Kamis, 14 April 2016

Kepulauan Seribu Posisi Strategis Bagi TNI AL

✈ Pemerintah Provinsi DKI telah menghibahkan Pulau Damar kepada angkatan laut Indonesia✈ KRI Beladau 643 ☆

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidyat mengunjungi KRI Beladau 643 usai membuka acara Musayarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Ia mengatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia‎ (TNI) merupakan pasukan yang mampu bersaing dengan dengan tentara dari negara lainnya. Sehingga pemerintah daerah juga diharapkan mampu berkomitmen untuk saling membangun demi kemajuan TNI.

"Kemarin ada lomba pakai senjata yang dari Pindad itu kita juara. TNI angkatan laut juga mampu bersaing dengan tentara lainnya makanya harus dibangun,"‎ kata Djarot di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (13/4/2016).

‎Pemerintah Provinsi DKI, kata Djarot, telah menghibahkan Pulau Damar kepada angkatan laut Indonesia. Di sana, lanjutnya, akan menjadi benteng utama bagi TNI Angkatan Laut untuk menjaga kedaulatan negara. "Karena untuk menjaga kedaulatan demi rakyat,” serunya.

Djarot menilai bahwa Kepulauan Seribu menyediakan posisi strategis bagi TNI AL. Hal itu, kata Djarot, lantaran Kepulauan Seribu menjadi benteng utama ketika orang mau masuk Jakarta. “Pulau Damar itu pangkalan kita," pungkasnya. (fzy)
 

  ✈ okezone  

Menhan tolak bantuan Rp 26 M dari Pentagon

✈ Soal Laut Cina Selatan✈ Ilustrasi KRI TNI AL ☆

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menolak bantuan Pentagon senilai USD 2 juta atau setara Rp 26,5 miliar dari Pentagon untuk Kerja sama Keamanan Maritim Asia Tenggara (MSI) di Laut Cina Selatan. Menurut Ryamizard, saat ini pemerintah masih mampu menggunakan anggaran sendiri untuk alat utama sistem pertahanan.

"Enggak usah, saya sampaikan terima kasih. Kita masih ada lah kalau buat gitu-gitu saja," kata Ryamizard di Kantornya, Jakarta, Rabu (13/4).

Namun dia mengakui bantuan program bernama Kerja Sama Keamanan Maritim Asia Tenggara juga tak hanya Amerika Serikat, tapi China dan Singapura juga ingin membantu Indonesia. Akan tetapi, pemerintah Indonesia menolak bantuan itu karena anggaran militer sudah ditentukan.

"Negara kita besar mampu. Natuna terutama, kita juga enggak perang sama siapa? Teroris? Bencana? Enggak perlu sebesar itu," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Amerika Serikat dalam laporan yang dilansir the Diplomat, Minggu (10/4), menggelontorkan dana besar untuk peningkatan kapasitas militer negara-negara Asia Tenggara. Tujuan pemberian bantuan ini dalam rangka menghadang pengaruh China di Laut China Selatan. Anggaran ini masuk dalam program bernama Kerja sama Keamanan Maritim Asia Tenggara (MSI).

Indonesia, dalam dokumen yang sudah disetujui Kongres AS ini, turut memperoleh bantuan senilai USD 2 juta (setara Rp 26,5 miliar) dari Pentagon. Kendati Indonesia bukanlah negara yang terlibat langsung dalam sengketa wilayah Laut China Selatan, namun AS merasa armada laut Indonesia dapat berperan besar menjadi penyeimbang kekuatan di kawasan.

Saat dikonfirmasi terpisah, Ash Carter selaku Menteri Pertahanan AS, membenarkan kucuran dana tersebut. "Kami ingin negara-negara mitra AS di kawasan Asia Tenggara menjadi lebih kuat dan mandiri dalam hal pertahanan. Untuk mencapai tujuan itu, kami harus lebih aktif memberi pendampingan dan peningkatan kapasitas keamanan maritim," ujarnya.

Malaysia, dalam posisi netral seperti Indonesia untuk urusan Laut China Selatan, menerima bantuan lebih besar mencapai USD 3 juta. Dua negara ini dianggap perlu memperoleh sokongan Negeri Paman Sam, karena wilayah laut masing-masing kerap dimasuki oleh nelayan asal Tiongkok secara ilegal.

Indonesia pada 20 Maret lalu berkonflik dengan China, lantaran kapal penjaga laut Tiongkok berusaha membebaskan paksa kapal nelayan mereka yang ditangkap dekat ZEE Natuna. Malaysia pun belum lama mengalami pencurian ikan skala massif, dengan masuknya 100 kapal Tiongkok dekat perairan Sabah.
 

  ✈ merdeka  

Pesawat intai canggih P-8 Poseidon ikut Komodo 2016

✈ Pesawat mata-mata tercanggih di dunia P-8A Poseidon (boeing.com) ☆

Pesawat intai canggih P-8 Poseidon milik Angkatan Laut Amerika Serikat dilibatkan dalam latihan multilateral Komodo 2016 di Padang, Sumatera Barat dari 12 hingga 16 April.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake menyebutkan pesawat itu dilengkapi radar yang bisa memantau kegiatan penangkapan ikan liar (illegal fishing).

"Selain itu pesawat ini juga dilengkapi kamera pengintai yang bisa mengamati objek dari ketinggian," kata dia di Pesawat P-8 Poseidon yang terbang di Padang, Selasa (12/4).

Ia menyebutkan selain bisa memantau illegal fishing, pesawat ini juga bisa memantau kegiatan merugikan lainnya dari ketinggian.

Kepala Pangkalan Logistik Angkatan Laut Amerika di Singapura Laksamana Muda Charles William mengatakan satu pesawat P-8 Poseidon mampu mendukung tujuh buah kapal Angkatan Laut Amerika.

"Dan dalam sekali operasi pesawat ini dikerahkan selama enam bulan dan setelah itu kembali ke pangkalan," kata dia.

P-8 Poseidon pernah dilibatkan dalam misi pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 setelah pencarian dialihkan ke Samudera Hindia.
 

  ✈ antara  

[Dunia] Tentara Filipina Kepung 60 Milisi Abu Sayyaf

Pasukan bantuan tiba di Isabela city ☆

Tentara Filipina telah mengepung lebih dari 60 pasukan bersenjata Abu Sayyaf di Tipo-Tipo, Basilan menyusul bentrokan berdarah akhir pekan lalu yang menewaskan 18 tentara dan melukai 56 lainnya.

Juru bicara militer Filipina, Mayor Filemon Tan Jr mengatakan tentara dari Pasukan Khusus Angkatan Darat, Rangers dan Light Reaction Company (LRC) siap untuk menyerang sisa pasukan Abu Sayyaf yang saat ini bersembunyi di hutan Tipo-Tipo.

"Pasukan kami diposisikan di daerah taktis untuk membatasi ruang gerak Abu Sayyaf," kata Tan, dikutip dari laman Philstar.com, Rabu, 13 April 2016.

Tan mengatakan militer juga telah menempatkan pasukan tambahan sebagai antisipasi bila bantuan diperlukan. Menurutnya, 60 lebih pasukan Abu Sayyaf dipimpin oleh Isnilon Hapilon dan Furuji Indama.

Menurutnya, Indama terluka dan berada dalam kondisi kritis setelah bertempur dengan pasukan pemerintah. Namun ada laporan bahwa Indama telah meninggal.

Pada Selasa, 12 April, menurut Tan, tiga milisi Abu Sayyaf ditangkap dalam operasi militer lanjutan di hutan Tipo-Tipo. "Tiga tersangka, anggota Abu Sayyaf, ditangkap dalam operasi lapangan," kata Tan.
 

  ☠ Tempo  

Rabu, 13 April 2016

Indonesia-China Sepakat Insiden di Natuna Dianggap Selesai

Ilustrasi Kapal Costguard Cina ☆

Pemerintah Indonesia menganggap persoalan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dengan costguard China di perairan Natuna, beberapa waktu lalu, sudah selesai.

"Hal itu sudah dianggap selesai dan dianggap ada kesalahpahaman," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Pramono tidak menjelaskan detail proses penyelesaian persoalan itu. Ia hanya menyebutkan, Indonesia dan China sama-sama mendukung penyelesaian perseteruan di Natuna dengan jalan damai.

"Beberapa yang menimbulkan adanya ketegangan kawasan, diutamakan di kedepankan bisa dilakukan dengan cara damai, sehingga saling menghormati dan tidak melibatkan pihak-pihak di luar kawasan," ujar Pramono.

Ke depan, dia yakin Indonesia dan China dapat saling menghormati wilayah perairan masing-masing.

"Apa yang menjadi posisi Indonesia, baik secara garis batas yang dimiliki dan tradisi yang ada, kita saling menghormati," ujar Pramono.

Ketika disinggung apakah pemerintah Indonesia tetap membutuhkan jawaban dari pemerintah China atas nota protes yang dikirimkan, Pramono menjawab, "sudah saya jawab tadi."

Pemerintah Indonesia sebelumnya sudah melayangkan nota protes kepada Pemerintah China untuk menyikapi kasus itu.

Ada tiga sikap Indonesia yang disampaikan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi kepada China.

Pertama, Indonesia memprotes pelanggaran yang dilakukan kapal keamanan laut China terhadap hak berdaulat atau yurisdiksi Indonesia di kawasan zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan di landas kontinen.

Kedua, Indonesia memprotes pelanggaran terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan aparat Indonesia di wilayah ZEE dan di landas kontinen.

Ketiga, Indonesia memprotes pelanggaran terhadap kedaulatan laut teritorial Indonesia oleh kapal keamanan laut China. (Baca: Susi Merasa China Langgar Komitmen untuk Berantas IUU Fishing)

"Sekaligus juga saya tekankan mengenai pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982," ujar Retno ketika itu.

"Saya sampaikan sekali lagi bahwa Indonesia bukan merupakan claimant state (negara yang bersengketa) atas konflik yang ada di Laut China Selatan," kata Retno.

Nota protes tersebut disampaikan secara tertulis kepada kuasa usaha sementara Kedubes China di Jakarta karena Dubes China untuk Indonesia, Xie Feng, sedang berada di negara asalnya.
 

  ☠ Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...