Kamis, 11 Mei 2023

Menhan Prabowo dan Menhan Kongo Teken Kerja Sama Bidang Pertahanan

https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2023/05/11/menhan-prabowo-subianto-bersama-menhan-republik-kongo-jean-pierre-bemba-gombo-silvia-ngdetikcom_169.jpeg?w=700&q=90(detik) ★

M
enteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto dan Menhan Republik Kongo Jean Pierre Bemba Gombo menandatangani perjanjian kerja sama. Kerja sama ini meliputi bidang pertahanan, termasuk di industri pertahanan.

"Hari ini kami Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah mendapat kehormatan menerima kunjungan dari Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan dan urusan veteran dari Republik Demokratik Kongo. Setelah membahas banyak hal mereka menyampaikan keinginan kerja sama di bidang pertahanan secara garis besar, terutama pertukaran pejabat, pendidikan, dan latihan," kata Prabowo saat konferensi pers di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (11/5/2023).

Prabowo mengatakan Jean Pierre meminta Indonesia menerima perwira muda, kader, hingga siswa dari Kongo untuk dapat belajar di Indonesia. Selain itu, pihak Kongo meminta pasukan khusus atau special force-nya bisa mendapatkan pelatihan dari Indonesia.

"Mereka ingin meminta kita menerima perwira-perwira muda, kader-kader, dan siswa-siswa mereka untuk dididik di sekolah kita, di universitas pertahanan kita, juga di akademi-akademi militer kita. Mereka juga meminta pasukan khusus mereka dilatih," terang Prabowo.

Prabowo menuturkan Indonesia dan Kongo juga menjalin kerja sama di bidang industri pertahanan dalam negeri. Kongo, menurut dia, tertarik membeli perlengkapan pertahanan produk Indonesia.

"Kemudian kerja sama di bidang industri pertahanan, mereka mau juga kita ke sana (Kongo), mereka juga ingin membeli perlengkapan-perlengkapan kita," ungkap Prabowo.

"Tadi Yang Mulia Wakil Perdana Menteri Kesultanan berkunjung ke Pindat Bandung, berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia dan beliau sangat tertarik dan berminat dengan produk-produk kita. Ini saya kira awalan yang sangat baik. Oleh karena itu kita berniat untuk bekerja sama," sambungnya.

Prabowo mengatakan Indonesia dan Kongo memiliki banyak kesamaan. Salah satunya, kata Prabowo, negaranya sama-sama berada di garis khatulistiwa.

"Saudara-saudara, Indonesia dan Republik Demokratik Kongo punya banyak kesamaan. Kita sama-sama berada di garis khatulistiwa, berarti kita ini juga bisa dikatakan bertanggung jawab sama Brazil, bertanggung jawab atas paru-paru dunia. Karena itulah kita banyak kerja sama, banyak persamaan, mereka sangat kaya di bidang resources, di bidang segala macam general, kita banyak persamaan, karena itu sangat-sangat wajar kita bekerja sama," kata Prabowo. (gbr/gbr)

  ★ detik  

Menhan Kongo Bahas Potensi Kerja Sama

Kunjungi PT Pindad(Pindad)] ★

D
irektur Utama PT Pindad, Abraham Mose beserta jajaran menerima kunjungan kerja Menteri Pertahanan (Menhan) Kongo, H.E Jean Pierre Bemba Gombo di Auditorium Direktorat Utama PT Pindad Bandung pada kamis, 11 Mei 2023. Menhan Kongo turut membawa jajaran pejabat strategis pertahanan Kongo serta didampingi oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjenpothan) Kementerian Pertahanan RI, Mayjen TNI Mohammad Fadjar, M.PICT Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengenal industri pertahanan yang dimiliki oleh Indonesia serta membuka peluang kerja sama antar kedua negara.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengucapkan selamat datang kepada Menhan Kongo beserta delegasi serta menjelaskan secara singkat mengenai kemampuan PT Pindad. “Selamat datang kepada Menhan Kongo beserta rombongan. Kami perlu memperkenalkan PT Pindad sebagai industri pertahanan Indonesia yang memproduksi senjata, munisi, kendaraan tempur dan produk industrial. Kami berharap dari kunjungan ini kita dapat memperoleh kesepahaman mengenai hubungan bisnis dan kerja sama yang akan kita bangun kedepannya.” Buka Abraham Mose dalam sambutannya.

Menhan Kongo secara khusus mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan yang hangat dari PT Pindad. Beliau mengungkapkan tujuan dari kunjungan kali ini. “Kami sangat terhormat dengan penyambutan yang telah diberikan oleh PT Pindad. Tujuan kunjungan kami kali ini untuk meninjau dan eksplorasi industri pertahanan Indonesia dan kami terbuka untuk menjalin kerja sama. Kami berharap kunjungan kali ini dapat meningkatkan hubungan baik kedua negara terutama pada bidang pertahanan.” Jelas H.E Jean Pierre Bemba Gombo.

Kegiatan kunjungan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai profil dan produk serta kemampuan PT Pindad secara menyeluruh. Untuk meninjau lebih detail, Menhan Kongo berkesempatan melaksanakan kunjungan ke fasilitas produksi kendaraan khusus untuk menyaksikan parade defile kendaraan produksi PT Pindad. Sebelum menutup lawatannya, Menhan Kongo beserta rombongan mengunjungi display produk senjata serta mencoba menembak menggunakan produk senjata terbaru yaitu AM-1 dan DMR SPM-1.

  ♞
Pindad  

Kapal China Mondar-mandir di LCS saat ASEAN-India Latihan Militer

KRI GNR 332 latihan bersama kapal ASEAN berhadapan dengan 5 kapal China (Twitter Ray Powel)

Kapal milik milisi militer China dilaporkan berseliweran di Laut China Selatan (LCS), di mana negara-negara ASEAN dan India tengah melakukan latihan militer bersama.

India pertama kali mendeteksi keberadaan kapal China ini. Seorang sumber anonim New Delhi mengatakan lima kapal milik milisi China berada di sekitar Zona Ekonomi Eksklusif Vietnam di dekat LCS.

Bukan cuma kapal milisi, kapal penelitian Negeri Tirai Bambu juga disebut turut hadir di kawasan tersebut.

Pemimpin Proyek Myoushu terkait LCS di Universitas Stanford, Ray Powell, mengatakan kapal-kapal tersebut milik milisi Qiong Sansha Yu.

Milisi itu biasanya mengerahkan kapal penangkap ikan komersial yang berkoordinasi dengan otoritas China demi kepentingan politik di LCS.

Seorang pakar independen di Vietnam mengatakan Beijing kemungkinan menggunakan milisi untuk mengintimidasi dan mengganggu latihan angkatan laut bersama antara negara ASEAN dan India.

Manajer The South China Sea Chronicle Initiative (SCSCI), Van Pham, juga mengatakan ini bukan kali pertama "apa yang disebut kapal penangkap ikan" Beijing berada di sekitar kawasan tersebut dan mengintimidasi kapal perang negara lain.

"Jadi kemungkinan latihan [negara ASEAN dan India] itu terganggu. Polanya rusak dan beberapa harus mengubah arah mereka," ujarnya kepada Reuters.

India dan negara-negara ASEAN memang sedang menggelar Latihan Maritim ASEAN-India (AIME 2023) selama dua hari mulai Minggu (7/5).

Latihan itu melibatkan kapal dan pesawat angkatan laut India, Vietnam, Thailand, Filipina, Brunei, hingga Indonesia.

Merespons laporan ini, Kementerian Luar Negeri China membantah tudingan bahwa Beijing sengaja mendekati area tersebut untuk mengintimidasi latihan angkatan laut.

"Sejauh yang kami pahami, kapal penangkap ikan dan penelitian ilmiah China melakukan kegiatan produksi dan kerja normal di wilayah maritim di bawah yurisdiksi China," demikian pernyataan Kemlu Beijing pada Selasa.

"Dunia luar seharusnya tidak membuat tuduhan tak berdasar atau membuat masalah dari yang tidak ada."

Pemerintah India dan Vietnam sejauh ini enggan memberikan komentar terkait keberadaan kapal milisi China tersebut.

Selama bertahun-tahun, Beijing mengklaim hampir semua Laut China Selatan adalah milik mereka. Klaim ini tumpang tindih dengan sejumlah wilayah perairan negara ASEAN, seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, hingga Brunei.

China kekeh mengklaim sebagian besar wilayah di LCS meski Pengadilan Arbitrase Internasional menolak klaim Beijing pada 2016.

Beijing bahkan tetap membangun pulau hingga fasilitas militer di kepulauan LCS yang disengketakan, seperti Spratly dan Paracel. (blq/has)

 ⚓️ 
CNN  

TNI AL Latihan Bersama India Navy

Kerahkan KRI SIM-367, Heli AS-565 Panther, dan CN-235 MPA.KRI SIM 367 (Koarmada II)  🚁

Dalam rangka meningkatkan interoperabilitas dalam operasi maritim antara TNI Angkatan Laut dan Indian Navy, KRI Sultan Iskandar Muda-367 dari Satuan Kapal Eskorta Koarmada II, yang terlibat dalam kegiatan Latihan Bersama (Latma) Samudra Shakti-23 TNI Angkatan Laut-Indian Navy (IN), kini tolak dari Dermaga Madura Ujung Koarmada II menuju Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (9/5).

Latma Samudra Shakti-23 antara TNI Angkatan Laut dengan Indian Navy, akan melibatkan KRI SIM-367, Heli AS-565 Panther, dan CN-235 MPA. Sedangkan Indian Navy akan melibatkan INS Kamorta (P28), Heli Chetak AKS, dan Dornier MPA.

Di bawah komando Komandan KRI SIM-367 Letkol Laut (P) Nurulloh Zemy Prasetyo, M.Sc., selaku Dansatgas, akan melaksanakan Latma SS23 pada tanggal 15 s.d. 19 Mei 2023. (Pen/2)

  ⨷
 Koarmada II  

Rabu, 10 Mei 2023

Indonesia Bakal Mampu Produksi Kapal Selam Sendiri

⚓️ Pertama di ASEAN Paparan Naval Group menawarkan untuk membangun dua varian kapal selam berkemampuan AIP untuk Indonesia di Surabaya (screenshot Lembaga Keris)

Indonesia akan menjadi negara ASEAN pertama yang mampu membangun konstruksi kapal selam sendiri, jika jadi membeli Scorpene yang ditawarkan oleh produsen Naval Group.

Hal tersebut adalah bagian dari transfer teknologi (ToT) yang bakal diberikan oleh perusahaan asal Prancis itu. VP Sales and Business Development India, Asia, and Pacific, Nicolas de la Villemarqué, mengatakan PT PAL bakal mendapatkan pengalaman.

“Hanya dalam delapan tahun kerja sama, PT PAL akan mendapatkan 100 tahun pengalaman Naval Group membuat kapal selam,” ujar Nicolas di Jakarta, Rabu (10/5).

Selain itu, Nicolas juga mengklaim kerja sama kapal selam Scorpene ini akan menciptakan ribuan pekerjaan jangka panjang sekaligus menghasilkan tenaga kerja yang sangat berkualitas.

“Juga peningkatan kemampuan industri lokal dan menciptakan peluang bisnis baru untuk masa depan proyek angkatan laut,” terangnya. Ia melanjutkan, Naval Group juga menjamin akses kepada PT PAL untuk pemeliharaan dan perawatan selama Scorpene tersebut aktif digunakan.

Sementara itu, Project Manager PT PAL, Satriyo Bintoro, mengungkapkan menjadi negara ASEAN pertama yang membuat konstruksi kapal selam sendiri akan sangat menguntungkan dari segi bisnis, terutama untuk pasar di Asia.

“Khususnya di Asia Tenggara, ya,” kata Bintoro kepada Indonesia Defense Magazine.

Meskipun, lanjutnya, hal tersebut dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu lebih dari lima tahun untuk bisa melakukan komersialisasi kapal selam. Ia mencontohkan, ekspor kapal perang PT PAL ke Filipina.

“Untuk kapal permukaan, kita sudah bisa memenuhi kebutuhan sendiri untuk TNI AL. Kapal-kapal Landing Platform Dock (LPD) itu sekarang kita ekspor ke Filipina, Uni Emirat Arab. Nanti, Scorpane juga akan begitu,” ujarnya.

Sebelumnya, Naval Group dan PT Pal menandatangani kerja sama strategis dalam bidang riset dan pengembangan teknologi untuk kapal selam dalam Indo Defence 2022, pada Rabu (2/11) lalu. (at)

 ⚓️ 
IDM  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...