Selasa, 25 April 2023

[Global] Serangan Balik Gagal

Ukraina Bakal Kehilangan Dukungan BaratMedia AS, New York Times, memprediksi Ukraina berisiko kehilangan dukungan dari Barat jika serangan balik mereka gagal. (Foto/Ilustrasi) ☆

Ukraina jauh dari jaminan untuk berhasil dalam serangan balasan terhadap Rusia meskipun menerima senjata Barat, pelatihan, dan dukungan intelijen. Hasil yang mengecewakan kemungkinan akan mendorong para pendukung Kiev untuk menekannya agar bernegosiasi demi perdamaian.

Begitu prediksi media yang berbasis di Amerika Serikat (AS), New York Times (NYT).

Kiev telah lama menggembar-gemborkan dorongan yang akan datang sebagai fase menentukan berikutnya dari konflik dengan Rusia. NYT mengklaim bahwa serangan itu dapat diluncurkan pada awal Mei, meskipun Perdana Menteri Ukraina Denis Shmigal baru-baru ini menilai bahwa serangan itu mungkin tidak akan dilakukan sampai musim panas.

Menurut dokumen rahasia yang dibagikan sebagai bagian dari kebocoran Pentagon, Ukraina berencana untuk menggunakan 12 brigade tempur yang masing-masing terdiri dari sekitar 4.000 tentara dalam kampanye terbarunya melawan pasukan Rusia. AS dan sekutunya telah membantu melatih sembilan unit tersebut, dengan para tentara diajari untuk menggunakan peralatan yang disediakan Barat dan menerima nasihat taktis di fasilitas militer Amerika di Jerman. Mitra Ukraina juga diharapkan memberikan intelijen untuk serangan yang diusulkan.

“Semuanya bergantung pada serangan balasan ini,” kata Alexander Vershbow, mantan duta besar AS untuk Rusia dan pejabat senior NATO, tentang operasi di masa depan.

“Semua orang berharap, mungkin terlalu optimis. Tapi itu akan menentukan apakah akan ada hasil yang layak bagi Ukraina,” imbuhnya seperti dikutip dari RT, Selasa (25/4/2023).

Kiev telah mengesampingkan negosiasi dengan Moskow sampai merebut kembali semua wilayah yang diklaimnya sebagai miliknya. Namun, bahkan dengan semua bantuan Barat, keuntungan besar tidak dijamin, atau bahkan mungkin, NYT memperingatkan.

Surat kabar itu mengutip kekalahan Ukraina di medan perang, pengeluaran amunisi yang besar, dan pasukan Rusia menggali serta mencegah musuh menggunakan perang yang diajarkan Barat sebagai upaya melawan Kiev.

"Setelah desakan selesai, ada sedikit kemungkinan bahwa Barat dapat menciptakan kembali penumpukan untuk masa mendatang," bantah laporan itu.

AS dan sekutunya sebagian besar telah kehabisan persediaan militer mereka setelah membanjiri Kiev dengan bantuan militer, menyebabkan celah yang tidak mungkin terisi hingga tahun depan, penilaian para ahli.

Sementara itu, Rusia meningkatkan tekanan terhadap Ukraina meskipun mengalami kemunduran sebelumnya, yang berarti bahwa jendela untuk memperoleh keuntungan yang signifikan mungkin tidak akan tetap terbuka tanpa batas waktu, kata NYT.

Diakuinya, dengan cadangan yang lebih besar, Moskow dapat muncul sebagai pemenang dalam konflik tersebut.

Politico sebelumnya melaporkan bahwa Gedung Putih bersiap untuk mengurangi dampak dari serangan balasan Ukraina yang berpotensi dilaksanakan dengan buruk. Gencatan senjata sementara dapat memberi Kiev waktu untuk membangun militer sebelum serangan lain di kemudian hari, pejabat AS mengklaim ke outlet tersebut.

 Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir  Rusia ancam akan menjadi pihak pertama yang menggunakan senjata nuklir jika musuh melakukan agresi. (Foto/Ilustrasi) ☆

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan, Moskow dapat menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu jika terjadi agresi terhadapnya atau sekutunya.

"Lawan tidak boleh meremehkan tekad Rusia," kata Medvedev, yang juga menjabat sebagai presiden Rusia antara 2008 dan 2012, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (25/4/2023).

Hal itu diungkapkannya selama maraton pendidikan di Moskow yang disebut "Pengetahuan", sebuah platform untuk diskusi terbuka antara kaum muda dan perwakilan pemerintah.

Ketika ditanya tentang perubahan iklim, Medvedev menjawab: "Apakah Anda benar-benar peduli dengan iklim sedemikian rupa? Menurut pendapat saya, ini tidak seberapa dibandingkan dengan prospek berada di episentrum ledakan dengan suhu 5.000 Kelvin."

"Apakah ada prospek seperti itu hari ini? (Sayangnya,) ya. Dan itu berkembang setiap hari karena alasan yang sudah diketahui," katanya.

Medvedev percaya dunia modern sedang "sakit" dan perang dunia mungkin saja terjadi, tetapi masih bisa dihindari. (ian)

  💂 sindonews  

Menhan Prabowo Perkuat Alutsista Jaga Kedaulatan NKRI

https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/logo-kementerian-pertahanan-kemenhan-yang-baru-diresmikan-prabowo_220121165536-165.jpg(Kemhan) ★

M
enteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sejak awal menjabat Menhan berjanji akan memperkuat Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Prabowo menegaskan doktrin dan wawasan pertahanan Indonesia ialah bertahan, tidak menjajah dan tidak menyerang.

"Doktrin dan wawasan pertahanan kita adalah defensif, tidak mau menjajah dan menyerang," tegas Prabowo, dikutip dari akun Instagram @kemenhan, Rabu (19/4/2023).

Dalam rangka menjaga pertahanan NKRI, Kemenhan memperkuat Alutsista. Berikut daftar investasi dan modernisasi alutsista, yang beberapa di antaranya bekerja sama dengan BUMN dan Swasta.

 Matra Darat:

Harwat/Overhaul/Upgrade Bell 412, Ranpur Badak Kanon 90mm, Rantis Komando Maung, Ranpur Anoa (basic) dan Kendaraan satuan operasional SPM 150 cc, SPM listrik, Rantis 4x4.

 Matra Laut:

Kapal Offshore Patrol Vessel, Frigate, Kapal (KCR) 60m, Refurbishment 41 KRI, Submarine Rescue Vehicle System, Kapal Full Combat Mission dan Pesud Fix Wing Angkut atau Cargo Sedang.

 Matra Udara:

Pesawat Rafale dan dukungannya, Pesawat A-400M dan dukungannya, Pesawat Angkut Berat (pesawat C-130J-30 Super Hercules), Modernisasi pesawat C-130H/HS, (A) MRCA / Mirage 2000 (beserta dukungannya) serta Pesawat lift dan dukungannya.

Kemudian juga Peningkatan Fasilitas Kesehatan TNI AD, AL dan AU.***

  ★ Indonesia Channel  

Senin, 24 April 2023

TNI Kawal Evakuasi WNI di Sudan

 Terjunkan Pasukan Elite  
https://akcdn.detik.net.id/visual/2023/04/24/evakuasi-wni-dari-sudan-2_169.jpeg?w=650&q=90WNI dievakuasi ke KBRI Khartoum pada Selasa (18/4/2023), di tengah pertempuran antara tentara nasional Sudan dan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF) negara itu. (Arsip Istimewa) ★

S
ejumlah prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU turut diterjunkan dalam evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari kota Port Sudan ke Jeddah, Arab Saudi, buntut konflik bersenjata yang terjadi di Sudan.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan pelibatan pasukan elite TNI AU itu untuk mengamankan lokasi penjemputan para WNI.

"Kemarin kan ada jeda kemanusiaan, istilahnya gencatan senjata untuk memberikan ruang bagi WNA dievakuasi. Ternyata kemarin ada informasi lagi dari jeda itu ternyata ada serangan lagi, makanya kita kirim Tim Kopasgat yang nantinya akan mengamankan di bandara tempat untuk evakuasi," kata Yudo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (24/4) sore.

Secara total, ada 39 orang personel yang diberangkatkan termasuk Kopasgat. Personel juga terdiri dari kru pesawat hingga dokter.

Yudo menyatakan mereka akan diberangkatkan pada Selasa (25/4) besok menggunakan pesawat Boeing 737 TNI AU.

Ia menyebut pesawat dan personel akan mengevakuasi 291 WNI dari Port Sudan ke Jeddah.

"Ini dari Kemlu diutamakan yang tadi, ada ibu hamil, ada yang sakit juga, ada orang tua dan anak-anak. Mungkin nanti akan kita dahulukan itu. Makanya nanti ada tim 39 orang nanti yang akan memisahkan mereka untuk mana yang lebih dulu," kata Yudo.

Yudo menyatakan WNI yang telah diberangkatkan ke Jeddah kemungkinan nantinya bakal diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat komersil.

"Nanti berikutnya setelah ini kita laksanakan, kita menunggu perintah berikutnya, yang jelas TNI apapun yang diperintah dari negara kalau memang dibutuhkan lagi kita juga siap untuk menambah pesawat untuk mengangkut," ucapnya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya mengatakan saat ini 538 WNI sudah dievakuasi ke kota Port Sudan. Mereka selanjutnya bakal diberangkatkan ke Jeddah sebelum tiba di RI.

"Saat ini 538 WNI sedang beristirahat di rumah persinggahan di Kota Pelabuhan sebelum keberangkatan menuju Jeddah melalui jalur laut dan Insya Allah dipulangkan ke Indonesia," kata Retno dalam Press Briefing, Senin (24/4).

Konflik di Sudan dipicu tindakan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang menyerbu sejumlah tempat strategis seperti istana kepresidenan dan bandara internasional Sudan pada 15 April lalu.

Penyerbuan RSF ini pun memicu bentrokan dengan militer Sudan. Angkatan bersenjata negara Afrika utara itu sampai tak segan meluncurkan serangan udara ke sejumlah basis RSF di ibu kota yang dekat dengan permukiman warga.

Perang saudara itu pun telah menewaskan lebih dari 400 orang dan ribuan lainnya luka-luka. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang, hingga Korea Selatan langsung buru-buru mengevakuasi warganya dari Khartoum. (yoa/vws)


 Kirim Boeing B-737 
https://indonesiadefense.com/wp-content/uploads/2023/02/Pesawat-Boeing737-400-A-7308-TNI-AU.jpegIlustrasi pesawat B737 TNI  [TNI AU] ★

TNI akan memberangkatkan pesawat dan personel untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Ibu Kota Sudan imbas konflik bersenjata yang terjadi sejak 15 April lalu.

Pesawat akan diberangkatkan pada siang ini, Senin (24/4) dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo dijadwalkan hadir melepas keberangkatan tim evakuasi.

"Betul (TNI memberangkatkan pesawat dan personel)," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda (Laksda) Julius Widjojono saat dihubungi, Senin.

Julius mengatakan pihaknya bakal menyampaikan informasi detail soal keberangkatan itu nanti.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma Indan Gilang mengatakan pesawat yang diberangkatkan adalah Boeing B-737.

"Iya betul. Rencananya jam 14.00," kata Indan.

Sementara itu, secara terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan evakuasi WNI dari Sudan akan berlangsung secara beberapa tahap dan dimulai hari ini.

"Rencana awal, seluruh WNI akan dievakuasi dengan memanfaatkan gencatan senjata yang ada. Namun demikian, karena adanya pembatasan bahan bakar untuk bus yang akan mengangkut para WNI, maka evakuasi tidak dapat dilakukan dalam satu tahap," ujar Retno dalam keterangan video, Senin (24/4).

Retno menjelaskan sebanyak 538 WNI telah tiba di Kota Port Sudan pada pukul 01.00 waktu setempat atau 06.00 WIB hari ini. Ia menyebut terdapat 289 WNI lainnya, yang sebagian besar mahasiswa dan 5 pekerja perusahaan, akan dievakuasi pada tahap kedua pada kesempatan pertama.

Perang saudara di Sudan sudah berlangsung sejak 15 April lalu, di mana pasukan Rapid Support Forces (RSF) berupaya menduduki situs pemerintahan di Ibu Kota hingga memicu militer membobardir markas mereka di Khartoum.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 420 orang tewas dalam konflik antar pasukan militer itu. Sementara 3.700 orang lainnya tercatat mengalami luka-luka.

Selain itu, lebih dari dua per tiga rumah sakit di Khartoum dan negara-negara tetangga kini juga tak lagi berfungsi. Serikat dokter jug mengabarkan setidaknya empat rumah sakit di Kordofan Utara menjadi sasaran penembakan. (yog/pop/rds)


 538 WNI di Sudan Dievakuasi Lewat Jeddah 
https://akcdn.detik.net.id/visual/2023/04/24/evakuasi-wni-dari-sudan_169.jpeg?w=650&q=90Rombongan WNI di Sudan akan segera dievakuasi ke RI melalui Jeddah. (Arsip Istimewa) ★

Pemerintah akan segera mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) terdampak Perang Sudan melalui Jeddah, Arab Saudi, sebelum pulang ke Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan saat ini 538 WNI sudah dievakuasi ke kota Port Sudan. Mereka selanjutnya bakal diberangkatkan ke Jeddah sebelum tiba di RI.

"Saat ini 538 WNI sedang beristirahat di rumah persinggahan di Kota Pelabuhan sebelum keberangkatan menuju Jeddah melalui jalur laut dan Insya Allah dipulangkan ke Indonesia," kata Retno dalam Press Briefing, Senin (24/4).

Retno mengatakan ratusan WNI tersebut terdiri dari 273 perempuan, 240 laki-laki, dan 25 balita. Sebagian besar WNI merupakan mahasiswa, pekerja migran Indonesia (PMI), karyawan perusahaan Indofood, dan staf Kedutaan Besar RI beserta keluarganya.

Semuanya sudah dievakuasi tahap pertama yang dipimpin langsung oleh Duta Besar RI di Khartoum, Sunarko.

"Evakuasi dilakukan dengan menggunakan bis sebanyak delapan buah dan satu mini bis KBRI. Evakuasi tahap satu ini berangkat dari Khartoum pada Minggu (23/4) pukul 08.00 WS atau 13.00 WIB," kata Retno.

Dalam kesempatan itu, Retno menjelaskan bahwa sejak hari pertama konflik pecah yakni pada 15 April, pemerintah berkoordinasi dengan lima perwakilan RI, yakni KBRI Khartoum, Riyadh, Cairo, Addis Ababa, dan KJRI Jeddah.

Koordinasi itu juga diperluas dengan kementerian atau lembaga lain, terutama TNI guna membahas evakuasi ke Indonesia.

"Koordinasi juga kita dengan PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) dan beberapa negara lainnya," ucap Retno.

Perang saudara itu pun telah menewaskan lebih dari 400 orang dan ribuan lainnya luka-luka. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang, hingga Korea Selatan langsung buru-buru mengevakuasi warganya dari Khartoum. (blq/dna)

  ★
CNN  

KRI Teluk Calang-524 Kolinlamil Dukung Operasi Trisila Koarmada RI

Selama 2 BulanKRI Teluk Calang-524 (TNI AL) ☆

Salah satu unsur KRI jajaran Komando Lintas Laut Militer yaitu KRI Teluk Calang-524 yang saat ini ada di bawah kendali operasi Komando Armada RI mendukung kegiatan Operasi Trisila.

Operasi Trisila merupakan operasi TNI AL yang dilaksanakan oleh Koarmada RI bersama Korps Marinir dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa TNI AL memiliki Koarmada RI dengan operasi yang dilaksanakan menyeluruh di seluruh wilayah yuridiksi nasional.

Kerangkatan KRI Teluk Calang-524 untuk melaksanakan tugas operasi dilepas secara langsung oleh Panglima Komando Armada RI Laksdya TNI Heru Kusmanto didampingi oleh Kepala Staf Kolinlamil Laksma TNI Singgih Sugiarto dari dermaga Beaching Plate, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (11/4). Selanjutnya selama kurang lebih 2 bulan kedepan KRI TCL-524 akan berkeliling wilayah yuridiksi Indonesia sekaligus menguji kesiapsiagaan unsur-unsur di bawah pembinaan Koarmada RI untuk melaksanakan latihan secara terpadu.

Sebelum bertolak dari pangkalan, Komandan KRI Teluk Calang-524 Letkol Laut (P) Bagus Waluyo telah menerima instruksi dari Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksda TNI Yayan Sofiyan yang secara garis besar faktor keselamatan personel dan materiil adalah prioritas utama.

Zero accident harus tercapai, oleh karena itu seorang Komandan harus memiliki intuisi dan high alert terhadap hal-hal di sekitarnya yang dapat berpotensi menggagalkan tugas operasi.

Keterlibatan unsur KRI Kolinlamil KRI Teluk Calang-524 lintas Kotama untuk melaksanakan tugas operasi merupakan bentuk soliditas dan sinergitas antar Kotama TNI AL sesuai dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali. Satukan visi, samakan langkah dan persepsi seluruh lapisan di dalam organisasi Angkatan Laut guna mencapai program-program prioritas yang telah ditentukan.
 

  ⚓ Kolinlamil  

Minggu, 23 April 2023

Pratu F Korban Kelima KKB Papua

Diduga Terjun ke Jurang Sedalam 140 Meter Saat Hindari TembakanProses Evakuasi Pratu F personel dari Satgas Yonif R 321/GT yang ditembak KKB di Papua. (Puspen TNI) ☆

Pratu F, Prajurit TNI yang gugur saat misi penyelamatan pilot pesawat Susi Air, Philip Mark Mehterns di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, diduga tidak tewas tertembak melainkan menghindar dari tembakan dan terjun ke jurang setinggi 140 meter.

Saru dari lima korban tewas yakni Pratu F yang tewas akibat kebiadaban Kelompok Kriminal Berenjata (KKB) Papua, ditemukan di bawah jurang sedalam 140 meter oleh tim gabungan TNI dan Polri.

Dikutip dari berbagai sumber, Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono mengatakan, saat itu Pratu F bersama 35 prajurit lainnya dikepung KKB saat mencoba menyelamatkan pilot Susi Air.

"Dikepung dari atas, kiri, kanan, samping tebing. Nah saat mencoba menyerang, dari bawah ternyata ada surprise dan prajurit menghindar," kata Julius, Minggu 23 April 2023.

Saat para prajurit diserang KKB dan mencoba menghindari serangan, Pratu F melakukan escape dengan melompat ke jurang setinggi 140 meter yang mengakibatkan meninggal dunia.

"Jadi escape-nya dia itu lompat ke jurang itu, tapi tidak ada luka tembak dan senjata masih ada," jelas Julius.

Semetara diketahui, Pratu F menjadi korban kelima yang gugur pasca penyerangan dan penembakan yang dilakukan KKN Papua.

Sebelumnya, keempat prajurit TNI yang lain yakni, Pratu Ibrahim, Pratu M Arifin, Pratu Kurniawan, dan Prada Syukra sudah duluan dinyatakan gugur.

Sebelumnya diberitakan, pasca kejadian tersebut Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah merubah status menjadi siaga tempur di wilayah tersebut.

Seluruh pasukan TNI dan Polri disiagakan untuk melakukan pengamanan di titik yang menjadi objek vital tempat bersembunyi KKB Papua. *

  💂 Sumeks  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...