Jumat, 09 Desember 2016

[Dunia] Bangladesh Membeli Kapal Selam ‘Usang’ Cina

Dua kapal selam diesel elektrik yang baru-baru ini dibeli Bangladesh dengan harga US$ 203 juta dari China adalah kapal selam usang, ungkap ahli dari Rusia.

Kapal selam pertama yang akan dimiliki Bangladesh, baru akan memperkuat pada tahun 2017, sebenarnya merupakan kapal selam buatan tahun 1970-an dan dianggap berhasil, kata ahli militer Rusia Vasily Kashin.

Kapal selam yang dibeli merupakan upgrade dari kapal selam Project 035. Angkatan Laut Cina menggunakan kapal selam Project 035G sebagai kapal selam latih di tahun 1990-2000. Type 035G dilengkapi dengan persenjataan torpedo baru dan perangkat sonar dari Perancis.

Kapal selam sudah usang bahkan pada awal pembangunanya di akhir 1980-an dan ini adalah salah satu alasan China untuk bisa membeli 12 kapal selam Kilo Project 877 dan 636 dari Rusia. Menurut ahli militer Rusia, kurangnya pengalaman Bangladesh Navy dan usangnya kapal selam 035G membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi Angkatan Laut India yang jauh lebih maju kekuatan kapal selamnya.

Ketidakpuasan India bukan karena soal kapal selam yang dibeli, tetapi karena fakta Bangladesh mulai memperkuat militernya dengan persenjataan buatan Cina. Jika Bangladesh membeli dari pemasok lain misalnya, Rusia atau Eropa, hal itu tidak akan menyebabkan emosi negatif dari pihak India.

Selain kapal selam, Bangladesh juga telah membeli korvet Type 056 Cina, dan mungkin juga fregat dan beberapa peralatan militer lainnya dari Cina. [Defenceworld]

  ⚓️ Jakarta Greater  

Kamis, 08 Desember 2016

Kru Heli TNI yang Jatuh di Malinau Ditemukan Selamat

⚓️ 14 Hari HilangIlustrasi Helikopter Bell 412 EP TNI AD

Lettu CPN Yohanes Saputra kru Heli Bell 412 EP No reg 5166 milik TNI AD yang jatuh di Pegunungan Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) pada 24 November 2016 ditemukan selamat.

Perwira pertama TNI AD ini ditemukan pada Kamis siang (8/12/2016) sekitar pukul 15.20 Wita di sekitar jalan Desa Long Sulid ke Desa Long Berang, Kalimantan Utara.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Sabrar Fadhilah menyatakan, korban ditemukan oleh masyarakat yang berada di hulu kampung yang selanjutnya melaporkan melalui radio ke Pos Satgas Pamtas Yonif 713/ST dan selanjutnya dilaporkan kepada Satkowil.

"Korban ditemukan dalam kondisi luka-luka di bagian tangan, pinggang, kaki dan dalam keadaan lemas disebabkan kurang makan beberapa hari," kata Kadispenad dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan ke SINDOnews, Kamis (8/12/2016).

Melalui satuan kewilayahan, kata Kadispenad, saat ini sedang dilakukan upaya untuk evakuasi terhadap yang bersangkutan dari Desa Long Sulid ke Tarakan untuk mendapat perawatan medis. (sms)

  ⚓️ SINDOnews  

[Foto] Aksi Prajurit Di Atas Langit

⚓️ Yonif Para Raider 328/Dirgahayu

Aksi Prajurit Di Atas Langit

Dari ketinggian antara 25.000 s/d 35.000 kaki sebanyak 300 anggota Yonif Para Raider 328/Dirgahayu Kostrad diterjunkan dari pesawat Hercules di daerah Dawuan, Karawang Jawa Barat. Rabu (7/12).

Penerjunan tersebut dilaksanakan dalam rangka kegiatan latihan Terjun Taktis (Juntis) TA. 2016 dan dipimpin langsung oleh Danyonif Para Raider 328 Kostrad Letkol Inf Bagus Budi Andrianto S.E, M.Si.

Penerjunan yang dibagi menjadi empat sortie dan di berangkatkan dari lapangan udara Halim Perdana Kusuma tersebut bertujuan agar prajurit Yonif Para Raider 328 /Dirgahayu Kostrad selalu siap apabila sewaktu-waktu ditugaskan di garis depan.

Latihan merupakan suatu kebutuhan yang mendasar bagi setiap prajurit, agar kemampuan dan keterampilan yang dimiliki prajurit selalu terpelihara dan dapat ditingkatkan, sehingga harapan untuk memiliki prajurit yang profesional dapat terwujud.

Dengan adanya latihan terjun ini tentunya dapat meningkatkan kesiapsiagaan satuan Para Raider demi mengantisipasi setiap ancaman yang mungkin timbul. Bilamana sewaktu-waktu Negara membutuhkan pengerahan pasukan ini, maka satuan Para Raider, khususnya Brigif Yonif Para Raider 328 /Dirgahayu Kostrad siap untuk digerakkan.

  ⚓️ Berita Lima  

TNI Klaim Tak Pernah Kudeta Pemerintah

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Wuryanto menyatakan, lembaganya tak pernah melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah. Dia mengklaim TNI selalu berjuang untuk kepentingan negara.

"TNI tidak pernah melakukan pembangkangan terhadap pemerintah termasuk melakukan kudeta," kata Wuryanto seperti dikutip dalam keterangan tertulis.

Perwira bintang dua ini menjelaskan, dalam sejarah terbentuknya TNI pada 5 Oktober 1945, lembaganya tak pernah melakukan pembangkangan.

Wuryanto membantah sebuah opini yang diunggah di media sosial dengan judul “Jokowi, waspadai terhadap ‘Kuda Troya’ JK dan Gatot Nurmantyo”. Menurutnya, isu tersebut telah merusak citra dan nama baik TNI.

Dia menyatakan, opini yang dimuat dalam tulisan tersebut tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak berdasarkan fakta.

Pernyataan opini tersebut merupakan fitnah dan pencemaran nama baik TNI secara institusi maupun terhadap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo secara pribadi, yang berpotensi munculnya konflik antar lembaga maupun kelompok masyarakat,” ujar Wuryanto.

Dalam opini tersebut, ditulis tentang kegiatan Gatot Nurmantyo yang menggagas doa bersama dan sering berkeliling kampus. Gatot menggagas doa bersama yang dilaksanakan Jumat (18/11) dan Apel Nusantara Bersatu pada Rabu (30/11) ditujukan agar Indonesia terlepas dari perpecahan.

Panglima TNI melakukan kegiatan tersebut untuk membentuk karakter pemuda Indonesia agar memiliki rasa kebangsaan dan nasionalisme serta bela negara, bukan untuk berambisi mengambil alih pemerintahan,” kata Wuryanto.

Selain itu, terkait isu Panglima TNI akan menyerahkan wilayah laut Natuna kepada pihak Tiongkok, Wuryanto menegaskan pemimpinnya tersebut tidak akan pernah menyerahkan wilayah laut Indonesia ke pihak asing, termasuk perairan Natuna.

Panglima TNI tidak pernah menginginkan kapal-kapal asing mencuri ikan di perairan laut Indonesia, apalagi sampai berusaha menyuap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti agar mengizinkan kapal asing pencuri ikan bisa masuk perairan Indonesia,” tuturnya.

Namun pernyataan Wuryanto berbeda dengan penjelasan salah seorang korban Tragedi 1965 yang pernah menyebut sejumlah jenderal TNI Angkatan Darat melakukan kudeta saat pemerintahan Sukarno. Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965 Bedjo Untung menyebut, TNI AD bekerja sama dengan Agen Intelijen Amerika Serikat atau CIA.

"Kudeta ini justru dirancang oleh CIA dan jenderal-jenderal Angkatan Darat untuk menjatuhkan Bung Karno," ujar Bedjo.

Pada periode itu Bung Karno gencar menyerukan anti neo-kolonialisme dan imperialisme. Seruan itu didukung masyarakat Indonesia. Bahkan di tingkat global, Sukarno menjadi pemimpin The New Emerging Forces (NEFO), blok kekuatan baru untuk menandingi Uni Soviet dan Amerika Serikat ketika itu.

Bedjo mengatakan, situasi revolusioner inilah yang ditakuti Amerika Serikat. Beberapa usaha untuk menjatuhkan Sukarno pun dilakukan, termasuk kudeta merangkak pada 1965. (pmg/rdk)

  ⚓️ CNN  

[Dunia] Malaysia Siap Borong 12 Korvet dan 2 kapal selam Baru

Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) berencana untuk menambah sebanyak 12 unit lagi korvet New Generation Patrol Vessels untuk lebih meningkatkan keamanan dan pengawasan di seluruh perairan negara.

Panglima TLDM, Laksamana Tan Sri Ahmad Kamarulzaman Ahmad Badaruddin mengatakan penambahan aset TLDM akan dilakukan secara bertahap. Sejauh ini TLDM memiliki enam buah korvet New Generation Patrol Vessels, yakni Kapal Diraja (KD) Pahang, KD Kedah, KD Selangor, KD Perak, KD Terengganu dan KD Kelantan.

Selain penambahan 12 unit korvet patroli, TLDM juga berencana untuk membeli lagi dua kapal selam. Sebagaimana diketahui Malaysia sudah memiliki dua kapal selam, KD Tunku Abdul Rahman dan KD Tun Razak. Penambahan aset korvet akan dibuat melalui melalui program Transformasi 15 ke 5 tipe kapal yang akan menghemat biaya pengeluaran dan awak kapal yang mengoperasikannya.

Dalam perkembangan lain, Ahmad Kamarulzaman mengatakan TLDM bakal menerima kapal perang pesisir pantai (LCS) buatan lokal pertama yang akan selesai pada 2019. Kapal perang pesisir itu akan dilengkapi teknologi tinggi dan terkini buatan para insinyur Malaysia tanpa bantuan ahli dari negara lain.

Kapal LCS tersebut sedang dalam tahap konstruksi dan turut menghemat lebih setengah biaya pengeluaran melalui program transformasi yang sama. Direncanakan sebanyak 6 kapal LCS akan dibangun secara bertahap setiap tahun untuk menguatkan pertahanan maritim Malaysia.

  ⚓️ Jakarta Greater  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...