Kamis, 27 Oktober 2016

Momentum Melahirkan Kemandirian Alutsista

Indo Defence 2016 https://2.bp.blogspot.com/-vfPtxvXsOjs/V9iUpTdmJeI/AAAAAAAAI-A/pAKDPHTZe5gy0njdeSRHy8FfTZOVOHz2gCPcB/s1600/SIGMA_10514_naval_frigate.jpgSalah sau produk bersama PT PAL Indonesia, PKR 10514, REM Martadinata class [Damen]

Kementerian Pertahanan akan menggelar pameran industri pertahanan berskala internasional, Indo Defence 2016 Expo & Forum. Pameran dua tahunan itu akan diadakan pada 2 hingga 5 November mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Jan Pieter Ate mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya ajang promosi bagi produsen peralatan pertahanan. Melalui kegiatan itu, pemerintah ingin melepas ketergantungan pengadaan alutsista dari produsen asing.

"Kami berharap ketergantungan Indonesia pada teknologi dari luar negeri sedikit demi sedikit bisa ditanggulangi sehingga Indonesia dapat mencapai kemandirian," kata Jan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (26/10).

Jan menuturkan, Kemhan mendorong industri pertahanan dalam negeri menjalin interaksi dan kerjasama dengan pelaku industri pertahanan luar negeri. Pertukaran informasi di bidang pengembangan teknologi pertahanan diharapkan bisa terjalin antar kedua pihak.

Jan berkata, Indo Defence kali ini meletakkan dasar yang kuat bagi terjalinnya interaksi antara industri dalam negeri dengan luar negeri. Pada acara tersebut Komite Kebijakan Industri Pertahanan akan menjelaskan mekanisme dan syarat offset.

"Konten dari offset itu adalah alih teknologi," kata Jan.

https://2.bp.blogspot.com/-q5ovrdrOe5M/Vmxo6V1a4rI/AAAAAAAAIFw/AACTwqHjvNMdwANcSwGh_krbg4knF1quQCPcB/s1600/blogger-image-386791044.jpgBadak FSV produk PT Pindad

Menurut Jan, industri pertahanan dari luar negeri harus paham, jika Indonesia membeli produknya maka industri tersebut wajib memberikan offset minimal senilai 85 persen dari nilai kontrak.

Indo Defence Expo & Forum pertama kali diadakan pada 2004. Tahun ini pameran mengusung tema "Bolstering Defence Industri Coorperation: Achieving a Global Maritime Fulcrum and Secure World."

Peserta yang ikut dalam pameran ini sebanyak 844 perusahaan dari 45 negara. Jan berkata, 28 delegasi resmi dari negara sahabat dan menteri pertahanan dari Yunani, Ceko, Pakistan, Singapura, Timor Leste dan Filipina akan hadir pada pameran tersebut.

Perusahaan asing yang menjadi peserta pameran di antaranya Airbus, Brahmos Aerospace, Beretta Defence Technologies, Boeing Defence, Space & Security, China Aerospace, Daewoo Ship Building & Marinne Engineering, Lockheed Martin, Rheinmetall, Rosoboronexport, dan SAAB.

Sementara itu, industri pertahanan dalam negeri yang ikut memamerkan produknya antara lain PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Len Industri, PT Krakatau Steel, PT Industri Kapal Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Tesco Indomaritim.

Beberapa produk yang akan dipamerkan adalah mobil unit Rehabmedik Keliling dari Kemhan, UAV Puna dan Sriti milik Kementerian Ristekdikti, helikopter Dauphin dan Personel Rescue Carrier milik Basarnas, serta kendaraan taktis Anoa dan Komodo dari PT Pindad.

 Tank Indonesia Dipamerkan 
https://1.bp.blogspot.com/-9HRjbHRHdLo/WA4jQcbcGKI/AAAAAAAAJNk/awAVSbdO1joZky3CduaiysFSie25HCbxgCPcB/s1600/unspecified22Lundin%2BX18%2BTank%2BBoat.pngDesain Lundin X18 Tank Boat [northseaboats]

Pada pameran kali ini, PT Pindad akan bekerja sama dengan PT Lundin Indistry Invest dan CMI (Cockerill Maintenance Ingenierie) dari Belgia akan meluncurkan Tank Boat.

Menurut Jan, tank buatan dalam negeri tersebut memiliki beberapa keunggulan, seperti memadukan kapabilitas darat yang dimiliki tank dan kemampuan manuver di perairan yang dimiliki kapal. Dia mengklaim teknologi ini yang pertama di dunia.

"Jadi dipadukan menjadi satu maneuverability yang kombatan," ujarnya.

Tank tersebut memiliki panjang 18 meter dan dapat dioperasikan oleh 12 orang. Menurutnya, tank ini cocok untuk negara kepulauan karena bisa bermanuver di kedalaman hingga 90 sentimeter.

"Untuk perairan pinggir pantai, bisa sembunyi di bawah pohon bakau dan sebagainya, menurut saya kenapa tidak didukung," ujar Jan. (abm)

 ♖ CNN  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...