Senin, 20 Juni 2016

Pesawat Latih Yak-130

Sempat dilirik TNI AUYak 130 [ronnie/macdonnald] 

Sebelum Indonesia memutuskan untuk membeli jet latih T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan, nama Yak-130 (kode NATO: Mitten) sempat mencuat dan bahkan menduduki peringkat pertama dari empat pilihan. Tiga jet latih lainnya yang diajukan TNI AU saat itu adalah Aero L-159 buatan Ceko, FTC-2000 dari China, dan T-50 dari Korea Selatan.

Sama dengan T-50, pesawat latih Yak-130 merupakan jet latih/serang ringan kategori Lead-In Fighter Trainer (Lift) berteknologi modern yang dibutuhkan untuk menjembatani penerbang sebelum mengoperasikan pesawat tempur generasi 4 dan 4+. Bila T-50 cocok bagi penerbang yang akan beralih ke F-16 Block 52/60, maka Yak-130 dipersiapkan untuk melatih penerbang sebelum beralih ke Su-30 series maupun Su-35 dan bahkan Sukhoi PAK FA.

Yak-130 didesain oleh Biro Desain Yakovlev dan dibuat oleh pabrik Irkuts, penghasil Su-30MKI (India) dan Su-30MKM (Malaysia) berteknologi thrust vertoring. Pada awalnya Yak-130 dibuat bersama oleh Yakovlev Rusia dan Aermacchi Italia dengan kode Yak/AEM-130.

Digandengnya Italia dalam proyek ini adalah untuk memasukkan unsur-unsur “Barat”. Rusia berhak menjual Yak-130 kepada AU Rusia, sedangkan AEM-130 untuk AU Italia. Namun belakangan, kongsi itu tidak dilanjutkan dan Rusia meng-upgrade sendiri Yak-130. Dengan kerjasama awal tersebut, Aermacchi juga akhirnya membuat pesawat serupa dan kemudian diberi kode M-346 Master.

Sebagai jet latih modern, Yak-130 dilengkapi berbagai perangkat unggulan seperti avionik digital penuh (full digital glass cockpit) open-architecture dengan 1553 Databus, dan teknologi fly-by-wire system (FBWS) quadruplex-channel. Pesawat juga dilengkapi enam layar Multi-Fucntion Display (MFD) ukuran 6×8 inci masing-masing di tiga di kokpit depan dan tiga di kokpit belakang, satu Head-Up Display (HUD) di kokpit depan, dan Helmet-Mounting-Sighting-System (HMSS) serta penerima GPS/GLONASS untuk navigasi dan penargetan secara akurat.

Radio navigasi menggunakan DME-94, VOR/ILS/MR VIM-95. Dengan segala kelengkapan yang dimilikinya, Yak-130 mampu mencakup 80% program latihan terbang bagi pilot.

Sumber gambar: Yak.ruSementara untuk fungsi serang ringan, Yak-130 dilengkapi kemampuan membawa dan melepaskan berbagai munisi seberat tiga ton yang dikombinasikan pada sembilan cantelan senjata. Enam cantelan di bawah sayap, dua di ujung sayap, dan satu di bawah badan.

Tidak hanya bom KAB-500Kr (tv-guided), roket S-8/S-13/S-25, bom konvensional 50/100/250/500 kg, serta kanon kaliber 23mm GSh-23L yang dibawa dalam pod SNPU-130, Yak-130 juga bisa membawa rudal udara ke udara jarak pendek R-73E. Pesawat juga bisa membawa dua ECM pod dengan chaff dispenser dan flare untuk decoy launcher serta tangki bahan bakar eksternal.

Peluncuran senjata dilakukan menggunakan knob pada stik kontrol dan tuas gas di mana data-datanya ditampilkan pada MFD. Bila MFD mengalami malfungsi, maka semua data-data yang dibutuhkan pilot akan disampaikan dalam bentuk suara.

Untuk faktor keselamatan pilot, Yak-130 dilengkapi kursi lontar tipe “zero-zero” dan penyuplai oksigen OBOGS (Onboard Oxigen Generating System) yang dapat menyuplai oksigen saat diperlukan termasuk pada saat-saat kritis.

Yak-130 ditenagai dua mesin Progress Al-225-25 turbofan dilengkapi dua air inlet dan Auxiliary Power Unit (APU). Mesin yang dikontrol secara Full Authority Digital Engine Control (FADEC) ini dapat menghasilkan gaya dorong 2.500 kgf. Masa pakai mesin mencapai 3.000 jam serta pemeliharaan MTBF 1.500 jam. Mesin non-afterburning Al-225-25 ini dikenal high performance, low noise and smoke, dan irit bahan bakar.

Rangka (airframe) Yak-130 menggunakan bahan aloy (Al-Mg-Li) high-strenght, sementara beberapa bagian pada sayap untuk membawa muatan menggunakan bahan titanium. Sayap didesain bentuk swept dengan sudut 31 derajat dan diberi penambahan pada bagian leading edge. Performa Yak-130 diakui pilotnya sangat baik dan pesawat masih stabil dan dapat dikontrol pada sudut serang tinggi (high AoA) 35 derajat.

Sebagai pesawat light attack, Yak-130 mampu digunakan untuk kebutuhan penyerangan terhadap target sasaran permukaan dan laut serta target berkecepatan rendah. Fungsi lain adalah untuk close air support, interdiksi, operasi counter-insurgency, serta patroli udara.

Pesawat latih Yak-130 yang didesain pertama kali tahun 1991 ini dan terbang perdana pada 25 April 1996 di Zhukovsky. Pesawat kemudian diperlihatkan pada pameran akbar Paris Air Show 2005. Kontrak pertama dengan AU Rusia dilakukan tahun 2005 di mana AU Rusia berencana membeli 72 Yak-130 guna melengkapi empat resimen latih pilotnya. Tahun 2011 AU Rusia juga menyatakan keinginannya untuk menambah 65 unit lagi dengan pesanan pasti mencapai 55 unit.

Selain Rusia, pesawat latih Yak-130 juga digunakan oleh Aljazair. Negara lain yang turut memesan pesawat ini adalah Bangladesh, Belarusia, Mongolia, dan Suriah. Sementara saudara kembarnya, M-346, selain digunakan oleh AU Italia, juga dipesan oleh Israel, Polandia, dan Singapura. [Author: Roni S.]
 

  Angkasa  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...