Sabtu, 05 Maret 2016

Drone Quadcopter Pilihan Satuan Elite TNI AL

Microdrone MD4-1000 Dalam misi di wilayah urban yang penuh kompleksitas, tugas satuan elite akan banyak terbantu oleh keberadaan drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Selain drone dalam wujud pesawat terbang, drone model helikopter mini bakal mengambil peran signifikan, terlebih dalam urusan intai mengintai di area rimba beton. Dan salah satu model drone quadcopter yang dilirik satuan elite TNI adalah Microdrone MD4-1000 buatan Jerman yang dikustomisasi oleh PT Bhineka Dwi Persada (BDP).

Di Indonesia, sosok Microdrone MD4-1000 pertama kali ditampilkan di hadapan publik dalam pameran Indo Defence 2014 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Drone jenis quadcopter VTOL (vertical take off and landing) ini dibalut material body warna putih. Dari segi fungsi, Microdrone tak beda jauh dengan drone heli yang biasa digunakan para penghobi. Ditawarkan untuk misi militer, Microdrone dirancang tahan terhadap gangguan debu dan air (IP43 protection), suhu yang ekstrim dapat diantisipasi dengan rentang temperatur -10 sampai 50 derajat celcius.

Dalam konsep yang ditawarkan untuk satuan elite, Microdrone ‘dikemas’ dalam MCCV (Mobile Command Control Vehicle), yakni jenis kendaraan taktis (rantis) yang peran utamanya sebagai GCS (Ground Control Station). Bedanya dengan GCS biasa, pada MCCV sudah dilengkapi ruangan untuk menyimpan drone. Dalam Indo Defence 2014, PT BDP menampilkan MCCV dalam wujud smart bus, karena sosoknya berupa bus berukuran besar, di dalam ruang bagasi juga dipersiapkan untuk ruang robot penjinak bom. Dalam prakteknya, MCCV dirancang dapat beroperasi taktis dan mandiri dengan koneksi langsung ke jaringan satelit (VSat).
Ruang kendali drone (GCS) yang ada di dalam MCCV. Ruang kendali drone (GCS) yang ada di dalam MCCV.

Karena dipesan oleh satuan elite di lingkungan TNI AL, MCCV dibuat dalam wujud rantis yang punya kemampuan offroad. Dengan bekal tenaga dari baterai 6S2P LiPo, 22.2V berkapasitas 13000 mAh, drone ini dapat terbang dengan endurance hingga 90 menit. Kecepatan terbangnya 12 meter per detik, dan kecepatan menanjak 7,5 meter per detik. Dengan kendali lewat remote control, drone dapat terbang sampai 500 meter, namun dengan teknik waypoint GPS (Global Positioning System) jarak jangkau bisa hingga 40 km.
Posisi ruang penyimpanan drone di bagasi bus MCCV.Posisi ruang penyimpanan drone di bagasi bus MCCV.

Kapasitas payload tak pelak menjadi elemen vital dari keberadaan drone. Secara teknis, Microdrone dapat dimuati payload maksimal 1,2 kg, namun rekomendasi yang disarankan 800 gram. Pilihan perangkat yang cocok disematkan pada payload mencakup thermal camera, low visibility camera, daylight video camera, dan digital camera. Drone dapat menahan getaran hingga kecepatan angin 6 meter per detik.

Dengan material berbahan carbon fibre, Microdrone teruji ‘tahan banting’ dalam kondisi terbang dengan angin kencang, hujan, cuaca panas, hingga salju. Carbon fibre juga dapat menyelamatkan beberapa komponen vital, bahkan perangkat yang sensitive masih dapat dioperasikan setelah menembus suhu 130 derajat celcius.

Buat kalangan sipil tentu tak ada pantangan untuk mempunyai Microdrone MD4-1000, menurut versi drones.specout.com, MD4-1000 dibandrol per unit US$ 2.000.

Selain mendapat order untuk pengadaan 10 unit quadcopter (quadrotor) Microdrone MD4-1000 untuk TNI AL, PT BDP di Singapore Air Show 2016 lalu juga mendapat order pengadaan drone helikopter Rajawali 350 untuk Bakamla dan drone pesawat Rajawali 330 untuk TNI AD. (Haryo Adjie)
Smart bus MCCV di Indo Defence 2014.Smart bus MCCV di Indo Defence 2014.

Spesifikasi Microdrone MD4-1000

★ Dimensions: 1.030 mm (antar rotor hub)
★ Weight: 2.650 gram
★ Maximum take-off weight (MTOW): 6.000 gram
★ Flight range: 500 meter (remote control)/ 40 Km
★ waypoint
★ Take off altitude: hingga 4.000 meter
★ Service ceiling: 2.000 – 4.500 meter
★ Max payload: 1.200 kg
★ Cruising speed: 12 meter/detik
★ Rate of climb: 7,5 meter/detik
★ Baterai: 6S2P LiPo, 22.2V, 13000mAh
★ Endurance: 90 menit

  indomiliter  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...