Minggu, 30 Juni 2019

CN295 Special Mission TNI AU

Bergabung Skud 2 Halim PerdanakusumaCN295 Special Mission TNI AU ✈️

Pesawat CN295 SM (Special Mission) hasil produksi bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Airbus Defence and Space, Spanyol telah tiba di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pesawat langsung ditinjau oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kamis (27/6/2019).

Sebelumnya, pesawat diterbangkan dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung (PTDI) menuju Lanud Halim Perdanakusuma.

Dinas Penerangan Angaktan Udara (Dispenau) dalam siaran pers yang diterima Airspace Review menyatakan, CN295 Special Mission dilengkapi sistem identifikasi otomatis (Automatic Identification System/AIS), IFF Integrator, dan perangkat Satellite Communication (Satcom).

Pesawat CN295 Special Mission memuat tiga konsol yang dilengkapi search radar dengan kemampuan deteksi hingga 200 mil laut (370 km).
 

  ☆ Angkasa Review  

Sabtu, 29 Juni 2019

Pindad Paparkan Program Pioritas R-Han 122B

➶ Tahap berikutnya yaitu produksi massalUji fungsi roket pertahanan 122mm R-HAN 122B [Korps Marinir] ★

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan alat pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) di Indonesia, PT Pindad (Persero) sebagai salah satu BUMN strategis telah berkomitmen melakukan penguasaan teknologi dan pengembangan industri pertahanan nasional agar tercipta kemandirian Alpalhankam nasional.

Salah satu program prioritas yang telah diselesaikan Pindad yakni R-Han 122B berhasil melewati berbagai ujicoba dan saat ini dalam proses sertifikasi. Adapun tujuh program prioritas Industri Pertahanan Nasional yang telah dicanangkan lainnya yakni Rudal, Propelan, Radar, Kapal Selam, Pesawat Tempur dan Medium Tank.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Ade Bagdja menyatakan keberhasilan konsorsium R-Han 122B merupakan hasil kerja keras bersama.

“Program R-Han 122B yang telah dimulai sejak tahun 2005 dibawah Konsorsium Ristek dilanjutkan oleh Kementerian Pertahanan. Pindad mendukung dalam segi pengerjaan assembling roket yang telah menjadi keahlian kami. Salah satu hal yang paling mendebarkan adalah saat proses pengujiannya.” Ujar Ade Bagdja saat membuka seminar nasional R-Han 122B di Graha Pindad, Jumat (28/6/2019).

Dalam sambutannya, Ade Bagdja menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung keberhasilan konsorsium R-Han 122B, termasuk kepada korps marinir yang telah bekerjakeras membantu sekaligus mencoba roket yang telah dibuat sehingga telah terbina kerjasama yang baik.

Sementara itu, Dirjen Pothan, Bondan Tiara Sofyan menyampaikan apresiasi yang paling tinggi kepada konsorsium R-Han 122B dan seluruh pihak yang telah menyelesaikan program R-Han 122B dengan tepat waktu, tepat kualitas dan tepat administrasi.

Program R-Han 122B, merupakan program pengembangan secara mandiri yang telah berlangsung sejak lama.

Pada 2018, program pembuatan tabel tembak dan sertifikasi R-Han 122B tahap II telah selesai dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu. Adapun proses sertifikasi ditargetkan akan selesai 100 persen pada tanggal 3 Juli 2019.

Dari hasil uji statis dan dinamis, diketahui bahwa performa Roket R-Han 122B sudah Baik dan Konsisten sesuai dengan target desain.

“Kami berharap program ini dapat berlanjut ke tahap berikutnya yaitu produksi massal. Proses sertifikasi juga telah dilakukan bersamaan dengan proses uji coba. Besar harapan sertifikasi kelayakan dapat segera terbit,” ujar Bondan.

Bondan pun menyampaikan kepada Korps Marinir agar mengajukan usulan anggaran Pinjaman Dalam Negeri (PDN) tahun 2019 untuk pengadaan roket.

Hal itu difokuskan untuk segera ditindaklanjuti ditahun anggaran 2018-2019. Selain itu, Korps Marinir sebagai pengguna khususnya agar dapat menggunakan produk anak negeri agar menjadi kebanggaan bangsa.

Dalam seminar tersebut ditandatangani juga Berita Acara penyelesaian pekerjaan penyusunan Tabel Tembak dan Sertifikasi produk Roker R-Han 122B Tahap II TA 2018 antara pemilik program Direktur Jenderal Potensi Pertahanan, Bondan Tiara Sofyan dan Direktur Utama PT Pindad (Persero).

 Berikut video ujitembak RHAN 122B Pindad : 


  ➶ Ayo Bandung  

Jumat, 28 Juni 2019

PTDI Serahkan CN295 MPA Pesanan TNI AU

https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2019/06/1.jpgCN295 MPA produk PT DI ☆

Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan melakukan serah terima sebuah pesawat CN295 MPA (pesawat patroli maritim) pesanan TNI AU.

Serah terima pesawat dilaksanakan pada Kamis (27/6/2019) pukul 11.30 WIB di kawasan pabrik PTDI, Bandung.

Dalam rangkaian acara seremonial ferry flight ini hadir mewakili PTDI Iwan Krisnanto, SVP Corporate Planning & Program Manager dan Mayor Pnb. Donny Eko Prayogo, Komandan Skadron Udara 2 mewakili TNI AU.

Proses penandatanganan seremoni ferry flight disaksikan oleh Gita Amperiawan, Direktur Teknologi & Pengembangan PTDI.

Pesawat yang masih mengenakan nomor registrasi pabrik AX-2911 ini selanjutnya diterbangkan dari Bandung ke markasnya Skadron Udara 2 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pesawat akan bergabung dengan sembilan CN295 versi angkut yang telah dimiliki skadron berlambang Kuda Terbang ini.

Seperti halnya Skadron Udara 27 yang berkomposisikan pesawat CN235 versi angkut dan versi intai maritim (CN235 MPA), maka demikian juga dengan Skadron Udara 2.

Skadron Udara 2 terdiri dari 9 CN295 dan mendapat tambahan satu CN295 MPA.

Skadron ini mulai mendapatkan dua unit CN295 pertama dengan nomor registrasi A-2901 dan A-2902 pada September 2012. Sementara pesawat terakhir A-2909 diterima pada Desember 2015.

Dengan kehadiran CN295 versi MPA ini, maka TNI AU telah memiliki total tiga unit pesawat intai maritim.

Dua pesawat sebelumnya menggunakan basis pesawat CN235 dengan nomor registrasi AI-2317 dan AI-2318 (AI = Angkut Intai).

Semula, kedua CN235 MPA ini dimiliki oleh Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Namun kini telah diserahkan kepada Skadron Udara 27 yang bermarkas di Lanud Manuhua, Biak, Papua.

Bagi TNI AU, kehadiran pesawat CN295 MPA ini adalah guna mendukung Program Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Presiden Republik Indonesia ke-7 ini ingin menjadikan RI sebagai Poros Maritim Dunia.

Untuk itu diperlukan armada yang kuat guna menjaga wilayah laut Indonesia yang begitu luas.

TNI AU telah memproyeksikan untuk memiliki tiga Skadron Intai/Patroli Maritim.

Pertama di kawasan Indonesia Timur yang diwakili Skadron Udara 27 di Biak, Papu. Kedua di kawasan Indonesia Tengah yang berpusat di Makassar dengan Skadron Udara 5.

Dan ketiga, di wiliyah Indonesia Barat yang berpusat di Jakarta diwakili oleh Skadron Udara 2. [Rangga Baswara Sawiyya]

  ★ Angkasa Review  

Kamis, 27 Juni 2019

Delima Jaya Rilis Prototipe Rantis MRAP dari Desain ‘Kawin Silang’ Bushmaster dan Casspir

https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2019/06/vab-2.jpgPrototipe Rantis MRAP [instagram Delima Jaya] ☆

Jagad pemerhati alutsista nasional dalam beberapa hari ini dibuat heboh oleh inovasi dari perusahaan karoseri swasta, Delima Jaya. Lewat akun Instagramnya, perusahaan karoseri yang sudah berdiri sejak 1976 ini merilis prototipe rantis (kendaraan taktis) lapis baja dengan kategori MRAP (Mine-Resistant Ambush Protected).

Dengan predikat MRAP, maka prototipe rantis ini digadang mampu menahan efek ledakan dari ranjau darat. Sembari menunggu spesifikasi resmi dari prototipe rantis ini, netizen kadung ramai membahas sosok kendaraan ini, terutama dari aspek desainnya yang terkesan ‘berani.’

Bila dilihat sekilas, maka tak sulit untuk menebak bahwa prototipe rantis ini merupakan bentuk kawin silang antara Casspir MK3 dan Bushmaster, yang keduanya adalah rantis 4×4 dengan kategori MRAP yang digunakan unit anti teror Sat-81/Gultor Kopassus (Komando Pasukan Khusus). Sentuhan Casspir terasa pada desain luar kompartemen bagian belakang, khususnya pada pola kaca di kabin personel dan rancangan body yang v-hull untuk menahan efek ledakan dari bawah.

Sementara aroma Bushmaster agak terasa pada bagian depan, terutama pada bagian depan kap mesin. Sisanya efek Bushmaster juga sedikit terasa pada rancangan kaki-kaki.

Foto: Instagram Delima Jaya

Untuk persenjataan, terlihat ada mockup up senapan mesin dengan RCWS (Remote Control Weapon Station). Lain dari itu, penampilan prototipe rantis MRAP ini cenderung mengundang tawa netizen. Hal tersebut dikarenakan adanya dummy yang diduga rudal Maverick pada sisi kiri belakang (2 unit) dan satu rudal lainnya pada bagian depan tepat disebelah kiri kubah senapan mesin. Sontak desain nyeleneh ini menjadi ramai dikomentari netizen, seperti tangki bahan bakar yang berada di luar (tidak terlindung), padahal konsep rantis ini adalah MRAP.

Bukan kali ini saja Delima Jaya merilis prototipe alutsista dengan desain ‘kontroversial,’ jika Anda masih ingat prototipe kendaraan peluncur roket multi laras besutan PT Prafir Jaya Abadi. Lewat halaman Instagram Delima Jaya, diketahui kendaraan khusus tersebut merupakan lansiran Delima Jaya. Kendaraan peluncur tersebut tampil unik lantaran mengusung desain kawin silang antara panser Anoa dan M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System).

Lepas dari itu, Delima Jaya pernah sukses merilis rantis Assault Ladder yang digunakan untuk kebutuhan Sat-81/Gultor Kopassus. Delima Jaya Assault Ladder ini di produksi pada tahun 2002 dan menggunakan basis mesin diesel Isuzu NPS dengan kapasitas 3.408 cc. (Bayu Pamungkas)

  ★ Indomiliter  

[Video] Proses Pembuatan Helikopter H225M

Produksi PT Dirgantara IndonesiaProduk pembuatan helikopter H225M di Bandung ini disebut juga sebagai helikopter Eurocopter EC 725 Caracal.



  ★ Youtube  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...