Selasa, 02 April 2019

Torpedo Black Shark Telah Ditembakkan

Di Perairan Utara Bali https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEje1I6DjtOM26rLqEoeV63caLcT98_Aoc2PjdeskjMm_uhr0wN5M68VbE8FwLMsRyNwAU-HhfphDHanm803YtaQSTjX3HKdruy_1rzL1WBYeDLmG6_gYLdtKXj8rrc2JIRxUoukYxjMqK0r/s1600/KRI+Nagapasa+403+menjalani+sea+trial+%2528defence.pk%2529.jpgKRI Nagapasa 403 [TNI AL] ★

TNI AL diberitakan telah selesai melakukan Uji Penembakan Torpedo Black Shark dengan kapal selam terbarunya, KRI Nagapasa – 403. Beberapa unsur KRI turut serta dalam Pengujian Torpedo ini.

Palaksa KRI I Gusti Ngurah Rai Letkol Rudi yang ikut mengawal proses uji coba penembakan tersebut mengatakan uji coba Torpedo Black Shark tersebut ditembakkan sekitar pukul 03.00 dini hari.

“Sudah selesai latihannya tanggal 30/3/2019 kemarin. Kalkulasi latihannya ada banyak, sejak tanggal 29 – 30 itu. Uji coba penembakan cuma satu torpedo yang dilakukan Kapal Selam Nagapasa sekitar jam 3 pagi,” kata Rudi saat dikonfirmasi tribun-bali.com, malam, Minggu (31/3/2019), kemarin.

Dia menuturkan, lokasi uji coba digelar di perairan utara Bali.

“Di utara perairan Bali. Sekitar utaranya Celukan Bawang kalau tidak salah. Letak pastinya kurang tahu karena bukan kita yang uji coba penembakan.”

“Kita hanya mengamankan sektor sekitar lokasi saja. Biar saat penembakkan kapal-kapal nelayan dan niaga tidak melintasi lokasi uji coba penembakan sehingga tidak salah sasaran.Kan biasanya ada kapal-kapal yang mungkin mau ke Celukan Bawang jadi kita amankan saja sektornya,” tuturnya.

Dia menjelaskan, senjata yang diujicobakan itu merujuk torpedo jenis baru, Black Shark yang dibeli dari Italia.

“Rinciannya tidak tahu pasti. Spesifikasinya juga kami kurang tahu karena sepertinya senjata itu khusus untuk kapal selam saja, bukan semacam kapal jenis kita. Mungkin senjata ini pernah diujicobakan, cuma yang ini ke berapa kali saya kurang mengetahuinya. Itu karena kapal baru dan senjatanya baru, jadi masih diujicobakan,” jelas dia.

Ditanya mengenai lama proses latihan, pihaknya pun tidak mengetahui pasti.

“Tidak tahu berapa lama, karena masing-masing kapal datangnya tidak bersamaan. Tapi sejak tanggal 29/3/2019 kami sudah tiba di lokasi untuk mensterilisasi dan mengawal latihan. Untuk pengamanan seperti kita, harus duluan menjaga agar tidak ada unsur lain yang memasuki area. Setelah itu pun kita langsung mencar masing-masing,” jawabnya.

Dia membeberkan ada dua kapal yang mengawal dan satu kapal sebagai observer latihan tersebut.

Sementara itu, Palaksa Lanal Denpasar Letkol Laut (P) Bambang Abdullah Basuki Rahmad saat dikonfirmasi mengenai adanya latihan uji coba itu, juga membenarkan kegiatan tersebut.

Dia menuturkan latihan uji coba sudah berlangsung tanggal 29/3/2019 lalu, dan menembakkan torpedo black shark tersebut pada tanggal 30/3/2019 sekitar pukul 03.00 dini hari.

Kurang lebih ungkap dia, kegiatan itu hanya uji coba senjata baru.

“Kapal selam yang menembakkan itu, KRI Nagasapa 403. Memang itu kapal yang dilengkapi dengan persenjataan baru, jadi persenjataannya dicoba. Artinya ini senjata barunya kapal selam itu,” kata dia menuturkan.

Dia melanjutkannya, ada beberapa kapal yang mengawal proses percobaan latihannya yakni KRI Sultan Iskandar Muda, KRI I Gusti Ngurah Rai dan beberapa kapal lainnya.

Sementara in, ujarnya, kapal KRI Nagasapa telah bertolak ke Surabaya.

“KRI I Gusti Ngurah Rai masih sandar di Benoa untuk melanjutkan operasi selanjutnya. Pengawalan yang dilakukan sesungguhnya untuk menghindarkan kapal-kapal nelayan menjauh dari area penembakan.”

“Torpedonya tidak sampai diledakkan karena ini Kepala Latihan bukan Kepala Perang. Torpedo kepala latihan itu seperti drone gitu, dikendalikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, torpedo Black Shark merupakan buatan Whitehead Sistemi Subacquei (WASS), Finmeccanica Company, Italia, yang diketahui sebagai torpedo jenis baru dan modern untuk kapal selam.


  ★ Tribunnews  

Kapal Selam Indonesia Pakai Black Shark

Torpedo Siluman Standar NATO https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7MTRE2M9i9_ElRuWAEG9d26-AXihVo-_8Zfk-69eRDHOkWnUo04yEHOzXKCQza6paHSvMSty6s9WlMbBeFSOXcbXeQ2Yzky2Po-wsCjxEONJEy-zxDuzfFr3-EG3bI5Rq-GPHwgt6U4l-/s1600/PHOTO-2019-03-29-18-31-14.jpgKRI 405 Alugoro [PT PAL] ★

Kapal Republik Indonesia Nagapasa-403 resmi diluncurkan pada 2 Agustus 2017. Kapal selam kelas Chang Bogo Type 209/1400 ini dipesan dari kontraktor pertahanan Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Nagapasa diharapkan dapat beroperasi untuk armada TNI Angkatan Laut selama 30 tahun.

Salah satu keunggulan kapal selam kebanggaan Indonesia ini adalah dilengkapi torpedo Black Shark. Apa saja kecanggihannya? Mengutip situs Naval-technology, Selasa, 2 April 2019, Black Shark merupakan torpedo heavyweight buatan Whitehead Sistemi Subacquei (WASS), Finmeccanica Company, Italia.

Aktif beroperasi pada 2004, torpedo standar NATO ini diakui sebagai monster bawah laut yang mampu menjangkau target jarak jauh dengan jarak luncur ideal hingga 50 kilometer serta kecepatan maksimum 50 knots.

Namun, sesuai kebutuhan operasi dan jenis sasaran yang ingin dihantam, Black Shark dapat di-setting meluncur hingga kecepatan 52 knots untuk jarak luncur 22 kilometer. Sementara bila dibutuhkan, jarak luncur bisa di-setting sampai 90 km, namun kecepatannya menurun menjadi 12 knots.

Black Shark TorpedoTorpedo berlabel IF21 ini memiliki kemampuan dual purpose. Satu sisi, Black Shark digunakan untuk menghantam kapal selam dan kapal permukaan, tapi sisi lain, mampu menjalani misi anti kapal selam. Selain itu, dari segi operasional, Black Shark sangat ideal untuk beroperasi di perairan dangkal maupun dalam.

Hal ini karena Black Shark punya kemampuan full stealth, alias tingkat emisi suara yang keluar ketika ditembakkan nyaris tidak terdeteksi. Ditambah lagi, Black Shark dibekali dua bilah propeller yang masing-masing bergerak secara berlawanan.

Pola gerakan propeller ini menghasilkan tingkat kesenyapan yang tinggi, selain laju kecepatan tinggi pada torpedo. Mengusung STANAG 4405, torpedo berbobot 1,5 ton tersebut memiliki kompabilitas dengan semua komponen utama Combat Management System (CMS) suatu kapal perang.

Belum selesai, Black Shark dibekali hulu ledak powerful explosive charges. Secara prinsip, hulu ledak ini dapat diaktifkan oleh pengaruh dari gelombang akustik dan efek tabrakan. Adapun sumber pasokan tenaga Black Shark berasal dari desain baru advanced lithium polymer rechargeable battery.


  ★ Vivanews  

[Video] MRSS Project for Royal Malaysian Navy

Published by Naval NewsThe Royal Malaysian Navy «15 to 5» transformation program calls for the acquisition of three

MRSS ships, the two first of which being delivered between 2021-2025 and the third one by 2035.

In this video we cover:

★ Damen MRSS
★ Naval Group Mistral-class LHD
★ CSSC Type071E
★ PT PAL MRSS
★ TAIS MRSS
★ Hanwha CMS for MRSS


  ★ Youtube  

Senin, 01 April 2019

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...