Sabtu, 13 Mei 2023

Program Kapal Selam Scorpene Jalan Terus

⚓️ Dibangun di Surabaya Naval Group telah menawarkan untuk membangun dua varian kapal selam berkemampuan AIP untuk Indonesia di Surabaya [Naval Group]

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memastikan bahwa program kapal selam Scorpene berjalan terus.

Indonesia melalui PT PAL bekerja sama dengan Naval Group, perusahaan asal Perancis, membangun kapal selam Scorpene.

“Ya ini berjalan terus, ini program kita ya,” kata Prabowo ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (11/5/2023).

Prabowo menyebutkan, perjanjian kerja sama antara Indonesia dan Perancis tidak berubah, yakni membangun dua kapal selam Scorpene yang rencananya digunakan TNI Angkatan Laut (AL).

“Iya, iya (masih dua kapal selam), kita lihat,” ujar Prabowo.

Pada Rabu (10/5/2023), PT PAL terus memperkuat kemitraannya dengan Naval Group melalui acara bertajuk “Industry Day” di Jakarta.

Dalam acara itu, General Manager of Merchantship dan Submarine PT PAL Satriyo Bintoro mengatakan bahwa pembangunan satu kapal selam Scorpene membutuhkan waktu enam tahun.

“(Target pembangunan) enam tahun untuk memproduksi satu kapal selam,” ujar Bintoro kepada awak media, Rabu.

Saat ini, lanjut Bintoro, pembangunan kapal selam Scorpene masih dalam tahap fase satu.

“Perjalanan kami memang program ini, kami menyelesaikan baru fase 1. Artinya, kami masih 25 persen dari total sampai fase ke-4,” ujar Bintoro.

Targetnya, kata Bintoro, satu kapal selam Scorpene memiliki 30 persen komponen dari perusahaan dalam negeri.

“Nilainya mungkin hanya 30 persen. Karena komponen lain yang berasal dari impor adalah komponen bernilai tinggi seperti sistem umum, mesin, dan sebagainya,” kata Bintoro.

Adapun PT PAL juga masih mengidentifikasi pemasok untuk konstruksi kapal selam Scorpene untuk tahap selanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan berencana membeli dua kapal selam Scorpene asal Perancis.

Rencana pembelian ini masuk dalam kerja sama di bidang research and development tentang kapal selam yang telah ditandatangani antara pihak PT PAL Indonesia dan Naval Group dari Perancis di Jakarta, 10 Februari 2022.

Menhan Prabowo menjelaskan, rencana pembelian itu sudah termasuk air-independent propulsion (AIP) beserta persenjataan dan suku cadang yang dibutuhkan termasuk latihan.

 ⚓️  Kompas  

Menhan Kongo Minta Indonesia Latih Prajurit Khususnya

 ♖ Minati alutsista buatan Indonesiahttps://asset.kompas.com/crops/Vs6q3MRPn03GqjP4SEPufTKpzCM=/0x0:0x0/750x500/data/photo/2023/05/11/645cc4b09e2ca.jpgMenteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Republik Demokratik Kongo Jean Pierre Bemba Gombo saat bertemu di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (11/5/2023). (KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD)

Indonesia dan Republik Demokratik Kongo sepakat menjalin kerja sama di bidang militer dan pertahanan yang mencakup pembelian sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan pengiriman prajurit untuk belajar di akademi militer di Indonesia.

Kerja sama ini terjalin setelah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Kongo Jean Pierre Bemba Gombo di Kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (11/5/2023).

Pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu dilakukan selama lebih kurang 1,5 jam.

Kepada Prabowo, Jean Pierre Bemba meminta agar angkatan bersenjata atau prajurit khusus Kongo dilatih Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada saat yang sama, Kongo juga meminta agar para perwira muda dan kadet-kadet mereka dididik di Unversitas Pertahanan dan akademi-akademi militer di Indonesia.

“Mereka meminta pasukan khusus mereka dilatih,” ujar Prabowo kepada awak media di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis.

Di sisi lain, Indonesia dan Kongo sepakat untuk menjalin kerja sama di bidang pertahanan. Prabowo mengaku, Kongo bahkan tertarik untuk membeli sejumlah alutsista buatan dalam negeri.

Sebelum bertemu Prabowo, Jean Pierre Bemba diketahui berkunjung terlebih dulu ke dua produsen pertahanan dalam negeri, yaitu PT Pindad Persero dan PT Dirgantara Indonesia.

“Beliau sangat tertarik dan berminat dengan produk-produk kita,” ucap Prabowo.

https://www.airspace-review.com/wp-content/uploads/2023/05/Menhan-Kongo-kunjungi-PTDI-715x402.jpegMenteri Pertahanan Republik Demokratik Kongo Jean Pierre Bemba Gombo Tinjau PTDI, Minati N219 (Airspace Review)

Beberapa alutsista yang menarik minat mereka antara lain pesawat CN-235 dan pesawat N-219 buatan PT Dirgantara Indonesia, lalu Harimau Medium Tank produksi PT Pindad.

“Mereka tertarik dengan pesawat CN-235, mereka tertarik dengan pesawat N-219, pesawat baru kita, dan tank medium,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Jean Pierre Bemba mengatakan bahwa Kongo sangat antusias dengan kerja sama ini.

“Ini adalah kerja sama yang penting, yang telah kami diskusikan tadi,” kata Jean Pierre Bemba.

Untuk diketahui, hubungan diplomatik Indonesia-Kongo sudah terjalin sejak 1963, tetapi ditutup setahun kemudian setelah jatuhnya PM Patrice Lumumba. Hubungan diplomatik baru dibuka kembali pada 1984.

Sejak saat itu, kerja sama antar kedua negara terus mengalami peningkatan. Dilansir dari laman Kemlu.go.id, Indonesia juga telah berpartisipasi di dalam misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo selama lebih dari tiga dasawarsa.

Secara berkala, prajurit TNI dan Polri dikirim ke sana untuk bergabung di dalam misi perdamaian.

 ♖
Kompas  

[Video] Naval Group Tawarkan Kapal Selam

⚓️ Liputan CNBC Paparan Naval Group menawarkan untuk membangun dua varian kapal selam berkemampuan AIP untuk Indonesia di Surabaya (Naval Group)

Untuk meningkatkan pertahanan negara khususnya di bidang maritim, Indonesia melalui PT PAL telah menjalin kerjasama dengan Naval Group untuk pembelian kapal selam Scorpene yang memiliki berbagai keunggulan diantaranya mampu membawa torpedo dan rudal.

Kerjasama ini juga membawa keuntungan bagi PT PAL khususnya dalam hal alih teknologi pembangunan kapal selam yang dilakukan Naval Grup dalam waktu 100 tahun, menjadi kurun waktu 8 tahun.

Menurut Nicolas de La Billemarque, VP Sales And Business Development India, Asia Pacific Naval Group kolaborasi Indonesia dengan Naval Group akan membuka peluang jangka panjang baik bagi pasar Indonesia dan industri pertahanan jangka panjang.

Pilihan Indonesia untuk dua Kapal Selam Scorpene juga tepat untuk memenuhi kebutuhan pertahanan laut di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga diyakini akan menjadi negara dengan kekuatan angkatan laut terbesar di ASEAN.

 Berikut video dari Youtube : 


 ⚓️  Youtube  

Jumat, 12 Mei 2023

Prajurit KRI Bima Suci Siaga Perang

Pastikan Keamanan Lewati Teluk Aden(TNI AL) ☆

Untuk memastikan kondisi keamanan KRI Bima Suci yang sedang melaksanakan pelayaran muhibah diplomasi dan duta bangsa Kartika Jala Krida 2023 saat melewati teluk Aden, perairan Somalia, seluruh prajurit Jalasena KRI Bima Suci melaksanakan peran jaga perang.

Peran jaga perang saat melintasi wilayah Perairan Teluk Aden dikarenakan wilayah tersebut merupakan zona merah Internasional, banyak terjadi perompak ataupun pembajakan baik kapal peti kemas, kapal tanker maupun kapal asing yang melintas.

Peningkatan kesiagaan adalah sebuah prosedur yang bertujuan sebagai tindakan preventif terhadap serangan mendadak dari bahaya ancaman serangan musuh di wilayah yang dianggap rawan.

Seluruh personel berugas dan menempati pos tempur dan harus memahami tugas dan tanggungjawab masing-masing berdasarkan buku Induk Tempur KRI Bima Suci. Kesiapsiagaan prajurit KRI Bima Suci juga selalu dilatih agar sasaran pelayaran misi diplomasi dan muhibah duta bangsa tercapai dengan baik.

Selain personel KRI Bima Suci, juga didukung oleh personel Satgas pendukung yang memiliki kwalifikasi khusus juga terlibat berperan sesuai dengan spesialisasinya. Selain menghadapi ancaman yang kemungkinan datang dari permukaan, KRI Bima Suci juga melaksanakan kesiagaan terhadap kemungkinan ancaman dari bawah air yaitu dengan Lawan Sabotase Bawah Air (LSBA). Prajurit Kopaska maupun penyelam akan melaksanakan penyelaman guna memastikan kondisi bawah air sekaligus menetralisir jika terdapat dari bawah air yang bisa membahayakan keselamatan prajurit, kapal dan berpotensi menggagalkan misi KRI Bima Suci.

Kesiapsiagaan seluruh personel sangatlah penting untuk mengamankan pelayaran KRI Bima Suci sebagai kapal layar tiang tinggi yang sedang melaksanakan pelayaran misi muhibah diplomasi dan duta bangsa Kartika Jala Krida 2023 mengelilingi sepertiga belahan dunia sejauh 25.589 NM selama 214 hari pelayaran untuk memperkenalkan budaya Bangsa Indonesia.

  💂 Pelopor Wiratama  

Mengenal Tim Anti Drone Kopasgat Pada KTT ASEAN Ke-42

https://assets.ayobandung.com/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/2023/05/10/IMG_20230510_120552-2243997790.jpgTim antidrone Kopasgat dalam pengamanan KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo. (Dok. Instagram @kopasgat_tniau) ★

S
ejumlah persiapan menjelang pelaksanaan KTT ASEAN 2023, telah digelar termasuk kesiapan Kopasgat dalam bidang Pengamanan (Pam) VVIP dengan mengerahkan prajurit-prajurit terbaiknya dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tercanggih untuk mengamankan KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selasa, (09/05/2023).

Dalam melaksanakan Pam VVIP kali ini, Kopasgat mengerahkan sejumlah alutsistanya untuk menjamin terlaksananya KTT ASEAN 2023 dengan aman.

https://assets.ayobandung.com/crop/0x0:0x0/750x0/webp/photo/2023/05/10/IMG_20230510_120453-3347519158.jpgSalah satu diantaranya yaitu pelibatan unsur anti drone. Dimana tim ini bertugas untuk melumpuhkan gangguan-gangguan yang diakibatkan oleh drone hingga pesawat tanpa awak dengan menggunakan alutsista canggih yaitu senjata anti drone yang dimiliki Kopasgat.

Tim Anti Drone tersebut sangat diperlukan pada proses pengamanan di masa sekarang, mengingat semakin canggih dan pesatnnya perkembangan teknologi saat ini, sehingga selain mengamankan wilayah di daratan, para prajurit Kopasgat juga harus mampu mengamankan wilayah udara di tempat penugasannya**

  ★ Idisi Online  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...