dikirim.

Menurutnya, itu lah yang mengakibatkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membuat Rancangan Perpres tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) untuk 20 Tahun.

"Beli senjata kan memang bukan kayak beli mobil ya, kita teken kontrak hari ini, besok datang. Untuk kita beli senjata dan Alutsista butuh perencanaan jangka panjang yang bukan cuma satu, dua, atau tiga tahun, bahkan bisa sampai 20 tahun. Makanya ada angka Rp 1.760 T itu kan bukan untuk langsung beli sekaligus bulan depan," katanya melanjutkan.

Selain itu, Evan menilai nominal ribuan triliun yang didapat 0,8 persen dari produk domestik bruto atau GDP jika ditelaah masih tergolong kecil. Dia pun membandingkan negara Benua Asia lain seperti Tiongkok, India, dan Jepang.

"Mereka dua atau tiga kali lipat dari biaya tersebut selama 5 sampai 10 tahun terakhir. Jadi dalam konteks memperkuat Alutsista memang yang sudah adalah segala sesuatu itu harus jangka panjang," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, dalam draf Rancangan Perpres tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kemhan dan TNI 2020-2024 yang beredar di kalangan awak media, kebutuhan anggaran Alpalhankam untuk Renstra 2020-2044 mencapai USD 124 miliar. Rencana skema pendanaan disebutkan berasal dari pinjaman luar negeri. (maf)

  Kontrak Pembelian Alutsista Bertahap 
Rafale diberitakan akan di akuisisi sebanyak 36 unit [Dassault]

Perjanjian kerja sama pengadaan alat utama sistem persenjataan (aslutsista) oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan dua produsen asal Italia serta Prancis baru tahap awal.

Oleh karena itu, masih terlalu dini untuk menilai pembelian kapal dan pesawat itu pasti terjadi. "Itu baru kontrak awal (preamble contract). Jadi, kemudian kontrak itu juga belum berlaku (coming into force), jadi kontrak itu klausulnya belum berlaku sekarang," kata pengamat industri pertahanan Alman Helvas saat dihubungi wartawan Minggu (13/6/2021).

Kesepakatan awal itu dinilainya juga belum bisa dieksekusi hingga tanggal kesepakatan berlaku efektif (effective date of contract). Pada fase ini, pihak pembeli harus sudah membayar uang muka, kemudian alutsista yang dipesan mulai diproduksi.

Dalam kesepakatan tentu ada syarat. Oleh karena itu, kata Alman, bisa saja kesepakatan tidak diteruskan jika ada pihak yang tidak memenuhi syarat. "Nah, dari tahap yang sekarang, kesepakatan sudah ditandatangani tetapi belum berlaku, sampai effective date of contract itu masih panjang," tandasnya.

Untuk itu, Alman menyebut kesepakatan awal pengadaan alutsista antara Indonesia dan produsen alutsista asal Italia dan Prancis tidak perlu diributkan. Terlebih, Kemhan masih harus membahasnya bersama instansi terkait.

"Keputusan terakhir bukan di Kemhan karena untuk keuangannya ada di Kementerian Keuangan. Kan, kontrak kalau enggak ada uangnya juga enggak bisa jalan. Jadi, kuncinya ini ada di Kementerian Keuangan," katanya.

Jika Kementerian Keuangan setuju anggarannya, kemudian nanti anggaran disiapkan, kontrak baru bisa efektif. "Tapi kalau Kementerian Keuangan tidak setuju dengan anggarannya, ya, kontraknya bisa enggak efektif," lanjutnya.

Tidak hanya terkait Kemenkeu, kata dia, Kemhan pun harus membahas pengadaan ini bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Sebelumnya, dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier, Menteri Pertahanan Prabowo menerangkan bahwa kontrak pembelian alutsista ada beberapa tahap sebelum kontrak itu efektif “Ada kontrak awal, habis itu ada kondisi-kondisi yang harus dipenuhi, kondisi keuangan dan lain-lain sampai akhirnya kontrak itu efektif,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan bahwa untuk meminimalisasi praktik korupsi, dia akan melibatkan instansi terkait untuk mengevaluasi kontrak-kontrak yang ada sebelum akhirnya efektif.

Instansi yang akan dilibatkan adalah Kejaksaan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Baru-baru ini, perusahaan produsen kapal perang asal Italia merilis informasi bahwa Indonesia menyepakati pengadaan delapan unit kapal perang fregat kelas FREMM dan kelas Maestrale dari Italia melalui kontrak kerja sama. Namun, kesepakatan tersebut belum efektif. (dam)

 ✪ sindonews  

Pemasok Senjata KKB Papua Simpan Catatan Bantuan Uang dari Pemda Puncak

♖https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2021/06/15/barang-bukti-yang-disita-satgas-nemangkawi-dari-ratius-murib-alias-neson-murib_169.jpeg?w=700&q=90Barang bukti yang disita Satgas Nemangkawi dari Ratius Murib alias Neson Murib (dok. Humas Satgas Nemangkawi)

Satgas Nemangkawi menyita sejumlah barang bukti dari terduga pemasok senjata ke teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, Ratius Murib alias Neson Murib. Salah satunya buku agenda berisi catatan bantuan uang tunai dari Pemda Puncak Rp 600 juta untuk pimpinan KKB, Lekagak Telenggen, pada 6 Februari 2021.

"Masih dilakukan pendalaman penyidikan terkait bukti transaksi yang ditemukan, termasuk benar atau tidaknya aliran dana ke Lekagak Telenggen," kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudussy saat dikonfirmasi detikcom perihal catatan bantuan Pemda Puncak untuk KKB, Selasa (15/6/2021).

Seperti diketahui, Ratius Murib alias Neson Murib ditangkap oleh personel Sub Satgas Penyelidik Unit II Satgas Penegakan Hukum Operasi Nemangkawi di Puncak Jaya, Papua, pada Senin (14/6). Saat itu dia membawa uang tunai Rp 370 juta dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu.

Selain uang tunai senilai ratusan juta rupiah dan catatan bantuan uang dari Pemda Puncak untuk KKB, Satgas Nemangkawi menyita buku catatan penolakan otonomi khusus dan aksi penembakan di Kabupaten Puncak dan buku catatan pengeluaran dan pemasukan dana bantuan dari simpatisan TPNPB.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan beberapa buku tabungan atas nama Ratius Murib dan beberapa telepon genggam. Ada juga belasan kertas resi bukti transfer ke pihak-pihak yang diduga jaringan penjual senpi.

https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2021/06/15/ratius-murib-alias-neson-murib-penjual-senjata-api-ke-kkb-dok-istimewa_169.jpeg?w=620Ratius Murib alias Neson Murib, penjual senjata api ke KKB (dok. Humas Satgas Nemangkawi)

Polisi mengatakan nilai transaksi di proses jual-beli senjata teroris KKB di pegunungan Papua mencapai Rp 1,3 miliar lebih. Hal tersebut diketahui usai penangkapan Ratius Murib alias Neson Murib.

"Total yang dikirim dan diterima Rp 1.393.100.000," kata Iqbal sebelumnya dalam keterangan tertulis hari ini.

Saat ini, Satgas Nemangkawi masih memeriksa Neson. Iqbal menyampaikan pihaknya sedang mendalami sumber dana hingga aktivitas Neson selama bertransaksi senjata api.

"Tim masih akan terus menggali informasi sumber dana serta aktivitas pengiriman uang untuk membeli senjata dan amunisi dari terduga Neson Murib," tutur Iqbal. (aud/fjp)

 ♖ detik  

Rencana Groundbreaking Pengembangan Pusat Inovasi & Industri Radar Nasional PT. Len Industri (Persero)

Menuju kemandirian industri Radar Nasional Radar yang dikembangkan LEN [istimewa] ♔

Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan Laksma TNI Sri Yanto, S. T menerima paparan Direktur Teknologi PT. Len Industri (Persero) Bapak Tazar Marta Kurniawan tentang Rencana Groundbreaking Pengembangan Pusat Inovasi & Industri Radar Nasional PT. Len Industri (Persero) pada hari Selasa (15/6) di Gedung R. Suprapto Kementerian Pertahanan, Jakarta.

PT. Len Industri (Persero) adalah salah satu BUMN Industri Pertahanan Nasional Republik Indonesia di bidang industri elektronika yang telah mengembangkan bisnis dan produk-produk dalam bidang elektronika seperti Sistem Persinyalan Kereta Api, Pembangunan urban transport, Jaringan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring Paket Tengah, Elektronika untuk pertahanan darat, laut, maupun udara, Radar, Taktikal Radio, Combat Management System (CMS) pada kapal perang, Pengembangan Radar, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Radar Cuaca, Stasiun Monitoring Gempa Bumi, Broadcasting (Pemancar TV dan Radio) yang telah terpasang di berbagai wilayah di Indonesia.

Ilustrasi Radar pasif ITB yang patut diproduksi massal dan dikembangkan jarak jangkauannya [GM]

Kegiatan Pengembangan Pusat Inovasi & Industri Radar Nasional bertujuan untuk penguasaan teknologi di bidang Radar menuju kemandirian industri Radar Nasional, peluang pasar domestik dan regional, hingga menggerakkan perekonomian di Indonesia.

Sebagai Pembina Industri Pertahanan Nasional, Ditjen Pothan Kemhan sangat mendukung dan membuka lebar peluang untuk pasar domestik maupun regional dan meminta agar PT. Len Industri (Persero) memiliki rencana dan strategi yang jelas dengan melibatkan industri lain dibawahnya dan di dukung dengan kajian/feasibility study terhadap rencana tersebut.

  ♔
Ditjenpothan  

Marinir Indonesia dan AS Latihan Pembebasan Sandera

Pembebasan sandera melalui darat dan udara menggunakan pesawat Heli Bell-412/HU-4206.https://img.antaranews.com/cache/800x533/2021/06/15/IMG-20210615-WA0489.jpg.webpPrajurit Marinir TNI AL saat latihan pembebasan sandera bersama Marinir AS di Banyuwangi, Selasa (15-6-2021). [ANTARA/HO-Dispen Kormar/Serma Mar Kuwadi]

Prajurit Intai Amfibi Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut bersama Marinir Amerika Serikat menggelar latihan membebaskan sandera di wilayah Pantai Pancer, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa.

Pagi itu suasana pantai yang biasanya ramai oleh para nelayan membongkar ikan hasil tangkapan, tampak sepi dan tidak ada aktivitas. Pantai Pancer yang berada di pesisir selatan Banyuwangi tersebut disimulasikan telah dikuasai oleh kelompok teroris menyandera duta besar asing untuk Indonesia.

Kelompok teroris tersebut menyandera Duta Besar Amerika Serikat keturunan Indonesia itu saat perjalanan kunjungan kerja ke wilayah Banyuwangi.

Atas kejadian tersebut dan atas persetujuan kedua negara, prajurit Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL bekerja sama dengan prajurit United States Marines Corps (USMC) dari Reconnaissance Unit mendapat perintah untuk membebaskan sandera.

https://img.antaranews.com/cache/730x487/2021/06/15/antarafoto-marinir-indonesia-amerika-bebaskan-sandera-150621-bcs-9.jpgPrajurit Taifib Korps Marinir TNI AL dipimpin Lettu Marinir Adzami Patriot membuat perencanaan untuk pembebasan sandera bersama prajurit USMC Reconnaissance Unit yang dipimpin oleh Captain Nicholas Paparella di posko yang berada di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 7 Lampon, Banyuwangi.

Pada perencanaan itu disepakati bahwa pembebasan sandera melalui darat dan udara menggunakan pesawat Heli Bell-412/HU-4206.

Disimulasikan sempat terjadi baku tembak Marinir kedua negara dengan kelompok teroris. Dengan kemampuannya sebagai pasukan khusus, prajurit Taifib dan Marinir AS tersebut berhasil melumpuhkan anggota kelompok teroris serta berhasil membebaskan duta besar yang disandera.

https://img.antaranews.com/cache/730x487/2021/06/15/antarafoto-marinir-indonesia-amerika-bebaskan-sandera-150621-bcs-1.jpgSandera itu kemudian diamankan dengan cara stabo menggunakan Heli Bell-412/HU-4206 milik Skuadron 400 Wing Udara 2 Puspenerbal Surabaya dengan pilot Mayor Laut (P) Hadi dan kopilot Letda Laut (P) Dito.

"Pembebasan tersebut merupakan skenario latihan berganda yang merupakan materi puncak dalam Latihan Bersama Marinir Indonesia dan Marinir Amerika dengan sandi Reconex 21-II yang dimulai sejak 3 Juni 2021," kata Komandan Satgas Latihan Letkol Marinir Supriyono, dalam sisran pers Dispen Korps Marinir.

Latihan full mission profile, kata dia, merupakan gabungan dari materi yang dilatihkan dalam Reconex 21-II, yaitu menembus gelombang, navigasi jarak jauh, renang rintis, konfirmasi pantai pendaratan, perang hutan, perang kota, turun dari helikopter, stabo, menembak, dan bertahan hidup.

Kegiatan tersebut disaksikan oleh Komandan Satgas Latihan Letkol Marinir Supriyono, perwira operasi Lettu Marinir Eko S.S. Putra, tim penilai Mayor Marinir Venny Woaten, dan Lettu Marinir Ahmad Ilyas.

 ♖ antara  

Peremajaan Alutsista Berorientasi Kepada Kebutuhan

Wewenangnya ada pada Kementerian Pertahanan Armada Hercules TNI AU perlu modernisasi [TNI AU ✈️

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI Fajar Prasetyo mengatakan peremajaan alutsista di lingkungan TNI Angkutan Udara dipastikan berorientasi kepada kebutuhan masa depan.

"Ke depannya kami sudah memperkirakan seperti apa (alutsista) yang kami butuhkan," katanya usai menghadiri latihan antar satuan jajaran Koopsau I dan Wing I Paskhas dengan sandi Jalak Sakti dan Hardha Marutha I di "Air Weapon Range" (AWR) Buding, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa.

Menurut dia, rencana peremajaan alutsista memang sudah dilakukan pembahasan namun hal tersebut lebih kepada wewenang atau ranah Kementerian Pertahanan.

Ia menambahkan, dalam hal ini pihaknya hanya mengajukan keperluan dan persyaratan yang dibutuhkan menyesuaikan dengan alutsista yang sudah tersedia dan keperluan atau kebutuhan alutsista ke depannya.

"Memang ada ke depannya untuk peremajaan alutsista namun itu wewenangnya lebih kepada Kementerian Pertahanan kami hanya mengajukan keperluan," katanya.

F16 eMLU TNI AU [TNI AU]

Ia menyebutkan, dalam pelaksanaan latihan antar satuan jajaran Koopsau I dan Wing I Paskhas dengan sandi Jalak Sakti dan Hardha Marutha I di "Air Weapon Range" (AWR) Buding pihaknya juga mengerahkan alutsista terbaru milik TNI AU yaitu dua unit pesawat tempur F-16 e-MLU (enhanced Mid-Life Up grade).

"Tadi bisa disaksikan F-16 e-MLU sudah menunjukkan hasil dan perkenaan target sudah sangat tepat," ujar Kasau.

Ia mengatakan, meskipun di tengah pandemi COVID-19 prajurit TNI Angkatan Udara tetap menggelar latihan guna menjaga kedaulatan udara NKRI meskipun belum diketahui rencananya.

"Sedangkan untuk latihan Angkasa Yudha belum ditentukan tempatnya di mana namun perencanaannya sudah mulai latihan hampir seperti Jalak Sakit namun melibatkan satuan yang lebih besar," katanya.
 

  🛩 antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...