Rabu, 14 April 2021

India Ajak Latihan 3 Matra

Panglima TNI sambut usul India tingkatkan kerja sama latihan gabunganhttps://i1.wp.com/jakartagreater.com/wp-content/uploads/2018/03/Cipatat-4-e1520246297151.jpg?resize=750%2C499&ssl=1Garuda Shakti ke 6 2018

Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyambut baik berbagai usulan kemitraan yang disampaikan oleh India, termasuk di antaranya perluasan kerja sama latihan gabungan bersama tiga matra dua negara.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melalui siaran tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada prinsipnya menyambut baik dan akan mendukung tawaran kerja sama selama sejalan dengan konsep operasi dan latihan TNI.

Duta Besar India untuk Indonesia Shri Manoj Kumar Bharti menyampaikan usulan perluasan kerja sama latihan itu saat ia melaksanakan kunjungan kehormatan (courtesy call) ke panglima TNI di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, Jakarta, Senin (12/4).

“India berkeinginan meningkatkan lingkup kerja sama latihan menjadi Joint Service Exercises / latihan gabungan bersama tiga matra secara terintegrasi (antara) kedua Angkatan Bersenjata," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerangkan isi pertemuan dengan Dubes India.

Tiga matra itu merujuk pada pasukan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Sejauh ini, kerja sama latihan gabungan dua negara hanya melibatkan pasukan dari satu matra, misalnya, latihan bersama Angkatan Laut dua negara (Samudra Shakti 2021) dan latihan bersama Angkatan Darat dua negara (Garuda Shakti 2022). Sejauh ini, dua negara masih membahas kemungkinan kerja sama latihan bersama Angkatan Udara untuk pertama kalinya pada 2022.

https://www.indiannavy.nic.in/sites/default/files/MISC/samudrashakti1.jpegSamudra Shakti 2018 [indiannavy]

Di samping soal kerja sama latihan gabungan, Dubes India juga membahas keinginan pemerintahnya mengubah standar prosedur operasional (SOP) terkait patroli di perbatasan antara Angkatan Laut India dan Indonesia.

Revisi SOP itu salah satu tujuannya agar pertukaran informasi antardua negara berjalan lebih optimal, kata Dubes India saat menemui panglima TNI.

Usai berbincang dan mendengar berbagai usulan yang disampaikan oleh Dubes India, Hadi menyampaikan terima kasih serta berharap kerja sama pertahanan dua negara kian kuat ke depannya.

"Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Y.M. (Yang Mulia) Shri Manoj Kumar Bharti atas kunjungan dan diskusi yang telah dilaksanakan. Semoga kerja sama pertahanan dan militer kedua negara dapat semakin berkembang di masa yang akan datang," kata Panglima TNI usai pertemuan, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang disiarkan oleh Pusat Penerangan TNI.

Dalam pertemuan itu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi oleh sejumlah pejabat Mabes TNI, di antaranya Wakil Asisten Intelijen Panglima TNI Laksamana Pertama TNI I Putu Arya Agga S; Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Marsekal Pertama TNI Kustono; Kepala Pusat Kerja Sama Internasional TNI Laksamana Pertama Teguh Isgunanto.

Sementara itu Dubes India untuk Indonesia didampingi oleh Atase Pertahanan India di Jakarta, Kapten (N) Amitabh Saxena.

 ♖ antara  

Indonesia Receives First batch of Chinese-made AR-2 Missiles for its CH-4 UAVs

The Indonesian military has received its first batch of Chinese-made AR-2 air-to-surface, precision-guided missiles.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfXyd7Uj9Rbkr6idIXLlGQSz_P6lpWGf_tFaXHRRIJV_o5HP5I6zH5nmcX3beHDVlUrFbn98m3vMV9jOFiAb8nq_rYkbnqTaQcPPrdhdGOL7R7pc1PhicVA_X9T4rZ0MSzqkmtn5Zh8DBh/s748/AR_12_IWJ_Lembaga_KERIS.pngAR-2 at IWJ (Lembaga KERIS)

Information and images provided to Janes indicate that the weapons, which will be deployed on the Indonesian Air Force’s (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Udara: TNI-AU’s) CH-4 medium-altitude, long-endurance (MALE) unmanned aerial vehicles (UAVs), arrived at the service’s main ammunition depot on the Iswahyudi Air Force Base on 8 April.

These images also indicate that the missiles, which were packed in crates of two projectiles each, were delivered in a shipping container that also included an undisclosed number of pylons and rail launchers.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfXyd7Uj9Rbkr6idIXLlGQSz_P6lpWGf_tFaXHRRIJV_o5HP5I6zH5nmcX3beHDVlUrFbn98m3vMV9jOFiAb8nq_rYkbnqTaQcPPrdhdGOL7R7pc1PhicVA_X9T4rZ0MSzqkmtn5Zh8DBh/s748/AR_12_IWJ_Lembaga_KERIS.pngA CH-5 UAV at Airshow China 2016, fitted with four AR-1 (blue) and four AR-2 (white) missiles. The Indonesian Air Force test-fired the AR-1 missiles from its CH-4 UAVs in 2019, and recently took delivery of an initial batch of of AR-2s. (Janes/Kelvin Wong)

The AR-2 relies on its inertial guidance system for mid-course updates and on its semi-active laser (SAL) seeker for terminal homing. The weapon can carry a 5 kg armour-piercing warhead and has a maximum range of about 8 km.

The TNI-AU currently operates a fleet of six CH-4 UAVs, the first two of which made their public debut in October 2019. The CH-4 variant supplied to Indonesia has an operating radius of between 1,500 km and 2,000 km and can be operated via satellite link.

The TNI-AU’s CH-4s were also seen armed with the larger AR-1 missiles during a 2019 exercise in East Java, Indonesia.

 ♖
Janes  

Selasa, 13 April 2021

2 F-16 Skadud 16 Latihan Bersama KRI

✈️ Dukung Latihan Operasi Amfibi✈️ Dua Pesawat Skadud 16 Latihan bersama KRI TNI AL [TNI AU]

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro kerahkan 2 unit pesawat tempur F-16 dari Skadud 16 dengan callsign Rydder, melaksanakan latihan gabungan dengan TNI AL guna mendukung Latihan Operasi Amfibi (Lat.Opsfib), tempat di Selat Gelasa, kepulauan Bangka Belitung, Senin (12/4/2021).

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro mengatakan, Rydder flight terdiri dari 2 pesawat, yang diawaki oleh Komandan Skadron Udara 16 Letkol Pnb Andri Setyawan, S.T., MMOAS. dan Lettu Pnb Hendra Zaimuddin, berangkat dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, kedua pesawat melaksanakan Air Joining Procedures dengan KRI 357 Bung Tomo, dengan callsign Hiu-4 dan juga Dansatgasud dengan callsign Robin. AJP yang dilaksanakan dengan komunikasi di frequency UHF dan VHF yang telah ditentukan, dan juga melaksanakan manuver “Echo” untuk konfirmasi pasukan kawan.

“Setelah itu, Rydder bertindak sebagai bulsi sasaran bagi konvoi kapal TNI AL yang dikendalikan oleh KRI Bung Tomo-357,” kata Andi Kustoro.

Lebih lanjut Andi Kustoro menjelaskan, kegiatan latihan gabungan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi TNI AU dan TNI AL. Penerbang pesawat F-16 dapat berlatih untuk melaksanakan manuver Operasi Udara Lawan Laut. Sedangkan awak kapal TNI AL dapat melaksanakan taktik pertahanan terhadap serangan udara.

“Karena besarnya manfaat yang didapatkan dalam latihan ini, diharapkan kedepannya akan sering diadakan latihan antar matra yang melibatkan TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang bertujuan untuk meningkatkan interoperability dalam rangka memperkuat pertahanan NKRI, sehingga bisa melindungi setiap ancaman dan gangguan terhadap NKRI yang kita cintai,” tambahnya.

Marsma TNI Andi Kustoro menjelaskan, bahwa latihan ini digelar adalah untuk melatih prajurit TNI untuk lebih profesional lagi dalam mengoperasikan alutsista TNI.

  ✈️
TNI AU  

Perbedaan Mendasar KF-X dengan lF-X

✈️ Disebut sebagai unique requirement.Peluncuran protipe jet tempur Korea Indonesia KF-21 Boramae (KAI) ☆

Prototipe jet tempur multiperan kerja sama Korea Selatan dengan Indonesia baru saja diluncurkan pada 9 April 2021 lalu dari fasilitas pabrik Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Provinsi Gyeongsang Selatan.

Setelah melalui proses ‘maju mundur’, akhirnya Indonesia siap melanjutkan proyek strategis yang kesepakatannya telah diumukan pada 15 Juli 2010 di Seoul dengan nama proyek KF-X/IF-X tersebut.

Lalu adakah perbedaan mendasar antara KF-X dengan IF-X ini?

Seperti diketahui, berdasarkan hasil PDR (Preliminary Design Review) yang telah dilakukan bulan Juni 2018 silam, konfigurasi desain final jet tempur KF-X/IF-X akhirnya telah diputuskan.

Hal ini terungkap dalam jumpa pers yang diadakan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta pada 6 Desember 2018 yang juga dihadiri langsung oleh redaksi Airspace Review.

Dalam jumpa pers tersebut Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Marsma TNI Gita Amperiawan mengungkapan, dalam perancangan jet tempur generasi 4.5 ini Tim Engineer dari KAI dan PTDI mengakomodasi kebutuhan dari kedua calon pengguna.

Dalam hal ini adalah AU Korea Selatan (ROKAF) dan TNI AU, masing-masing mempunyai kriteria sesuai doktrin yang dibutuhkan negara masing-masing yang disebut sebagai unique requirement.

Berkaitan dengan persyaratan unik atau kebutuhan yang berbeda antara kedua angkatan udara tersebut, Angkasa Review (Airspace Review) sempat menanyakan kepada Heri Yansyah yang menjabat sebagai Program Manajer KF-X/IF-X PTDI.

Apakah hal ini termasuk sistem pengisian bahan bakar di udara (air refueling) di mana tersiar bahwa TNI AU ingin menerapkan sistem probe & drouge sedangkan ROKAF dengan metode boom system?

Heri Yansyah membenarkan dan menyatakan kini telah diputuskan bahwa jet tempur KF-X/IF-X akan mengunakan pengisian bahan bakar di udara menggunakan metode boom system seperti yang diterapkan pada jet tempur F-16 dan F-22 buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat.

Ditambahkan Heri Yansyah, unique requirement lainnya adalah penggunaan drag chute (rem parasut) seperti yang diinginkan TNI AU.

“Baik KF-X dan IF-X secara struktur akan diperkuat karana pesawat akan mengakomodasi sistem drag chute seperti yang diminta oleh TNI AU walau ROKAF tak menggunakannya,” tutur Heri Yansyah.

Saat itu redaksi AR kembali bertanya, selain kedua hal tersebut adakah unique requirement lainnya? “Ada, yakni kapasitas tangki bahan bakar eksternal,” ujar Heri Yansyah.

Disebutkan, TNI AU menginginkan kapasitas bahan bakar tangki eksternal untuk 480 liter terkait wilayah udara Tanah Air yang luas sehingga diperlukan bahan bakar ekstra untuk patroli. Sementara ROKAF cukup mebutuhkan untuk 370 liter saja.

Namun demikian, secara keseluruhan tampilan fisik memang tak ada perbedaan pada pesawat yang kini disebut sebagai KF-21 Boramae (Elang) tersebut. Kecuali versi tempat duduk tandem yang juga diinginkan oleh TNI AU.

Rencananya PTDI akan membangun satu prototipe yang akan dibantu oleh KAI.

Seperti diketahui PTDI telah memiliki/membangun hanggar IF-X untuk proses persiapan produksi di Tanah Air.
 

  ✈️ Airspace Review  

Marinir Asah Kemampuan Perang Elektronika

♖https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNi1mH5heOeR6785FyD0kSLkZktvorBlPew5ZRhf6URKivRbrjEh9EqY2td6eKfat_-F_BR8RfztOrNHis6Fz6HM9EHpd-y7VGxUqmXK5zwLUI6OAqQJvjmfuoYnGIAVBwzN1T_TrDSbU/w400-h300/WhatsApp-Image-2021-04-10-at-05.57.00.jpegLatihan perang elektronika Korps Marinir [Korps Marinir]

Prajurit Korps Marinir TNI AL dari Batalyon Komunikasi Dan Elektronika (Yonkomlek) 1 Mar dan Batalyon Komunikasi Dan Elektronika (Yonkomlek) 2 Mar melaksanakan Latihan Peperangan Elektronika (Pernika) di Stascar Cariu, Bogor, Jum’at (09/04/2021).

Kegiatan yang dipimpin Mayor Mar Moh. Wawan Abidin M. Tr.( Opsla). tersebut bertujuan mengasah kemampuan prajurit dari Yonkomlek 1 Mar dan Yonkomlek 2 Mar untuk mengawaki kesenjataan elektronika dalam mencegah keuntungan musuh dan memastikan teman tidak terhalang akses ke spektrum elektromagnetika.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDxz1Ti7Di3uLG1Hk2K23cEra-Od2dLuPdcCKmgwFpOs6d12JZ6rCcOjCdcCCqJYadTD8XiK069MCSF2DZqacI3AbT6C37D2UjYYAWbjG21QN3d_DC-Nyvloed_sabqaSLlfgxtIiDXJY/w400-h301/35vernika.gifSebelum mengawali kegiatan Mayor Mar Moh. Wawan Abidin M. Tr. (Opsla). mengharapkan kepada seluruh prajuritnya untuk mengasah dan sering dilatihkan mengenai "Peperangan Elektronika" yang merupakan bidang dari kesenjataan Komunikasi dan Elektronika.

Disampaikan juga oleh Mayor Mar Moh. Wawan Abidin M. Tr. (Opsla). “Bahwa Peperangan elektronika mengacu pada tindakan yang melibatkan penggunaan spektrum elektromagnetik atau energi yang diarahkan untuk mengendalikan spektrum, menyerang musuh, menghalangi serangan musuh melalui spektrum. Tujuan dari peperangan elektronik yaitu untuk mencegah keuntungan musuh dan memastikan teman tidak terhalang akses ke spektrum elektromagnetik. "Peperangan elektronik bisa dilakukan melalui udara, laut, darat, dan luar angkasa baik dengan alat yang berawak maupun tidak berawak dan dapat menarget manusia, komunikasi, radar dan atau aset yang lain,” jelasnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjapWT4W9DF76_RuOYO05T9pYvXfT9XIUe_xK0hS7AEAK-V4rE5DCE6uEu1rHs6u4Cd0sI1KHEVpYwi70SzvRWZK1uwSYtmoaP-JNVyG0R3C29Mrnes2oRIgb-WX1Zgp0hp1BoM8yLSlg4/w400-h400/170671257_2827466807518701_4245118111161541783_n.jpgMayor Mar Moh. Wawan Abidin M. Tr. (Opsla). juga menjelaskan bahwa Peperangan elektronik terbagi 3 bagian besar yaitu serangan elektronik, perlindungan elektronik dan bantuan peperangan elektronik. Serangan elektronik termasuk penggunaan energi elektromagnetik atau senjata anti radiasi yang ditujukan untuk menyerang fasilitas perorangan, atau peralatan yang bisa menetralkan atau menghancurkan kemampuan bertempur musuh. Serangan elektronik ini bisa dideteksi oleh musuh, tergantung dari level kecanggihan teknologi dan tingkat deteksi, banyak teknologi serangan elektronik yang tergolong rahasia tinggi, contoh dari serangan elektronik termasuk jamming komunikasi, penyerangan untuk display radar, serangan laser, decoy (flare dan chaff), dan alat peledak yang bisa diremote.

Perlindungan elektronik yaitu tindakan perlindungan untuk melindungi personel, fasilitas, dan peralatan dari segala efek serangan elektronik dari teman ataupun musuh. Contoh penggunaan perlindungan elektronik ialah penggunaan teknologi spektrum yang menyebar atau penggunaan daftar frekuensi yang dilarang, dan observasi yang diam-diam. Bantuan peperangan elektronik yaitu tindakan yang ditugaskan atau diperintah langsung dari komando lapangan untuk mencegah, mengidentifikasi, dan menemukan sumber yang disengaja maupun tidak mengelurakan radiasi elektromagnetik yang bertujuan sebagai ancaman, atau dianggap berbahaya bagi operasi yang berjalan.

Pada Latihan kali ini Yonkomlek 1 Mar melaksanakan di Stascar Cariu, Bogor dan Yonkomlek 2 Mar melaksanakan di Karangpilang, Surabaya dengan Latihan ini agar seluruh prajurit wajib menguasai untuk menghadapi tuntutan tugas ke depannya agar dapat terlaksana dengan baik sehingga tidak mengecewakan Satuan khususnya Korps Marinir TNI AL.

 ♖ Korps Marinir  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...