Sabtu, 06 Mei 2023

Indonesia Akan Menerima Kapal Pengawas Orca 05

 Hibah dari Jepang 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEcEXmMSEre-CuYLKUlRrhSFAGlQt3NTLi4vXiaRZDNTqku1nuuBPbJxOXTBsT0eUIjbQ5CsIMNEE20Zv7-vfqZbCqHicpbamOs8g86Ag-r0-58Tj4VMT458YeFTFLc6fB3B8iYKDQ_p-fw46TJCTWC6BSwOLK9cuJ5ZpHpOS_4uwkROl0yuP5fSsXQg/s1080/Orca_5_NWIAEvfNn.jpgKapal Orca 05 hibah dari Jepang [KKP] ★

D
ari laman KKP, diberitakan Indonesia akan mendapatkan kapal patroli/pengawas dari Jepang.

Menteri Trenggono @saktitrenggono melepas tim awak kapal pengawas KKP yang akan bertugas ke Jepang dalam rangka penjemputan Kapal Pengawas Orca 05, hibah dari Pemerintah Jepang.

Kapal Pengawas Orca 05 tentunya akan berperan penting dalam meningkatkan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

Selama di Jepang, awak kapal pengawas akan menjalani familirisasi dan pembekalan selama 3 pekan sebelum membawa kapal tersebut ke Indonesia.

  ★
Garuda Militer  

Jumat, 05 Mei 2023

[Global] Singapore Shares MRCV Design Details

⚓️ Singapore's new Multi Role Combat Vessel is designed to be a 'mothership' for various types of uncrewed systems, the navy has revealed. Saab Kockums and Odense Maritime Technology (will provide the basic design by the end of 2023 with ST Engineering picking up detail work in 2024. (Image: MINDEF)

The Republic of Singapore Navy (RSN) has lifted the curtains on its Multi Role Combat Vessel (MRCV) design, sharing that it will be the first of its kind to be an ‘unmanned systems mothership’.

It has engaged Saab Kockums and Odense Maritime Technology (OMT) to provide the basic design by the end of 2023, before ST Engineering dives into detail in work 2024 as well as the construction phase.

The MRCV will replace six Victory-class missile corvettes, with the first vessel due for 2028 delivery.

The Defence Science and Technology Agency (DSTA) remains the project manager and system integrator.

OMT is part of the team that presented the design for the Type 31 frigate, and is also responsible for the Danish Navy’s Iver Huitfeldt-class frigates, both between 5,700 and 6,600t.

This Initial rendering shows the MRCV with two stern ramps to deploy and retrieve large RHIB-sized craft. (Photo: MINDEF)

While the project remains to be in the design stage, Maj James Lim of the MRCV project office told Shephard the MRCV will be ‘a little larger’ than the frigates, which are 3,200t, and need to be stable enough to operate multiple uncrewed systems.

An Initial rendering also shows the MRCV with two stern ramps to deploy and retrieve large RHIB-sized craft.

The RSN has also already selected the OEMs for the self-defence suites (Thales, MBDA and Leonardo), without providing specifics.

Based on the RSN’s past requirements it is likely that the ship will be equipped with Leonardo’s 76mm main gun, 12.7mm Hitrole remote weapon systems, MBDA's Mica-VL or even the Aster-15/30 anti-aircraft missile, and a new Thales multi-function radar, likely the APAR or Sea Fire systems.

Lim said offensive weapons are still ‘a work in progress’ and the RSN is also deliberating whether the hosted uncrewed systems will possess ‘response capabilities’.

He added that the RSN could not design type-specific platforms and instead will focus on modular vessels that are flexible and can react to current and future maritime threats, while at the same time solving Singapore’s future manpower shortages.

 ⚓️ 
Shepard Media  

Hensoldt Wins Contract for Integration of LYNCEA CMS on Indonesia Navy Pulau Rengat Class

 According to a PR published by Hensoldt on May 4, 2023, as part of the modernization of the Indonesian Navy’s Minehunters (Pulau Rengat class), HENSOLDT Nexeya France has been awarded a multi-million Euro contract from the Indonesian shipyard integrator NOAHTU.Pulau Rengat class minehunters. (kripulaurengat-711)) ⚓

The contract involves integrating the LYNCEA Combat Management System (CMS) and installing new sensors and equipment, such as the HENSOLDT UK Integrated Navigation Bridge System (INBS).

The goal is to modernize the Indonesian Navy's fleet and equip its two minehunters with the latest technologies in terms of underwater detection, intervention, and maritime monitoring.

The LYNCEA CMS will enable the ship's crews to inspect, detect, and neutralize mines in underwater areas through the integration of sensors and Autonomous Underwater Vehicles (AUV) systems, as well as the analysis and processing of this data.

The comprehensive "retrofit" solution will include the installation of the INBS, which will be connected to the CMS through a new integrated tactical interface module.

This will enable the CMS and INBS to exchange and merge navigation and mission information in real-time, providing an operational and tactical advantage to the vessels.

The project involves integrating a range of sensors, including SharpEye MK11 and MK7 radars, LTR 400 IFF transponder, and Tactical Data Link, as well as sonar and unmanned underwater vehicles dedicated to mine hunting.

HENSOLDT Nexeya France will be in charge of ship integration, validation (HAT), and sea trials (SAT) of the multi-console CMS connected to the navigation equipment and sensors.

HENSOLDT has been collaborating with the Indonesian Forces since 2017 and has delivered the ARGOSIA Airborne Mission System on several aircraft for maritime surveillance.

This new project reinforces HENSOLDT's position as a leading supplier of mission systems (MMS) and CMS for maritime and coastal surveillance in Southeast Asia.
 

  ⚓ Navy Recognition  

Kamis, 04 Mei 2023

20 WNI Disekap di Wilayah Pemberontak Myanmar

Upaya Pembebasan SulitSebanyak 20 WNI disekap di Myawaddy, wilayah yang disebut dikuasai pemberontak Myanmar. Kemlu RI dan keluarga korban mengakui upaya pembebasan sulit dilakukan. (Istockphoto/Nito100) ☆

Sebanyak 20 warga negara Indonesia (WNI) disekap di Myawaddy, wilayah yang disebut dikuasai pemberontak di Myanmar. Upaya pembebasan pun sulit dilakukan.

Rosa, saudara salah satu korban penyekapan bernama Novi, mengatakan bahwa kerabatnya sampai saat ini masih menanti upaya penyelamatan.

Menurutnya, Novi merupakan korban tindakan pidana perdagangan orang (TPPO) dan sudah disekap di Myawaddy sejak 23 April lalu. Novi disekap karena tak mau menjadi penipu atau scammer.

Novi diduga dipaksa oleh perusahaan tempatnya bekerja untuk menjadi scammer. Ia diminta melakukan sejumlah modus penipuan untuk menjaring para korbannya berinvestasi bodong.

Karena enggan menipu serta tak kunjung menghasilkan uang bagi perusahaan, Novi menjadi target penyiksaan. Karena terus membangkang, Novi disekap dan diancam dijual ke perusahaan lain.

"Maka Novi dan teman-temannya ini melakukan perlawanan dengan cara mogok kerja. Mulailah penyekapan itu sejak mereka mogok kerja ini," kata Rosa kepada CNNIndonesia.com, Rabu (3/5).

Rosa lantas meminta bantuan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar RI (KBRI) Yangon, dan KBRI Bangkok untuk menyelamatkan Novi dan para WNI lain.

Namun, pemerintah RI kesulitan menyelamatkan para korban lantaran berada di zona merah konflik. Rosa menuturkan bukan cuma RI, pemerintah Myanmar sekalipun tak bisa menjangkau wilayah tersebut.

"Karena daerah itu adalah daerah konflik, di mana itu adalah zona merah yang terjadi perang saudara dan daerah itu dikuasai oleh pemberontak, jadi otoritas resmi Myanmar saat ini enggak bisa masuk ke situ. Mereka aja berperang di daerah situ," ujarnya.

Berdasarkan laporan media Myanmar, The Irrawaddy, saat ini sejumlah kawasan di Myawaddy memang dikuasai kelompok pemberontak. Namun, tak diketahui pasti pihak mana yang berkuasa di lokasi WNI disekap.

Melihat upaya diplomatik yang dilakukan pemerintah Indonesia terhambat, Rosa pun mencoba berbagai cara lain, salah satunya menghubungi lembaga pemerhati kasus online scam.

"Salah satunya saya menghubungi organisasi internasional, namanya Global Anti-Scam Organization (GASO). Karena GASO ini udah beberapa kali kan [berhasil] mengeluarkan orang dari sana," ucap Rosa.

Menurut Rosa, upaya penyelamatan GASO sejauh ini berhasil mencapai negosiasi dengan perusahaan scamming tersebut. Namun, negosiasi itu belum membuahkan kesepakatan.

"Negosiasi ini belum menghasilkan kesepakatan yang bisa membuat mereka [para WNI] keluar dari situ. Tapi ya saya yakin, karena Kemlu juga bekerja sama dengan organisasi-organisasi internasional bukan cuma GASO aja, ada Interpol juga, jadi ya memang ini harus upaya bersama," tutur dia.

Sementara itu, Kemlu bersama KBRI Yangon dan Bangkok menegaskan telah melayangkan nota diplomatik kepada Kemlu Myanmar mengenai penyekapan para WNI tersebut.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Juddha Nugraha, mengatakan tantangan untuk menyelamatkan para WNI itu tinggi.

Juddha mengungkap mayoritas dari para WNI itu berada di lokasi konflik bersenjata antara militer Myanmar dan kelompok pemberontak.

KBRI Yangon pun berupaya "memetakan jejaring yang ada di Myawaddy melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pemerhati kasus online scam."

Dari sisi penegakan hukum, Kemlu juga berkoordinasi dengan Kepolisian RI untuk menindak para pelaku TPPO ke Myanmar tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian setelah video yang diunggah akun instagram @bebaskankami viral. Dalam video itu, terlihat sekumpulan orang yang dinarasikan sebagai WNI terjebak di Myanmar.

Dalam narasinya, para WNI itu disebut dipaksa bekerja sebagai scammer. Mereka bahkan disiksa dan disekap selama berada di sana. (blq/has)

  ⌾ CNN  

Prabowo Klaim Anggaran Pertahanan Saat Ini Terbesar dalam Sejarah RI

Rafale Perancis, Indonesia diberitakan telah membayar sebagian pesawat Rafale [BBC] ☆

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengklaim anggaran pertahanan negara sekarang ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Menurut Prabowo, Presiden Joko Widodo (Jokowi), sepakat memperkuat pertahanan negara, termasuk juga memperkuat TNI.

"Anggaran pertahanan yang disetujui beliau (Jokowi) sekarang ini yang terbesar dalam sejarah RI," kata Prabowo di Yogyakarta, Rabu (3/5).

Ia pun menyatakan perlu perencanaan matang untuk belanja Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) dengan anggaran besar itu. Prabowo menjelaskan membeli alat pertahanan bukan seperti belanja biasa.

"Nggak ada alat-alat pertahanan di supermarket, kita nggak bisa datang langsung beli," kata Prabowo.

"Kita harus rencanakan, kita pesan, kita negosiasi dan datangnya bertahap dan Insya Allah mulai bulan depan datang terus menerus dan kita perbaiki semua yang harus diperbaiki," sambung dia.

Adapun dalam kedatangannya ke Yogyakarta hari ini, Prabowo menyerahkan kendaraan dinas berupa motor kepada babinsa di Koramil 12/Gondomanan. Ia menyerahkan 112 motor dinas yang akan didistribusikan ke 14 koramil di Kota Yogyakarta.

Ketua Umum Partai Gerindra itu meminta bantuan berupa motor dinas tersebut agar dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh personel dalam bertugas. Menurutnya, Babinsa punya peran yang paling penting dalam pertahanan negara. (kum/tsa)

  ★
CNN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...