Rabu, 04 Januari 2017

Australia Janji Segera Selidiki demi Perbaikan Hubungan

https://4.bp.blogspot.com/-3Ktyl5bXu-8/V5yu-6EM2oI/AAAAAAAAEO8/f5IcTqx0XeEbQOAqnfEVgMg9YYlvLG3MQCLcB/s1600/20160728123931-2-latihan-bersama-kopassus-dan-sasr-001-yulistyo-pratomo.jpgLatihan bersama Australia

Indonesia menangguhkan perjanjian kerjasama militer dengan Australia. Penangguhan itu terjadi setelah seorang anggota TNI melaporkan dugaan penghinaan terhadap Pancasila. Instruktur militer dari Tanah Air itu menemukannya dalam materi pelatihan yang diberikan pusat pelatihan bahasa Angkatan Darat Negeri Kanguru.

Sejauh ini belum ada pihak yang bersedia menjelaskan bentuk penghinaan macam apa yang dimaksud. Namun demikian, hal tersebut pasti sangat menyinggung karena membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda kerjasama latihan militer gabungan, pendidikan, dan pertukaran tentara yang harusnya diadakan pada Desember.

"Ya, akhir tahun lalu memang ada kekhawatiran yang disampaikan oleh seorang perwira TNI mengenai bahan pengajaran dan komentar-komentar di sebuah fasilitas pelatihan bahasa Angkatan Darat di Australia," demikian Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne menjelaskan dalam rilis yang diterima Okezone, Rabu (4/1/2016).

Namun demikian, Payne menegaskan, kasus tersebut sudah dalam tahap penyelidikan. Mereka menjamin penyelidikannya dilakukan dengan serius dan sedang diselesaikan.

"Panglima Angkatan Bersenjata, Marsekal Angkatan Udara Australia, Mark Binskin telah menyurati mitranya di Indonesia, Jenderal Gatot Nurmantyo. Dalam surat tersebut, dia meyakinkan masalah ini akan ditangani dengan serius dan kami akan menyelidiki persoalan yang diangkat," imbuhnya.

Menhan Canberra itu juga membenarkan soal penangguhan kerjasama negaranya dengan Indonesia. Akibatnya, beberapa interaksi antara dua lembaga pertahanan telah ditunda sampai masalah ini diselesaikan. Namun begitu, dia berujar, kerjasama dalam bidang lain masih terus berlanjut.

"Australia berkomitmen untuk membangun pertahanan yang kuat dengan Indonesia, termasuk melalui kerjasama dalam pelatihan. Kami akan bekerja sama dengan Indonesia untuk mengembalikan kemitraan ini secara penuh secepat mungkin," janjinya.

Australian Broadcasting Corporation (ABC) mewartakan, insiden ini terjadi saat Kopassus Indonesia sedang berlatih di pangkalan militer Australia di Perth. Segera setelahnya, Mark Binskin menjelaskan peristiwa itu lewat surat kepada Jenderal Nurmantyo. Namun Pemerintah Indonesia menjawabnya dengan penangguhan kerjasama militer.

Sejarah mencatat, pembekuan hubungan antara Indonesia dan Australia pernah terjadi saat pemisahan diri Timor Leste pada 1999, kasus Bali Nine pada 2005, isu penyadapan telefon Presiden SBY, dan pengusiran perahu-perahu imigran pada 2013-2014.

Pakar militer, Yohanes Sulaiman, memuji langkah penangguhan Indonesia. Namun dia memprediksi ketegangan hubungan ini tidak akan berlangsung dalam jangka waktu relatif panjang.

"Kedua negara saling membutuhkan. Mereka perlu menjaga keamanan di Laut China Selatan, terutama sekarang saat China menjadi lebih dominan di sana," terangnya kepada AFP. (Sil)

  Okezone  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...